Pikun

Siapa yang hari ini kantornya masuk sementara yang lain libur?

AAAAK! *tunjuk tangan*

Jadi pagi ini saya terburu-buru ke kantor karena… nggak tahu kenapa juga. Begitu sampe di lift apartemen baru sadar kalo saya belum pake cincin kawin. Si suami nanya mau diambil nggak. Dasar saya ragu-ragu, jadi saya pikir nggak usah, deh. Tapi kok ya jarinya berasa aneh ya, kayak telanjang gitu. Akhirnya saya memutuskan untuk ngambil yang berarti harus naik lagi ke lantai 21. Si suami pun nunggu di lobi.

Pas udah naik, saya mau ambil kunci di tas. Ternyataaa… kuncinya ketinggalan juga di apartemen. DUH! Akhirnya saya nelepon suami lagi untuk minta kuncinya dia. Turunlah saya ke lantai paling bawah untuk ambil kunci dan naik lagi ke lantai 21. #keringetan

Ini pertanda apa, sik? Pikun, ya? Atau lagi males kerja? Hihihi.

Advertisements

Here Comes The Rings

Daaaan… jadilah cincin kawin saya dalam waktu 10 hari saja! *joged dangdut*

Penampakan si cantik!

Seperti yang saya mau sebelumnya: simple dan long lasting. Oh no, I just can’t wait to wear that ring. Can I wear it now? Hihihihi! (Yang mana kata Neng Melvi kalau saya pake sekarang berarti yang melamar adalah si tukang cincin. -______-“)

Nama toko yang membuat wedding rings kami adalah toko Mutiara di Melawai Plaza. Recommended! *tepuk tangan berkepanjangan*

Service-nya juara banget. Dia nggak membeda-bedakan customer, ramah, bisa memberi saran yang baik, nggak bosen-bosennya melayani saya yang bawel, plin-plan, dan sulit memutuskan, harga yang reasonable, pembuatannya rapi, dan tepat waktu.

TOP MARKOTOP!

*brb mandangin si cantik dulu* 😀

Balada Cincin

Minggu kemarin segudang printilan pernikahan harus diurusin. Niat utamanya adalah beli cincin! WOHOOOOOO!

Setelah sebulan yang lalu sempat mampir ke toko cincin Soulmate dan nggak naksir cincin manapun. Eh, ada sih yang agak ditaksir tapi harganya mahal banget. Waktu itu naksir cincin white gold dengan berlian di atasnya. Cuma 1 cincin yang pake berlian aja harganya 7 jutaan. Sekarang sih udah lupa bentuknya kayak gimana. Well, kayaknya naksir biasa-biasa aja soalnya nggak sampai kepikiran.

Beberapa minggu lalu pas lagi jalan-jalan ke Grand Indonesia, nggak sengaja kita lewat Orori, toko cincin pernikahan. Pas lagi lihat-lihat eh ada cincin yang kita taksir mati-matian. Bentuknya seperti ini:

taken from google images

Waktu itu yang kita lihat di Orori bentuknya kayak cincin di atas ini tapi white gold. Pas dipasang di jari kayaknya keren banget dan langsung jatuh cinta seketika itu juga. Cincinnya tampak beda dari yang lain, grafirnya di atas, bukan di dalam kayak biasanya.

Tapiiii pas kita tanya harganya sekitar Rp 8 juta. Oh nooo… di luar budget banget. Sebenarnya kalau 8 juta tapi ada berlian gede sih nggak papa, ya. Kan kelihatan mahal (ini hasrat pamer tersembunyi kayaknya. HAHAHAHA). Pas nunjukin ke Mama mau model kayak gitu, masa si Mama bilang norak. Trus katanya kalau cincin kawin sebaiknya emas kuning karena lebih long lasting. Dan sampai saat ini saya tetap keukeuh pake emas putih.

Keinginan menggebu-gebu untuk punya cincin dengan grafir nama di atas itu bikin saya banyak mendownload gambar-gambar cincin seperti itu. Saya pikir, ah karena itu di Orori pasti jadi mahal. Wong, sederhana kayak gitu kok bisa mahal amat. Sampai akhirnya teman saya yang baik hati, Neng Melvi, kebetulan lewat toko emas dan nanyain cincin model yang saya mau. Ketahuanlah kenapa cincin itu bisa mahal.

Jadi cincin itu harus digrafir dengan laser khusus sampe bolong. Supaya bawahannya nggak bolong, maka bawahnya ditimpa dengan emas lagi. Yang mana dihitung 1 cincin lagi. Jadi kalau ditotal, itu seperti bikin 4 cincin. (Hmm, ngerti nggak ya penjelasan saya? *ragu*).

Setelah manggut-manggut soal kenapa itu mahal, saya tetap keukeuh pengen beli cincin itu. Kalau di Melawai atau Cikini pasti lebih murah kan ya? Tempatnya kan bukan di mall kayak Orori yang pasti bikin mahal. *rasionalisasi*. Jadilah kemarin saya dan pacar ke Melawai, tempat yang banyak direkomendasikan orang-orang. Ini pertama kalinya saya mau beli emas. Cukup cemas juga, sih. Takut dibohongin, takut nggak bisa nawar, dan takut lainnya.

Begitu masuk Melawai, ada banyaaak toko emas. Langsung bingung pilih yang mana. Kita berdua lihat-lihatan dan kebingungan. Saking bingungnya akhirnya malah melipir ke KFC dulu untuk makan dan menentukan toko mana yang akan kita lihat. Setelah makan, kita kembali ke Melawai dan langsung memilih toko yang paling banyak pengunjungnya dengan logika kalau banyak pengunjungnya mungkin itu toko yang paling murah dan paling bagus. YES!

Jadilah kita ke Toko Mutiara di lantai dasar. Pas lihat etalasenya, eh kinclong-kinclong semua. Bagusss, kelihatan bersinar *reaksi orang awam*. Saya langsung mengeluarkan gambar cincin bergrafir atas yang pengen saya buat. Mereka bilang nggak bisa bikin kayak gitu. Udah banyak juga yang minta dibikinin kayak gitu tapi mereka menolak. Katanya cincin bergrafir itu susah dibuatnya, walaupun mereka bisa. Takutnya adalah hasilnya nggak sebagus di gambar. Mereka bilang karena cincin itu grafirnya di atas, kemungkinan untuk debu/kotoran/sabun masuk ke dalam grafirnya dan bikin kotor itu besar. Malah bikin cincinnya jadi jelek.

Karena dari awal, saya dan pacar udah merelakan kalau misalnya nggak ada yang bisa bikin cincin bergrafir itu, maka kita akan bikin cincin yang normal aja, jadi nggak terlalu sedih deh pas mereka nggak bisa. Kita juga udah siap-siap kalau yang bisa pake berlian cuma cincin saya aja. Jaga-jaga kalau harganya mahal.

Pas dilihat-lihat dan dipilah-pilih ada satu cincin yang kita suka banget. Bentuknya sih biasa aja. Tapi nggak tahu kenapa walaupun emas kuning tapi di tangan pacar kelihatan bagus. Biasanya kan dia anti pake emas kuning yang menurut dia kayak orang tua. Dia sih pengennya pake emas kuning semua, tapi saya pengen dikrum tengahnya biar agak lucuk. Hihihi. Begini kira-kira penampakannya:

Taken from google images

Manisss, ya? Sederhana dan cantik. Ternyataaa.. bikin kayak gitu tuh pake emas kuning, tapi tengahnya dikrum jadi putih. Jadi kita sepakat pake emas kuning aja (sesuai amanat si Emak). Nah, yang bikin girang adalah setelah dihitung-hitung 2 cincin model begitu dengan 2 berlian di masing-masing cincin, serta berat 11 gram (dikarenakan jari si pacar guede T____T) harganya di bawah 6 juta! HUAHAHAHA *bahagia*. Tadinya sih dia matok harga di atas 6 juta, tapi setelah dikedipin mata, dibujuk-bujuk, dan dikitik-kitik mas-nya (lah, wuopo ini!) akhirnya dapat juga harga yang sesuai. *joged-joged*

Cincin ini akan jadi 10 hari lagi! Yes, nggak sabar deh, ih. Tunggu penampakannya setelah jadi ya. 😀