Cinta Pertama Yang Datang Lagi

the-moffatts

Dulu kala saya ngefans banget sama The Moffatts. Hah, siapa tuh The Moffatts? Yang nggak tahu The Moffatts pasti sekarang masih ABG karena pada masanya The Moffatts ini hits banget sampai gaya rambut poni blonde jadi trend ABG waktu itu *kalau ingat lagi ilfil gila itu model rambut wakakaka*. Sukanya sampai saya bikin cerpen untuk masing-masing personelnya. Tokoh utama ceweknya bukan saya, tapi gambaran dari saya, sih *YA SAMA AJA, MBAKNYA!* XD

Kesukaan saya pada The Moffatts sampai pada ngumpulin poster, hapal mati semua lagu-lagunya, non stop talking about them, tahu semua detilnya dan beli semuaaaaa majalah tentang mereka. Sayangnya pas mereka konser di Indonesia waktu itu saya nggak bisa datang. Lupa karena apa, sepertinya karena nggak dibolehin. Tapi pedihnya minta ampun sampai malam-malam di hari konser itu saya nangis tersedu-sedu. Patah hati begini amat ya rasanya. :((( *maklum nggak punya pacar, patah hatinya sama boyband*

Sama kayak anak ABG lagi jatuh cinta, pacar berubah mah kita terima aja, ya. Begitu pun dengan The Moffatts walau album terakhir mereka penuh dengan rambut gondrong berowokan, musik rock nggak selera saya, tapi apa pun yang terjadi saya tetap cintah. Sampai akhirnya mereka tiba-tiba menghilang dan saya patah hati lagi. Ibarat pacar, mutusin nggak, tapi kok menjauh. WHYYY?

Serpihan-serpihan memori The Moffatts mulai memudar, tapi layaknya unfinished bussiness, cintanya sih masih tetap ada. #tsaaah Beberapa tahun lalu aja menemukan video mereka akustikan pas Natal bahagianya minta ampun. Duh, pacar ay sekarang begini toh tampangnya. Akhirnya ngubek-ngubek berita mereka. Clint dan Bob masih bermain musik (sempat bikin grup bikin musik Same-Same di Thai sana, sempat ganti nama beberapa kali), Scott bikin musik juga tapi solo, kayaknya tinggal di Amerika sendiri, Dave ngikutin Canada Idol dan kalah #sad, lalu membuka diri bahwa ia adalah seorang gay *patah hati*. Anyway, Clint dan Bob sama-sama udah punya pacar. Lainnya tampaknya single. Clint baru saja mengumumkan di Instagramnya kalau sebentar lagi ia akan menjadi seorang Bapak. Mantanku sudah dewasa! :’)

Cinta ini masih ada dibuktikan dengan mendownload seluruh lagunya dan mendengarnya di mobil tiap hari. Uh yeah! Masih bisa sing along, nggak ada yang terlupakan. Makanya waktu beberapa bulan lalu diumumkan The Moffatts mau datang ke Indonesia, I was like…………. GUE HARUS NONTON!! Deg-deg ser bok! Pas harga tiket diumumkan, ish nggak mahal. Sungguh nih harus nonton! Yea yea yea!

Tapi namanya kalau nggak jodoh, waktu itu sibuk banget dengan urusan lain sampai lupa banget mau beli tiket The Moffatts, trus diumumkan sama promotornya kalau tiketnya sold out. TIDAAAAAAAAAK! Aku kan belum beli, kenapa udah habis aja, sikkk! *nangis di depan poster The Moffatts*

Pasrah dan ikhlas aja lah. Tapi kenapa foto-foto konser mereka bertebaran di Instagram?Hatiku gremet-gremet banget ini loh, Mas. Sampai akhirnya tadi pagi di Instagram promotornya dibilang tiket untuk hari kedua masih tersisa dan bisa langsung beli di venue. Oh, inikah pertanda kita akan bertemu setelah 17 tahun terpisah? Apakah takdir berpihak pada kita? Apakah cinta ini akan berbalas?

Saya langsung bilang ke suami, “Aku nanti kayaknya mau nonton The Moffatts, deh. Masih ada sisa tiket, nih. Kamu bisa jemput Kaleb dari rumah Opung, trus boboin dia, ya.”

Suami sih no problemo, ya. Silahkan kejar cinta pertamamu. Mungkin tiba waktunya kalian harus menuntaskan asa yang tertinggal. #ciyeeee

Sampai kantor cek Instagram promotornya, jam berapa manggungnya, dan prosedur beli tiket. Kebetulan konsernya dekat banget sama kantor. 10 menit juga sampe jadi nggak masalah.

Masalah utamanya adalah: MANGGUNGNYA JAM 9 MALAM! Malam amat, bro! Kelar jam berapa ini? Anak masih tidur pake nenen. #masalahemakemak

Gini yah, The Moffatts kan band jadul 90an, fansnya juga pasti kebanyakan udah jadi emak-emak beranak. Anak perlu dikelonin pake tetek, cyin! Sayangnya tetek Bapak nggak ngeluarin ASI jadi anak kurang doyan. Hahaha! Plus, mulai jam 9, belum pake ngaret, trus selesai sekitar jam 11 malam atau lebih, pulang rumah udah lewat jam 12 malam. DOH, BADAN EIKE BISA RONTOK di kantor nanti! Maklum, umur mah nggak boong kan! Jam 9 malam biasanya karena waktunya nidurin anak jadinya ya ikutan tidur juga. Ini disuruh begadang sampe tengah malam, apa kabar kantong mata besok pagi? Kalah kantong mata SBY mah! Belum lagi suara serak nyanyi-nyanyi heboh plus jingkrak-jingkrakan, udah pasti pas di kantor besokannya menjelma jadi zombie. Zzz!

Tolonglah para promotor kalau mendatangkan band jadul disesuaikan sama jam tidur fans yang kebanyakan udah uzur juga. Inget, umur nggak bohong, fisik menurun, cyin!

Jadi, dengan berat hati terpaksa nggak bisa ketemu cinta pertama lagi, walau dia sudah jauh-jauh datang dan keberadaannya dekat banget sama saya. Masih galau sih sebenarnya. *duileeeh, masalah boyband doang bikin galau seharian* Tapi dear The Moffatts, cinta pertamaku, kali ini saya harus mengalah karena saya lebih milih ngelonin cinta terbesar dalam hidupku, Kaleb.

Sampai jumpa kapan-kapan, ya! Lain kali kalau mau konser, harus inget diadakan jangan kemalaman, plus siapin day care biar emak-emak yang punya anak bisa tenang hatinya kalau nggak bisa nitipin anaknya. SIP, OKE OCE!

 

PS: Tapi kalau tiba-tiba ada yang kasih tiket gratis, lain cerita ya. Saya pasti datang. *Lah, nggak konsisten #pecintagratisan*

 

 

 

Advertisements

Once A Belieber, Always A Belieber

I’m always a Belieber. Always. *sambil tutup mata meresapi dengan sungguh-sungguh*

Tau kan ya, Beliber itu buat fansnya Justin Bieber. APA JUSTIN BIEBER?! *sayup-sayup kedengeran udah emak-emak kok suka JB, sih?*

Jadi kecintaan saya si JB ini berawal dari beberapa tahun lalu saat seorang bocah cilik imut dengan poni lempar *ala Andhika Kangen Band* menyanyikan lagu One Less Lonely Girl (2009) dan One Time (2009). Iyes, sebelum dia ngetop dengan lagu Baby ft Ludacris (2010). Dengan munculnya lagu Baby yang ear cathy, makin sukalah saya sama JB ini. Udah mana anaknya cute, lagunya easy listening, dan kayaknya dia lucu *sok kenal*.

justin_bieber_live_in_manila_2011

Hati Abang buat Adek nih

Tentunya kesukaan saya sama si JB ini mendapatkan tatapan aneh dari teman-teman yang seakan-akan berkata, “Gile lo! Udah tua gini suka bocah! Ah, ga asyik! Dia kan kayak boyband. Cih!” Maka demi kelihatan keren, saya pun nggak pernah mengutarakan saya suka JB tapi tiap hari muterin lagunya. Hahaha!

Belum lagi pas dia datang ke Indonesia untuk konser perasaan saya berkecamuk. Sebenarnya pengen nonton, tapi kok ya nanti diketawain seluruh dunia. Lah, saya bakal dempet-dempetan sama anak bocah seluruh Jakarta (yah, kalau nggak seluruh Indonesia) yang teriak-teriak nama Justin Bieber. Dih, nggak level! *sok!* Tapi tiap hari nonton liputan konser JB di infotainmet. HAHAHA! *makan tuh gengsi*

Saya suka hampir semua lagu Justin Bieber. Bahkan, lagu Natal JB yang judulnya Mistletoe jadi lagu wajib ring tone HP saya tiap bulan Desember. Plus, wajib didengerin berkali-kali sampai eneg. Cukuplah disandingkan dengan lagu Natal fenomenal All I Want for Christmas-nya Mariah Carey.

Sampai akhirnya JB ngeluarin album Believe yang kayaknya nggak  terlalu sesuai dengan selera saya. Plus suara dia di album ini lagi pecah karena puber. Tapi tetap aja lagu Be Alright di album ini jadi favorit saya yang selalu saya dengerin.

justin-bieber.jpg

Kemudian JB menghilang, digantikan degan berita putus nyambungnya sama Selena Gomez, plus dia jadi rebel kena masalah mulu. Duh, ke mana cowok imut kesayangan eike dulu? Tapi sebagai Belieber tentu saja saya masih suka dia, walau nggak terlalu merhatiin lagi.

justin-bieber-240

Dari cinta monyet ABG. Bocah banget lah si JB di sini.

Beberapa waktu lalu, JB mengeluarkan album baru berjudul Purpose. Single pertamanya What Do You Mean pun keluar dan jadi hits. Pertama kali dengerin saya mengernyit dan menggumam, “Ini lagu apa, sik!”. Tapi saking seringnya lagu ini diputar di mana-mana lama-lama jadi suka juga. Kemudian heboh dengan single keduanya yang berjudul Sorry. Mak, aye suka banget lagunya. Sekarang didengerin tiap hari, tiap waktu sampai bangun tidur tiba-tiba di kepala udah terngiang-ngiang lagu Sorry.

ck-bieber-1 (1)

Tiba-tiba nongol jadi model iklan celana dalam. Bok ah! *ngences*

Kalau diperhatiin juga nih, suara JB udah nggak pecah plus gosipnya dia udah bertobat. Menurut dese dulu pas lagi rebel karena merasa lonely, plus jiwa ABG patah hati kali ya. Yang hebatnya lagi, dari bertahun-tahun lalu si JB ini setia banget sama Selena. Ya putus nyambung, sih, tapi baliknya ke dia lagi dia lagi. Macam dulu Justin Timberlake dan Britney Spears kali.

justin-selena-gomez

Putus nyambung.. Putus nyambung. Pasti JB dan Selena penggemarnya BBB, deh!

Mana kalau nonton video interview dia di Youtube, dia bilang dia masih sayang Selena dan beberapa lagu di album Purpose ini emang buat Selena *aihh, matek!* Interview dia pun kocak-kocak dan kelihatannya udah lebih humble dan berubah, ya *plis, iya dong*

justin-bieber (1).jpg

Si Purpose ini pun langsung melejit dan banyak orang yang dulu nggak suka sama JB berubah suka. Dan saya dengan muka puas bilang, “Ke mana aje semua orang dulu?” HAHAHA. Si JB ini emang punya bakat tapi yah dulu wajahnya terlalu imut sampai orang-orang gengsi buat suka dia, plus lagunya ABG banget. Kemudian dia jadi rebel jadi orang suka sebel. Nah, pas sekarang udah melewati fase itu baru orang-orang suka, deh.

Jadi, saya cuma mau bilang: welcome, new Beliebers!

Once a Belieber, always a Belieber.

Hihihihi!

PS: semua foto saya ambil dari berbagai sumber di Google.

 

 

How Can I Not

Lagi dengerin lagu-lagu Jayesslee di Youtube dan terdampar di lagu ini. Exactly what I feel right now, feeling far away from Him. It’s like He’s trying to talk to me. :’) It was a well written song by Jayesslee. Thank you for bringing up this song.

How Can I Not (Jayesslee)

when you were a child

I loved you
when you were a child
I called you my son
but the more I called you
the further you went from me
 
it was I who taught you
taught you to walk your first steps
it was I who taught you
holding you
by your hand
it was i
who healed you
healed all of your
 
bruises wounds and pain
 
how can i give you up
how can i hand you over
 
how can i treat you like
treat you like a sinner
 
how can i look at you
when you turn against me
 
compassion is stirring
my love overflowing for you
 
how can i not love you
 
i saw you walking in the dessert land
got me thinking
got me wondering
when will he be okay
so i cared for you
i led you
 
but you forgot me
you forgot me
 
how can i give you up
how can i hand you over
 
how can i treat you like
treat you like a sinner
 
how can i look at you
when you turn against me
 
compassion is stirring
my love overflowing for you
 
how can i not love you
 
when will you understand
when will you see
that i am waiting right here for you
come back again
 
when will you see
that i am ready
to forgive you
and to care for you
 
and love you once again
 
how can i give you up
how can i hand you over
 
how can i treat you like
treat you like a sinner
 
how can i look at you
when you turn against me
 
compassion is stirring
my love overflowing for you
 
how can i not love you

Cafe Latte

Another song from Geeks (covering Urban Zakapa’s song) that makes me play it over and over again. I wish I could understand the lyrics. But it’s still nice to listen to it the whole day. Anyway, the lyrics is just so sweet.

Enjoy! 😀

This one is Geeks’ version:

And this one is Urban Zakapa’s version. Both are nice to listen to.

 

Cafe Latte (this is the translation lyric)

It’s alright, I, even without you, I’m alright

Even some of the days when I remember, it’s alright

Truthfully, I don’t think I still believe it

In a rainy day like today

Together we listened to this song

I stare into space for a while and smile

Baby baby you’re caramel macchiato

Still, near my lips, your scent is sweet

Baby baby, tonight

Baby baby, you’re more than the scent of caffe latte

Do you remember this feeling, this comfort

Baby, baby, tonight

Oh baby, faded blue sky couple tee

Slowly forgetting your birthday

But my heart is still this warm

To me, you, who is so warm and smells so beautiful

But it can’t be more beautiful and now it’s just a memory

Baby baby you’re caramel macchiato

Still, near my lips, your scent is sweet

Baby baby, tonight

Baby baby, you’re more than the scent of caffe latte

Do you remember this feeling, this comfort

Baby, baby, tonight

 

 

 

Stalking Mike and Aom

Alert: Postingan ini macam ABG lagi ngomongin idolanya, ya. :))) Awalnya nggak mau posting tentang ini karena pasti ketauan obsesinya, kan. Tapiii… akhirnya runtuh deh pertahanan. They’re just adorable that I can’t resist to talk about them all the time. Jadi, siap-siap untuk baca tulisan panjang tentang adiksi saya ya. XD

Ehm, seperti yang udah disebutkan sebelumnya, kali ini saya (yang masih obsesi banget sama Full House Thai) akan ngomongin soal Mike Pirath Nitipaisankul a.k.a. Mike D. Angelo dan a little bit of Aom Sushar Manaying. Mereka berdua pemeran utama Full House Thai.

Soooo, I am crazy in love (or may I say obsessed) with them. They had good chemistry on and off screen. Saking belivable-nya mereka sebagai pasangan yang jatuh cinta sampai publik Thailand sendiri ngarep setengah mati kalau mereka jadian aja. I’ve seen most of their interviews (kemampuan stalking saya benar-benar diuji karena interview mereka pake bahasa Thai, jadi harus ngubek-ngubek Youtube cari yang ada subtitle Inggris –> NIAT. Hahaha!) and like on the tv, they just showed their cuteness when they were together.

Media Thai sendiri kalau lagi interview mereka, apapun acaranya (entah peluncuran album, fashion show, atau bahkan launching film mereka yang lain) selalu ada pertanyaan Mike suka Aom beneran nggak? Aom suka Mike nggak? Apa pendapatnya tentang satu sama lain? Kalian jadian di kehidupan nyata nggak, sih? Setelah melihat sekian banyak interview, pertanyaan selalu ada, selalu diulang-ulang (yang kalau di sini sih udah pasti dibilang wartawannya annoying banget). Tapi kayaknya Mike dan Aom ini tipe sabar (atau emang budayanya begitu) jawab pertanyaan-pertanyaan yang sama. Bahkan produser Full House, pemain lainnya, dan presenter selalu ngeledekin mereka kalau mereka saling suka dan mendingan jadian aja.

Biasanya kalau suka sama suatu pasangan di film atau serial, saya nggak akan terobsesi sebegitunya. Nggak cari tahu di kehidupan nyatanya jadian atau nggak. Misalnya, kayak Lee Min Ho dan Park Shin Hye di The Heirs. Mereka cocok di filmnya, tapi untuk jadian di kehidupan sebenarnya kayaknya nggak, deh. Nah, Mike dan Aom ini saking chemistry-nya dapet banget, orang selalu menyangka mereka nggak lagi akting tapi emang jatuh cinta beneran. Mereka sering berantem, ngambek, baikan, minta maaf pake bunga, saling kangen. Dan itu off screen.

Yang paling sering nunjukin sebenarnya Mike. Dia biasanya lebih sering blushing kalau dihadapkan dengan pertanyaan seputar Aom. Belum lagi tiba-tiba jadi gugup sehingga gelagapan dan salting. Selain itu, dia juga lebih obvious nunjukin perasaannya. Misalnya, Aom upload foto dia dengan Golf (kakak Mike) di instagram. Mike yang liat langsung comment sambil ngambek. Lucu banget. 😉

Untung aja ada yang terjemahin, kalau nggak buta banget pas stalking. (photo credit: forums.soompi.com)

Untung aja ada yang terjemahin, kalau nggak buta banget pas stalking.
(photo credit: forums.soompi.com)

Atau pas Utt (pemeran Guy di Full House) posting foto dia lagi chat sama Aom. Lagi-lagi Mike kasih komen kenapa dia nggak diajak chat. Hihihi.

Contohnya interview ini:

Di bagian pas Mike ditanya apa benar dia suka Aom, dia mulai salting, garuk-garuk mata atau hidungnya (which a body sign for lying) dan mulai gugup. Obvious!

Sementara Aom sendiri lebih jaim. Dia nggak terlalu nunjukin jadi tampaknya publik Thai sendiri masih nggak yakin 100%. Tapi di banyak kesempatan, dia oke-oke aja kalau misalnya Mike nunjukin affection.

Selain itu, mereka bisa tiba-tiba kasih surprise. Misal waktu Mike launching mini albumnya, Aom tiba-tiba kasih surprise datang dengan bunga. Begitu juga sebaliknya, waktu Aom acara meet and greet dengan fans-nya, Mike tiba-tiba datang nyemangatin. Di lain hari waktu Mike syuting serial lain, Aom tiba-tiba dateng ke lokasi syuting untuk nyamperin. Sweet banget, kan!

Untuk Full House Thai sendiri sebenarnya di sana udah selesai masa tayangnya. Bulan April kemarin karena film ini sukses besar, jadi ada 4 episode khusus buat penggemarnya. Episode 1-3 tentang behind the scenes mereka. Episode 4 dibikin secara khusus. Mereka direkam seharian kegiatannya sebagai pasangan suami-istri seperti di filmnya (jadi seperti film Truman Show). Dari mulai bangun tidur, makan pagi, nyiram bunga, sampai nanti acara puncaknya. Acara seharian ini nggak ada skrip. Tampaknya mereka cuma dikasih garis besarnya aja, nanti mereka sendiri yang berkembang dari situ (yang mana jadi nggak bisa bedain ini akting atau beneran, sih?). Acara puncaknya mereka bakal ketemu fansnya langsung dan melakukan show case. Dan seharusnya itu adalah puncak segala macam promosi Full House. Setelah ini nggak ada lagi karena udah berakhir.

Nah, tapi Mike dan Aom ini masih sering komunikasi lewat sosmed pribadinya mereka. Misal, pas Aom sakit, Mike langsung kasih semangat lewat instagram, atau mereka bikin aplikasi lucu dan dibales sama yang lainnya. Enggak tahu ini mereka sengaja begitu karena tahu publik suka mereka atau mereka emang suka beneran.

So yes, I stalk their instagram and twitter. The craziest thing is I join a forum that discuss about them. Gila, yak! Hahahaha! Saya bahkan udah hapal di luar kepala isi wawancara mereka.

Oke, lanjut! Mike ini tampaknya cukup populer di Thai sana. Dia udah berkarir jadi penyanyi dari umur 11 tahun dan beberapa tahun belakangan dia bikin duo GolfMike sama kakaknya, Golf (ini namanya kurang kreatif, ya). GolfMike udah bubar dan mereka memutuskan untuk solo karir kira-kira 2 tahun belakangan ini.

Gara-gara solo karir ini, Mike yang tadinya bergantung banget sama kakaknya dan dia tinggal nyanyi doang, sekarang harus mulai dari nol. Di film Full House, dia minta ke produser supaya dia boleh pegang musik dan soundtrack-nya.

Jadi dia ciptain 3 lagu: Break You Off Tonight (liriknya full berbahasa Inggris), Oh Baby I (yang kedengeran sering banget di sepanjang serial ini), dan Let Me The One Who Loves You (yang dia buat khusus untuk Aom-Am). Selain ciptain lagu, dia juga bertanggung jawab untuk video klipnya. Video Oh Baby I dan Break You Off Tonight, dia sutradarai dan edit sendiri. Dia bahkan yang membuat spesial efek untuk klip itu. Sedangkan untuk lagu Let Me Be The One Who Loves You dia bikin sendiri setiap editannya untuk ditampilin di serial itu. Untuk lagu Break You Off Tonight, dia juga yang ciptain sendiri koreografinya. Canggih banget, deh. (Oh ya, cek juga pas dia cover lagu Almost Is Never Enough bareng pemenang The Voice Thailand – bagus!)

Untuk karir akting sendiri, sebenarnya produser Full House agak ragu pake dia tadinya karena dia baru aja jadi aktor. Biasanya kan nyanyi. Tapi ternyata keraguannya ditepis. Aktingnya oke dan meyakinkan. Ada satu adegan yang saya suka banget. Pas dia nangis sampe sesak. Itu nangisnya beneran sampe rasanya pengen dipeluk dan dihapus air matanya (itu maunyaaa!). Di Full House sendiri ada adegan ciumannya. Mike ini baru pertama kali ciuman di depan layar ya di film ini. Tiap dia nyeritain ini pasti mukanya langsung memerah malu.

Satu lagi kelebihannya: bahasa inggrisnya ciamik! Mungkin karena dia sekolahnya selalu di sekolah internasional jadi pronunciation dan grammarnya oke (ehm, aksennya juga seksi. Awww). Ditambah badannya six pack dan hobi shirtless (penting banget ini, kakaaak!).

e31160eajw1ee54kmr8kdj20c80ifwf6

*pingsan*

*pingsan*

Sementara Aom sendiri udah lebih lama jadi aktris. Sebelum Full House, dia sempat main di film Yes or No jadi seorang lesbian. Gara-gara film ini dia digosipin lesbi, yang mana udah dia tepis. Dia juga main di serial Autumn In My Heart, yang adaptasi dari serial Korea juga. Di serial Full Ho;use, dia juga ikutan nyanyi di lagu Oh Baby I walaupun cuma kedapetan sedikit bagian. Soalnya sebenarnya suaranya biasa aja, sih. Dia pun ngaku kalau dia nggak bisa nyanyi dan untuk nyanyi di soundtrack Full House dia perlu latihan keras.

Cute banget ya

Cute banget ya

9fcc2dac810bd8f7f855e0906f2345a8

So now, I’m back like a teenage girls stalking their idols news. Jadi kalau nanti saya tulis tentang mereka lagi jangan bosen, ya. Hahaha! 😀

PS: semua foto diambil dari google. Begitu pun dengan Youtube.

 

Geeks

Udah bosen denger saya ngomongin serial Asia? Hahahaha, jangan, ya. Karena kayaknya bakal ngomongin lebih banyak lagi, nih. Tapi itu nanti di post berikutnya. Di post ini cuma pengen kasih tahu lagu yang lagi saya suka banget. Iyes, lagi-lagi lagu Korea *pembaca menghela napas panjang*.

Suatu hari lagi dengerin lagu Officially Missing You – Tamia. Biasanya kalau lagi suka suatu lagu, saya suka cari orang-orang yang cover lagunya. Siapa tahu ada yang cover lebih kece. Nah, nyasarlah ke Youtube salah satu yang cover lagu Officially Missing You ini. Sebuah band asal Korea yang namanya Geeks.

Lagunya nggak benar-benar sama persis. Jadi Geeks ini cuma ambil judulnya, plus nada dasarnya aja. Lagu keseluruhannya diubah jadi bahasa Korea dan dengan atmosfir yang beda. Jatuhnya jadi cathy banget, ditambah ada bagian di mana nge-rap. Kece lah! Walaupun nggak tahu dia ngomong apa, tapi enak banget buat didengarin berkali-kali. Oh ya, cek lagu-lagu mereka di Youtube. Lagunya enak-enak semua.

Selamat mendengarkan! 🙂

Oh, Baby I

Saya lagi tergila-gila Full House Thailand, nih. Sama seperti Full House Korea yang punya soundtrack yang manis (dan sampai sekarang masih enak didengar), versi Thailand-nya pun punya soundtrack yang catchy dan manis didengar pula.

Lagu ini diciptakan oleh Mike D. Angelo si pemeran utama prianya dan dinyanyiin pastinya oleh dese  sama Aom Sushar, pemeran utama perempuan. Selain lagu ini ada beberapa lagu lain yang semuanya dia ciptain di soundtrack ini. Kece, kan?

Selamat mendengarkan! 😀

Kecanduan Billy

Dari dulu saya suka banget sama acara-acara reality show kompetisi nyanyi, seperti AFI (oh yes, aib banget dulu sampe mewek pas ada yang pulang geret-geret koper *tutup muka*), Indonesian Idol (sampe sms berkali-kali dukung si Joy Tobing, eh doi malah keluar dari Idol ujung-ujungnya. Hih!), Mamamia, dll. Dulu kalo udah ada acara itu, saya sih udah dipastikan duduk manis di depan tv. Anteng! Pacar aja bisa dianggurin. Bahkan waktu itu saya suruh pacar saya untuk fitness di hari di mana ada acara itu supaya dia nggak dianggurin dan saya bisa nonton dengan tenang. Hihihi.

Nah, sekarang kan booming lagi acara kompetisi nyanyi, seperti X-Factor Indonesia dan The Voice Indonesia. Tentu saja saya mana mungkin lah ya ngelewatin. Masalahnya provider tv saya adalah First Media yang mana musuhan sama MNC grup. Mana ada RCTI yang nayangin X-Factor di tv. Tapi teteep dong saya nggak kehabisan akal, kadang-kadang saya streaming lewat internet (tapi biasanya nggak bertahan lama karena keburu ngantuk sama iklannya). Di X-Factor ini saya suka banget sama Shena yang suaranya dasyat (tapi gara-gara voting jadi harus keluar), tapi saya nggak suka juri-juri X-Factor yang menurut saya berlebihan, durasi ngomongnya lama, dan cela-celaan mulu. Duileh, dikira nonton drama juri kali, ye. Sebagai anak yang susah bangun kalo udah tidur kemalaman, kalo jurinya kebanyakan ngomong acaranya jadi lama kan ya selesainya. Dih, males! Akhirnya saya lebih baik nonton di Youtube aja keesokan harinya: nggak pake iklan, nggak dengerin juri kebanyakan cela-celaan. Nah, karena nontonnya di Youtube, ya nggak berasa kelekatannya dengan acara itu kan, ya. Jadinya waktu favorit saya keluar, Shena, saya jadi makin males. Mana sebenarnya yang saya tahu di X-Factor ini cuma Shena dan Fathin, doang. Yang lainnya buta. Hihi.

Kalau acara The Voice Indonesia ini ditayangin minggu malam. Pas banget waktunya karena kalau hari Minggu biasanya saya nggak pulang malam-malam banget soalnya nyetok energi buat seminggu ke depan, jadi tepat banget kalau dihabiskan dengan nonton tv. Yang pertama kali bikin jatuh cinta sama The Voice Indonesia ini, salah satu jurinya adalah Glenn Fredly. WOHOOOO! Sebagai fans Glenn Fredly garis keras cuma ada dia nongol di acara itu aja udah bikin acara itu jauh lebih menarik. Udahlah ya bok, ini mah subjektif banget. Hihihi. Selain itu acara ini, jurinya nggak terlalu lama durasi ngomongnya. Jadi biasanya jam 10 malam udah selesai pas blind audition atau pas live show paling jam 11 malam udah selesai. Aman banget deh buat saya yang harus tidur sebelum jam 12 malam.

Pertama kali jatuh cinta sama jurinya (ehm!), tapi lama-lama akhirnya kepincut sama salah satu pesertanya, yaitu Billy Simpson. Di blind audition, dia nyanyi lagu One Love-nya U2 dan kereeen banget! Saking bagusnya, keempat juri akhirnya berbalik dan berebutan pengen jadi coach dia.

Ini dia pas blind audition:

Kalau udah suka sama sesuatu biasanya saya langsung search dong di Youtube. Eh, ternyata banyak banget video buatan doi lagi cover lagu-lagu lain dan bahkan ada yang dia ciptain sendiri. Suaranya ciamiiiik banget.

Kali kedua dia muncul di sesi battle. OALAH MAK, suaranya bikin pengen bobo sambil dinyanyiin doi, deh.

Ini waktu dia nyanyi di live show, nyanyiin lagunya Cherrybelle yang Beautiful. Akhirnya saya bisa dengerin lagu itu tanpa kuping berasa panas saking annoyingnya.

Apakah saya dukung lewat kirim sms? Oh tentu tidak! Biasalah ya penonton merki yang suka kalo idolanya nyanyi tapi nggak mau sms. HUAHAHA! Maklumlah, dulu suka sms-in si Kia AFI tapi habis itu dia nggak menang, saya malah tekor pulsa. Hihihi.

Suatu hari, teman saya ngetwit kalo dia ketemu Billy di gereja. What what what? Jadi dia pergi ke gereja yang sama seperti yang saya sering datangi. Yang mana terjadi dia worship leader di situ. MAMAAAH, inikah namanya jodoh? *dibekep suami*. Pas kita lagi bales-balesan ngetwit gitu, masa si Billy tiba-tiba nyamber twit kita. AAAAAH, hatiku langsung berbunga-bunga. Langsung saya stalking twitternya yang mana dia rajin lho bales-balesin twit penggemarnya. Ih, manis sekali, sih. Maka dari itu saya pun mengirimkan 1 sms untuk Billy. Iya sih masih tetap merki. HAHAHAHA.

Pernah suatu kali udah sengaja pulang ke rumah cepat-cepat karena pengen nonton The Voice Indonesia. Begitu sampe rumah ternyata mati lampu di komplek saya. Langsung saya uring-uringan karena nggak bisa nonton. Huhuhu. Akhirnya kita kabur ke rumah mertua demi supaya saya nonton The Voice. Hihihihi.

Si suami sih kayaknya udah eneg deh tiap hari tiap malam saya puter Youtube-nya si Billy mulu. Udah gitu dia disuruh dengerin pula. Tapi apalah daya ya karena sayang istri, kuping pengang karena bosen pun dijabanin, deh. *puk-puk suami*

Jadi sekarang kalau mau cari saya di minggu malam kamu tau kan ya saya pasti di suatu tempat nonton The Voice. Kamu pernah kecanduan gini juga nggak?

 

 

Wow Moment

Holaaaa selamat pagi! 😀 😀

Akhirnya saya dapat momen deg-deg-ser mau nikah juga! Yeay!

Saya sering banget baca di blog atau dengar cerita orang kalau mereka merasa, “Wow, gue mau nikah beneran, nih!” pas lihat kartu undangan bertuliskan nama mereka atau pas fitting kebaya/gaun pernikahan. Nah, saya nggak merasa semua itu.

Pas nerima undangan yang udah jadi, saya malah biasa aja. Agak ngamuk malahan karena kok undangannya jadinya beda. Pas fitting kebaya martumpol maupun nikahan juga merasa biasa aja. Paling ngerasa cantik, ya. Udah gitu aja. Pas beli cincin, juga sama biasanya. Lah, kadang-kadang saya jadi merasa apa saya yang nggak punya perasaan mendalam ya? Kok semua datar-datar aja.

Eh, ternyata gong-nya beda, saudara-saudara!

Kemarin saya dan teman-teman pemusik latihan lagu untuk martumpol nanti. Lagu-lagu itu semua saya yang pilih, habis itu diperdengarkan ke si pacar dan dia menyeleksi mana yang oke, mana yang nggak (bok, ada satu lagu yang saya suka banget dan nggak dibolehin dia karena…. penyanyinya cerai. -_____-“).

Jadi kemarin saya duduk di gereja sambil nunggu pianis-nya datang. Penyanyinya kebetulan juga bisa main piano. Dia latihan sendiri nyanyi sambil main piano. Ketika musik mengalun, saya sampe bengong… itu lagu kenapa jadi bagus banget?

Pas pianisnya udah datang dan mereka mulai latihan bersama sambil saya dan pacar latihan prosesi… itu baru deh berasa… ya ampun, gue mau nikah sebentar lagi, ya! Rasanya terharu dan bahagia. Campur aduk. Ini toh rasanya wow moment yang dirasain orang lain ketika mau nikah. Ternyata momen saya adalah pas dengerin lagu yang akan dinyanyikan di gereja.

Ah, boleh nggak sih pemusiknya nyanyi di kamar tidur saya tiap hari? Bagus amat main piano dan nyanyinya.

I am simply happy. 🙂