Mas Aryo Junjunganku

Saya bukan penggemar Partai Gerindra dengan beberapa alasannya (nggak perlu disebutin karena bukan mau ngomongin politik juga. Hihihi). Waktu jamannya Pilpres Jokowi vs Prabowo, kalau nggak salah sekaligus milih anggota DPR, DPD, DPRD, dsb. Di dekat rumah seringlah tampak poster muka orang bernama Aryo Djojohadikusumo, masih muda orangnya. Keponakannya Prabowo yang juga mencalonkan diri jadi anggota DPR, kebetulan untuk wilayah Jakarta Barat (mungkin). Soalnya kantor timsesnya sih ada di dekat rumah. Waktu itu setiap lihat mukanya biasa aja. Cuma mikir, jauh amat ya pasti rumah dia sama daerah pemenangan dia di JakBar. Padahal saya nggak tahu juga rumahnya dia di mana. #sotoyabis :))))))

Fast forward, berbulan-bulan kemudian, saya lihat di postingan IG Tracy Trinita dia publish foto sama Mas Aryo ini. LAH, mereka berdua pacaran? Karena super kepo, siapa nih yang bisa menggaet hati mantan model internasional. Kepoinlah IG Mas Aryo ini. Maksud saya, kok bisa jatuh cinta sama politisi? Tracy, setahu saya, lagi giat-giatnya jadi penginjil. Makanya saya penasaran banget.

Ternyata pacaran mereka lucu dan cute banget. Mereka saling manggil satu sama lain, madu. Iyes, madu terjemahan bebas dari honey. Norak banget, kan? Tapi karena norak jadinya ai laik banget. Hahaha! Mereka bukan tipe yang lovey dovey mesra gimana gitu, tapi lebih ke yang lucu, norak-norakan, but still cute. Pacarannya bukan yang tipe mewah bergelimangan harta, tapi sederhana aja kayak orang-orang biasanya, jadi bisa relate banget. Kayak misalnya gereja bareng (dan saking antrinya masuk gereja itu, mereka nggak dapet duduk dan ya berdiri aja. Nggak ada perlakuan spesial cuma karena satunya model dan satunya politisi), naik vespa bareng (THIS IS SO CUTE), makan di pinggir jalan. Hal-hal normal membumi lah.

Sampai akhirnya mereka putus dan ya tahunya dari IG mereka berdua juga. Mereka bilang mereka putus baik-baik, tapi bakal tetap jadi teman baik. Walau kecewa mereka putus, tapi suka banget sikapnya karena putusnya pun nggak pake drama kayak para ABG yang sampai harus nangis di Youtube dan bilang, “Kamu adalah patah hati terbaikku.” #EAAAAAA

Sejak itu ya saya masih tetap follow IG Tracy dan Mas Aryo ini. Mas Aryo ini IG-nya nggak banyak soal politik, lebih banyak ke hal-hal personal yang mungkin orang nggak terlalu tahu. Kayak misalnya hobinya bikin lego, potong rambut di barber favorit, main sama keponakan, sharing makanan favorit, sering ke kantor DPR naik motor, bisa main angklung, masak di dapur. Huwooo, aku kan jadi kagum.

Tentunya karena dia politisi, pasti adalah kegiatan politiknya dia, tapi sama sekali bukan yang provokatif atau sok. Apalagi pas jaman pilkada sekarang, sebagai kader penting di Gerindra ya dia ikutan kampanye lah. Tapi postingannya selalu adem dan memilih sisi unik dan lucu yang bisa diangkat ke IG. Bahkan dia nggak segan-segan foto bareng timses paslon lawannya dan bilang bisa nggak kita adem kayak gini, beda opini tapi tetap masih jadi teman makan dan minum. Laff banget lah!

Kalau diundang tampil di TV dan disandingkan dengan timses paslon lain, dia benar-benar menjaga perkataannya untuk nggak terseret emosi lawan dan apapun topiknya berusaha untuk nggak SARA dan menjatuhkan lawan. Dia berusaha diplomatis dan ini paling penting, senyumnya nggak pernah hilang, sis. Hati ini bagai diguyur air dingin, adem bener. XD Ini boleh nggak semua politisi kayak dia aja. Nggak mancing emosi, tetap senyum, jualan program, dan humble bener.

Nah, tadi malam saya mimpiin dia. Ceritanya dia lagi ngajak saya makan bakmi dan ngobrol-ngobrol soal kegiatan dia. Di mimpi aja dia baik banget, lho, nraktir saya. Ihihihihik! Apa sebab nih bisa mimpi Mas Aryo sambil makan bakmi?

Oalah, ternyata karena paginya saya baru lihat dia upload foto lagi duduk di meja makan dan di depannya ada 3 bakmi dari 3 restoran yang berbeda dan salah satunya dekat rumah saya. Kan saya jadi kepengen!

Ternyata saya pengen makan bakmi Agoan, toh! *tulisan panjang yang berujung ngidam bakmi doang*

PS: Nama IG-nya @aryodjojo. Selamat stalking. πŸ˜‰

 

 

 

 

Advertisements

Balada Pengamen, Eh Penyanyi

Cerita ini masih berasa dari Bakmi Siantar Rawamangun. Biasanya di sana ada orang yang suka nyanyi. Paling banyak 3 orang, deh. Ada yang nyanyi, main gitar, atau kadang-kadang main alat musik yang lain. Biasanya mereka nyanyi lagu Batak, tapi nggak tertutup lagu bahasa lainnya, karena sebagian besar pengunjung orang Batak. Di depan mereka biasanya udah ada kotak untuk menaruh uang. Jadi kalau orang mau pulang bisa langsung kasih sumbangan ke kotak itu. Atau kadang-kadang setelah beberapa lagu selesai, mereka akan muterin seluruh meja sambil menyodorkan kotak tersebut. Semacam pengamen tapi lebih keren performanya aj.

Karena ruangan Bakmi Siantar Rawamangun ini nggak besar dan ber-AC jadi seringnya pintunya ditutup. Kalau mereka nyanyi suaranya menggema ke mana-mana dan kalau orang mau ngobrol ya harus teriak-teriak. Hari itu di restoran yang penuh sesak tumben banget nggak ada yang nyanyi. Saya pun tersenyum lega sambil bilang ke suami, “Senangnya hari ini nggak ada yang nyanyi. Kalau ngobrol bisa santai, deh”. Saya pikir karena rame banget jadi mereka nggak ada.

Jangan senang dulu. Nggak berapa lama kemudian ketika lagi makan, terdengarlah suara sang penyanyi. Datang juga mereka! Cuma kali ini biasa-biasa aja dengarnya. Selain karena lagu yang dibawakan bagus, kita berdua fokusnya ke makanan saking laparnya dan harus buru-buru karena banyak yang lagi antri juga untuk makan.

Eh, tiba-tiba si suami yang udah selesai makan grasak-grusuk ngeluarin dompetnya. Dia pun mencari uang kecil dan recehan.

“Kamu ngapain?” tanya saya.

“Ini mau kasih buat pengamen itu”. suami masih sibuk cari-cari uang.

“Kamu mau kasih recehan? Dia kan bukan pengamen.”

“Hah, emang dia apa?”

“Semacam home band gitu lah.”

“Yah, aku cuma ada recehan Rp 2.000”

“Yah, jangan kasih segitu. Nanti kita disinisin. Minimal tuh kasihnya Rp 5.000. Bahkan kalau kita request lagu bisa sampe Rp 20.000, lho.”

“Hah? Kamu punya uang Rp 5.000 nggak?”

“Nggak ada, nih.”

Akhirnya dia bingung sendiri gimana kasih uang ke abang penyanyi. Saya udah mau ngikik aja.

“Daripada kasih Rp 2.000 mendingan nggak usah kasih aja lah. Toh kan bukan pemaksaan. Iya sih, tapi nggak enak.”

Haduh, suami rempong banget! Akhirnya saya suruh dia bayar makanan ke kasir depan dan nanti kembaliannya kasih aja buat yang nyanyi. Karena kasir ada di luar ruangan tempat makan yang harus melalui si penyanyi jadi dia jalannya nggak enak gitu karena disangka nggak mau kasih. Hahaha! Untungnya setelah bayar dia kembali masuk dan memberi uang Rp 10.000 ke si penyanyi. Hore, nggak jadi disinisin, deh!

Jadi sodara-sodara, kalau lagi makan ke tempat Bakmi Siantar atau Lapo coba siapin uang kecil untuk kasih ke penyanyi, ya. Nggak wajib harus kasih, sih. Tapi kalau orangnya nggak enakan kayak suami saya, ya mendingan disiapin. Hihihi. πŸ˜€ πŸ˜€

Keliling Jakarta

Hallo Hallooooo. Long time no see. πŸ˜€

Walaupun udah telat, mau ngucapin:

SELAMAT IDUL FITRI

Mohon maaf lahir dan batin, ya! πŸ˜€

Libur lebaran yang kurang lebih seminggu kemarin dihabiskan dengan di rumah aja. Beneran di rumah bermalas-malasan: bangun siang, nonton tv, tidur siang, makan enak. Bosen nggak sih di rumah aja padahal Jakarta lagi lenggang-lenggangnya? Surprisingly, nggak bosen, lho. Apalagi emang badan lagi lemas dan tepar banget jadi ya senang-senang aja ngabisin waktu di rumah. Oh ya, nggak jalan-jalan juga disebabkan oleh suami yang tepat pas mau lebaran sakit demam plus flu berat. Yo weislah, emang takdirnya di rumah aja.

Tapi bukan berarti nggak jalan-jalan sama sekali, ya. Ada kok satu hari diluangkan untuk jalan-jalan. Jadi di dekat rumah ada tol yang baru dibuka: Meruya – Pondok Indah. Bokap ngajakin jalan-jalan nyobain tol baru. Sekeluarga deh pergi bareng. Jadi ini dekat banget sama rumah, kurang lebih 5 menit deh. Biasanya kan kalau lewat jalan biasa, Meruya – Pondok Indah menghabiskan waktu 1 – 1,5 jam lebih karena banyak lampu merah dan macet banget. Makanya udah setahunan ini males banget kalau ada yang ngajak ke PIM karena ya males macetnya. Eh, tapi dengan tol ini, Meruya – Pondok ini HANYA 15 MENIT SAJA! Uwowwwww! *tepuk tangan* Ini mah jadi nggak anti lagi ke PIM. Asoooy!

Setelah nyampe di Pondok Indah, kita pun lapar. Karena lapar kita pun cari makan di…. Alam Sutera. Jauh amat ya! Nggak papa kan jalanan lagi lancar jaya, jadi kita naik tol ke Alam Sutera, makan di Radja Ketjil Flavor Bliss. Padahal Radja Ketjil di PIM juga ada kaleee. Hihihi. Setelah puas makan sampe kekenyangan, kita pun mau ke Mall Alam Sutera. Eh, ternyata di depan Flavor Bliss ada bis Alam Sutera gratis. Yuk ah naik itu aja. Bisnya bersih dan bagus didominasi warna merah hijau. Kece deh.

Di Mall Alam Sutera, bokap beli sepatu dan kita cuma ngiter-ngiterin mall yang gedenya minta ampun ini. Bahkan ada ice skating area segala. Yah, walaupun lebih besar ice skating-nya Taman Anggrek. Puas jadi anak mall, kita pun beranjak ke Senayan City. Uwoooow mau ngapain lagi? Bokap mau bersihin kacamata, sementara kita cuma muter-muter keluar masuk toko. Beneran cuma beli roti bread talk.

Kelar jadi anak mall, perut laper dong karena udah sore menjelang malam. Kita pun berniat makan bakmie Siantar paling enak di Jakarta, yaitu di Rawamangun. Ajegile jauhnya. Nggak papa juga, toh jalanan lancar. Yuk, capcus! Pas nyampe sana, antrian udah mengular sampe ke luar. Gila, ini kayak antrian sembako, lho. Tadinya sabar mau nunggu, tapi nyokap kayaknya udah males jadi nggak jadi makan, deh. Padahal si suami udah penasaran banget sama rasa bakmie Siantar ini yang tersohor.

Tebak, akhirnya kita makan di mana? Makan di Lapo daerah Senayan. UWYEAAAAH, bolak-balik banget. Hahaha. Itu pun tadinya di sana mau makan bakmie di sebuah restoran Chinese Food di sebelah Lapo tapi lagi-lagi penuh dan harus ngantri sampe satu jam. Ih ya keburu mati kelaparan, dong. Jadi ya udahlah ya, back to basic aja kita makan lapo. Hihihi.

Jadi begitulah isi liburan Lebaran kali ini. Beneran keliling Jakarta dari Barat – Selatan – Tangerang – Pusat – Timur – Pusat – Barat. Berkualitas banget, kan? Hahahaha.

Kalau kalian liburannya ngapain?

Akibat Piala Dunia

Selamat datang Piala Dunia 2014!

Nggak, saya nggak suka bola, kok. Musiman aja sukanya. Itu pun kayaknya musim ini nggak terlalu ngikutin. Seperti biasa saya akan dukung Italia, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Dulu sih alasannya karena ada Fabio Cannavaro. Sekarang doi udah pensiun dan saya kehilangan arah gini. Hahaha! Jadi ya tetap dukung Italia, tapi nggak tahu karena apa. Oh, mungkin karena itu negaranya Cannavaro. *cetek abis, mak!*

Oh ya, Cannavaro baru datang ke Indonesia awal bulan ini, lho. Yang lebih bikin dadaku sesak adalah………..kenapa Jupe yang disuruh nyambut mereka? WHYYYY? Dapet kan tuh cium pipi dan peluk-peluk Cannavaro. Hiks! *iri setengah modar* Tega kamu, Jupe! #drama

Anyway, selama musim bola ini tentu saja suami tercinta nonton, dong. Masalahnya adalah hak siar Piala Dunia di Indonesia dikuasai oleh klan Bakrie *cis!*: ANTV dan TV One. Udah deh, saya yang pake TV kabel First Media mah tinggal gigit jari aja karena tayangannya diblok. Belum lagi internet juga pake First Media jadi juga nggak bisa streaming. Tapi demi memuaskan hasrat suami nonton bola, saya pun ngetwit nonton di mana selain ANTV dan TV One. Ada yang menyarankan nonton di wiziwig(dot)tv. Jadi saya kasih tau suami dan bener aja bisa streaming. Hore! Tapi ya mana puas sih nonton di layar komputer doang.

Sebenarnya kita punya antena dalam untuk TV di kamar. Itu antena hampir nggak kepake karena saya jarang nonton TV di kamar. Nggak suka berisik, bok! Lagian walaupun udah pake antena di TV kamar tetap gambarnya semut berbaris. Nggak bisa liat apa-apa juga. Eh, apa karena kamar saya terletak di bagian ujung rumah jadi susah nangkap sinyal, ya?

Akhirnya saya bilang suami untuk pake antena kamar aja di TV ruang tamu. Siapa tau hasilnya lebih kece. Bener aja, gambarnya lebih jelas. Suami pun bahagia tak terkira karena bisa nonton di layar besar dan bisa sambil tidur-tiduran di sofa. Pesan istri cuma satu, habis Piala Dunia kelar tolong itu antena dibalikin ke kamar karena kalau di luar merusak pemandangan. Hahaha, teteeep fokusnya estetika.

Bagaimanakah nasib istri di Piala Dunia kali ini? Istri mendapatkan tempat tidurnya untuk seorang diri aja. Lega bener, bok! Akibat nonton bola, suami jadi lebih sering ketiduran di depan tv sampe pagi. Pisah ranjang gitu jadinya, bok. Hahaha. Nggak denger suara ngorok lagi. Eh, tapi lama-lama sepi juga, ya. Nggak ada yang pijetin sebelum tidur, plus nggak ada yang gangguin kalau tidur. Hihihi. Suamiiii, ayo balik lagi ke kamar habis nonton bola!

Maka dengan ini saya deklarasikan bahwa istri hanya berada di urutan kedua di bawah bola. HAHAHA. Selamat nonton bola semuanya!

Go Italy! πŸ˜€

Recap Korea Trip with Aom and Mike

Udah lama ya nggak cerita tentang AoMike lagi *lalu pembaca menguap bosan*. Hahaha! Tanggal 24-28 Mei 2014 kemarin Aom dan Mike serta produser mereka, a.k.a Boss, dan… JENG JENG JENG… beberapa fans yang super duper beruntung *terdengar nada iri* berangkat ke Korea dalam rangka Full House Trip. Di sana mereka akan mendatangi lokasi-lokasi syuting Full House dulu. Beruntung amat sih kalian!

Selama 4 hari di Korea, Mike kelihatan nggak bisa jauh-jauh dari Aom. Nempel banget kayak perangko sama amplop. Belum lagi ngelus rambut, meluk, merangkul, saling upload foto berdua di Instagram. He looked happier than ever. Kenapa bisa tau? Karena sebelum-belumnya akun instagramnya isinya jarang yang ceria dan bahkan ada yang lagi galau. Nah, selama perjalanan di Korea, Mike ini selalu kelihatan happy (boss dan fans upload candid foto mereka), ketawa, doing crazy and funny things. Sementara Aom yang lebih bisa mengendalikan perasaannya juga nggak nolak dipeluk dan dielus-elus rambutnya. Gini deh yang ngakunya TEMAN. Hahaha! Bahkan, orang tua Aom pun ikutan godain mereka berdua dan nyebut mereka udah saling jatuh cinta. Isssh!

Perjalanan hari pertama di pesawat dan ketika baru sampe bandara Korea

Perjalanan hari pertama di pesawat dan ketika baru sampe bandara Korea

Look how clingy Mike is

Look how clingy Mike is

Foto sama camer dulu dong, ya.

Foto sama camer dulu dong, ya.

Tadinya mereka pake kaos yang berbeda, lalu Mike masuk ke toko beli baju buat dirinya dan beliin Aom baju yang sama. Katanya itu baju couple. Ehm!

Tadinya mereka pake kaos yang berbeda, lalu Mike masuk ke toko beli baju buat dirinya dan beliin Aom baju yang sama. Katanya itu baju couple. Ehm!

Godain Aom yang ketiduran

Godain Aom yang ketiduran

Di saat Korea Trip, Golf (abang Mike) upload foto yang dikomentari Aom. Nggak lama kemudian Mike ikut komentar... ehm! (liat caption)

Di saat Korea Trip, Golf (abang Mike) upload foto yang dikomentari Aom. Nggak lama kemudian Mike ikut komentar… ehm! (liat caption)

Di Korea Trip juga karena ayah Aom suka kasih comment di instagram para fans Aomike dan bilang pengen ketemu, jadi deh Mike follow instagram papa Aom. Sweet ya.

Di Korea Trip juga karena ayah Aom suka kasih comment di instagram para fans Aomike dan bilang pengen ketemu, jadi deh Mike follow instagram papa Aom. Sweet ya.

Akrab ya sama mami mertua. Hahaha!

Akrab ya sama mami mertua. Hahaha!

Mike pengen nunjukin wajah jelek dan minta boss dan Aom upload foto yang sama. Kenyatannya Mike dikerjain karena boss dan Aom malah upload foto Mike yang jelek. Hihihi!

Mike pengen nunjukin wajah jelek dan minta boss dan Aom upload foto yang sama. Kenyatannya Mike dikerjain karena boss dan Aom malah upload foto Mike yang jelek. Hihihi!

 

Pulang dari Korea, langsung deh mood Mike kayak berubah banget. Foto instgramnya lebih ceria, captionnya selalu lucu dan playful (sebelumnya pas udah beberapa lama nggak ketemu Aom, IG-nya galau gitu. Hahaha). Dan yang lebih penting, tiada hari tanpa dia like foto Aom dan Aomike. SETIAP HARI.. sampai hari ini (udah 2 mingguan). Bahkan sehari setelah mereka balik dari Korea, Mike pernah like foto Aom sebanyak 50 kali hanya dalam beberapa jam. Bwahaha, kangen, bok?

Like 50 of Aom's pics in one night. He must miss her so much. Crazy boy! LOL!

Like 50 of Aom’s pics in one night. He must miss her so much. Crazy boy! LOL!

Bukan cuma like foto Aom, tapi juga selalu komen di instagram Aom. Belum lagi 2 hari setelah balik dari Korea, Mike tiba-tiba muncul di lokasi syuting “The Couple” yang dibintangi Golf dan Aom. Mike sih alasannya mau kasih paper yang harus ditanda tanganin Golf, tapi bahkan Golf, boss, dan manager Mike sendiri godain bilang nggak mungkinlah itu alasannya. Pasti karena Aom. YAEYALAH, jelas banget itu mah. Hahaha! Belum lagi pas foto mepet-mepet si Aom.

Mike waktu ngunjungin lokasi syuting The Couple dan digodain sama Golf. Hayooo ngaku mau ketemu siapa? Hahaha!

Mike waktu ngunjungin lokasi syuting The Couple dan digodain sama Golf. Hayooo ngaku mau ketemu siapa? Hahaha!

Beberapa hari kemudian, Mike upload foto di instagram. Awalnya sih ceritain soal matanya yang sensitif dan gampang alergi jadi nggak bisa pake contact lense padahal minusnya cukup besar. Makanya kadang-kadang kalau dia garuk matanya, matanya jadi bengkak dan ada lingkaran hitam di bawahnya. Orang suka ngira dia pake eyeliner, padahal karena alergi. Nah, udah jelasin panjang lebar soal mata. Eh, tiba-tiba dia ngomong: cuma satu yang nggak bisa masuk ke mata, yaitu cinta. Karena cinta itu buta. Hahaha!

Ajegile! Bisa juga nyambunginnya dese.

Kenapa ini penting? Karena Mike nggak pernah sekali ngomong cinta-cintaan di instagramnya. Tampaknya udah nggak bisa nyembunyiin rasa sukanya lagi ya.

Bahkan sampe dikomentari si boss, "Mau ngomong apa sih Mike? Mau ngomongin seseorang yang kamu cinta, ya. Ayolah, aku kan udah kenal kamu dari dulu." Gotcha!

Bahkan sampe dikomentari si boss, “Mau ngomong apa sih Mike? Mau ngomongin seseorang yang kamu cinta, ya. Ayolah, aku kan udah kenal kamu dari dulu.” Gotcha!

Yang bikin ketauan kalau yang dia bicarain adalah Aom karena dia tag nama Aom di gambarnya. Obvious, Mike. Obvious! Hahaha!

Beberapa hari kemudian, Mike pergi ke Phuket dalam rangka kegiatan amal dari sebuah majalah. Begitu sampe, Mike foto dengan fotografer majalah itu yang cewek. Akun resmi majalah itu pun mengupload foto itu dengan caption: “Kalau Mike pergi sendirian tanpa Aom beginilah jadinya. Dan ini baru permulannya aja”. Bahkan majalah dan orang-orang di dalamnya pun tau kalau mereka dekaaat sekali kayak pacaran (walaupun ngakunya nggak, tapi kayaknya nggak ada yang percaya, deh).

Bukan salah si majalah sih kalau mengira begitu karena pas di Phuket, Mike bilang ke staf majalah tersebut untuk bilang ke Aom kalau the husband (alias Mike — dia sering nyebut dirinya begitu karena perannya di FHT kan suami istri) hari ini sibuk melakukan charity. Noh, dia sendiri emang yang minta digodain. Hahaha!

Sorenya Mike upload foto di instagram dengan caption seperti di bawah ini:

So, you're thinking of Aom, right?

So, you’re thinking of Aom, right?

Seperti yang udah dibilang sebelumnya, Mike jarang kasih caption cinta-cintaan. Tapiii setelah balik dari Korea, isi instagramnya penuh dengan cinta-cintaa, deh. Hahaha. Nah, karena malam itu dia sendirian, kayaknya jadi galau karena nggak bisa ketemu Aom. Di akun Weibo-nya (semacam twitter buatan Cina), dia upload foto ini:

Plus dia like foto salah satu fans yang bilang "Do you still think of me". Berkorelasi banget ya, bok!

Plus dia like foto salah satu fans yang bilang “Do you still think of me”. Berkorelasi banget ya, bok!

Hari terakhir di Phuket, Mike upload foto dia lagi sembahyang di vihara. Captionnya sih biasa aja, berhubungan dengan doa-doa gitu, deh. Tapi yang patut dilihat adalah tag di fotonya. Yang di-tag adalah seluruh akun keluarga Mike, akun fans club Mike, dan…. JENG JENG… keluarga Aom. Iyes, sama papa mama Aom juga di-tag. Dalam kebudayaan Thai kalau udah berani kayak gitu berarti hubungannya udah dekat (ini sih kata orang Thai, ya).

Nah, tadi malam, Mike upload foto Korea mereka di instagram dan Weibo. Kayaknya dese emang nggak bisa move on dari Korea Trip itu, deh. Tiap hari bok upload foto Korea.

See the caption? Bilang Aom cantik. Mujinya sekarang terang-terangan.

See the caption? Bilang Aom cantik. Mujinya sekarang terang-terangan.

Captionnya sih Korea Trip with Full House Thai, tapi yang diupload foto dia sama Aom doang. Woy yang lain ke mana? Hihihi!

Captionnya sih Korea Trip with Full House Thai, tapi yang diupload foto dia sama Aom doang. Woy yang lain ke mana? Hihihi!

Selain foto-foto di atas, masih ada upload foto sweet, cute, mesra mereka secara candid oleh si boss (alias produser FHT), manajer Mike, dan fans-fans yang ikut ke sana. Tiap hari pula Mike digodain sama mereka. Tampaknya Mike sih senang-senang aja karena foto yang begituan di-like mulu sama dia. Hahaha!

Dari tadi ngomongin Mike mulu, ya? Aom gimana? Aom biasanya lebih tertutup dan bisa jaga perasaannya di depan umum. Tapi yang patut dicatat adalah selama di Korea, Aom nggak pernah nolak kalau dipeluk, dielus rambutnya, atau dirangkul. Nggak sama sekali. Sejak balik dari Korea pula, Aom rajin like foto Mike dan Aomike. Malah, udah mulai sering komen foto Mike. Jadi kemajuan banget karena dulu dia nggak pernah begitu.

Menurut wawancara suatu majalah yang wawancarai Aom, Aom menuturkan sekarang dia membuka hatinya 80% untuk kencan dengan Mike. Dia bilang care dan perhatian dengan Mike, lebih dari sebelumnya. Selain itu, dia juga bilang Mike tipe yang nggak bisa nyembunyiin perasaannya sama sekali. Bahkan orang yang nggak dekat pun bisa nebak apa yang lagi dirasakan Mike. Nah, jelas kan kenapa kita bisa nebak Mike suka sama Aom. Dia nggak bisa nyembunyiin perasaannya. Hihihihi.

So, this Mike and Aom’s interaction and lovey dovey actions make me happy these days. Kenapa sih sampe segitunya? Karena akhirnya jiwa helplessly romantic saya terpenuhi sama tingkah mereka. Rasanya mereka kayak contoh nyata hal-hal romantis manis yang ada di drama. Makanya senang banget sama mereka kalau lagi naksir-naksiran gini. Hahaha! Go for it Mike and Aom! *delusi*

Sekian dan terima dibeliin DVD Full House Thai yang baru karena yang lama rusak akibat ditontonin berjuta-juta kali.

PS: I do not own the pics. The colorful pics were taken from @aomike.world. Some source are written on the pics.

 

Posesif

Kemarin ke rumah nyokap bawa Mika biar dia bisa main-main sama Bebe (yang tampaknya lagi sedih karena tuan kesayangannya alias bokap pulang kampung — dia langsung mogok makan, bok). Seperti biasa dua anjing ini langsung sibuk main-main begitu dilepas.

Waktu saya masuk ke dalam rumah, si suami masih aja di luar bareng Mika dan Bebe. Akhirnya saya keluar nyamperin.

Me: Lho, kamu kok nggak masuk?
Suami: Takut Mika dihamilin Bebe.

*GUBRAK*

Sama anjing aja posesif, apalagi sama anak entar. πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Our New Family Member

Disclaimer: Tulisan ini sebenarnya udah mengendap di draft sejak beberapa minggu lalu karena mau di-post pas ulang tahun saya aja. πŸ™‚

***

Saya mungkin bukan orang yang gampang dekat sama hewan. Waktu kecil sih kepengen pelihara hewan biar ada mainan aja di rumah. Sempat punya kucing (karena dia nyasar di rumah saya) tapi dia nggak bisa diajak main dan kabur mulu; punya anjing tapi dibuang nyokap karena berantakin tamannya dia; punya kelinci yang cuma saya ajak main-main pas dia masih kecil dan imut tapi pas udah gede dan kayak raksasa lebih banyak si mbak di rumah yang ngurusin. Hihihi. Bukan saya nggak cinta binatang, cumaaaa…. akyu malas ribet kasih makan teraturnya dan dijilat-jilat pula entar tangannya. Bwahahaha ketularan si emak kalau soal freak kebersihan.

Nah, kira-kira 2 tahun lalu sejak rumah saya kemalingan, keluarga pun berpikir untuk punya anjing untuk jagain rumah. Tumben bener soalnya si emak kan paling anti sama hewan karena takut rumahnya jorok dan berantakan. Sekalian males ribet, sih. Pencarian anjing ini nggak gampang karena sebagai bukan pecinta hewan, si emak ya males beli karena mahal. Hihihi. Akhirnya suatu hari kita dikasih anak anjing umur 3 bulan campuran jenis tackle dan anjing kampung. Warnanya hitam coklat dan bentuknya kontet. Lucuk! Itulah awal mulanya Bebe jadi bagian keluarga kami.

Sejak punya Bebe, saya jadi terbiasa untuk berdekatan dengan anjing dan nggak takut-takut lagi walau si Bebe ini cenderung mainnya agresif dan nggak berhenti-henti. Kalau dia dideketin, dia bakal telentang minta dielus-elus perutnya. Lucu banget! Kalau udah kenal, Bebe bakal suka main-main, tapi kalau nggak kenal atau orang sekedar lewat depan rumah, dia bakal gonggong keras banget. Dia cukup alert dengan orang-orang asing makanya cocok banget jadi anjing penjaga.

Walaupun Bebe ada di rumah tapi teteeeep ya, yang kasih makan dan bawa jalan-jalan tiap pagi dan sore ya bokap. Bokap sampe dibilang punya anak bungsu karena yang paling banyak ngurusin. Hihihi. Saya mah kebagian main-mainnya aja walaupun suka males juga.

Pas nikah dan tinggal berduaan aja, mulai deh ngerasa ih sepi banget rumahnya. Pulang kantor, santai-santai bentar dan ngobrol habis itu tidur. Kurang berwarna kayaknya ya. Akhirnya kepikiran pelihara anjing aja, sekalian buat jagain rumah karena kan rumah sering kosong. Dari sekian banyak jenis anjing, saya udah jatuh cinta sama Golden Retriever karena dulu pas rumah kemalingan, polisi bawa anjing golden untuk melacak. Badannya besar, bulunya keemasan, dan kelihatan maniiiiiis banget. Aku sukaaaa! Belum lagi ada rumah di dekat kantor yang punya anjing peliharaan golden. OH EM JIII, saking cintanya saya suka mampir bentar untuk ngelus-ngelus doi.

Udah berbulan-bulan lalu selalu cekokin suami dengan gambar-gambar golden, yang mana dia juga suka. Golden ini tipe anjing penyayang, bisa diajak main, setia, dan pintar. Isssh, cocoklah, ya. Tapi selalu belum berani beli karena takut rempong ngurusin makanannya. Maklum eikeh kan anaknya maunya terima jadi aja. Hahaha.

Sampai akhirnya awal Juli ini, di tengah kepengenan yang menggebu-gebu punya golden, kita pun iseng ke petshop. Ada beberapa anak anjing golden di sana. Penjualnya membolehkan saya untuk menggendong si puppy daaaan…. seketika itu juga langsung jatuh cinta. Dia manis, nggak banyak menggonggong, dan langsung nempel-nempel. Tatapan matanya minta dibawa pulang banget! Maka saya langsung propose ke suami untuk beliin. Untungnya dikabulin……sebagai kado ulang tahun saya. YEAAAAY!

Jadi… perkenalkan anggota baru keluarga kami: Mika. She’s 2 months old girl. :’)

Halo, my name is Mika. Nice to meet you. :)

Halo, my name is Mika. Nice to meet you. πŸ™‚

Hari ini sekitar 2 minggu Mika ada di rumah dan hidup saya jungkir balik. Berubah banget. It’s like having a baby.

  • Biasanya saya bangun tidur jam 6 pagi, ngulet-ngulet males di tempat tidur sambil berusaha mengumpulkan nyawa. Jadi yah bisa aja bangun hampir jam 6.30. Sekarang, jam 5 pagi saya udah bangun karena harus kasih makan Mika dan bawa dia jalan-jalan keliling komplek. Yang mana kalau sekedar jalan, dia malah suka duduk atau nggak mau jalan. Jadi seringkali saya harus lari supaya dia ikutan lari. Masya ampun, olahraga bener!
  • Toilet training itu susyehnya minta ampun. Sampai sekarang masih belum berhasil. Kurang konsisten juga kayaknya saya soalnya kan kalau kita ke kantor dia ditaro di kandang, baru bisa diajarinnya cuma pagi dan malam. Tapi untungnya semakin membaik. Sekarang dia kalau mau pup biasanya ke taman atau di luar.
  • Berkaitan dengan pup dan pipisnya, saya dan suami juga ekstra bersih-bersih. Hampir tiap hari bersihin kandang dan lantai teras biar dia nggak cium bau pipisnya sendiri dan merasa itu daerah teritori dia untuk buang air.
  • Sebelum berangkat kerja, saya harus siapin makannya lagi di kandang biar dia nggak kelaperan pas ditinggal. Belum lagi air putihnya dia harus air matang. Matek nggak! Soalnya karena masih kecil banget kalau minum air mentah takut diare. Ini kata petshop dan dokter hewannya. Jadi PR saya adalah tiap hari masak air matang *kalau pake air mineral kan tekor juga, ya. Hahaha*
  • Pulang kantor, udah capek, teteeep harus bawa dia jalan-jalan supaya dia kenal lingkungannya dan olahraga. Habis itu, bersihin kandang (lagi), siapin makan, dan main-main biar dia capek dan tidur cepat.
  • Tiga hari pertama, Mika selalu nangis tiap kita masukin kandang kalau malam dan kalau kita pergi. Itu rasanya nggak tega banget tapi harus dipaksain biar dia disiplin. Hiks, berat ye!

Itu soal kebiasan yang berubah banget. Jadi berasa punya anak dan semuanya harus diurusin dan diajak main pula. Tipe anjing golden kan yang suka main-main, ya. Soalnya pernah pas pulang, dia nggak diajak main sama suami, eh dia ngambek lho bok! Dia langsung diem aja nggak mau datang kalau dipanggil. Hahaha. Rempong gila!

Belum lagi minggu pertama Mika di rumah, dia sakit. Pertama, perutnya ada bintik-bintik merah. Waktu itu sadarnya pas malam dan hujan. Saya langsung panik setengah mati dan ngeburu-buru suami untuk cari dokter hewan. Hasilnya adalah dia kena pipisnya sendiri yang masih kotor karena dia masih belum tau mana tempat bersih dan kotor. Oke deh, jadi tiap malam PR saya nambah: ngasihin salep ke perut dan obat minum ke doi.

Eh, besokannya dia malah mencret. Awalnya diperkirakan karena obat minumnya yang mana bikin saya langsung telepon dokter hewan untuk mastiin. Disuruh berhentiin obat minumnya. Belakangan baru ketauan, kalau itu karena dia makan hal nggak jelas di taman saya (seperti tanah, daun-daunan, dan entah apa lagi. Jorok!). Hal ini karena nggak tega liat dia di kandang padahal dokter udah bilang masukin kandang aja kalau kita nggak ada biar dia nggak nyentuh hal yang berbahaya karena masih kecil.

Beberapa hari kemudian, di hari Minggu pagi, saya keluar rumah dan mendapati…. Mika diare dan muntah. Dia mogok makan dan lemas banget sampai nggak bisa bangun. Kalau dilihat-lihat hasil muntahnya, kayaknya karena nggak sengaja gelang mutiara saya jatuh dan dia makan mutiaranya. Oh noooo!

Langsung saya panik akut mau nangis, dan merongrong suami untuk anterin ke rumah sakit hewan yang untungnya nggak jauh dari rumah. Dokter sempat mensinyalir kalau dia kena virus, tapi setelah dites virus ternyata negatif. LEGAAAAA! Jadi diperkirakan dia diare karena gelang dan makan-makanan nggak jelas di taman. Tapi tetap aja dia harus diinfus dan disuntik vitamin. Pas disuntik vitamin Mika nangis dan saya pun ikutan nangis. Heboh gilak nggak, sih? Habis itu Mika langsung tidur selama perjalanan pulang. Tapi pas sampai rumah, dia mulai semangat lagi. Ekornya mulai goyang-goyang. Yeay! Tapi sesuai saran dokter, masukin ke kandang aja biar dia istirahat dan nggak ngemilin benda-benda kotor lagi.

Saking lemesnya sampai pas diperiksa pun cuma bisa tiduran :'(

Saking lemesnya sampai pas diperiksa pun cuma bisa tiduran πŸ˜₯

Minggu kedua, keadaan Mika mulai membaik. Dia mulai banyak belajar dan mulai tau tuannya siapa. Dia mulai nggak terlalu sering ngotorin rumah dengan pupnya (langsung kabur ke taman doi), makin aktif dia, sekarang udah nggak takut jalan-jalan keliling komplek lagi. Udah gitu, dia makin kepo. Apa pun benda yang kita pegang, dia pengen tau. Padahal kalo kita kasih, dia mainin bentar doang trus dilepas. Selain itu, dia ngikutin ke mana pun kita pergi. Oh ya, dia suka gigitin banyak hal makanya sepatu langsung diselamatkan dari jangkauan dia. Kalau malam ditaruh di kandang udah nggak nangis lagi (good dog!).

Our life is so much different now, but we’re so much happier. Be healthy, happy, and nice, Mika. πŸ˜€ πŸ˜€

Ups! Ketauan gigitin besi.

Ups! Ketauan gigitin besi.

Selalu Ada Yang Pertama Untuk……Tampil di Infotainment

Masih inget saya cerita di siniΒ tentang kepengenan dari dulu untuk tampil di TV dan komentarin artis (I knoooow, I’m shallow!). Ini mengumbar aib sih ya tapi ya sudahlah. Hihihihi.

Sebelumnya saya tampil di TV kan serius yang topiknya tentang gangguan makan dan di acara Wide Shot yang serius pulak. Bukan infotainment. Jadi cita-cita masuk TV sih udah kesampaian, tapi cita-cita komentarin artisnya belum. Cita-cita kok ya cetek banget sih, Mak. Eh, tapi untuk mencapai cita-cita ini harus kuliah sampe S2 dulu. Berat yeee!

Nah, kemarin malam tiba-tiba ada SMS dari seorang wartawan TV yang termasuk dalam grup MNC (aaah, tapi malu kasih tau apa *bersemu*) yang meminta saya untuk jadi narasumber. Kebetulan dia dapat nomor saya karena di-refer teman kantor. Ih, nerima sms kayak gitu deg-degan, lho. Lebih deg-degan daripada nunggu ditembak gebetan. >.< Jadi saya tanya dulu dong, untuk topik apa, nih. Kemudian dia langsung menelepon saya dan memberitahu untuk topik yang berhubungan dengan artis dan ditanyangin di acara infotainment.

BOK, INI MAH DIDENGAR SEMESTA BANGET KAN! *menerawang*

Habis nerima telepon itu, saya langsung grogi setengah modar. Gila, ini kok ya kayak besok bakal ketemu presiden ya besoknya. Saya langsung sibuk nelepon teman saya yang psikolog juga untuk ngebahas jawaban apa yang harus saya tampilkan supaya kelihatan intelek di depan tv. ISH, serius amat, deh, Mak! Habis lama teleponan, saya langsung tidur supaya muka fresh besoknya.

Besoknya saya dandan lebih cakepan dikit untuk ke kantor, tapi sayangnya potongan rambut aneh ini nggak mau bersahabat! Benar-benar megar kayak singa. AAAAK, tidaaaak! Debutku untuk tampil di TV nasional ngomongin artis jadi nggak oke dong (Bok, penting beut!). Akhirnya pas sampai kantor, saya rapihin rambut dan cepol aja rambutnya. Yah, biar kelihatan kayak ibu pejabat yang elegan. #tsaaah #padahaljauuuh.

Dari pagi udah baca banyak artikel yang berhubungan dengan topik. Tampang boleh kece, tapi kalau bahasan nggak intelek kan ya jadi minus, ya. Jadi buka-buka lagi deh artikel dan buku tentang topik itu. Hati sih udah nggak usah ditanya lagi, mau lepas rasanya jantung ini. Maklum ya, pengalaman pertama. Yang paling penting, saya nggak tau pertanyaan-pertanyaan apa aja yang baka dikasih jadi berasa kayak mau ujian lisan di hadapan seluruh orang Indonesia. #drama

Begitu wartawannya datang, jantung udah turun sampai ke dasar kaki. Grogi berat, mak! Tapi harus keliatan pede dong, ya. Jadi muka disetel seluwes mungkin. Setelah basa-basi dikit, kamera dinyalain. Silaaau banget dan saya harus menatap kamera itu. Kayak harus lihatin blitz tapi dalam waktu yang lama. Mata jadi berkunang-kunang, deh. Tapi harus tetap senyum, dong. Saya nggak yakin sih hasilnya saya senyum atau malah mukanya kelihatan kencang banget. Udah mau pingsan itu rasanya!

Mengenai jawaban-jawaban saya…..udahlah ya itu kata-kata yang dilatih buyar semua! Berantakan abis! Padahal niat sih mau mengeluarkan istilah-istilah psikologis supaya kelihatan kece kan. Apalah daya, kegugupan bikin kacaaao, jenderal! Untung wawancaranya cuma 10 menit. Coba kalau lebih, saya bisa semaput di depan kamera dan dijadikan bahan berita nasional. #krik

Acaranya akan ditayangkan hari ini: Rabu, 3 Juli 2013 di sore hari. Di mana dan jam berapa…. RAHASIA, dong. Akyu malu, kakaaak! πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ Nanti kalau udah lancar dan nggak berantakan lagi (kalau si wartawan nggak kapok jadiin saya narasumber, sih) baru saya kasih tau, deh. Hihihi!

Kesimpulannya:

  1. Cita-cita cetek pun akan dikabulkan oleh semesta. Jadi bercita-citalah setinggi langit.
  2. Ngomentarin artis pas sehari-hari sih gampang beneeer, tapi begitu harus ngomentarin pake teori psikologi ya mikir juga kali. Susyeeeh!

*brb nyemplungin diri ke kali* πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

 

Kecanduan Billy

Dari dulu saya suka banget sama acara-acara reality show kompetisi nyanyi, seperti AFI (oh yes, aib banget dulu sampe mewek pas ada yang pulang geret-geret koper *tutup muka*), Indonesian Idol (sampe sms berkali-kali dukung si Joy Tobing, eh doi malah keluar dari Idol ujung-ujungnya. Hih!), Mamamia, dll. Dulu kalo udah ada acara itu, saya sih udah dipastikan duduk manis di depan tv. Anteng! Pacar aja bisa dianggurin. Bahkan waktu itu saya suruh pacar saya untuk fitness di hari di mana ada acara itu supaya dia nggak dianggurin dan saya bisa nonton dengan tenang. Hihihi.

Nah, sekarang kan booming lagi acara kompetisi nyanyi, seperti X-Factor Indonesia dan The Voice Indonesia. Tentu saja saya mana mungkin lah ya ngelewatin. Masalahnya provider tv saya adalah First Media yang mana musuhan sama MNC grup. Mana ada RCTI yang nayangin X-Factor di tv. Tapi teteep dong saya nggak kehabisan akal, kadang-kadang saya streaming lewat internet (tapi biasanya nggak bertahan lama karena keburu ngantuk sama iklannya). Di X-Factor ini saya suka banget sama Shena yang suaranya dasyat (tapi gara-gara voting jadi harus keluar), tapi saya nggak suka juri-juri X-Factor yang menurut saya berlebihan, durasi ngomongnya lama, dan cela-celaan mulu. Duileh, dikira nonton drama juri kali, ye. Sebagai anak yang susah bangun kalo udah tidur kemalaman, kalo jurinya kebanyakan ngomong acaranya jadi lama kan ya selesainya. Dih, males! Akhirnya saya lebih baik nonton di Youtube aja keesokan harinya: nggak pake iklan, nggak dengerin juri kebanyakan cela-celaan. Nah, karena nontonnya di Youtube, ya nggak berasa kelekatannya dengan acara itu kan, ya. Jadinya waktu favorit saya keluar, Shena, saya jadi makin males. Mana sebenarnya yang saya tahu di X-Factor ini cuma Shena dan Fathin, doang. Yang lainnya buta. Hihi.

Kalau acara The Voice Indonesia ini ditayangin minggu malam. Pas banget waktunya karena kalau hari Minggu biasanya saya nggak pulang malam-malam banget soalnya nyetok energi buat seminggu ke depan, jadi tepat banget kalau dihabiskan dengan nonton tv. Yang pertama kali bikin jatuh cinta sama The Voice Indonesia ini, salah satu jurinya adalah Glenn Fredly. WOHOOOO! Sebagai fans Glenn Fredly garis keras cuma ada dia nongol di acara itu aja udah bikin acara itu jauh lebih menarik. Udahlah ya bok, ini mah subjektif banget. Hihihi. Selain itu acara ini, jurinya nggak terlalu lama durasi ngomongnya. Jadi biasanya jam 10 malam udah selesai pas blind audition atau pas live show paling jam 11 malam udah selesai. Aman banget deh buat saya yang harus tidur sebelum jam 12 malam.

Pertama kali jatuh cinta sama jurinya (ehm!), tapi lama-lama akhirnya kepincut sama salah satu pesertanya, yaitu Billy Simpson. Di blind audition, dia nyanyi lagu One Love-nya U2 dan kereeen banget! Saking bagusnya, keempat juri akhirnya berbalik dan berebutan pengen jadi coach dia.

Ini dia pas blind audition:

Kalau udah suka sama sesuatu biasanya saya langsung search dong di Youtube. Eh, ternyata banyak banget video buatan doi lagi cover lagu-lagu lain dan bahkan ada yang dia ciptain sendiri. Suaranya ciamiiiik banget.

Kali kedua dia muncul di sesi battle. OALAH MAK, suaranya bikin pengen bobo sambil dinyanyiin doi, deh.

Ini waktu dia nyanyi di live show, nyanyiin lagunya Cherrybelle yang Beautiful. Akhirnya saya bisa dengerin lagu itu tanpa kuping berasa panas saking annoyingnya.

Apakah saya dukung lewat kirim sms? Oh tentu tidak! Biasalah ya penonton merki yang suka kalo idolanya nyanyi tapi nggak mau sms. HUAHAHA! Maklumlah, dulu suka sms-in si Kia AFI tapi habis itu dia nggak menang, saya malah tekor pulsa. Hihihi.

Suatu hari, teman saya ngetwit kalo dia ketemu Billy di gereja. What what what? Jadi dia pergi ke gereja yang sama seperti yang saya sering datangi. Yang mana terjadi dia worship leader di situ. MAMAAAH, inikah namanya jodoh? *dibekep suami*. Pas kita lagi bales-balesan ngetwit gitu, masa si Billy tiba-tiba nyamber twit kita. AAAAAH, hatiku langsung berbunga-bunga. Langsung saya stalking twitternya yang mana dia rajin lho bales-balesin twit penggemarnya. Ih, manis sekali, sih. Maka dari itu saya pun mengirimkan 1 sms untuk Billy. Iya sih masih tetap merki. HAHAHAHA.

Pernah suatu kali udah sengaja pulang ke rumah cepat-cepat karena pengen nonton The Voice Indonesia. Begitu sampe rumah ternyata mati lampu di komplek saya. Langsung saya uring-uringan karena nggak bisa nonton. Huhuhu. Akhirnya kita kabur ke rumah mertua demi supaya saya nonton The Voice. Hihihihi.

Si suami sih kayaknya udah eneg deh tiap hari tiap malam saya puter Youtube-nya si Billy mulu. Udah gitu dia disuruh dengerin pula. Tapi apalah daya ya karena sayang istri, kuping pengang karena bosen pun dijabanin, deh. *puk-puk suami*

Jadi sekarang kalau mau cari saya di minggu malam kamu tau kan ya saya pasti di suatu tempat nonton The Voice. Kamu pernah kecanduan gini juga nggak?

 

 

Kisah Mas Dosen Cakep

Kemarin saya pergi ke Kampus Depok dengan Mbak Psikolog untuk mencari bahan penelitan di perpustakaan. Karena Mbak Psikolog ini lumayan kenal dengan dosen-dosen di sana dan salah satu teman dekatnya adalah dosen di sana maka kita pun berkunjung ke ruang dosen. Surprisingly, ternyata saya masih diingat oleh para dosen. Mereka sangat ramah dan udah nganggep kita rekan sejawat. CIYEEH, bangga bener kan rasanya!

Setelah selesai ngobrol, Mbak Psikolog berkunjung ke dosen lainnya di ruangan yang berbeda. Saya dengan Mas Dosen, teman Mbak Psikolog, ini pun menunggu di luar. Mas Dosen ini dulu pas saya masih kuliah pernah jadi dosen pembimbing saya, lho. Eh, sekarang malah menggosip bersama. Lucu, ya.

Kami pun ngobrol-ngobrol mengenai tujuan saya datang ke sana. Ternyata Mas Dosen ini punya bahan penelitian yang saya inginkan. Dia pun mengajak saya kembali masuk ke ruangannya untuk mengambil bahan tersebut. Nggak berapa lama kemudian, masuklah Mas Dosen Cakep. DEG! Saya pun langsung terkesiap.

Ada apa dengan Mas Dosen Cakep?

Mas Dosen Cakep ini adalah salah satu kecengan saya pas masih kuliah dulu *gambar hati berterbangan di udara*. Secara fakultas ini sebagian besar berisi para perempuan, maka tampak gersanglah kehidupan di sini. Penyemangat belajar pun minim. Maka ketika ada dosen cowok putih, muda, kinclong, badan tinggi tegap, dan kelihatan smart maka bergejolaklah jiwa ini. Tampak seperti menemukan oase di padang gurun.

Setiap dia ngajar maka saya pun berpakaian bagus dan feminin *penting banget kayaknya* serta duduk paling depan dan fokus memperhatikan dia (bukan memperhatikan pelajarannya, lho. Hihihi). Udah segitu aja? Nggak, dong. Kebetulan beberapa teman juga menganggap dia cakep dan suka ngomongin dia. Maka dari itu mulailah kami menggali info sebanyak mungkin tentang dia. Saya sampai tau rumahnya di mana, gerejanya di mana, naik apa ke sini, saudaranya ada berapa, kegiatan di waktu luangnya apa. Bukan cuma itu aja, saya bahkan add akun dia di Facebook. Nggilani lagi, dia pun approve request saya. Huihihi, makin menjadi-jadi dong stalking-nya. Saya lihat album-album fotonya dan bagaimana interaksinya dengan teman-temannya. Stalker much, ya. Hihihi.

Begitu lulus, saya pun masih tetap mendapat info dari berbagai penjuru mengenai dia. Mengenai bahwa dia sekarang udah punya pacar (dulu jomblo, bok) dan bahkan sampai akhirnya menikah. Pertanyaan pentingnya adalah siapa sih ceweknya? Cakep, nggak? Lah, penting amat, ya. Emang saingannya situ? Hihihi.

Kembali ke ruangan dosen kemarin. Begitu Mas Dosen Cakep memasuki ruangan, tiba-tiba Mas Dosen yang tadi membantu saya mencarikan bahan penelitian bilang ke dia, “Eh, ada yang minta disapa, nih,” sambil melirik ke saya.

Seketika ruangan itu runtuh, terdengar petir bergemuruh, dan menyambar saya.

….. OKE, itu di pikiran saya aja, sih.

Mas Dosen Cakep hanya bengong kebingungan, sementara saya malu dan salah tingkah. Saya cuma bisa bilang, “Ih, apaan sih, Mas,” sambil ngeloyor keluar ruangan.

WAIT! Kok, Mas Dosen tau saya pernah naksir Mas Dosen Cakep? APA SELURUH DUNIA JUGA TAHU? *petir menggelegar* Mamaaaak, tenggelamkan aku saja di lautan dan dimakan hiu sampai lumat. Duileh, aib banget ini! Walaupun dalam kenyataannya tetap sok jaim dan cuek. Padahal sih pengen langsung mengubur diri sendiri aja.

Setelah itu saya lagi di koridor sendirian menunggu Mbak Psikolog. Tiba-tiba Mas Dosen Cakep juga lewat koridor itu. Duh, gawat, deh. Pura-pura lihat HP dan sibuk main. Tapi apalah daya, tetap aja saya dan dia berpapasan. Dia pun akhirnya menyapa saya, “Eh, nama kamu siapa? Angkatan berapa?”

Confirmed: dia nggak kenal, nggak ingat, dan nggak tahu saya. Mas, apa nggak ingat masa-masa saya duduk paling depan dengan pakaian paling bagus sambil memelintir rambut genit (that’s what I did exactly –> terdengar seruan GENIIIIT!). Apa gunanya kita berteman di Facebook, Mas? Tak ada artinya kah saya suka mencuri-curi pandang pada dirimu? …. Oke, hentikan sampai di sini. Saya mulai terlihat bak gadis centil yang desperate.

Maka dari itu saya sampai pada kesimpulan: kalau mau menarik perhatian dosen ya mbok jangan lewat penampilan fisik, tapi lewat pertanyaan-pertanyaan dan bahan diskusi jenius sehingga membuatmu terlihat smart dan bakal dilirik. GITU LOH, MI!

Maka dengan tidak dikenalnya saya, dengan resmi berakhirlah kisah kekaguman ini. Biarkanlah kami menjalani hidup masing-masing. *melambaikan sapu tangan berisikan ingus*.

BUBAR PESTANYAAAA! πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€