You Don’t Have To Try Hard

Kamu sering nggak merasa nggak pede kalau harus keluar rumah tanpa dandan? Saya salah satunya. Nggak sampe dandan yang heavy make-up, sih. Tapi yang paling wajib harus dipake kalau keluar rumah adalah pensil alis karena alis saya buntung setengah dan nggak beraturan, eyeliner karena mata saya sipit, dan lipstik atau lip tint tipis. Oh, sama rambut yang harus dipastikan nggak berantakan. Udah, pokoknya itu dandanan dasar banget yang wajib banget dilakukan cuma untuk sekedar memastikan muka nggak pucat dan kayak orang beler.

Seberapa banyak saya memperhatikan penampilan? Sering banget. Misalnya kayak kemarin saya ngecat rambut, saya hampir tiap hari nanya ke suami apakah rambut saya bagus dan warnanya sudah keluar? Sampai dia kayaknya bosan dan punya jawaban template bahwa rambut saya bagus. Hahaha.

Menurut saya ingin tampil cantik itu wajar. Semua orang pasti ingin tampil cantik. Tapi motivasinya apa? Buat saya sendiri, I love being pretty. Pakai baju yang proper, memastikan nggak tampil kucel, adalah sesuatu yang membuat saya happy. Apakah suami menuntut seperti itu? Nggak, sih. I love treating myself good to thank this body for her hard work. Tapi kalau tujuan kamu untuk selalu membuat orang terkesan dan kamu merasa tertekan, mungkin kamu perlu pikir ulang lagi. Yang paling penting bukan berlebihan tapi memperlakukan tubuh dengan baik dan mencintai tubuh kamu.

Lagu dari Colbie Caillat ini berjudul Try. It has a good message. 🙂

Colbie Caillat – Try

Oooh
Oooh

Put your make-up on
Get your nails done
Curl your hair
Run the extra mile
Keep it slim so they like you, do they like you?

Get your sexy on
Don’t be shy, girl
Take it off
This is what you want, to belong, so they like you
Do you like you?

You don’t have to try so hard
You don’t have to, give it all away
You just have to get up, get up, get up, get up
You don’t have to change a single thing

You don’t have to try, try, try, try
You don’t have to try, try, try, try
You don’t have to try, try, try, try
You don’t have to try
Yooou don’t have to try

Oooh
Oooh

Get your shopping on, at the mall, max your credit cards
You don’t have to choose, buy it all, so they like you
Do they like you?

Wait a second,
Why, should you care, what they think of you
When you’re all alone, by yourself, do you like you?
Do you like you?

You don’t have to try so hard
You don’t have to, give it all away
You just have to get up, get up, get up, get up
You don’t have to change a single thing

You don’t have to try so hard
You don’t have to bend until you break
You just have to get up, get up, get up, get up
You don’t have to change a single thing

You don’t have to try, try, try, try
You don’t have to try, try, try, try
You don’t have to try, try, try, try
You don’t have to try

You don’t have to try, try, try, try
You don’t have to try, try, try, try
You don’t have to try, try, try, try
You don’t have to try
Yooou don’t have to try

Oooh
Oooh

You don’t have to try so hard
You don’t have to, give it all away
You just have to get up, get up, get up, get up
You don’t have to change a single thing

You don’t have to try, try, try, try
You don’t have to try, try, try, try
You don’t have to try
You don’t have to try

Take your make-up off
Let your hair down
Take a breath
Look into the mirror, at yourself
Don’t you like you?
Cause I like you

Rambut Baru

Saya ini orangnya bosenan banget. Kalau lagi bosen, yang jadi korban adalah rambut. Kalau perhatiin tulisan saya dari dulu banget pasti lihat rambut saya dari panjang ke pendek, panjang lagi, pendek lagi. Diwarnain juga, dari kemerahan sampe kepirangan (ouch!), lalu karena mau nikah dibiarin aja catnya luntur biar kembali hitam lagi. Setelah menikah, saya nggak pernah cat rambut lagi sampai akhirnya rambut saya jadi sehat banget: nggak rontok banyak dan hitam legam. Uwoow!

Tapi kemudian di saat rambut kembali hitam legam dan Mama memuji rambut saya yang akhirnya kembali kece, saya bosan kembali. Rambut pendek nanggung kayak sekarang lagi nggak bisa diapa-apain karena niatnya mau panjangin rambut. Alhasil jadi kepengen hair coloring biar rambutnya kelihatan beda.

Beli cat rambut sendiri udah dari 2 bulan lalu, tapi masih ragu-ragu untuk ngecat rambut karena antara sayang rambutnya lagi hitam sama takut salah ngecat dan jadi pirang. Oh no! Mana si Mama selalu bilang, “Sayang, lhoooo!”. Makin ragu-ragu deh saya.

Tapi akhirnya kemarin saya memutuskan untuk mewarnai rambut karena tampaknya udah bosen banget sama rambut hitam. Toh, kalau diwarnai trus bosan, nanti hitam lagi juga. Pengennya sih dengan diwarnai rambutnya, muka jadi kelihatan segar.

Jadi beberapa hari yang lalu saya pergi ke salon (batal ngecat sendiri karena takut gagal total) dan dengan tekad yang penuh minta ngecat rambut. Kalau ditanya mau warna apa, saya masih bimbang, sih. Pengennya yang kecoklatan aja. Dulu kan biasanya saya kemerahan dan keunguan mulu. Jadi sekarang pengen kecoklatan.

Sebelum dicat, saya konsul dulu ke hair stylist untuk nanya cocok nggak warna coklat. Dia bilang jangan pure coklat karena nanti nggak keluar warnanya. Bagusan dicampur burgundy. Karena kebingungan, akhirnya saya bilang, pokoknya warna apa aja deh yang bikin kulit wajah jadi segar. *pasrah*

Akhirnya terpilih warna mahogany chestnus.

Oh ya, sebelum dicat, mbaknya nanya rambut saya diwarnai hitam, ya? Saya bilang nggak pernah. Dulu diwarnai kemerahan, trus dibiarin aja luntur catnya sampai akhirnya kembali hitam. Itu butuh waktu 3 tahunan, lho.

Eh, si mbaknya nggak percaya, lho. Sebelum ngecat rambut saya, dia nanya lagi, “Rambutnya pernah dicat, kan?”

Saya pun ngangguk, “Iya mbak, dulu pernah dicat.”

“Warna hitam, kan?” Ngeyel banget doi!

“Nggak mbak. Saya nggak pernah cat rambut hitam sama sekali. Ini emang hitam dari sananya.”

“Oh. Soalnya kalau udah pernah dicat hitam rambutnya, nanti warnya nggak masuk, lho. Harus di-bleaching.”

Saya pun menggeleng menegaskan, “Ini hitam asli!” Pffft! Jengkel sekaligus bangga juga dibilang hitam legam rambutnya. Hihihi!

Tapi hati udah mantap sih ya buat warnain rambut. Daaan… begitu hasilnya jadi saya pun nggak nyesel. Emang sih kalau sekilas dilihat masih nggak keluar warnanya. Pasti karena rambut yang terlalu hitam tadi. Tapi kalau kena cahaya atau matahari ya lumayan. Kayaknya masih harus nunggu 2 minggu – 1 bulan sampe warna yang dipengenin benar-benar keluar. Soalnya yang nyadar saya ngecat rambut itu nggak banyak saking warnanya masih kelihatan hitam (tapi udah nggak legam lagi, sih).

Jadiii… bulan depan rencananya kalau warnanya belum keluar, mau dicat ulang lagi atau mungkin dihighlight. Hihihi! So far, I am happy with my new hair. I feel fresh!

Penasaran mau lihat warna rambut barunya?

IMG-20140608-WA0005

Kalau di bawah lampu kelihatan, ya. Kalau biasa aja, yuk dadah bye bye nggak kelihatan. Tapi justru nggak papa karena mau membiasakan diri dulu dengan warna rambut baru biar nggak kaget-kaget banget. Hihihi.

Tunggu eksperimen rambut lainnya, ya (kemudian rambutnya nangis). Hihi.

 

Review: Salon Inan, Benhil

Kemarin saya, Neng Lucky, dan Neng Melvi yang udah lamaaa banget nggak ketemu janjian untuk nyalon bareng. Kita udah lama nggak perawatan. Nah, karena rumah kita jauh-jauhan semua, maka dicarilah salon yang di tengah-tengah. Neng Melvi menyarankan Salon Inan di Benhil. Dulu pas kuliah di Depok, ada juga Salon Inan dan rame dibicarakan. Pas dikasih daftar harganya, woooow, murah banget, yak! Oke, yuk langsung capcus ke sana.

Plang Salon Inan agak kecil, jadi pas saya datang, saya agak kelewatan. Pas masuk, langsung di meja resepsionisnya ditanya mau perawatan apa. Kami pilih perawatan yang sama: Keraton spa ditambah madu. Harganya Rp 63.000,-. Langsung bayar saat itu juga. Kemudian kami disuruh menunggu.

Pas lagi nunggu itu, saya berkomentar, “Ini nggak ada AC-nya, ya?” karena berasa agak gerah, ya. Tapi kami pikir, mungkin AC-nya nggak kencang aja, kok. Setelah itu kami diajak naik ke lantai 3. Banyak tersedia bilik-bilik. Neng Melvi dan Neng Lucky sekamar dan saya milih sendirian aja karena pengen tidur.

Pas disuruh masuk ke biliknya, langsung bengong. Cuma ada kasur di lantai dan nggak ada AC, jadi pake kipas angin. Bok, kalau kita telanjang trus dikasih kipas angin bisa-bisa masuk angin, dong. #kekecewaan1

Setelah diminta buka baju, tiduran, mulailah dipijit dan lulurnya. Biasanya kalau udah dipijit, saya pasti ketiduran saking enaknya. Ini nggak sama sekali. Pijatnya nggak kena titik-titiknya jadi cuma berasa diremes-remes aja, trus sebentar banget pula. #kekecewaan2

Pas lagi dipijit itu, nggak ada rasa ngantuk sama sekali. Rasa enak pun nggak berasa. Biasa aja. Belum lagi karena ruangannya ga ber-AC jadi kipas angin dinyalain. Anginnya bikin badan nggak enak. Lalu mungkin jendela juga dibuka supaya banyak angin, tapi akhirnya malah bikin berisik karena kedengeran suara bemo, motor, dan mobil berseliweran. #kekecewaan3

Setelah dilulur bagian belakangnya, saya disuruh bergeser dari tempat tidur dulu karena mau dibersihin seprainya. Jadi dengan cuma pake underwear doang, saya duduk di pinggir tempat tidur. Aneh! Saya nggak pernah disuruh nunggu kayak gitu karena biasanya bagian bersih-bersih ya terakhir. #kekecewaan4

Setelah selesai proses pijat dan lulur yang menurut menu sih harusnya 90 menit. Oh, tentu jangan dipercaya sodara-sodara. Karena saya nanya, ini lulurannya 90 menit, ya? Dan mereka menjawab, itu cuma 60 menit saja karena 30 menitnya adalah mandi. Bok, gue mandi juga nggak sampe 30 menit juga kali. Ih, dibohongin! #kekecewaan5

Setelah proses lulur selesai, kami melanjutkan dengan creambath. Seperti biasa, harus ke resepsionis dulu untuk bayar. Rambut saya yang nggak panjang ini, dinilai panjang dan harganya lebih, dong. Ya saya nanya kriteria pendek, tanggung, dan panjang itu gimana. Jadi kalau pendek itu berarti sependek rambut cowok yang cepak. Kalau tanggung, berarti sependek pipi. Kalau panjang berarti lebih dari pipi. Kriteria macam apa ini? Inan itu salon cewek kan, ya? Seberapa banyak cewek yang rambutnya cepak, sih? Dan definisi pendek cewek kan bukan cuma sebatas cepak. #kekecewaan6

Tapi masa dari segitu banyak kekecewaan, nggak ada positifnya, sih? Ada dong. Positifnya adalah hasil dari creambath itu rambut saya haruuum banget. Bertahan sampai besokannya. Trus senangnya adalah yang ngeblow rambut saya itu cepat dan bagus. Secara rambut saya tebal banget dan suka lama orang ngeblownya, tapi dia bisa cepat.

Well, karena poitnya minus di salon ini, kami bertiga memutuskan bahwa kayaknya bakal jarang deh kalau ke salon ini. Atau bahkan nggak mau lagi ke situ.

Kesimpulannya adalah ada harga, ada rupa. Untuk harga yang murah seperti itu, yaaah.. jangan harap dapat pelayanan bintang lima dong. Oke, kembali ke salon langganan dekat rumah aja deh buat perawatan.

 

 

Perawatan Murah Meriah ala Putri Keraton

Kamis kemarin adalah hari libur saya. Akhirnya saya menemukan keuntungan dari libur di hari kerja. Udah diniatin dari kapan tau mau cobain perawatan di Salon Style 21, Srengseng, Kebon Jeruk. Kenapa mau dicobain di sana? Karena di depannya tertulis besar-besar paket: massage-lulur-pedi-creambath-blow hanya Rp 130.000,- saja! *tergiur*

Secara kemarin Minggu baru massage di Samsara Spa yang per 1 jam aja harga aslinya Rp 175.000,-. Itu cuma massage lho, ya. Makanya pas lihat promo perawatan sebegitu banyak cuma Rp 130.000,- langsung deh berasa murah banget. Tapi itu murah kan, ya? *ragu*

Si Mama udah mengingatkan berkali-kali untuk luluran karena 2 minggu lagi ada acara kawinan si sepupu dan saya jadi penerima tamu. Katanya harus kinclong. Tapi kan demi pengiritan, saya harus cari salon yang murah meriah namun asoy dong, ya. (ini hemat atau pelit, ya? Hihihi).

Jadi perawatan murah ini hanya berlaku pada hari Senin-Kamis pukul 10.00-16.00 saja. Pas banget deh sama hari libur saya yang hari kamis. Dari rumah saya nggak pake keramas (FYI, saya udah nggak keramas 3 hari. JOROK!) karena kan nanti mau dicreambath juga di sana. Nggak mau rugi. Hahahaha.

Saya datang kira-kira jam 11.00. Saya langsung bilang mau perawatan paket 130 ribu. Si mbak langsung membawa saya ke lantai 3. Kebetulan hari itu lagi sepi banget salonnya. Di dalam ruangan ada 2 tempat tidur, ada bathtub, dan ada shower. Di antara tempat tidurnya ada gorden pembatas jadi nggak malu lah kalau ada orang di sebelahnya. Secara umum, tempatnya bersih. Yah emang nggak sebagus suasana Bali-nya Samsara Spa. Tapi yang penting bersih, seprai kasur selalu diganti tiap orang selesai massage/lulur, nggak bau, dan yang paling penting AC-nya nggak terlalu dingin kayak di Kutub Utara. Di Samsara Spa ACnya bener-bener dingin. Ditambah telenji, yaolooh bisa enter wind itu mah. Oh oh yang penting, celana dalam disposable-nya dikasih gratis. Kalau di Samsara, celana dalam disposable harus bayar 10 ribu lagi. Perhitungan banget deh, ih!

Seperti biasa saya disuruh bugil dengan hanya memakai celana dalam disposable. Secara ini udah kali kedua, saya udah terbiasa dan nggak malu-malu lagi, dong. Begitu buka baju langsung tengkurap. Di salon ini nggak pake musik menenangkan, sih. Tapi itu justru yang saya suka. Saya nggak terlalu suka ada musik soalnya jadi gampang ke-distract kalau mau tidur.

Pijitan si Mbak enak banget. Cukup kuat tapi nggak nyakitin. Bahkan saking enaknya saya sampai ketiduran. Di Samsara aja saya nggak tidur, lho. Selama 1 jam saya dipijit depan belakang. Setelah selesai dipijit, tibalah giliran dilulur. Untuk lulurnya si Mbak bener-bener menggosok sampai bersih. Luluran sejam juga. Setelah itu saya disuruh mandi. Saya milih mandi di shower karena merasa lebih bersih kalau pake shower (dasar ndeso nggak suka berendam, kecuali berendam di kolam renang. Hihihi). Di sana sediakan shampo dan sabun cair, serta handuk. Lagi-lagi saya nggak keramas, karena kan mau di-creambath nanti (nggak mau rugi).

Setelah selesai mandi dengan air hangat, saya disediakan pakaian untuk creambath. Creambath dilakukan di lantai 1. Di bawah udah disediakan air jahe panas. Sambil di-creambath, kaki saya pun di-pedicure. Lagi-lagi punggung dan tangan saya dipijat. Benar-benar pol banget deh service-nya. Baru setelah semua selesai, rambut saya pun diblow.

Selesai perawatan jam 3 sore. Gilaaa, puas banget! Bayarnya pun beneran Rp 130.000 tanpa charge apa pun lagi. Saya pasti bakal balik lagi ke sana, deh. Nggak nyesel sama sekali.

Sampai rumah, saya pun langsung ketiduran gara-gara badan yang udah relaks banget. Hoaem…