Review: Scientia Square Park

IMG_20170327_094515.jpg

Di harpitnas kemarin, kebetulan banget suami dan saya cuti. Ya biar ngerasa long weekend walau nggak ke mana-mana. Kami ngajak Kaleb ke Scientia Square Park (SQP) demi supaya Kaleb lebih banyak main di alam terbuka. Pikirnya sih lebih murah karena hitungannya weekdays ya, harusnya Rp 30.000. Ternyata sampai sana ada festival film anak, jadinya tiket dihitung weekend, yaitu Rp 50.000. Anak di atas 2 tahun sudah bayar. Ya udah nggak papa, nanti bisa ikutan nonton film, kan. Plus boleh keluar masuk taman, jadi mikirnya bisa lah sampai sore.

Kami sampai agak siangan, sekitar jam 10. Tentunya matahari lagi terik. Kalau ke sana mending siap-siap bawa topi, pake sunblock, dan kaca mata hitam. Di sana juga nggak dilarang bawa makanan dan minuman, jadi bisa banget kalau mau piknik.

Dengan harga tiket Rp 50,000, ekspektasinya SQP ini besar buanget, ya. Tapi ternyata ya nggak besar-besar banget juga. Juga karena lagi terik, jadi cukup sepi. Kalau di foto-foto kan ada ayunan berbentuk lingkaran itu, ya. Dikira itu ada banyak. Ternyata cuma satu aja, loh! Trus pas saya datang nggak ada bean bag di rumput yang banyak di foto-foto. Hiks, aku kuciwa.

Buat Kaleb SQP ini tetap menyenangkan, sih. Dia bisa lari-larian sepuasnya, main ayunan, lihat kelinci, naik kuda, dan naik kerbau. Ada beberapa point kesan saya tentang SQP:

  • Kupu-kupu di Butterfly Park nggak banyak. Jadi jangan ngarep bakal lihat berbagai macam kupu-kupu beterbangan. Iya, ada kupu-kupu, tapi dibandingin luas tempatnya jadi nggak sebanding dan nggak kelihatan. Warna kupu-kupunya pun kebanyakan hitam. Kaleb bahkan nggak sadar kami masuk ke Butterfly Park. Dia malah sibuk lari-lari keliling taman aja.
  • Corn field-nya ya udah begitu aja. Enak sih buat duduk-duduk di gubuk lihatin corn field. Tapi buat Kaleb, lihatin kebun jagung, bhay mendingan lari-lari aja.
  • Taman kelincinya menarik. Kelincinya dirawat dengan baik sehingga kelihatan gemuk semua. Boleh dipegang, dikasih makan (harusnya untuk makanan bayar lagi, tapi kemarin Kaleb dikasih gratis). Kaleb senang banget kejar-kejaran sama kelinci di sini.
  • Tiket masuk Rp 50.000 beneran cuma untuk tiket masuk. Karena di dalam, beberapa ya nambah lagi. Kayak naik kuda bayar Rp 20.000, sewa in line skate bayar, naik trampolin bayar, main remote control ya bawa sendiri. Intinya, sedia uang lebih dari tiket masuk aja.
  • Ada kerbau yang bisa dinaikin. Tapi nggak ada penjaganya aja gitu loh! Sampai bingung ini minta tolong ke siapa karena areanya terbuka dan luas, masa teriak-teriak. Akhirnya ada penjaga yang lewat, nanya boleh dinaikin nggak kerbaunya. Dia bilang boleh, terus ngeloyor pergi. Lah? Ini kerbau kalau ngamuk atau gimana-gimana? Ya sudahlah foto-foto bentar dekat kerbau aja.
  • Ada water play, di mana anak-anak bisa main basah-basahan dan ada air mancur. Tapi tempatnya kecil. Dan yang paling nyebelin, lantainya lumutan. Anak-anak harus banget ada yang pegangin karena orang dewasa aja sering kepeleset, apalagi anak kecil. Kaleb senang sih main di sini, tapi karena berlumut saya jadi geli.
  • Nah, karena udah basah-basahan di water play, plus lantainya lumutan, jadi harus bilas, dong. Di dekat water play ada toilet, dikira bisa untuk bilas. Karena, logika aja sih, kalau ada tempat main basah-basahan, harusnya bisa bilas mandi. Ternyata di toilet (btw, toiletnya bersih kok), nggak ada tempat untuk bilas. Zzz! Akhirnya nanya ke penjaga ini bilasnya di mana, disuruh ke luar dari area water play, di dekat parkiran. Mayan ya, jauh loh jalannya. Plus Kaleb karena udah basah banget seluruh badan, ya udah buka baju dan celana, trus digendong di bawah terik matahari. Karena nggak ada tulisan bilas atau ruko yang ditunjukin penjaga tadi, akhirnya malah nyasar ke Scientia Residence. Beberapa orang nggak helpful dan nggak tahu keberadaan tempat bilas ini, yang ternyata cukup jauh dari SQP. Aneh nggak sih, SQP di mana, tapi bilasnya dekat parkiran. Pas masuk ruko, entah ini kantor marketingnya atau apalah, kelihatannya masih setengah jadi atau renovasi. Bau cat dan berantakan. Karyawannya bingung kenapa kami masuk, kurang ramah waktu ditanya mana tempat bilas, dan kayak orang kumur-kumur ngomongnya. Anyway, tempat bilasnya bersih dan memang ada beberapa shower, shampo, dan sabun. Terawat dan bagus. Habis mandi dan mau keluar, ditagih bayar Rp 10.000 untuk bilas .APAAAAAA? Saya ngamuklah. Bukan soal duit Rp 10.000, tapi soal ditagih tapi nggak ada tertulis jelas aturannya (jadi diasumsikan dia bisa aja bohong atau ngarang-ngarang, dong), nggak masuk akal kalau harus bayar terutama karena tiket masuk sudah lumayan mahal, dan ada water play di situ, lalu jarak antara SQP dan tempat bilas jauh. Terutama karena menurut saya orang-orangnya nggak ramah.
  • Nggak ada playground untuk anak, kayak perosotan, jungkat-jungkit, panjat-panjatan untuk anak kecil sebesar balita (well, ada sih, nyempil kecil sampai pas ditanya ke petugasnya aja dia bilang nggak ada. Bok, dia aja nggak tahu keberadaan perosotan ini). Ini mungkin karena gedung sebelah ada playground berbayar jadi biar nggak saingan kali. Sayang sekali, karena saya berharap anak balita bisa main di semacam playground di taman.
  • Ada mall sebelah SQP yang dalamnya hampir nggak ada apa-apa, nggak menarik, tapi di luar banyak tempat makan outdoor, mayanlah buat yang kalau kelaparan. Bonus, banyak mahasiswa yang makan di situ. Kalau banyak mahasiswa berarti makanannya banyak yang murah-murah.
IMG_20170327_095338

Arena skate park

IMG_20170327_095551

Rice field

IMG_20170327_100008.jpg

Mengejar kelinci

IMG_20170327_100719.jpg

Butterfly park

IMG_20170327_103518

IMG_20170327_102234.jpg

Katanya jinak, tapi kan kalau nggak ada yang jagain serem juga

Kesimpulannya, walaupun Kaleb sangat menikmati acara bermainnya hari ini, tapi kami ngerasa nggak worth it, sih. Areanya cukup luas, tapi tidak seluas itu. Setidaknya kami hanya bertahan 2 jam dan sudah memainkan semuanya. Servisnya kurang, apa-apa harus bayar lagi. Mungkin karena bayar, ekspektasi saya tinggi. Jadi yah lumayan kecewa karena orangnya nggak ramah, jarang yang standby pula.

Lagipula, kami akhirnya nggak nonton filmnya karena Kaleb nggak mungkin bisa diam di dalam jadi dilewatkan begitu saya. Menurut saya festival film anak dan tiket SQP yang dijadikan satu itu bikin kecewa. Lebih baik, tiket festival sendiri, tiket SQP sendiri. Kalau nggak mau nonton film kan jadi nggak harus bayar lebih.

Mau lagi ke sana? Hm, sampai saat ini sih belum, ya. Hahaha, masih banyak taman lagi, atau RPTRA sekalian yang lebih worth it (RPTRA Kalijodo yang gratis aja playground untuk anak balitanya besar, lho).

 

 

#KalebBirthdayTrip: Bali (2)

Yuk, lanjut cerita #KalebBirthdayTrip di hari ketiga dan keempat.

Hari ketiga

Belajar dari pengalaman drama kemarin, maka kali ini persiapaannya lebih baik. Benar-benar masak dan memastikan nggak akan dingin di perjalanan (kemarin tempat makannya nggak tertutup rapat cobaaa), dan bawa Heinz yang tinggal dipanasin. Jadi kalau pun makanannya dingin dan Kaleb nggak mau, ada Heinz yang pasti enak dan tinggal minta orang restoran buat panasin. Yuk sip!

Karena masih ingin ke pantai tapi bingung ke pantai mana, tadinya ingin ke Finn’s Beach tapi karena masih banyak bebatuan di situ, kurang cucok buat Kaleb, pas kebangun tengah malam saya sibuk browsing pantai yang ada di Bali. Ketemulah satu pantai namanya Virgin Beach alias Pantai Perasi di Karangasem. Kalau baca-baca jaraknya sekitar 1,5 jam dari Sanur. Agak jauh, tapi saya pikir worth to try karena pantainya bersih dan nggak rame, plus 1,5 jam harusnya nggak lama ya karena kan di Jakarta aja ke mana-mana pasti butuh waktu segitu. Nekat! Anaknya lupa kemarin Kaleb di mobil sejam aja ngamuk. Hahaha!

Sebelum ke pantai mau ke supermarket Hardy’s dulu beli baju renang (baju renang saya dan suami belum kering dan penuh pasir) dan beli cemilan Kaleb. Tapi ternyata Hardy’s belum buka jam 9.30. Akhirnya kita mampir ke McD buat makan. Cuma saya yang makan padahal udah sarapan sebelumnya. Lalu meluncur ke Hardy’s. Niatnya cuma bentar banget langsung cus ke Virgin Beach. Kenyataannya, saya milih baju renang aja lamaaaa banget. Belum lagi belanja cemilan (ini sih cepat), trus pas ke lantai 2-nya ternyata segala perlengkapan lengkaaaaaap banget. Berakhir saya beli sendal buat Kaleb. Trus baru mau jalan ke Karangasem jam 12 siang. Terik kakaaak!

Yang saya nggak tau adalah: Karangasem beneran jauh! Supaya nggak ngamuk lagi, tepat jam 12 siang, di mobil saya kasih makan Kaleb. Setelah itu dia bablas tidur sampai setengah perjalanan, sehingga saya pun bisa tidur. Pas saya bangun, udah ada di Candidasa yang mana pemandangannya bagus banget. Masih banyak pohon-pohon, langit biru, dan pantai yang jernih. Karena sudah jam 13.30, saya minta suami cari restoran buat makan. Tapi kita nggak tau makan di mana. Akhirnya berbekal sinyal yang minim, berhasil juga googling restoran yang banyak direview orang: Lezat Beach Restaurant. Sip, yuk ke sana.

Le-Zat Beach Restaurant ini ternyata restoran di dalam hotel yang pemandangannya langsung ke tepi laut. Mata segar banget. Selain pemandangan yang bagus, makanan dan minuman yang segar, serviece-nya juara banget. Para waiternya ramah, tapi bukan lebay ramahnya. Pas lah ramahnya. Mereka ramah terhadap anak kecil (ada baby chair!), mau ajak becanda saat Kaleb mulai ribut, dan pas tau tujuan kita ke mana, mereka menggambarkan petanya buat kita dan memberitahu tempat bagus lainnya. Aku terharu! :’) Very good experience.

The view

The view

12670514_10154747582244298_4293674115193573196_n

Pusing Pala Ken! :))))

Pusing Pala Ken! :))))

Enaaaak!

Enaaaak!

Setelah kenyang makan, perjalanan masih sekitar 20 menit lagi ke Virgin Beach. Dua puluh menit yang diwarnai dengan pemandangan gunung dan laut yang kayak di kartu pos. Keren banget. Adem hati ini, Bang!

Untuk masuk ke Virgin Beach kita dikenai biaya Rp 10.000 per orang. Dari parkiran, kita harus jalan kaki melewati jalan berbatu dan menurun sekitar 10-15 menit, tergantung napas ngos-ngosan atau nggak. Hahaha! Tapi begitu sampai… MASYA AMPUN CANTIKNYA! Laut berwarna bir toska, di dekatnya ada gunung, lalu bukit, dan pasirnya bersih. Yang paling penting: SEPI banget sampai rasanya jadi pantai pribadi. Lebih banyak bule yang ke sini.

Karena masih belum tersentuh tenaga profesional, makanya masih seadanya aja. Untuk bilas pun di kamar mandi yang nggak ada lampunya dan gelap-gelapan. Makanya sebelum ke pantai sebaiknya udah ganti baju dulu. Di sana juga disewakan sunbed. Waktu itu saya dapat Rp 30.000 per dua sunbed sepuasnya. Mayan, ya.

Seperti yang kita ketahui, Kaleb loveeeeed to be here. Dia happy-nya nggak ketulungan, orang tuanya yang sebenarnya banci pantai sepi juga happy banget. Gini ya rasanya punya pantai pribadi? Hahaha!

Is it a postcard?

Is it a postcard?

12063621_10154747743439298_6329494509554067059_n

993565_10154747744814298_5007772221406122407_n

1465136_10154747742354298_4403706989189356892_n

10983384_10154747742099298_5087196599047727846_n

12472806_10154747743264298_573973632699974306_n

12821589_10154747744724298_450089939299732046_n

1476123_10154747745369298_9179079980980563170_n

995320_10154747743759298_5551353483191859977_n

PUAS banget! Karena kita datangnya sekitar jam 3 sore jadi nggak terlalu terik tapi pantulan mataharinya masih bikin lautnya bagus, plus sepi. Sekitar jam 5 sore kita pun langsung pulang karena nggak mau Kaleb kelaparan. Karena udah belajar dari pengalaman sebelumnya, kali ini walau wc-nya gelap kita semua bilas dan ganti baju bersih jadi Kaleb di mobil pun bisa nenen, plus sedia cemilan yang banyak. Perjalanan 1,5 jam ke hotel pun aman tenteram damai. :’)

Niatnya mau jalan lagi cari makan, tapi kasian Kaleb udah capek dan udah waktunya tidur. Sempat pesan Gojek untuk delivery babi guling tapi karena udah kemalaman semua tutup. Hiks. Jadilah kita pun delivery KFC. Hahaha, yang penting perut kenyang.

That’s a wrap for today.

Hari keempat

Karena hari ini pulang, jadi kita santai banget. Nggak punya jadwal khusus, cuma pengen ke Krisna dan makan enak aja. Jadi dimulai dengan kita bertiga berenang di kolam renang yang hangat. Diwarnai dengan Kaleb pup di kolam lagi, tapi kali ini aman karena pake diaper (ada apa sih Kaleb dan kolam renang?).

Sebelum pup di kolam

Sebelum pup di kolam

Setelah itu kita makan kenyang di hotel, packing, dan cusss!

Tujuan pertama adalah Krisna. Saya pikir saya bakal kalap di sini, tapi ternyata nggak. Saya beneran cuma beli oleh-oleh pie susu dan kacang untuk orang rumah, beberapa baju bali buat Kaleb, dan selesai! Cuma 30 menit aja. Untuk orang yang suka belanja ini prestasi. Hahaha.

Kita langsung buru-buru ke Warung Babi Guling Pak Malen yang nggak jauh dari Krisna. Dari kemarin ngidam babi guling akhirnya hari ini kesampaian juga. Warung Pak Malen ini belum juga jam 12 siang udah penuh dan antri mobil, untungnya kita dapat tempat duduk. Nggak beberapa lama kemudian muncullah nasi dan berbagai olahan babi guling di sebuah piring. MAKNYUS! Enak banget nget. Kayaknya saya dan suami emang tipe orang yang lebih suka makanan lokal daripada internasional ya. Dari Mak Beng dan Babi Guling, dua-duanya paling membekas di sanubari *tsaaaah*. Kita juga nambah kerupuk kulit babi yang ternyata harganya Rp 30.000 dengan porsi kecil. Tapi emang itu kerupuk enaknya kayak makan kerupuk dari surga *halaah*. Pokoknya siang itu saya kenyang dan bahagia.

Setelah dari Warung Pak Malen, ada sisa waktu sekitar sejam, kita pun makan gelato di Seminyak. Ini request si suami. Dia suka banget gelato dan menurutnya paling pas makan gelato di Bali. Dia nggak mau makan gelato di Jakarta. Hahahaha. Tapi udara terik emang cocok makan dingin-dingin. Kaleb pun dibolehin coba gelato. Dasar dia nggak bisa dingin, jadi dia suka es krim tapi kalau dikasih meringis kedinginan. Hahaha.

Dengan berakhirnya gelato kita, kita pun menuju bandara Ngurah Rai yang udah kece berat untuk kembali ke Jakarta. See you soon, Bali.

Kesimpulan liburan dengan bayi: CAPEK dan rempong! But we did it! *kasih piala ke diri sendiri*

Tips liburan bareng anak 1 tahun:

  • Selalu ikuti jadwalnya si anak. Kalau emang waktunya tidur, sebisa mungkin tidur, walau itu di mobil atau di hotel. Kalau nggak cranky.
  • Makannya harus tepat waktu. Kalau emang pas jam makan lagi di mobil dan nggak ada resto yang proper, ya kasih makan di mobil. Jangan sampe kelaparan dan ngamuk. Duh, ribet.
  • Sedia air putih dan cemilan yang banyak untuk bayi.
  • Saya prefer sewa mobil tanpa supir karena kalau pake supir bisa rugi kalau bawa bayi. Flow liburannya karena ngikutin jadwal bayi jadi kadang-kadang kita balik ke hotel dulu untuk istirahat, baru habis itu jalan lagi. Kalau pake supir nanti dia magabut.
  • Pastikan restoran yang ada baby chair. Karena ribet banget kalau bayi makan sambil dipangku. Apalagi bagi Kaleb yang gratakan pengen pegang ini itu. Baby chair is a must. Kalau nggak ada baby chair maka sebisa mungkin bawa tempat duduk portable. Tapi preferensi tiap orang bisa beda-beda.
  • Nggak perlu itinerary yang padat. Buat daftar aja tempat yang ingin dikunjungi dan sesuaikan dengan situasi si bayi.
  • No stroller. Jalanan di Bali nggak memungkinkan pake stroller. Saya prefer pake gendongan. Saya pake Ergo Baby 360. Lebih praktis dan Kaleb pun nyaman.
  • Jangan maksain pergi sampai malam banget. Kasian baby-nya. Kalau udah waktunya tidur, usahakan untuk pulang ke hotel dan tidur lah kayak jadwal biasa.
  • Pilih hotel yang bersih dan nyaman karena kalau bareng baby akan ada waktu-waktu kita lebih banyak di hotel. Jadi pilih hotel yang juga bisa buat liburan. Oh, sebisa mungkin ada kolam renang karena baby suka berenang (tapi beda-beda sih tiap bayi).
  • Sebelum booking hotel, pastikan apakah sarapan di hotel bisa dimakan oleh bayi. Karena waktu itu saya nggak yakin, saya bawa makanan dan pilih hotel tipe apartemen yang ada dapur dan peralatan makan.
  • Waktu di pesawat harus bawa banyak cemilan karena bayi bosan. Kaleb pas take off dan landing sih aman-aman aja walau nggak menyusui, tampaknya dia nggak mengalami sakit kuping. Karena bosan itulah Kaleb pun pas di tengah flight milih untuk nenen dan tidur. Sementara bayi sebelah saya yang umurnya beda 2 bulan dari Kaleb merasa ngantuk dan kebosanan tapi malah nggak tidur. Jadi beda-beda tiap bayi.

Sampai ketemu di #KalebTrip lainnya! ๐Ÿ˜€

Tahun Baruan

Selamat tahun baru 2016! Hip hip huray!

Karena tahun baru kali ini dekat dengan weekend jadi ada libur long weekend plus jalanan Jakarta lancar jaya karena banyak liburan ke luar kota atau negeri. Saya sendiri libur dari tanggal 31 Desember jadi lumayan banget liburnya walau nggak ke mana-mana.

Acara tahun baru sendiri nggak ada yang spesial karena sebagai orang Batak yah udah pastilah kumpul keluarga karena pas jam pergantian tahun ada kebaktian. Seperti biasa tiap tahun pasti ada acara mandok hata setiap pergantian tahun alias setiap anggota keluarga mengutarakan suara hatinya atau minta maaf atau dinasehatin. Tapi karena Kaleb nggak bisa ditinggal kalau bobo dan nangis kalau bobo bukan di tempat tidur jadilah saya terselamatkan nggak mandok hata tahun ini. Yihaaa senangnya!

Tahun baru biasanya dihabiskan dengan berkumpul ke rumah keluarga yang tertua, sama seperti Lebaran bagi yang muslim. Jarang-jarang nih bisa kumpul lengkap banget karena momennya kan cuma setahun sekali. Kaleb juga jadi bisa ketemu dengan sepupu-sepupunya yang kebetulan lahirnya dekatan.

Setelah seharian dihabiskan dengan acara kumpul-kumpul, masih ada sisa libur 2 hari lagi. Jadi hari Sabtunya kami ke Seaworld. Kaleb suka banget sama ikan. Kalau di rumah Opungnya dia bisa nyebur ke kolam ikan. Hahaha! Jadilah kami bawa ke Seaworld.

Apakah Kaleb senang? TETOT! Tiba-tiba hari itu Kaleb bersin-bersin mulu dan pilek. Pas sampai di Seaworld jam 9.30 pagi, Seaworld udah penuh dengan manusia. Di dalam Seaworld AC jadi nggak berasa dingin, yang ada malah pengap banget. Sepertinya pihak Seaworld nggak memperhitungkan faktor kenyamanan. Kalau pengap dan banyak manusia, jadilah anak-anak cepat cranky. Bahkan mau masuk ke Aquarium bawah air aja penuh sesak sampai orangnya dibatasi. Anyway, kok di Aquarium bawah air udah nggak ada hiu ya? Dulu ada hiu lho. Terus ikan dugongnya cuma 1, padahal dulu ada 2. Di shark aquarium juga ikan hiunya yang kecil-kecil, bukan yang besar kayak dulu. Hmm, tampaknya ada penurunan kualitas, deh.

Dengan harga masuk di musim liburan yang Rp 100.000 per orang, kayaknya nggak sebanding banget, deh. Oh ya, buat anak kecil yang tingginya di bawah 80 cm masih free, ya. Jadi ukuran bayar atau nggak bayarnya di Seaworld itu berdasarkan tinggi badan, bukan umur. Di sana juga ada pengukur tinggi badan jadi bisa ukur badan anaknya. Soalnya KZL banget antrian jadi lama karena pengunjung suka nanya:

“Anak saya umur 2 tahun bayar nggak?”
“Anak di bawah 80 cm masih gratis, Pak. Di atas 80 cm baru bayar normal.”
“Iya, tapi anak saya umurnya udah 2 tahun masih digendong, kok.”
“Apakah tingginya sudah 80 cm, Pak?”
“Yah nggak tahu, ya, tapi masih kecil, kok. Masih digendong.”
“Bisa diukur dulu di sana, Pak.”
“Anak saya nggak tinggi, kok.”

KZL ZBL! Ya mbok diukur aja tinggi badan anaknya. Baca dulu toh aturan masuknya dan jangan ngeyel. Secara tanpa dia ngeyel pun antrian udah panjang banget, tambah ngeyel lagi tambah lama, deh. Tampang mbak kasirnya sih udah kesel tapi berusaha ditahan aja. Udah nggak ada senyuman sama sekali. Hahaha!

Dengan banyaknya manusia, di bagian touch pool pun untuk pegang penyu atau hiu kecil harus berebutan. Yang ada Kaleb bukan pegang penyu malah main air. Berlanjut ke bagian museum ikan yang diawetkan. Nah, karena ikannya udah mati, mungkin di sini kurang menarik perhatian jadi nggak terlalu banyak orang di sini. Yang ada AC-nya jadi dingin dan lumayan banget buat ngadem. Karena adem itulah Kaleb jadi ketiduran di sini sampai pulang. Sia-sia dong bayar mahal kalau ketiduran. Hahaha! Jadilah saya dan suami yang heboh lihat ikan. Untung kamu masih gratis, Nak! XD

Di sini udah mulai ngantuk dan bosen

Di sini udah mulai ngantuk dan bosen

Kaleb udah sukses tertidur, Mami liat-liat ikan.

Kaleb udah sukses tertidur, Mami liat-liat ikan.

Besokannya, kami sempat mampir ke Central Park mall. Nah, di taman Tribecca-nya ada kolam ikan besar dengan berbagai macam ikan yang ukurannya juga besar. Kaleb senang banget di sini lihatin ikan. Dia duduk di pinggir kolam renang sambil tepuk tangan heboh sambil sesekali berusaha menyentuh air dan ikannya. Lah, anaknya malah riang gembira lihat yang gratisan. Tau gitu kemarin nggak usah ke Seaworld aja, deh. Hihihi!

Selama liburan Kaleb nempel ke Maminya kayak perangko. Di mana ada mami, di situ Kaleb berada.

Selama liburan Kaleb nempel ke Maminya kayak perangko. Di mana ada mami, di situ Kaleb berada.

Kaleb senang banget bisa lihat ikan di mall. Saking senangnya dia tepuk tangan terus.

Kaleb senang banget bisa lihat ikan di mall. Saking senangnya dia tepuk tangan terus.

Lihat, ikannya besar-besar dan cantik semua, kan.

Lihat, ikannya besar-besar dan cantik semua, kan.

Anyway, we really had fun. Karena di awal tahun berasa senang, jadi semoga tahun ini juga merupakan tahun yang menyenangkan. Semua yang dikerjakan diberkati Tuhan. Amin! Have a good year people! :*

 

Our Christmas

MERRY CHRISTMAS 2015!

May this Christmas brings you joy and happiness! :*

Natal kali ini senang banget karena tanggal 24 Desember tanggal merah. Setidaknya nggak perlu buru-buru dari kantor untuk pulang ke rumah dan lanjut ke Gereja. Karena sekarang udah ada Kaleb (hey, it’s Kaleb’s first christmas!) jadi untuk malam natal, kita nggak ikut kebaktian yang malam jam 19.30, melainkan yang sore jam 16.30. Ini supaya selesai kebaktian Kaleb bisa langsung makan malam dan nggak cranky karena belum masuk jam tidurnya.

Anyway, untuk malam Natal kali ini kita punya tema untuk baju kita *penting gila lo, Mak! Hahaha*. Temanya rock n roll jadi kita pake baju hitam putih. Uwyeah! Sebenarnya nggak khusus beli baju untuk natal, sih. Kebetulan pas ngubek-ngubek lemari, ada satu baju Kaleb yang belum dipake dan warnanya hitam putih. Yuk, cusss orang tuanya ngikut karena warnanya gampang dicocokin. Hihihi!

Selfie dulu di gereja

Selfie dulu di gereja

Momma and son

Momma and son

Our black and white outfit. Rock n roll enough?

Our black and white outfit. Rock n roll enough?

The in-laws

The in-laws

Selesai kebaktian, kita langsung cuss ke mall terdekat untuk makan. Secara kerempongan mempersiapkan bayi yang heboh merangkak, nggak mau ditinggalin emaknya, plus harus masak makanan doi bikin kita jadi lupa (atau nggak bisa) makan seharian, apalagi harus masak. Kita makan di resto Bale Lombok dengan ganas karena lapar banget. Tepat jam 9 malam pulang ke rumah karena mata Kaleb udah kriyep kriyep minta bobo.

Paginya seperti biasa tentu heboh dengan ngurus Kaleb sampai akhirnya pas jam udah mepet, Kaleb udah rapi jali, udah makan, tapi orang tuanya belum mandi dan belum makan. Akhirnya cuma dalam waktu setengah jam kita pun selesai dan berangkat ke gereja. Teteep telat dikit dan akhirnya duduk di luar gereja.

Untuk orang yang buru-buru banget, lumayanlah muka nggak sampe ancur minah banget.

Untuk orang yang buru-buru banget, lumayanlah muka nggak sampe ancur minah banget.

Karena duduk di luar dan panas, plus biasanya habis makan itu adalah jam tidurnya Kaleb, Kaleb pun mulai cranky. Papanya harus bawa dia jalan-jalan sampai dia ketiduran. Tapi ya karena udara panas banget, tidurnya Kaleb pun nggak lama dan kebangun lagi.

Di hari Natal ada perjamuan kudus jadi jam kebaktian lumayan panjang dan sampai siang. Untungnya kita duduk di luar jadi pas perjamuan kudus maju ke depan, kita dapat urutan awal. Habis perjamuan kudus kita pun langsung pergi karena udah jam makan siangnya Kaleb. Kita makan di resto Kemangi. Ehm, Kaleb sih yang makan, orang tuanya cuma ngemil gorengan.

Oh ya, untuk Natal kali ini, temanya pink. Nggak ada baju baru sama sekali karena pas lihat lemari kok ada baju yang warnanya senada. Plus suami dan Kaleb punya kemeja kotak-kota pink. Serasi, yes!

Our pinky outfit for christmas day

Our pinky outfit for christmas day

Setelah Kaleb makan, kita langsung pulang ke rumah karena badan kita rontok, capek, laper, dan tepar, plus cuaca panas banget. Ngurus bayi emang paling tepat untuk bakar kalori. Di rumah, Kaleb malah energinya makin terkumpul, heboh merangkak sana-sini. Emak bapaknya udah mau pingsan. Akhirnya kita matiin lampu dan cuekin dia biar dia bosen dan tidur. Voilaaaa, Kaleb pun ketiduran. Lumayan banget kita bertiga bisa tidur siang 2 jam dan ngisi energi lagi.

Setelah bangun, kita pun siap-siap untuk Natalan ke rumah mertua. Pas sampai rumah mertua, yah rumahnya kosong karena lagi pada ada acara semua. Akhirnya kita ke PIM karena saya dan suami mau pingsan belum makan seharian. Help! Tentu supaya emosinya bagus, pilihlah makanan kesukaan berkalori tinggi *lah, sama aja tadi udah bakar kalori masuk lagi kalorinya hihihi*. Pilihan jatuh ke The Kitchen by Pizza Hut. Konsepnya baru, jadi langsung pesan di kasir. Slice-nya gede banget. Untuk harga ya nggak beda jauh sama Pizza Hut biasa. Untuk pizza-nya model yang tipis. Ai laik!

Taking pic with my own little santa

Taking pic with my own little santa

Waktu mau kasih makan Kaleb, eh pas buka tempat makannya tercium bau nggak enak. Uh! Kayaknya udah nggak segar lagi, deh. Hiks! Mau nggak mau jadi keluar resto, dan menuju supermarket untuk beli sereal. Setelah beli, masuk lagi cari resto lain untuk Kaleb makan. Rempong bin ribet. Tapi ya mau nggak mau anaknya harus makan karena udah jam 7 malam.ย Setelah Kaleb makan dan puas keliling bentar, kita pun pulang karena udah jam tidurnya Kaleb.

Kesimpulannya: Natalan pertama bersama bayi yang udah makan itu rempong banget (tapi tetap menyenangkan asal disertai kesabaran dan energi setinggi Gunung Himalaya).

Tanggal 26 Desember direncanakan kita akan menginap di Mandarin Oriental Hotel. Papa saya dapat voucher menginap di kamar tipe suite, yang mana gedeee banget kamarnya. Ada satu kamar, satu ruang tamu, dan kamar mandi yang gedenya bahkan ngalahin kamarnya. Wuih senang banget! Tapi sayang, di hotel sebesar itu kolam renangnya mini banget, plus dalam. Jadi anak-anak harus pake ban.

Christmas staycation

Christmas staycation

with the family

with the family

view ke bundaran HI

view ke bundaran HI

Happy banget dapet tempat tidur super besar

Happy banget dapet tempat tidur super besar

Kaleb seneng banget berenang. Saking senengnya dia ga suka pake ban karena gerakannya jadi terbatas.

Kaleb seneng banget berenang. Saking senengnya dia ga suka pake ban karena gerakannya jadi terbatas.

Pagi-pagi ikut CFD. Kaleb yang lagi nggak suka pake stroller ngamuk, tapi begitu ada pengamen doi anteng dengerin pengamen nyanyi. Habis itu lanjutlah ngamuknya. Haha.

Pagi-pagi ikut CFD. Kaleb yang lagi nggak suka pake stroller ngamuk, tapi begitu ada pengamen doi anteng dengerin pengamen nyanyi. Habis itu lanjutlah ngamuknya. Haha.

Foto wajib di Bundaran HI

Foto wajib di Bundaran HI

Walau liburan kali ini nggak sempurna karena ada musibah yang terjadi sehingga Bapa dan Mama harus pulang ke rumah dan suami bolak balik antara rumah dan hotel, dan kita semua jadi nggak bisa tidur, tapi lumayan untuk menutup rangkaian Natal kali ini. Semoga musibah ini menjadi awal adanya kebaikan-kebaikan lain yang terjadi tahun depan. We’re still happy and thankful anyway!

Selamat Natal semuanya. God bless you all! :*

Fun Walk, Fun Day

Beberapa hari lalu saya lihat di twitter ada acara pets fun walk di Taman Langsat dalam rangka World Rabies Day. Yang bikin menarik adalah acara ini bakal dihadiri oleh Bapak Wagub Jakarta, AHOK. Pertama, saya suka banget konsep jalan-jalan bareng hewan peliharaan di taman. Kedua, Taman Langsat adalah taman yang sering banget saya lewati karena dekat dengan kantor. Setelah direnovasi, taman ini jadi cantik dan banyak banget kegiatan yang sering dilakukan di taman ini. Ketiga, Ahok bakal ada di sana. Jadi, ada bawa anjing peliharaan, taman, dan Ahok. Sempurna banget acaranya! Maklum ya, bumil satu ini nggak ngidam makanan selama hamil, ngidamnya ketemu Ahok aja *mata menerawang* (saking obsesinya sama Ahok, saya suka sms beliau untuk sekedar kasih saran atau laporan. Selalu dibales dan hati selalu melonjak riang. Hahaha).

Masalahnya adalah Mika adalah anjing kuper yang pergaulannya seputar komplek aja. Tiap dia dibawa ikut dog gathering ada aja tingkahnya, ya pup di depan banyak orang saking stresnya (kudu banget siap-siap bawa plastik untuk bersihin pupnya) dan nggak mau gaul sama anjing lainnya, teruuus aja nempel sama saya atau suami. Beneran nggak bisa ditinggalin. Manja banget. Selain itu, dia suka gonggongin anjing lain karena insecure nggak pernah gaul. INI ANJING SIAPA SIK KUPER DAN MANJA AMAT! *pelototin*

Selain itu, kalau ikut acara itu harus bangun pagi, yang mana kesempatan satu-satunya untuk bangun siang ya cuma hari Minggu. Hari lain pasti bangun siang. Plus, tergantung kondisi badan hari itu apakah lagi segar atau nggak. Jadi, udah bilang ke suami mau ke acara itu tapi masih lihat situasi.

Namanya juga obsesi ya bok! Semalaman jadi nggak bisa tidur karena excited bakal ketemu Ahok besok. Untungnya pas bangun pagi, badan segar, nggak pusing, nggak eneg. Duh, Nak, kamu tahu aja mau dipertemukan sama sosok idola. :’) *elus-elus perut*.

Pagi itu tanpa mandi langsung siap-siap. Belum sarapan pula, tapi perut udah diganjal susu dan roti. Mika juga cuma minum air putih aja tanpa makan pagi. Biar nggak pup sembarangan dia. Siap-siap bawa air mineral di gelas in case Mika bakal kepanasan dan kecapekan. Mika yang hobi banget naik mobil dan dibawa jalan-jalan udah excited banget dari pagi. Saya apalagi! Hihihi.

Sampe di Taman Langsat jam 8 pagi. Dari tempat parkir udah kedengeran banyak suara anjing menggonggong. Mika udah blingsatan semangat. Begitu masuk ke area taman, Mika langsung gonggongin anjing lain. CAPE DEH, Mika! Saya urus registrasi yang mana gratis, malah dapat kaos buat dipake fun walk. Paling senang kalau ikut acara dog gathering gini, nggak ada yang anggep Mika aneh atau melipir pergi ketakutan. Semuanya ramah sama hewan dan sama pemiliknya. Jadi bisa saling ngobrol juga.

Pas lagi ngelonin Mika supaya nggak gonggong terus (yang mana anjing lain gonggong juga sih cuma karena ukurannya kecil jadi gonggongannya cuma kayak orang lagi cerewet aja. Lah, Mika badannya gede, gonggongannya menggelar bikin jantung mau copot!), tiba-tiba ada yang nanya, “Hey, anjingnya cakep, ya”. Pas saya balik badan………. ALBERTHIENE ENDAH aja dong yang ngajak ngomong! Mbak AE ini adalah seorang penulis beken yang karyanya udah buanyaaak banget plus pecinta anjing. Anjingnya ada 8. Dia juga aktif di kegiatan rescue anjing. Saya follow dia di twitter. Malah, pernah suatu hari Mika sakit nggak mau makan. Saya tanya ke Mbak AE makanan apa yang bikin nafsu makannya membaik. Dia bales dengan ramah dan saya terapkan sarannya. Besoknya Mika sembuh! :’) Nah, makanya pas dia ada di depan mata ngajak ngobrol tiba-tiba, sepersekian detik saya bengong *cubit saya toloooong!*. Sampe akhirnya kita bisa ngobrol singkat tentang Mika. Awwww, berkah banget sih ini!

Nggak lama kemudian, fun walk dimulai. Udah ada tracknya dan nggak jauh juga. Jadi sama-sama ngajak anjingnya jalan ngelilingin Taman Langsat. Oh ya, Taman Langsat itu cantik banget. Ada kolam teratai juga. Besok-besok mau bawa Mika ke sini ah supaya lebih gaul. Untungnya Mika udah lumayan capek karena kebanyakan gonggong, plus dia udah terbiasa jalan-jalan. Jadi pas harus jalan rame-rame (tadinya bikin khawatir Mika mogok jalan, nih), dia santai melenggang kangkung ngikutin tracknya. PROUD! Bahkan di saat anjing lain mogok jalan karena kecapekan, Mika cuma istirahat 2 kali dan menyelesaikan sampe garis finish. Anjing siapa sih ini pinter banget! :’) *cubit gemes*

Di garis finish, udah disediakan minum untuk anjing. Karena mencapai finish, kita dikasih goody bag. Isinya segala macam buku tentang rabies, syal buat dipake Mika sebagai tanda sudah mencapai garis finish, dan sekotak kue-kuean. Total lah ini pemrov DKI dalam bikin acara *prok prok*.

Pas suami dan Mika lagi istirahat di rerumputan, saya mau cari WC. Eh, bukan WC yang didapat tapi ternyata satpol PP lagi mempersiapkan jalan karena Ahok akan masuk Taman Langsat. YA AMPUN, kebetulan banget. Langsung keinginan untuk pipis hilang dan siap-siap kamera buat foto. I WAS SO CLOSE to Ahok. Walaupun dikelilingi banyak orang, tapi akses untuk salaman atau ngobrol sama dia nggak dibatasi. He was so humble! Yang paling penting, dia nggak takut anjing! Begitu masuk, dia malah ngelus-ngelus anjing besar trus dia bilang, “Sit.. sit!”. Dicuekin anjingnya! Hahahaha!

Setelah itu, beliau masuk ke ruang auditorium di mana akan ada acara mengenai hari rabies ini. Serunya, siapapun boleh masuk. Bahkan anjing-anjing sekalipun. Karena ruangannya AC jadi anjing-anjing pada gelosoran ngadem setelah panas-panasan olahraga. Nggak diusir, nggak dijijikin, nggak dibenci. Bahagia!

Ahok cerita keluarganya terbiasa sayang binatang. Neneknya pelihara banyak kucing, bapaknya pelihara belasan anjing. Jadi dia udah terbiasa dekat dengan hewan. Beliau sendiri pun sekarang punya anjing pom. Dia bilang anjing setia sekali. Kalau beliau pulang kantor dan nggak nyapa si pom. Pom-nya ngambek. Biar nggak ngambek diajak deh tidur bareng di kamar. SO SWEET! Selain itu, dia juga tahu banget permasalahan di dunia seputar hewan peliharaan, misalnya:

  • Makin banyak pencurian anjing terjadi. Lebaran kemarin, anjing husky-nya lepas. Baru aja lepas, di ujung jalan udah langsung ada orang yang ambil. Jadi pencurian anjing itu sudah mengkhawatirkan.
  • Beliau sangat concern dengan pet shop dan klinik hewan yang tujuannya sekedar komersil aja. Di mana hewan jadi menderita, bukan untuk menolong. Karena pernah kejadian waktu dia bawa pom-nya yang habis keserempet, disuruh macam-macam dikasih obat ini-itu, eh tapi ternyata cuma diakupuntur aja bisa sembuh.
  • Beliau ingin menjadikan Jakarta sebagai kota yang aman untuk hewan peliharaan. Selain itu, beliau mendukung hewan peliharaan untuk diajak jalan-jalan di taman-taman kota. Jadi, taman kota di Jakarta boleh banget untuk bawa anjing.
  • Menurut beliau, anak-anak patut diajarkan untuk dekat dengan hewan karena jika dekat dengan hewan, anak-anak belajar saling menyayangi, tidak kejam, bertanggung jawab, dan lebih baik (Sepakat banget, Pak!).
  • Beliau memerintahkan pihak-pihak terkait di pemrov DKI untuk memastikan hewan bebas rabies dan nyaman bagi berlangsungnya hewan peliharaan.

Kalau begini caranya gimana nggak makin cinta sama wagub yang satu ini. Udah ya, Nak, ngidamnya tercapai! *elus-elus perut*. Sayang sekali nggak sempat fotoan bareng Pak Ahok. Tapi nggak papa, mungkin pertama akan ada pertemuan selanjutnya? Aheeey!

Sampe rumah Mika tepar dan tidur seharian. Patut dikasih jempol karena walaupun masih kuper dan galak sama anjing lain, tapi Mika berhasil fun walk sampai selesai. Oh ada lagi. Mika berhasil memenangkan door prize hari itu. Beruntungnyaaaa! Saya bisa olahraga jalan sehat yang mana dokter udah perintahkan tapi nggak pernah kesampaian. Hihihi. Habis itu, semua tepar di tempat tidur. Malamnya, mulai deh masuk angin dan eneg lagi. Hahaha, kecapekan sodaraaah!ย It was a very nice day!

Peserta fun walk hari ini

Peserta fun walk hari ini

Satu.. dua.. tiga.. resmi dibuka acaranya (tapi balonnya nyangkut semua di pohon. Hahaha)

Satu.. dua.. tiga.. resmi dibuka acaranya (tapi balonnya nyangkut semua di pohon. Hahaha)

Menyemangati Mika yang baru sampe garis finish. Tepar doi!

Menyemangati Mika yang baru sampe garis finish. Tepar doi!

Bapak Ahok idolaku tercinta *air mata bahagia tak terkira* *elus-elus perut*

Bapak Ahok idolaku tercinta *air mata bahagia tak terkira* *elus-elus perut*

Keliling Jakarta

Hallo Hallooooo. Long time no see. ๐Ÿ˜€

Walaupun udah telat, mau ngucapin:

SELAMAT IDUL FITRI

Mohon maaf lahir dan batin, ya! ๐Ÿ˜€

Libur lebaran yang kurang lebih seminggu kemarin dihabiskan dengan di rumah aja. Beneran di rumah bermalas-malasan: bangun siang, nonton tv, tidur siang, makan enak. Bosen nggak sih di rumah aja padahal Jakarta lagi lenggang-lenggangnya? Surprisingly, nggak bosen, lho. Apalagi emang badan lagi lemas dan tepar banget jadi ya senang-senang aja ngabisin waktu di rumah. Oh ya, nggak jalan-jalan juga disebabkan oleh suami yang tepat pas mau lebaran sakit demam plus flu berat. Yo weislah, emang takdirnya di rumah aja.

Tapi bukan berarti nggak jalan-jalan sama sekali, ya. Ada kok satu hari diluangkan untuk jalan-jalan. Jadi di dekat rumah ada tol yang baru dibuka: Meruya – Pondok Indah. Bokap ngajakin jalan-jalan nyobain tol baru. Sekeluarga deh pergi bareng. Jadi ini dekat banget sama rumah, kurang lebih 5 menit deh. Biasanya kan kalau lewat jalan biasa, Meruya – Pondok Indah menghabiskan waktu 1 – 1,5 jam lebih karena banyak lampu merah dan macet banget. Makanya udah setahunan ini males banget kalau ada yang ngajak ke PIM karena ya males macetnya. Eh, tapi dengan tol ini, Meruya – Pondok ini HANYA 15 MENIT SAJA! Uwowwwww! *tepuk tangan* Ini mah jadi nggak anti lagi ke PIM. Asoooy!

Setelah nyampe di Pondok Indah, kita pun lapar. Karena lapar kita pun cari makan di…. Alam Sutera. Jauh amat ya! Nggak papa kan jalanan lagi lancar jaya, jadi kita naik tol ke Alam Sutera, makan di Radja Ketjil Flavor Bliss. Padahal Radja Ketjil di PIM juga ada kaleee. Hihihi. Setelah puas makan sampe kekenyangan, kita pun mau ke Mall Alam Sutera. Eh, ternyata di depan Flavor Bliss ada bis Alam Sutera gratis. Yuk ah naik itu aja. Bisnya bersih dan bagus didominasi warna merah hijau. Kece deh.

Di Mall Alam Sutera, bokap beli sepatu dan kita cuma ngiter-ngiterin mall yang gedenya minta ampun ini. Bahkan ada ice skating area segala. Yah, walaupun lebih besar ice skating-nya Taman Anggrek. Puas jadi anak mall, kita pun beranjak ke Senayan City. Uwoooow mau ngapain lagi? Bokap mau bersihin kacamata, sementara kita cuma muter-muter keluar masuk toko. Beneran cuma beli roti bread talk.

Kelar jadi anak mall, perut laper dong karena udah sore menjelang malam. Kita pun berniat makan bakmie Siantar paling enak di Jakarta, yaitu di Rawamangun. Ajegile jauhnya. Nggak papa juga, toh jalanan lancar. Yuk, capcus! Pas nyampe sana, antrian udah mengular sampe ke luar. Gila, ini kayak antrian sembako, lho. Tadinya sabar mau nunggu, tapi nyokap kayaknya udah males jadi nggak jadi makan, deh. Padahal si suami udah penasaran banget sama rasa bakmie Siantar ini yang tersohor.

Tebak, akhirnya kita makan di mana? Makan di Lapo daerah Senayan. UWYEAAAAH, bolak-balik banget. Hahaha. Itu pun tadinya di sana mau makan bakmie di sebuah restoran Chinese Food di sebelah Lapo tapi lagi-lagi penuh dan harus ngantri sampe satu jam. Ih ya keburu mati kelaparan, dong. Jadi ya udahlah ya, back to basic aja kita makan lapo. Hihihi.

Jadi begitulah isi liburan Lebaran kali ini. Beneran keliling Jakarta dari Barat – Selatan – Tangerang – Pusat – Timur – Pusat – Barat. Berkualitas banget, kan? Hahahaha.

Kalau kalian liburannya ngapain?

Fun Day at Rumah Terraria

Heyloooo, Monday!

Ini belum jadi ya mau review buku *ngumpet*. Padahal udah ada buku lainnya lagi yang selesai baca. Sisi positifnya adalah…. saya akhirnya benar-benar meluangkan waktu untuk membaca dan menyelesaikannya. ๐Ÿ˜€ Masih ada sisa satu buku lagi yang masih harus dibaca dan semoga saja saya nggak beli buku lainnya sebelum selesai baca yang udah dibeli. Ehm, dan semoga saya nggak malas menulis review-nya. ๐Ÿ˜‰

Anyway, hari Minggu kemarin saya dan suami beserta anjing manja kami, Mika, pergi ke Rumah Terraria di daerah Parung, Bogor. JAUH YA, bok! Sebenarnya nggak terlalu jauh sih. Dari rumah saya tinggal masuk tol ke arah BSD, sekitar 20 menit. Kemudian untuk sampai ke tempat tujuannya kira-kira dibutuhkan waktu 20-30 menit. Sebenarnya nggak terlalu jauh dari pintu tol, tapi jalanannya ANCUR PARAH! Oh please, pantes warga Tangerang marah sama Ratu Atut. Gini toh kerjaannya nggak beres. Gara-gara jalanan yang jelek jadi menghambat perjalananan dan kendaraan harus jalan dengan pelan *sigh*.

But it was all worth it!

Rumah Terraria adalah tempat boarding, penitipan, dan rekreasi untuk anjing. Tempatnya luas banget dengan taman bermain dan mainannya. Waktu baru datang, staff langsung ngajak Mika main di hamparan rumput yang luas. Nggak lupa mereka nyediain air minum juga supaya anjingnya nggak kehausan. Hamparan taman yang luas itu sebenarnya dipisahkan beberapa pagar. Jadi setiap anjing punya tamannya sendiri. Tujuannya kalau anjingnya belum saling kenal takut berantem. Nanti pas diambil pemiliknya malah luka-luka. Hihihi.

Mika was so happy to play all day. Mika si anjing kuper karena jarang main sama anjing lainnya akhirnya belajar bersosialisasi. Dia main dengan banyak anjing lainnya. Ehm, karena Mika manja jadi walaupun main sama anjing lain tapi matanya nggak bisa lepas dari kita. Takut ditinggal dia. Hahaha!

Setelah puas main, Mika diajak berenang di kolam. Awalnya Mika takut karena udah lama nggak berenang. Jadi dia panik dan buru-buru pengen ke daratan. Sementara ada 2 temannya, satu anjing Golden dan satu anjing Alaskan Malamute yang dengan santainya berenang kayak udah pro. Canggih! Si Mika malah kecipak kecipuk kayak anak bebek. Hahaha. Setelah dipaksa berenang terus, akhirnya Mika bisa berenang dengan baik juga dan menikmati acara renangnya. Proud!

Habis berenang, untuk keringin badan, Mika dilepas lagi di hamparan taman luas sama teman-temannya. Biar nggak kuper, bok! Sementara saya dan suami pesan makanan di cafe kecil di Rumah Terraria. Kemudian kami duduk santai sambil ngeliatin Mika main. Udaranya nggak terik dan angin sepoi-sepoi bikin ngantuk. Refreshing untuk anjing dan juga untuk pemiliknya. Puas main, Mika langsung dimandiin dan dibersihin.Oh ya, untuk main seharian, berenang, dan mandi bersih, cuma menghabiskan Rp 130.000. Ini murah banget karena ada pet shop dekat rumah yang grooming doang Rp 150.000. Glek! Jadi pulang ke rumah dalam keadaan bersih dan wangi. Karena udah main seharian, di mobil Mika teler dan ketiduran. Hihihi.

Ke Rumah Terraria juga untuk survey tempat penitipan. Jadi karena ada rencana liburan maka Mika harus dititipin, dong. Dititipin di rumah orang tua nggak mungkin karena ngurus si Bebe aja udah ribet. Plus, Mika suka iseng ke Bebe. Karena badannya sekarang lebih besar dari Bebe, dia suka ngejar-ngejar Bebe. Kaciaaan! Padahal kalau ketemu teman yang lebih besar badannya, Mika jadi ciut dan pendiam. Emang, anjing yang cupu. Hahaha! *unyel-unyel*.

Untuk anjing seukuran Mika, biaya penitipan per hari Rp 85.000. Ada juga fasilitas antar jemput. Bisa ditanyakan ke sana berapa harganya karena tergantung jarak rumahnya. Kandang yang ada di sana cukup besar. Nggak dempet-dempetan sesak napas. Sehari 2 kali para anjing yang dititipin akan dikeluarin main di taman yang luas itu. Mika yang nggak biasa dikandangin, plus manja pasti akan stres kalau ditempatkan di kandang kecil (ehm, I did the survey to many pet shops and they usually had a small cage and not took the dogs to play outside). Udah gitu mereka akan dibiarkan sosialisasi dengan anjing-anjing lainnya. Seorang teman saya pernah nitipin anjingnya di sana dan pas dibawa pulang, anjingnya kelihatan happy banget. Ditambah lagi para staff di sana rajin ngabarin kondisi anjingnya ke owner, jadi kita tau bahwa mereka dirawat dengan baik. So, I’ll be happy to send Mike there.

We were having so much fun yesterday. Definitely will come back there. ๐Ÿ˜€

Our fun day in Rumah Terraria

Our fun day in Rumah Terraria

I loveeee this park

I loveeee this park

Rumah Terraria
Jl. Platina II No. 7, RT 03 / RW 07, Desa Curug
Kecamatan Gunung Sindur, Parung, Bogor – Indonesia
Mobile: +62 813 8153 9922 / +62 811 190 1755

Follow us: @rumahterraria

 

 

Mimpi Kecil Yang Terkabul

Setelah Sabtu pulang malam lagi karena ada 2 pesta, maka Minggu pagi diisi dengan bersih-bersih rumah (ambisius banget anaknya). Untung ada si Mbak yang bantuin. Saya mah cuma ngelap-ngelap meja sama cuci piring aja. Habis itu nonton Full House Thai (LAGI! Please, jangan tanya kenapa. Emang kecanduan. Hihihi) sambil ngemil pie susu dari Tenyom. Pie susu-nya habis sendirian aja, lho. Suami sampe ngambek karena nggak kebagian. Emang ya, suami-istri prahara rumah tangganya cuma soal rebutan cemilan aja. Hahaha.

Jam 12 berangkat ke Belle’s Bakery di Tanjung Duren untuk ngambil cake dan cookies Mika (more about this on next posting). Karena cake-nya nggak boleh ada di tempat panas kelamaan dan lebih baik ditaro di kulkas, akhirnya setelah ngambil cake pulang lagi ke rumah. Untung jaraknya dekat, ya. Kalau nggak bisa diomelin si suami deh karena bolak-balik *sungkem*.

Perhentian selanjutnya adalah arisan Siahaan di Pos Pengumben yang mana nggak terlalu jauh dari rumah juga. Seperti biasa acaranya cuma ngobrol-ngobrol biasa dan saya pun bantuin bikin minuman dan mengedarkannya. Di sana cuma sekitar 2 jam aja karena ada acara penghiburan bagi orang meninggal di daerah Cileungsi jam 3 sore. Tapi karena selesai arisan udah jam 3 sore dan Cileungsi udah kayak berasa di luar kota (sementara badan mau remuk), kita pun batal ke sana dan mengganti tujuan ke Grand Indonesia. Pilihan jatuh ke GI karena sorenya mau gereja di JPCC di Hotel Pullman seberang Plaza Indonesia.

Di GI nggak ngapa-ngapain cuma muter-muterin satu mall, plus ngemil Shihlin (wajib banget mah ini). Sekitar jam 5 sore, kita memutuskan untuk jalan kaki dari GI ke Hotel Pullman. Pertimbangannya adalah jarak nggak jauh. Kalau naik mobil muternya jauh, macet, dan harus cari parkir lagi. Bisa telat deh ke gerejanya.

Ternyata keputusan jalan kaki adalah keputusan yang tepat karenaaaa… saya bisa foto di Bundaran HI. Hihihi. Well, jalan di trotoar yang cukup besar, gandengan tangan, becanda bikin mood jadi happy banget. Ditambah karena udah sore, cuacanya pun adem. Oh, Jakarta kenapa kamu nggak bikin trotoar yang nyaman? Soalnya setiap saya jalan kaki di trotoar yang nyaman sambil lihat pemandangan atau komentarin hal-hal di sekitar itu menyenangkan banget.

Pas lagi jalan di trotoar, saya nyeletuk ke suami, “Ih, aku pengen banget deh foto di Bundaran HI. Itu kan cita-citaku dari dulu”.

Suami yang tahu obsesi istrinya foto di Bundaran HI karena udah diceritain berjuta-juta kali (tapi nggak mau bangun pagi untuk CFD dan gampang untuk foto di Bundaran HI) ngajak si istri untuk foto saat itu juga. Tapi dasar saya labil macam anak ABG, saya malah ribet dengan, “Emang kita boleh nyeberang? Nanti nggak ditangkap polisi kalau foto di situ? Aaah, malu… tapi pengen”. LABIL!

Si suami pun gemes banget, dong. Dia nunjukin kalau di Bundaran HI ada orang yang lagi foto juga (walaupun itu cowok semua dan tampangnya abang-abang) dan polisi yang ada di dekat situ diam aja. Tentu saja istri masih ragu. Akhirnya suami langsung gandeng tangan saya dan kita pun nyeberang ke Bundaran HI.

Pas nginjekin kaki di Bundaran HI rasanya bahagiaaaaa banget! Ini macam cita-cita yang terkabul. Bisa lihat kolamnya dari dekat, tugunya kelihatan jelas. Ya ampun, ini boleh teriak bahagia nggak, sih? Langsung deh saya dan suami foto-foto di sana berbekal kamera handphone doang. Segala pose dilakukan, bahkan selfie berdua juga. Hihihi! Tentu saja jadi bahan tontonan abang-abang yang bengong lihatin kita berdua, plus mobil-mobil yang kebetulan lagi macet. Bahkan pas saya lagi foto, ada satu mobil yang buka kaca berisi bapak-bapak yang godain saya. Hih, KZL GMZ!

Sekarang saya punya foto di Bundaran HI, dong. IHIIIIY! *bangganya berkali-kali lipat*

Haloooo, patung selamat datang!

Haloooo, patung selamat datang!

Pose duduk santai. Padahal di depannya banyak abang-abang liatin. No problemo. Demi foto di Bundaran HI. :)))

Pose duduk santai. Padahal di depannya banyak abang-abang liatin. No problemo. Demi foto di Bundaran HI. :)))

Selfie berdua suami di Bundaran HI. Check!

Selfie berdua suami di Bundaran HI. Check!

Menjelajah Pulau Pari

Hey, I’m back from a short vacation (again)! Jadi liburan singkat ini direncanakan juga dalam waktu yang singkat. Kebetulan Yuan, mantan teman sekantor saya, whatsapp ngajak liburan. Kemudian saya ajak teman-teman sedivisi, yaitu Citra, Edel, dan tambahannya Mia, beda divisi. Tadinya mau ke Bandung, tapi bosen. Eh, kepikiran gimana kalau ke Pulau Seribu aja. Dekat, nggak mahal, dan lautnya bagus. Sip, bungkus! Kurang dari sebulan cari travel agent, cari tanggal yang kebetulan ada long weekend di akhir bulan, bayar DP, dan….. berangkat. Cepat, ya. ๐Ÿ˜€

Drama dimulai di hari keberangkatan. Karena mikirnya Muara Angke, tempat janjian ngumpul, dekat dari rumah dan hari itu Minggu jadi santai aja. Janjian jam 6 di sana, berangkat dari rumah jam 5.30. Santai kayak di pantai, kan ada tol yang langsung keluar Pluit.

Awalnya sih semua sesuai rencana. Jakarta lancar banget. Eh, tapi justru mendekati Muara Angke macet masyaampun! Nggak bergerak. Ini ada apa, sih? Di situ ada kayaknya 30 menit. Mulailah di mobil saya senewen. Kapal kan berangkat jam 7. Bagaimana iniih? Suami nyuruh saya jalan kaki aja. Soalnya teman saya, Citra, udah nyerah ngantri, dia jalan kaki ke pom bensin Muara Angke, tempat kita ketemuan. Aduh, masalahnya saya nggak tahu di mana itu pom bensin. Mana udah gaya pake celana super pendek kan agak malu ya jalan kaki pinggir jalan. Hahaha!

Akhirnya karena udah nggak sanggup lagi sama macetnya, si suami putar balik parkir mobil dan nemenin saya jalan kaki. Bener aja, semua orang yang mau ke sana juga jalan kaki karena lalu lintas nggak bergerak. Yang paling yahud adalah jalanan becek jadi kaki saya penuh cipratan air. Belum lagi suasana pasar ikan yang asoy baunya. Pas udah kelihatan pom bensinnya, jalan ke sana banjir. Haduh, gimana ini? Tiba-tiba di depan mata ada becak motor yang lagi ngetem dan langsung naik aja. Nggak nanya dulu dia mau ke mana. Percaya aja, soalnya tampaknya yang lain juga naik itu. Di tengah bentor baru sibuk kasak-kusuk sama abangnya nanya ini ke pom bensin nggak. Udah gitu, kasak-kusuk ke penumpang lainnya ini bayar berapa. Belom lagi bawaan saya yang super rempong, satu tas backpack, satu tas jinjing, satu tripod, dan satu kamera. Ribet! ๐Ÿ˜›

Sampai di pom bensin udah penuh dengan lautan manusia. Beneran penuh banget sama manusia, karena ini long weekend, yang berdesak-desakan sampe jalan kaki aja bisa macet. Yasalam! Untuk nyari orang susahnya minta ampun.

Di pom bensin udah ketemu Edel yang sibuk koordinir sana-sini. Citra entah terdampar di mana, Yuan yang salah masuk tol, dan Mia yang belum bangun. Emang ya, nggak asik kalau nggak nggak ada dramanya. Sementara saya kebelet pipis, saya langsung ke wc yang antriannya udah kayak antrian waktu H&M buka di Jakarta. Panjang banget! Pilihannya sabar aja ngantri panjang banget atau nggak usah pipis tapi tahan 2 jam sampe ke Pulau Pari. Ih, daripada darah tinggi di kapal mending antri ke WC, deh. Pas udah mau dekat baru deh orang-orang yang antri di depan kasak-kusuk bilang aduh nggak ada air, bau banget. Mamak, cobaan apa lagi ini? Keukeuh tetap antri soalnya kebelet. Sebelum masuk, saya tutup hidung pake tisue dan masuk ke wc dengan tutup mata supaya nggak jijay. Pas tau nggak ada air, saya nggak cek lagi, deh. Cobaan berat banget ini. Begitu selesai, PLONG! Langsung menyingkir dari WC aja, deh. Hihihi.

Begitu semuanya ngumpul, kita diarahin sama tour guide ke kapal. Antriannya gilak banget dengan kondisi jalanan becek. Untung banget pake sendal jepit. Jorok juga gpp, deh. Udah antriannya panjang banget, udaranya panas, ditambah bau amis ikan-ikan. Komplit! Naik ke kapalnya pun susah karena harus manjat tembok dan lompatin satu kapal lain. Sampai di kapal pun modelnya macam kapal nelayan besar di mana kita duduk lesehan aja di bawah. Petualangan macam di film, deh. Tapi karena bareng orang-orang yang menyenangkan, berasanya jadi seru dan malah bikin happy. Semacam pengalaman baru. ๐Ÿ˜€

Di kapal langsung minum antimo biar bisa blas tidur dan nggak mabok laut. Bener aja begitu kapalnya berangkat, saya dan teman-teman udah kayak langsung dibius. Tidur nyenyak. Sekitar 1,5 jam kemudian kita sampe di Pulau Pari. Karena nyampenya pas jam 9.30-an, mataharinya lagi terik dan yang kita pengenin cuma AC. Anak kota banget, sih! :)))

Di Pulau Pari, kita akan ditemani oleh Mas Saman, tour guide kita yang baik dan tepat waktu banget. Dia nganterin kita ke tempat home stay di rumah penduduk. Well, home stay-nya bukan yang bagus banget tapi udah ber-AC dan kamar mandi bersih jadi yang cukuplah. Istirahat sebentar, dikasih makan siang, dan disuruh siap-siap karena mau snorkeling. Horeee!

Snorkeling dilakukan jam 2 siang tengah bolong. Ya habes, biar terumbu karang dan ikan-ikannya kelihatan jelas, kan. Tadinya sih kita ogah snorkeling siang karena takut kulitnya hitam, tapi Mas Saman bilang nanti nggak sempat ngapa-ngapain, lho. Oh, baiklah nurut aja.

Pas mau berangkat pake kapal nelayan yang kali ini hanya diisi kita berlima aja, kita nggak lihat di mana kapalnya. Ternyata ada di tengah laut aja, lho! Untuk ke tengah laut, kita harus jalan kaki melewati air yang lumayan jauh. Kenapa kapalnya nggak ke pinggir? Karena airnya cetek jadi takut kapalnya nyangkut. Yo weis, mari jalan lagi. Tapiii karena airnya bersiiih banget dan warnya toska jadi malah berasa seru. Bukannya cepat sampai, di tengah-tengah kita malah sibuk foto-foto. Maaf ya Mas Saman harus ngurusin perempuan-perempuan rempong banci foto. Hihihi!

IMG_5797

IMG_5806

Perjalanan dari Pulau Pari ke Bintang Rama Spot (tempat budidaya terumbu karang) nggak terlalu lama, paling 30 menit. Begitu sampai kita langsung terkagum-kagum karena terumbu karangnya cantik banget. Sebenarnya nggak perlu pake snorkel untuk lihat ke bawah air karena dari atas pun kelihatan jelas saking jernihnya lautnya. Belum lagi ikan-ikan kecil berwarna-warni yang sliweran bikin makin cantik.

Udah lah ya, kita langsung berenang aja. Yang tadinya pake pelampung dan kaki katak, lama-lama tambah berani pelampung dan kaki kataknya dilepas. Berenang kayak berenang di kolam renang aja. Seruuuu banget! Mana si Mas Saman bawa kamera underwater jadi dia foto-fotoin kita di laut. Yah nama pun, cewek banci foto, kita pun minta Mas Saman berulang-ulang fotoin kita sampe dapat foto yang kece. Hihihihi! Dari yang tadinya mau sebentar aja snorkelingnya karena takut hitam, malah jadi lamaaa banget sampe sore karena keasikan berenang. I would love to do diving someday. It would be awesome! :’)

DSCN1321

IMG_5850

Puas berenang kita pun ke Pulau Tikus. Pulau ini kalau dari atas bentuknya seperti tikus. Sebenarnya ini cuma pulau kecil yang nggak ada penghuninya tapi karena pantainya bersih dan pemandangannya bagus, kita pun minta mampir ke sana cuma untuk foto-foto bak model. Hihihi.

IMG_5865

IMG_5883

IMG_5872

Karena udah mau maghrib, kita pun terpaksa pulang. Di dalam kapal kita bisa melihat matahari terbenam. Cantiknya minta ampun. Kita sampe di Pulau Pari sekitar jam 6 sore. Langsung mandi karena badan udah lengket banget. Jam 7-an makan malam datang.

Setelah itu, saya dan Citra keliling pulau naik sepeda. Seru banget lihat kehidupan penduduk di sana yang sebagian besar penghasilannya dari menyewakan homestay, sepeda, dan alat snorkeling. Ada yang homestaynya bagus udah modern, ada yang masih sederhana. Yang lucunya, tempat tinggal penduduk di sana masih sederhana, nggak sebagus homestay yang mereka sewakan. It was always good to know about local culture.

Capek naik sepeda saya dan Citra balik ke homestay karena jam 9 kita akan barbeque di pantai. Jadi, di belakang Pulau Pari, ada namanya Pantai Pasir Perawan yang bagus banget. Nggak kelihatan sih kalau malam hari karena gelap. Kalau malam banyak digunakan untuk barbeque, main sepeda, dan main voli.

Kenyang makan ikan, kita pun buru-buru tidur karena besoknya akan bangun pagi buta untuk lihat sunrise. Benar aja, Mas Saman udah ngetok kamar kita jam 5.30. Nah, sebagai cewek rempong, kita nggak ada yang mandi, cuma cuci muka dan gosok gigi, tapiiiii…..udah ganti baju yang kece dan dandan karena tau habis ini foto-foto. Hahaha!

Sunrise-nya bagus banget. Karena baru pertama kali ngeliat sunrise, saya jadi bengong-bengong sendiri melihat matahari yang tadinya sembunyi, perlahan-lahan naik ke atas sampai kelihatan bulat banget. Dan semua itu terjadi hanya dalam waktu 30 menit. Keren!

IMG_5933

IMG_5936

Puas lihatin matahari, kita pun ke Pasir Pantai Perawan untuk naik sampan. Jadi baru pagi ini kita lihat bentuk Pasir Pantai Perawan yang mana kece banget dengan warna air toska. Pas kita naik ke sampan makin kelihatan deh cantiknya. Belum lagi di sekelilingnya banyak pohon mangrove. Makin kelihatan cantik ya ciptaan Tuhan ini. :’)

IMG_5981

IMG_5984

IMG_5994

IMG-20140331-WA0041

IMG_5996

Kelar naik sampan, kita pun naik sepeda ke ujung Pulau Pari ke LIPI di mana ada budi daya bintang laut. Jadi fokus LIPI saat ini adalah membudidayakan terumbu karang karena banyak yang udah rusak. Bintang laut ini juga salah satu yang dibudidayakan. Jadi di sana kita bisa pegang bintang lautnya tapi nggak boleh dibawa pulang (yaeyalaah).

IMG-20140331-WA0108

Setelah puas, kita pun balik ke homestay, siap-siap, dan meluncur ke kapal karena nggak mau nggak dapat duduk yang ada senderannya. Hihihi! Terima kasih Mas Saman yang udah mau nemenin para perempuan rempong ini. It was a great short vacation. Will looking for more trips with you, guys! ๐Ÿ˜€

 

Bali Trip (Part 3)

Hari ketiga diawali dengan kaki pegal karena…. kebanyakan foto lompat-lompat tanpa pemanasan. Tapi… no pain no gain, kan? Tiada foto yang ciamik tanpa rasa sakit *kebanyakan nonton American’s Next Top Model*.

Hari ini kita akan check-out dari Hotel Terrace dan pindah ke Hotel Oasis Lagoon Sanur. Puas banget deh nginep di Hotel Terrace ini. Semua yang ada di webnya persis sama kayak aslinya. Wi-fi-nya cepat banget. Mau download apa juga bisa. Servicenya juga oke. So. we definetely will come back. ๐Ÿ˜€

Perjalanan dari Kuta ke Sanur nggak jauh. Daerah Sanur ini cukup menyenangkan. Nggak terlalu rame kayak Kuta dan Legian, tapi lebih sophisticated. Lebih tenang dan damai. Aish!

Karena datang kepagian, jam 11 siang dan check-in baru bisa jam 14.00, kita pun dikasih welcome drink, yaitu jus mangga yang segar banget. Setelah liat-liat interiornya yang juga mirip banget sama foto di web, plus kamar kita yang di pinggir kolam renang. Ihiy, dahsyat! Udah gitu air kolam renangnya warna toska. Cakep banget! :’)

Cakep banget, ya. :')

Cakep banget, ya. :’)

IMG_5765

IMG_5742

Kita nitip koper di hotel karena mau lanjut jalan ke Pantai Padang-Padang. Berbekal sebelumnya pernah ke Pantai Padang-Padang, maka kita mau beli handuk dan kain bali dulu untuk alas di pantai nanti. Untungnya sebelah hotel ada supermarket Hardys yang jual segala macam komplit. Kali ini supaya nggak ribet, dari hotel udah pake baju renang dan sunblock sebanyak-banyaknya. Uyeah!

Pantai Padang-Padang ini terletak di Pecatu, dekat Uluwatu. Karena udah siang jadi seperti biasa panas ajegile. Untung udah berbekal cemilan, minum, topi, dan kacamata hitam. Aman!

Menuju Pantai Padang-Padang ini kita melewati GWK. Secara suami dan saya belum pernah ke sana dan doi ngotot ke sana, kita pun mampir dulu (padahal nggak ada di itinerary) demi patung Krisna. Matahari kayaknya ada 9 hari itu jadi dahsyat lah panasnya. Belum lagi GWK ini dipenuhi rombongan anak SMA (ehm, pada bau badan, ye) yang ribut sekali. Sekali masuk ke sana lumayan mahal. Seorang dikenai Rp 40.000.

Sampai di sana, istri langsung buru-buru ke tempat patung. Mana harus naik tangga ya. Sebagai orang yang jarang olahraga, lumayan deh bikin kaki gempor. Hahahaha! Pemandangan di atas bagus, kok. Ehm, tapi kalo disuruh ke sana lagi pas sepi aja, ya.

IMG_5672

IMG_5678

IMG_5681

Buru-buru dari GWK karena udah dehidrasi banget. Kita pun melanjutkan perjalanan ke Pantai Padang-Padang yang terpencil dengan jalanan berkelok-kelok tapi it was worth it! Dari atas bukit aja pemandangannya udah kece banget. Langit biru, bukit hijau, pantai berpasir putih, dan air laut toska. Sempurna banget sih ciptaan Tuhan ini. :’)

Beda dengan Pantai Pandawa yang airnya biru dan dikelilingi banyak pengunjung, Pantai Padang-Padang ini relatif lebih sepi dan semuanya bule. Airnya tenang banget. Untuk ke sana kita perlu turun ke bawah dari atas bukit. Nggak jauh sih, cuma agak curam.

Begitu sampe, kita langsung gelar handuk dan kain, gosok-gosok sun block (secara itu jam 2 siang), dan langsung nyebur ke laut. Aaaak, pokoknya tempat ini favorit saya banget. Bukan kayak berenang di laut tapi kayak di kolam dengan pemandangan yang luar biasa keren. Mau panas mentereng juga kalau udah ketemu laut tuh rasanya hati adem banget, ya. :’)

IMG_5684

IMG_5714

IMG_5716

IMG_5693

Puas berpanas-panasan dan berenang, kita pun naik ke atas. Lumayan ye bok naik tangganya bikin jantung berdebar ngos-ngosan. Dipastikan deh ini karena kurang olahraga. Baru setengah perjalanan aja saya nggak kuat jadi harus duduk dulu ngatur napas. Sementara suami dengan santainya ke atas. Iyes suaminya lebih kuat karena rajin olahraga.

Habis dari Pantai Padang-Padang, kita capcus ke Klapa di Dreamland. Laper banget udah jam 4 sore tapi belum makan. Klapa ini sebenarnya beach club yang nyambung ke Dreamland Beach, tapi ada kolam renangnya yang infinity pool. Klapa ini entah karena punya anaknya mantan presiden Orba Baru, lagu-lagu yang dipasang jadul, interior jadul, dan wc ganti pun juga jadul.

Hal pertama yang dilakukan waktu dapet duduk di day bed adalah: pesan makanan. Laper gilak! Saya pesan pizza, sementara suami pesan tom yam dan nasi. Endonesah banget dese. Hihihi.

IMG_5720

Nungguin matahari nggak terlalu mentereng lagi, kita pun tidur-tiduran aja sambil liatin turis Taiwan/Cina/Korea yang heboh banget foto-foto selfie. Udah pake dress heboh, bunga di kepala, trus selfie yang keliatan muka doang. Itu pun diniatin sampe di kolam renang. Mereka nyebur ke kolam renang sambil bawa hp dan selfie lagi dan lagi. -_-”

Pas matahari mulai mendingan kita pun berenang. Ish senangnya berenang sambil mandang laut. Adem rasanya. Kekurangannya, kolam renangnya masih jadul dan kayaknya maintanance kurang sehingga ada bagian yang retak-retak.

IMG_5717

IMG_5718

IMG_5722

Kalau di Padang-Padang banyakan bule, di sini banyakan orang Indonesia dan turis Taiwan yang lumayan ribut, ya. Kurang nyaman jadinya.ย Karena nggak mau mandi di wc-nya yang kurang bersih, kita pun pulang tanpa bilas. Banyak pasir di mana-mana jadinya. Hihihi.

Sampe hotel langsung tepar. Hari itu kerjanya berjemur di tengah terik matahari jadi energi langsung abis. Niatnya pengen langsung mandi. Begitu masuk kamar hotel The Oasis Lagoon kita langsung terkagum-kagum sama interiornya yang bagus banget. Kita juga dikasih surprise handuk yang dibentuk angsa, setangkai bunga mawar, dan kemudian…cake! Mata langsung berbinar-binar semangat, deh.

Selesai mandi udah jam 7 malam. Bilang ke suami mau tidur 30 menit dulu sebelum makan di luar. Dia oke-oke aja karena sibuk main iPad. Eh, ternyata kita ketiduran dan baru bangun jam…. 10 malam aja! JENG JENG!

Langsung deh buru-buru karena kaget. Padahal kan kita pengen ke pusat oleh-oleh Krisna di Kuta sana. Biar besok nggak buru-buru. Menurut si om Google, Krisna buka 24 jam. Eh, pas sampe sana…. tutup aja gitu. Manaaaa 24 jam? HIH!

Udah terlanjur keluar, kita pun mau cari makan, tapi harus KFC karena dapet voucher dari kantor. Hahahaha, nggak mau rugi, dong. Langsung nyalain waze dan cari KFC terdekat seputar Sanur. Habis itu take away dan makan di kamar sambil nonton tv. Enaknyaaaa.

Hari keempat diawali dengan hujan rintik-rintik. Hiks, tau aja sih hari itu kita mau pulang. Untungnya hujannya nggak lama. Sambil nunggu hujan kita pun makan pagi di hotel. Ya masa ampun, hidangannya buanyaaaak banget: dari pancake, bubur ayam, nasi goreng, lauk pauk, buah-buahan segala rupa, cake, roti, dan masih banyak lagi. Setelah energi dikuras kemarin, udah kalap aja dong semua pengen dicoba. Kenyataannya belum coba semuanya perut kenyang banget. Hihihi.

Kelar sarapan langsung berenang untuk ngilangin kalori makan pagi (ah, alesan deh). Aduh duh, berenang di sini tuh berasa lagi di laguna beneran. Cantik banget. Udah mana kolam renang sepi macam milik sendiri. Syedap!ย Habis itu kita beberes untuk check out. Hiks, nggak relaaa!

IMG_5776

Kita pun menuju Krisna di Kuta. Suami yang baru pertama kali ke sana terperangah dengan besarnya tempat itu dan murah banget pula. Tapi masalahnya ya itu, saking murahnya jadi kalap dan pas bayar ya jadi nggak murah lagi, deh. Hihihi. Si suami disuruh pilih mana yang dia mau, dari segitu banyaknya barang yang bisa dipilih, dia pilih…..topi mancing bali. Huahaha, buat apa cobaaa! Katanya kalau bawa Mika jalan-jalan suka panas jadi bisa pake topi itu. Tapi ya kok kurang kece gitu topinya. Hahaha!

Karena kalap di Krisna, jadi waktunya udah mepet. Kita pun makan di foodcourt Krisna yang nggak banyak pilihan. Habis itu ngebut sampe ke bandara karena takut telat.

Dengan tepat waktunya Air Asia untuk boarding, begitu juga liburan ini. It was a great vacation.

Bali lagi kitaaaaa? *cek tiket pesawat*