Pesta Batak Pertama Kaleb

img_20170211_110000

Seperti diketahui, pesta Batak itu selalu lamaaaa dan prosesnya panjang banget. Dari pagi sampai malam, nggak ada jeda. Nyos! Selama hampir 2 tahun ini, Kaleb nggak pernah ke pesta Batak. Pas di bawah setahun sih menghindari ke pesta Batak karena Kaleb masih hobi nenen, yang mana gimana pulak pake kebaya trus nenen. Jadi mendingan ijk absen dulu dari dunia perkewongan Batak.

Nah, kemarin sepupu saya menikah, yang mana pastilah harus ngikutin semua prosesinya dari awal sampai akhir. Akhirnya ya bisa pake kebaya lagi karena Kaleb udah mostly cuma nenen pas mau tidur doang. Sisanya kasih makan atau cemilan aja, beres. Apalagi pas di pesta nanti banyak sepupunya jadi dia akan sibuk main sama sepupunya.

Ternyata ke pesta dan punya anak itu double rempongnya. Bangun jam 4.30 pagi untuk mandi dan siap-siap ke salon. Seperti biasa, Kaleb kayak udah punya radar kalau Mamak bangun, dia pun ikut bangun. Hiyaaaa, langsung deh clingy ke Mamak-nya. Nggak mau digendong siapapun sampai akhirnya dibawa ke kamar mandi untuk nungguin saya mandi, dia pun tetap nangis minta dipeluk dan digendong. Gilingan, mana udah telat ke salon. Akhirnya diambil sama Opungnya dan dialihkan dengan mobil-mobilan dan dijanjiin jalan-jalan. Anak eike kalau udah denger jalan-jalan, mata langsung berbinar-binar.

Akhirnya saya cus ke salon, sambil ngingetin Mbak di rumah untuk mandiin Kaleb dan bikin makanan dan bekal dia nanti (kalau ke pesta gini, nggak yakin makan siangnya akan tepat waktu jadi paling aman bawa makanan sendiri).

Pulang ke rumah, siap-siap pake kebaya, cek barang bawaan Kaleb yang segerobak, lalu langsung berangkat. Kasih makan anaknya di mobil aja, kemudian dia ketiduran sampe tempat pesta. Baguslah ya, soalnya dia bakal beraktivitas seharian nanti.

Untungnya seharian itu anaknya pinter banget makannya. Pas makan siang cepat dan habis karena udah nggak sabar mau main sama sepupu-sepupunya. Dia juga sempat tidur siang walau nggak lama, cuma sejam. Tapi lumayan lah. Selanjutnya walau bawa si mbak, tetap minta gendongnya sama saya. Jadi Mamak Batak harus pake kebaya, high heels, dan gendong-gendong anak, sambil melayani tamu ngedarin makana. The power of emak-emak. Hahaha!

Hari ini sukses banget. Indikasi sukses saya adalah Kaleb makan teratur, tetap ada tidur siangnya, dan saya pun bisa menikmati pesta. Horeee! Anyway, Kaleb itu anaknya sangat nggak bisa diam. Nggak ada tuh namanya duduk manis. Never. Dia harus selalu bergerak ke sana, ke mari, jalan atau lari, nggak istirahat sama sekali. Dia hanya diam kalau bobo. Makanya tadinya berasa horor banget gimana ini seharian pesta sambil ngejar anak ini? Tapi ternyata sepupu-sepupunya yang udah lebih besar bisa jagain dan ajak main, jadi saya bisa bebas dikitlah. Mbaknya malah jadi enteng banget kerjaannya karena banyakan sama para sepupunya dijagain. Hihihi.

Pesta Batak? Siapa takut!

img_20170211_095253

Jarang pake make up kece, selfie dikit boleh lah yaa πŸ˜€

img-20170212-wa0003

Raising a gentleman

img_20170211_140405

Para sepupu

img-20170211-wa0004

Advertisements

Konseling Pra-Nikah?

Alkisah pada masanya, saya dan calon suami (waktu itu) mau menikah. Udah daftar ke Gereja. Pada saat itu, Pendeta mengingatkan beberapa kali, “Jangan lupa lho, konseling pra nikah 2 kali sebelum hari H.” SIP!

Sebagai anak psikologi, tentu saja saya penasaran kayak apa, sih, konseling pra nikah yang diadakan Gereja, walau saya tahu banget tipikal Gereja saya kayaknya nggak menitikberatkan pada konseling ini. Dalam hati kecil terdalam, saya berharap konselingnya agak mirip konseling psikologi yang terstruktur, mendalam, dan diharapkan mempersiapkan calon pengantin mengahadapi riak-riak pernikahan. #tsaaah

Hari itu saya dan calon suami janjian sama Pak Pendeta, selepas pulang kantor. Udah siap nih, nanti bakal diapain, ya. Bakal ditanyain masing-masing trus dicocokin jawabannya nggak, ya?

Kenyataannya begitu kami duduk di hadapan Pak Pendeta, beliau bilang, “Oke, kalian berdua udah cukup berpendidikan, ya. Lulusan S2 semua. Pasti ngertilah pernikahan bakal kayak gimana. Jadi saya nggak perlu banyak kasih tahu lagi. Nah, kalian baca 10 aturan pernikahan ini dengan bersuara, ya.”

Disodorkanlah 10 aturan pernikahan yang harus kami baca sama-sama dengan bersuara, macam anak SD belajar membaca.

“Oke. Diingat baik-baik, ya. Sekarang kita berdoa bareng.”

Berdoalah kami dipimpin Pak Pendeta.

“Kita sudah selesai. Nggak perlu ada pertemuan kedua. Semoga lancar pernikahannya.” Beliau menyalami kami berdua yang nggak tahu harus bereaksi apa.

LAH? Udah? Kelar, nih? Nggak ditanya apapun?

*bengong*

Dan itu adalah satu di antara banyak kekecewaan yang membuat saya jarang gereja di sana lagi. THAT WAS TOO ABSURD, MAN! X))))

Semoga Pendeta kalian nggak begini-begini amat lah, ya. :))

 

My Weekend Recap

Hello, it’s Monday again. Seperti biasa mau ceritain weekend ini supaya Seninnya lebih menyenangkan. Hihihi.

Sabtu
Hari Sabtu diwarnai dengan kesibukan workshop dari pagi sampai sore. Harusnya sih workshop selesai jam 2 siang, tapi karena mulainya telat banget dan ternyata walaupun pasiennya nggak banyak tapi butuh waktu lama untuk one on one dengan pasien, akhirnya molor lama banget. Belum lagi nggak bisa makan siang karena acaranya padat. Sebagai orang yang cranky berat kalau laper, akhirnya saya curi-curi waktu buat makan di kantin. Baru setengah diabisin, saya udah dipanggil untuk mimpin sesi. Langsung pesan sama mbak kantin makanannya jangan dibuang karena saya nanti balik lagi. Buru-buru naik lift ke atas, mimpin sesi, dan kabur lagi ke bawah untuk habisin makanan saya. Ribet ya, ceu!

Pulang kantor langsung buru-buru ke rumah untuk siap-siap menghadiri pernikahan teman. Pengennya sih bisa istirahat dulu tapi karena pulangnya aja udah molor jadi ya nggak bisa. Pulang ke rumah nggak pake mandi, langsung pake baju seragam dan dandan. Btw, ini pertama kali saya pake baju bodo, lho. Yippy!

Berangkat dari rumah jam 6 sore ke TB Simatupang lewat Pondok Indah. Udahlah tabah aja karena jalanan macetnya bikin gregetan. Plus perut lapar. Pas udah dekat pake salah belok jadi harus muter balik lagi. Cacing di perut udah teriak minta diisi aja, nih.

Sampai di kawinan jam 8, langsung salam pengantin dan serbu makanannya. Karena cukup banyak tamu yang diundang jadi ada beberapa makanan yang cepat banget habisnya dan bahkan kehabisan piring. Hiks!

Tapiii yang paling penting, saya senang banget ketemu teman-teman S2. Kita masih bisa cerita-cerita dan ketawa ngakak bareng sama seperti dulu kuliah. Setiap ketemu teman lama dan masih bisa gila-gilaan bareng, rasanya kayak waktu berhenti. Priceless!

Happy wedding Andi & Pras. Happily ever after. Dengan resminya Andi menikah, maka Geng Gossipers (nama gengnya mencerminkan kelakuan kita banget, ya. Hahaha) udah tutup lapak alias udah kewong semua. Horeee, tambah rame geng-nya! πŸ˜€

Geng Gossipers

Geng Gossipers

Selfie with the bride and groom as the background

Selfie with the bride and groom as the background

Reunion!

Reunion!

 

Minggu
Rencana hari Minggu sebenarnya cuma leyeh-leyeh karena pasti kan capek ya setelah kemarinnya kitiran. Bangun agak siangan (itu pun kebangun karena si Mbak datang), keluarin Mika dari kamarnya (tumben dia nggak gonggong, biasanya jam 6 pagi udah ribut), nonton TV sambil main iPad, lalu nanti siangan mau nonton Full House Thai (untuk ke lima kalinya. Hihihi). Sempurna banget deh…….awalnya.

Sekitar jam 8, saya mau kasih makan Mika di teras. Tumben aja sepagian nggak dengar suara dia. Pas keluar, Mika lagi tiduran aja, dipanggil nggak mau datang. Pas saya dekatin, ternyata dia habis muntah. Makanan yang semalam dimakan dimuntahin. Langsung deh saya panik dan panggil suami. Untungnya Mika nggak mencret jadi nggak bikin dia lemas banget. Seingat saya kalau muntah sebaiknya anjing dipuasain dulu supaya nggak muntah lagi. Saya langsung kasih dia minum air putih supaya nggak dehidrasi. Saya juga cek kelopak mata bawah apakah warnanya udah pucat, ternyata masih segar. Fiuh!

Saya ajak dia masuk ke dalam karena di luar panas. Dia jalan dengan pelan ke kamar saya dan langsung geletakan lemas. Haduh, mencelos deh hati ini. Saya langsung bilang ke suami kalau sampe siang Mika belum segar juga harus dibawa ke vet. 😦 Akhirnya saya peluk-peluk dia dan dia nurut aja. Biasanya dia kan paling males dipeluk-peluk.

My sick baby dog

My sick baby dog

Cuma mau tiduran aja. :(

Cuma mau tiduran aja. 😦

Mika cuma mau minum air putih, itu pun nggak banyak. Cuma tidur aja di kamar. Sempat muntah 3 kali lagi, tapi karena dia belum makan yang dimuntahin cuma cairan aja. Pas muntah ke 4 kali, saya langsung panik dan memutuskan untuk bawa Mika ke vet.

Saya dan suami bawa Mika ke PDHB drh. Cucu di Green Garden. Udah paling terpercaya banget deh dokter hewan yang satu ini. Dulu Mika pernah muntah mencret juga ke sini dan langsung sembuh. Untung banget di hari Minggu pun mereka buka sampai malam.

Selama perjalanan, Mika mulai excited tapi habis itu tiduran lagi. Hiks! Biasanya dia lompat-lompat senang kalau dibawa jalan di mobil, lho. Sampe di vet, dia mulai keliatan semangat. Mulai gonggong kucing dan lompat-lompat. Ish, emang sukanya dibawa jalan-jalan dia.

Dokter hewannya bilang Mika sepertinya jilat sesuatu yang kotor atau ada bakterinya makanya jadi mual, plus imunnya lagi turun. Katanya wajar aja karena ini kan musim hujan jadi biasanya imun suka drop. Jadi dokternya kasih Mika infus untuk tambah cairan tubuh biar nggak dehidrasi dan pucat lagi, lalu disuntik untuk menghilangkan kembungnya. Untuk obat dia bilang nanti aja ditebusnya kalau Β pulang dari sini Mika muntah lagi. Kalau nggak muntah nggak perlu makan obat. Kata dokternya sih pas pulang nanti udah boleh dikasih makan.

Lagi diinfus

Lagi diinfus

Pulang dari vet, saya dan suami plus Mika langsung ke rumah bonyok karena ada rendang enak buat si Mama. Hahaha, maklum yaa daripada masak mendingan numpang makan. Setelah ngobrol-ngobrol bentar, saya dan suami pun pergi ke gereja dulu, sementara Mika dititipin. Habis ke gereja langsung ke Superindo untuk belanja makanan seminggu ke depan sama beli cemilan Mika. Jaga-jaga kalau dia belum mau makan.

Habis ngambil Mika di rumah Mama, kita langsung pulang ke rumah. Mika seharian belum makan, bok. Saya blender dogfood-nya supaya perutnya nggak kaget makan makanan keras. Dia tetap nggak mau makan, walaupun udah disuapin juga. Setengah frustasi karena udah capek seharian, belum istirahat, dan khawatir Mika sakit kalau nggak diisi perutnya, saya pun bikinin dia ayam rebus. Untungnya kali ini mau makan walaupun sedikit. Nggak papa deh ya, yang penting ada yang udah masuk ke perut. Setelah makan, Mika kembali geletakan lagi dan tidur sepanjang malam. Tampaknya dia kecapekan banget.

Paginya dia udah mulai lebih bersemangat walaupun belum sampe semangat lompat-lompat. Tapi lumayanlah udah mau makan cemilan. Untuk makanannya tetap dikasih dogfood cair dan dicekokin ke mulutnya langsung. Bok, kalau diturutin dia bisa nggak makan seharian. Selain itu dikasih juga ayam rebus biar semangat makannya.

Setelah Mika tidur, saya pun bisa santai sejenak. Oh ya, salah satu yang bikin senang di hari ini adalah Aom dan Mike lagi di Korea selama 4 hari bareng fans Thai yang beruntung. Ceritanya mereka akan mengunjungi lokasi-lokasi syuting film Full House di Korea dulu. Jadiii… seharian ini buanyaaaaak banget foto-foto Aomike. *giggling* Seperti biasa, Mike selalu keliatan lebih happy kalau dekat Aom dan nggak bisa jauh-jauh dari Aom. Selalu nempel, meluk-meluk, mainin rambut. Aish, happy! Jadi di tengah rasa capek yang melanda, setidaknya untuk 3 hari ke depan saya bakal senang dibanjiri foto-foto dan cerita Aomike di sana. Cuteness overload. Horee!

e5e21af3gw1egqg5gglfhj20sg0lz43g

What are you doing, Mike? Sweet!

What are you doing, Mike? Sweet!

Awww, so sweet!

Awww, so sweet!

Fiuh, that was my weekend. Ngerawat anjing sakit aja capek ya, apalagi ngerawat manusia. Mikaaa, jangan sakit lagi, ya. 😦 Dan saya butuh tidur lebih lama, nih. Untung besok libur.

Selamat hari Senin semuanya! πŸ˜€

My blue sunday

My blue sunday

PS: I do not own the Aomike pictures. Credit is on the pics. πŸ™‚

The Wedding: Lydia & Andi

Dari martumpol, langsung pergi ke daerah Gading untuk make up kawinan salah satu anggota Merlyns, Lydia. Dari Kramat Jati ke Gading itu jauh plus macet. Jadi yang pengennya jam 3 sore sampe di sana, apa daya baru jam 15.30-an sampe. Untungnya udah ada Tenyom yang lagi di-make up dan Yenny yang lagi dikerjain hair do-nya.

Oh ya, untuk make up kita pake tim-nya Mbak Sofia yang dulu ngerjain make up saya pas menikah. Karena Mbak Sofia-nya lagi sibuk dengan make up pengantin, jadi yang diutus adalah Mbak Vera, (kalau nggak salah) adiknya Mbak Sofia. Kalau sama tim-nya Mbak Sofia, saya udah nggak ragu lagi, pasti hasilnya cantik. Pas di-make up aja cuma ditanyain bajunya warna apa dan dia pun langsung mengerjakan dengan baik. Seperti yang saya bilang sebelumnya kalau saya concern dengan mata yang sipit, eh Mbak Vera udah langsung tahu, lho (kebetulan dulu pas retouch kawinan saya adalah Mbak Vera). Dia langsung bilang mau bikin mata saya lebih besar. Ah, langsung senang! Emang ya kalau udah percaya sama yang make up, hati tuh langsung plong aja, nggak pake khawatir hasilnya bakal jelek. Auranya jadi positif gitu. Hihihi. Dan emang hasilnya memuaskan, saya langsung berasa kece, pipi tirus, dan hidung mancung. Ih, ini beneran saya bukan, sih? Cantik amat! *muji diri sendiri* X))

Untuk hair do pun saya juga santai. Saya cuma bilang pengen rambut saya ada kepangnya dan di-curly juga. Biasanya orang salon suka gagal kalau mau kepang rambut saya dan hasilnya jelek. Tapi ini nggak sampe 30 menit, rambut saya kepangannya sempurna dan hasilnya kece banget. Boleh nggak sih make up dan hair do ini nggak dihapus sampe seminggu ke depan? Hahaha.

Selesai make up dan pakai dress, saya, suami, dan Tenyom (yang juga penerima tamu) meluncur ke gedung Angkasa Pura di daerah Kemayoran. Masalahnya kita bertiga nggak ada yang tahu gedung itu ada di mana dan waktunya udah mepet banget. Akhirnya pake aplikasi Waze di HP dan tadaaaaa…. bisa sampai gedung dengan selamat dan sebelum jam 7 malam. SIP!

Udah pake lari-larian (dengan dress dan high heels) ke gedung karena udah diteleponin berkali-kali, pas sampai WO-nya baik langsung nyuruh kita makan dulu supaya nanti nggak kelaparan. Tau aja perut udah meronta pengen diisi (kenapa sih masalah saya selalu dengan kelaperan. Hahaha).

Acara berlangsung dengan baik, lancar, dan menyenangkan. Bisa kumpul dengan Merlyns lengkap (bahkan cabang Surabaya dan Sydney pun datang, lho), ada baby Gwyneth dan baby Jaden (akhirnya bisa gendong baby Gwen. Horeee!), dan ketawa sampe sakit perut. Persis sama seperti kuliah dulu. :’)

I had a great time at the party. Happy wedding Lydia & Andi. I wish you a marriage full of blessing and happines. πŸ™‚

Merlyns!

Merlyns!

Pretty in pink

Pretty in pink

Make up by Sofia. Pretty!

Make up by Sofia. Pretty!

Teman kuliah yang kelakuannya tetap sama walaupun udah lewat 11 tahun. :')

Teman kuliah yang kelakuannya tetap sama walaupun udah lewat 11 tahun. :’)

Terima kasih suami udah nemenin seharian dari pesta ke pesta. You're the best! :*

Terima kasih suami udah nemenin seharian dari pesta ke pesta. You’re the best! :*

Martumpol: David & Heni

Setelah istirahat satu hari di hari Jumat, yang mana nggak istirahat juga karena malah jalan-jalan ke mall dan nganterin Mika grooming, hari Sabtu dilanjutkan dengan kitiran dari pesta ke pesta. Acara pertama adalah Martumpol (pertunangan) seorang teman gereja di HKBP Kramat Jati. Jauh ya bok dari rumah.

Acaranya sendiri dimulai jam 12 siang. Berangkat jam 10.30 dan jemput teman dulu yang rumahnya nggak jauh. Harusnya 1,5 jam bisa sampai dong, ya. Spare waktunya kan udah cukup lama. Tapi ternyata, jalanan Jakarta hari itu macet banget. Kita yang lewat tol dalam kota aja bisa stuck nggak bergerak. Heran deh ini ada apa? Mana sebenarnya kita nggak tahu jalan ke arah Kramat Jati sana. Thanks to google map, deh, akhirnya bisa sampai juga di Kramat Jati tanpa banyak nyasar.

Saya pikir jam 12 itu udah mulai martumpol, tapi ternyata pas kita datang (yang mana udah telat, jam 12.30) masih acara marhusip (kebetulan marhusip dan martumpol digabung satu hari). Baru selesai acara marhusip jam 12.45 dan baru martumpol jam 13.00. Giliiing, saya dan teman-teman udah mulai crancky karena lapar. Di sana pun baru bakal disediain makan setelah setelah selesai martumpol. Bok, lama banget! Apalagi sekitar jam 2-an saya harus langsung pergi karena jam 3 udah harus make up di daerah Gading untuk jadi penerima tamu kawinan teman (SIBUK AMAT, CEU?). Akhirnya kita pun inisiatif delivery McD ke gereja. Hihihi. Jadi di tengah acara martumpol, kita keluar untuk makan dulu. Yah, nama pun perut udah meronta minta diisi kan, ya. πŸ˜€

Selesai makan, pas acara martumpolnya selesai. Jadi kita pun tinggal nunggu salaman dan foto-foto. Selamat martumpol David dan Heni! πŸ™‚

IMG_20140517_151912

Kawinan Si Sepupu

Long weekend kemarin, saya khusus ambil cuti. Buat liburan? Oh, kali ini bukan liburan. Tapi demi kawinan si sepupu. Udah pastilah ya kalau kawinan Batak, apalagi dari pihak saya (yang mana artinya jadi parhobas = yang sibuk kerja wara wiri sepanjang hari) bakal capek banget karena dimulai dari subuh sampai tengah malam. Jadi lebih baik besoknya cuti supaya nggak pingsan di kantor.

Kamis kemarin saya bangun jam 4 pagi, langsung mandi air dingin (untungnya udara Jakarta makin panas jadi walaupun mandi air dingin nggak berasa kedinginan tapi malah jadi segar), ngemil martabak 2 biji (berat ya bok!), dan nunggu dijemput Mama untuk ke salon karena janjian di salon jam 5 pagi. Pagi bener, cyin!

Salonnya di daerah Bendungan Hilir, namanya Java Salon. Ini salon langganan si Mama karena cucok sama dia dan harganya cukup terjangkau. Untuk hair do dan make up Rp 150.000. Kalau buat saya sih agak kurang memuaskan karena harus cerewet kasih tahu maunya kita apa dan berkali-kali diubah karena nggak sesuai. Jadi kalau mau ke sini harus bawel, ya (kalau kata si Mama ya kalau . harganya murah jangan minta macam-macam, toh. Hihihi).

Concern saya kan ke mata yang sipit ini, jadi wanti-wanti kalau mata saya harus dibuat besar. Dia bilang oke, tapi… kok jatuhnya biasa aja. Udah gitu, saya kasih tau warna kebayanya apa, trus dese malah nanya lagi mau warna apa buat eyeshadow-nya? LAH, kan udah dikasih tau warna kebayanya, tinggal dicocokin aja. Kalau saya ngerti soal make up ya saya dandan sendiri aja, deh. Saya bingung, dia bingung. Glek! Belum lagi soal rambut. Udah ditunjukin foto yang saya mau (dan itu nggak susah, lho), doi pun udah bilang oke. Pas jadi, nggak mirip *nangis*. Akhirnya minta ubah lagi sekaligus nunjukin fotonya lagi. Tetap nggak mirip, berakhir pasrah aja, deh.

Akhirnya setelah bolak-balik koreksi make up dan hair do, jadi juga mendekati yang saya mau.

Make up and hair do by Java Salon

Make up and hair do by Java Salon

Selesai dendong, pakailah kebaya dari QZM. Hasilnya gimana setelah diperbaiki? Cukup oke, cuma kurang di bagian panjang tangannya. Kenapa jadi ngantung gitu padahal pas terakhir kali fitting udah pas panjangnya. Terpaksa deh habis pesta harus dibalikin untuk diperbaiki lagi. Tapi cukup puas dengan hasilnya, kok.

Jam 7 langsung meluncur ke HKBP Jati Asih, yang mana jauh banget itu. Perut laper karena baru makan 2 martabak. Sempat mampir ke rumah saudara yang rumahnya deketan sama gereja, tapi dia pun karena buru-buru jadi nggak bikin makanan. Untungnya dia punya sisa satu roti yang direlakannya buat saya yang udah cranky berat karena lapar. Maklum, bisa tumbuh taring nanti kalau nggak dikasih makan. Hihihi.

Sebelum pemberkatan nikah dimulai, acara foto-foto keluarga dulu. Nama pun keluarga saya besaaar banget, jadi banyak banget yang minta foto (sedangkan keluarga perempuan lebih sedikit). Mungkin karena banyak banget yang harus foto sama pengantin, eh pengantin perempuannya ngambek. LAH?!

Di tengah-tengah foto bareng keluarga di altar, dia tiba-tiba turun dan duduk aja gitu, sambil ngomel, “Udah kamu aja yang foto! Aku capek! Kipasnya mana?” HAH? HAH? Baru kali ini liat ada pengantin yang capek difoto. -___________-*

Terlepas dari insiden si pengantin perempuan ngambek (yang mana pastinya akan jadi ingatan keluarga selamanya. Hohoho), acara pemberkatan berjalan lancar dan khidmat. Langsung dilanjutkan dengan acara adat di Gedung Sejahtera, Pondok Gede *jauh, mak!)

Karena pengalaman sebelumnya yang kalau nggak cepat-cepat makan di pesta Batak akan berakhir kelaparan, setelah menyambut karung beras tamu (adatnya kalau dari pihak perempuan bawa karung beras untuk simbol berkat, CMIIW), saya pun langsung ngibrit ke gedung nasional. Eh, ternyata acaranya belum mulai (yang mana makanan belum dibuka, dong) karena nunggu pengantin lagi retouch make up. Setelah pengantin datang dan kata sambutan sebentar, resmi acara nasional dimulai dan makanan dibuka (HOREEE!). Sementara tamu-tamu lain langsung mengerubungi pengantin karena mau foto (jangan ngambek lagi yey *BAHAS TERUSS!* hahaha) dan salaman, saya langsung mendekati meja prasmanan. Dengan bangga saya jadi orang pertama yang makan, lho! Hahaha! Masalahnya kalau nggak makan sekarang dengan cepat, sebentar lagi pasti udah dipanggil para tetua untuk ngerjain ini-itu dan nggak punya waktu makan lagi.

Benar aja, setelah makan langsung ngalor-ngidul kerjain banyak hal. Bagiin makanan ke seluruh tamu yang datang (dari air mineral, soft drink, bir, kopi, teh, lapet, ketupat, kacang, kembang loyang, ikan mas arsik, dan segudang pembagian lainnya yang kayaknya nggka habis-habis), dipanggil-panggil dan disuruh-suruh berbagai macam orang (yang kadang saya juga bengong jawabnya. Hahaha), lalu sampai lipetin ulos yang rasanya tak berujung. Semua dilakukan dengan high heels, kebaya super ketat, dan make up tebal (mau ngeluh apa lagi kamu wahai para pria *lirik sepatu pantofel, jas, dan no make up para cowok*).

Acara adat selesai jam 18.30. Apakah sudah selesai sebelumnya? Oh tentu tidak! Masih ada acara penyambutan pengantin baru di rumah nanti. Kalau yang ini biasanya hanya dihadiri keluarga dekat saja, plus pakaiannya santai. Oleh karena itu, pas di mobil saya dan Mama langsung ganti kebaya dan pake baju casual. LEGA BANGET! *lempar kebaya ke atap*.

Sampai di rumah sepupu sekitar jam 8 malam. Udah pada kelaperan banget, kan. Saya bahkan nggak ngapus make up (dan wajah udah berminyak) karena hanya fokus pada makanan di meja makan. Laper gila, mak! Tapi oh tapi, karena si pengantin lagi ganti baju dan acara makan baru boleh dimulai bareng si pengantin jadi kita harus menunggu lagi. Perut udah keroncongan, jadi akhirnya nyomot-nyomot babi panggang yang ada di meja. Hihihi.

Kenapa sih si pengantin lama amat? Karena oh karena, ketika semua orang udah nunggu kelaperan di bawah, dia pake mandi dulu. YASALAM! *pingsan* Akhirnya daripada semua cranky karena lapar, dimulailah doa makan tanpa si pengantin perempuan. Yang mana beberapa lama kemudian, dese turun tanpa basa-basi langsung makan dan saya pun menatap setajam silet. Ups!

Happy tummy, happy mood. Lanjut acara penyambutan pengantin. Acaranya cuma ngumpul sambil masing-masih orang kasih selamat dan nasehat. Yihaaa, kesempatan banget untuk negur soal kejadian ngambek foto tadi. Hihihi! Ya abesss, gregetan banget, bok!

Rangkaian acara ini selesai jam 10 malam (yang mana itu hitungannya cepat. Biasanya sampai jam 12 malam). Selamat menempuh hidup baru, Bang D dan Eda C *jangan ngambek lagi, ya *TETEEEEP*) ;P

Para sepupu perempuan

Para sepupu perempuan

The sisters (bukan nama grupnya Shireen Sungkar dan kakaknya itu loh)

The sisters (bukan nama grupnya Shireen Sungkar dan kakaknya itu loh)

Baru selesai nyalon

Baru selesai nyalon

The most handsome man (because he's the only man among his pretty sisters)

The most handsome man (because he’s the only man among his pretty sisters)

Para sepupu dengan pengantin (sebelum insiden itu. Hihihi)

Para sepupu dengan pengantin (sebelum insiden itu. Hihihi)

 

Princess Kebaya

Setelah sekian lama nggak bikin kebaya (terakhir tampaknya tahun lalu), akhirnya saya harus bikin kebaya lagi karena sepupu mau nikah. Sebenarnya nggak mau bikin kebaya, sih, soalnya yang kemarin-kemarin aja bikin cuma dipakai satu kali habis itu nggak dipakai lagi. Tapi dibujuk si Mama untuk pakai kain brokat sisanya dia, akhirnya luluh juga, deh.

Seperti biasa kalau bikin kebaya ke QZM karena cukup terjangkau (dari segi harga) dan biasanya hasilnya kece. Untuk kebaya ini saya cuma datang 3 kali: pas kasih bahan dan ukur badan, fitting pertama, dan fitting final. Yang lainnya yang ngurusin si Mama.

Untuk kebaya kali ini, si Mama yang pilihin modelnya dan kebetulan saya suka. Cuma satu catatan saya: I’m dying to have a lower back kebaya. Ehm, pengen punggungnya tampak backless gitulah. Kalau dulu pas mau nikah pengennya begini tapi dipelototin si Mama karena katanya seksi banget, tapi sekarang dia oke-oke aja karena saya kan nggak bakal jadi pusat perhatian. Bisa berkreasi sesuka-sukanya. Jadi saya minta bagian punggungnya rendah. Karena banyak pakai bahan sisa brokat si Mama, jadi sebenarnya sisanya dikit. Nggak papa, bisa dikreasiin pake tile. Jatuhnya jadi lebih modern (bahasa halus untuk seksi, sih. Hahaha). Bagian depannya, di bagian leher sampai agak ke dada, banyak pakai tile, begitupun di lengan, dan punggung. Dikreasikan dengan pita di bagian pinggang.

Nah, untuk pesta Batak biasanya perempuan yang sudah menikah pake songket. I am supposed to wear one too. Tapi… pas fitting pertama, waktu mau bikin bustier dan pilih warna bustiernya, I fell in love with the bustier color. Warnanya pink pastel yang muda banget (hampir menyerupai warna kulit — karena tadinya niatnya mau warna kulit). Jadi langsung tanya Mama, what if I didn’t wear songket? Apa wajib? Ada peraturannya kah? Mama cuma bilang nggak ada peraturannya sih, cuma kebiasannya seperti itu. Actually, kebiasaan yang hampir jadi kewajiban kayaknya. Hahaha. Tapi Mama oke aja kalau saya mau bikin bawahannya senada dengan warna bustier, jadi semacam rok panjang. Katanya asal pede aja. So I said, bring it on! :)))

Saya cuma bilang sama Pak Kosim, “Saya mau model rok-nya kayak rok princess”. Hahahaha. Oh, didn’t I say that I was crazy of Disney’s princesses and hoped to be one. πŸ˜‰

Jadi kemarin saya fitting untuk terakhir kalinya and here what I got:

my unfinished kebaya

my unfinished kebaya

See, that was my mom taking photo of me? πŸ˜€ Maafkan tampang kucel berminyak karena udah seharian di sana.

I got my princess kebaya. Yeay! Kebayanya masih belum selesai. Bagian lehernya kesempitan sehingga bikin kecekek, bagian bahunya jahitannya belum dilepas, bustier-nya kebesaran, dan roknya kepanjangan.

Karena udah mepet banget waktunya, tinggal seminggu lagi sebelum hari H jadi kemarin saya menghabiskan waktu seharian di sana. Habis fitting nungguin rok, pita, dan kebaya dibenerin sampai selesai karena mau dibawa pulang untuk dicuci dulu. Sementara kebaya masih harus ditinggal karena cukup lama untuk memperbaikinya.

Excited pengen lihat kebayanya jadi! Will tell you once it’s done. πŸ˜€ (Oh well, tapi nggak excited membayangkan para tetua yang melirik tajam lihat saya nggak pake songket. Hahaha! *cross fingers*)

Weekend!

Weekend kemarin berasa ambisius karena memaksimalkan semua kegiatannya sampe nggak punya waktu santai. Akhirnya pas hari Senin udah kayak zombie karena kecapekan. Hihihi.

Sabtu
Karena Sabtu, saya dan suami kerja setengah hari, maka weekend baru dimulai sore hari. Pulang kantor pulang ke rumah untuk istirahat sebentar. Ini beneran cuma bentar banget karena nggak sampe 2 jam, kita udah berangkat lagi ke Gandaria City. Si suami janjian untuk ngajarin sepupunya program komputer.

Sampai di sana jam 7 malam, kita pun muter-muter dulu. Tampaknya mereka belum datang. Seperti biasa, Ace Hardware here we come! Untungnya lagi tanggal tua jadi mau nggak mau emang harus kekep dompet. Kalau nggak ya yakin deh udah boros banget.

Habis dari Ace, meluncur ke Periplus. Maliiih, ada banyak banget buku yang ditaksir. Again, balik lagi karena masih tanggal tua jadi cukup inget-inget buku mana yang mau dibeli pas gajian entar. Melipir dikit dari Ace, mampir ke Come Buy untuk beli bubble tea. Harus dan wajib banget hukumnya! πŸ˜€

Jam 20.30 (Iyeee, mereka telat banget dari janjian jam 19.00), si suami janjian di J,Co, sementara saya muter-muter di Lotte Mart. Beneran deh nggak niat beli apa-apa, cuma cuci mata aja. Haa, bohong banget! Keluar dari Lotte Mart udah beli keset kamar mandi dan 3 buah boneka kecil cuma karena lagi diskon. Apa itu tanggal tua? *amnesia*

Setelah semuanya kumpul, kita pindah tempat ke Billie Chick untuk makan malam. Ngobrol ngalor ngidul sampai akhirnya sadar udah jam 23.30. Gandaria City udah sepi dan gelap, pelayannya udah ganti baju, dan cuma nungguin kita pulang aja. Ups!

But we had great time!

Minggu
Udah mana tidurnya malam, paginya langsung beberes karena mau ke resepsi pernikahan sahabat tercinta, Ade. Niat awal mau ke salon supaya rambut tampak kece dikit lah. Tapi dikarenakan waktu udah mepet maka batal ke salon dan keluar lah jurus catokan. Emang ya catokan tuh penyelamat untuk rambut buruk rupa. Horee!

Pesta yang menyenangkan. Ketemu teman-teman pas kuliah dulu. Tentunya pengantin pun tampak bahagia, sampe Ade yang lagi di pelaminan pun bersenandung barengan penyanyinya. Seru!

Happy wedding Ade & Hisyam. Enjoy the happy bumpy ride! πŸ˜€

Not bad lah ya buat amatiran :D

Not bad lah ya buat amatiran πŸ˜€

Dress seragam senilai Rp 200.000 saja. Murce ya bok!

Dress seragam senilai Rp 200.000 saja. Murce ya bok!

Good friends. Good laugh!

Good friends. Good laugh!

 

Sehabis dari kawinan, langsung ke Binus untuk ngecek laptop bokap yang rusak. Ngecek laptopnya cuma bentar banget karena udah jelas sih kerusakannya di mana. Habis itu langsung makan KFC. Eh, baru makan kalap di nikahan Ade padahal, ya. Habiiiis… ayam KFC mana bisa ditolak. Yummy as usual! *happy tummy*

And that was my weekend. Eh, ternyata nggak padat-padat banget, ya. πŸ˜€

 

 

Dari Pesta ke Pesta

Sabtu, 19 januari 2013, kemarin adalah harinya pesta. Ada dua kawinan yang bikin saya dari subuh sampe malam berbalut kebaya dan make up tebal (oh gini toh rasanya jadi Syahrince). Satu adalah kawinan sepupu saya, yang satunya adalah kawinan teman.

Jam 5 pagi saya udah bangun dan mandi koboi (saking nggak tahan sama airnya yang dingin banget) lalu berangkat ke salon. Di salon udah ada si mama yang menunggu. Ini salon dekat rumah yang emang langganan kalo mau make up untuk pesta karena… cepat dan lumayan aja. Kadang-kadang make up-nya berhasil bikin cantik, kadang-kadang ya.. begitulah. Mari berdoa kali ini make up-nya berhasil.

Kebetulan yang make up bukan mbak yang biasanya. Nah, kalo udah begini udah mulai ragu-ragu, deh. Bakal cantik nggak, ya? Tapi ya sutralah, ya. Saya cuma wanti-wanti, mata saya sipit jadi harus dibikin besar. Udah itu aja. Selanjutnya terserah anda.

Surprisingly, make up-nya bagus. Aku sukaaa! Hair do-nya juga oke. Yeay!

Me wearing martumpol kebaya on a perfect make up. Love it!

Me wearing martumpol kebaya on a perfect make up. Love it!

Setelah selesai dandan dan pake kebaya yang ketatnya minta ampun tapi tetap dipake karena… bagus. Menjadi cantik itu menyiksa emang *tahan napas 10 jam*.

Perhentian pertama adalah Gereja Katolik di Rawamangun tempat pemberkatan sepupu saya. Udah bertahun-tahun sejak lulus SMP saya nggak ke geraja Katolik. Dulu kan sekolahnya di sekolah Katolik ya jadi wajib ikut misa. Nah, sekarang ikut misa lagi jadi rasanya excited.

Pemberkatannya berjalan mulus, lancar, dan menyenangkan. Akhirnya sepupu pun sah jadi suami istri. Ciumm.. ciumm! *lalu dipelototin Romo*

Happy wedding Kak Debie + Angga!

Happy wedding Kak Debie + Angga!

Pemberkatan selesai jam 11 siang. Resepsi dilanjutkan jam 15.00. Di sisa jeda waktu itulah saya dan suami serta sepupu saya ngacir dulu ke Gedung Mulia untuk resepsi adat teman saya. Lumayan kan ya bisa diisi dengan makan siang. Hihihi.

Sejak menikah, hampir nggak pernah lagi ke gedung ini jadi begitu ke sini lagi rasanya jadi keinget momen pernah duduk di pelaminan di gedung ini. Seharian, bok!

Begitu masuk, si sepupu bilang, “Eh, Mi.. dekornya sama banget sama lo. Beda warna doang.” Awalnya nggak sadar, sih. Tapi setelah diliat eh iya sama. Oh well, mungkin terinspirasi kali ya. Dulu pas nikah saya wanti-wanti ke vendor nggak mau ada rumah gorga di pelaminan. Lalu saya tanya, udah ada belum sih yang nggak pake rumah gorga. Katanya baru saya yang pertama kali nggak mau pake rumah gorga di gedung batak. Ternyata beberapa lama kemudian banyak juga yang ngikutin. Ciyeeeh banyak yang suka! Hihihi!

with the girls

with the girls

with the family

with the family

Selesai dari Gedung Mulia, saya pun langsung menuju gedung Grand Olimo untuk pesta resepsi sepupu. Gilaaa, ini mah non-stop pestanya! Puji Tuhan, cuaca cerah dan jalanan lancar jadi nggak ada kendala yang berarti. We also enjoyed the party.

IMG-20130119-00408

mommy-daughter

mommy-daughter

numpang nampang

numpang nampang

 

Baru pulang ke rumah jam 10 malam. Masih harus mandi, keramas, dan bersihin make up. Tapi hati senang! πŸ˜€

Happy wedding!

 

 

Yenny and Erick Wedding

A bestfriend of mine is officially married on September 9, 2012. YEAAAAY! *sorak-sorai*

Sebelum hari pernikahannya, 3 hari sebelumnya geng Merlyns (yes, kita masih punya geng, dong! :p) udah rusuh mau ngadain surprise bridal shower untuk Yenny. Kali ini niat banget bikinnya sampe kita cari restoran yang bagus dan pake dress. #tsaah

Hari itu, kegiatan Yenny fitting. Kita udah janjian mau ketemuan dengan alibi bahwa Ella yang berdomisili di Surabaya lagi datang ke Jakarta. Untungnya Yenny nggak mengendus suatu keganjilan.

Kita janjian ketemu di Pastis, Kuningan jam 18.30. Eh, tapi Ella yang menggiring Yenny malah udah mau sampe duluan. Aish, gawat sekali ini! Untungnya (baru kali ini untung) jalanan Jakarta macet jadi terjebaklah mereka di tengah kemacetan. Saya dan Reina sampai duluan. Eh, ternyata Geska udah di sana duluan dan merapikan meja. Ih, mejanya cantik banget, deh. Warnanya pink seperti warna kesukaan Yenny.

Cantik, ya!

Oh ya, frame handmade itu dibuat satu per satu oleh Ella, lho. She’s good at creating something. Jadi kalo mau dibikinin bisa minta dia #promosi :)).

Jam 7 kurang dengan Ella dan Yenny sampai. Jadilah kita berteriak… “SURPRISEEEE!”. Dia pun nggak nyangka kalo teman-temannya yang manis ini membuatkan bridal shower untuknya.

It was a very fine night with good friends.

The bride-to-be

The good friends

9 September 2012
Hari pernikahan yang ditunggu-tunggu. Sebenarnya selalu excited sih kalo ada yang menikah. Tema warna pernikahan Yenny dan Erick adalah pink. Oh, tentu saja. Itu kan warna kesukaannya.Β Di hari itu, Yenny cantiiiik banget. Kayak putri yang ada di film Korea. Maniiis.

I had a very good day at the party.

Have a happy marriage, Yenny and Erick! πŸ˜€ πŸ˜€

The beautiful bride

The newly wed

The pink wedding

Pajangan di pintu masuk

Frame made by Ella

The bride and the bridesmaid

Numpang narsis sejenak *teteeep*