Naik Kuda di Branchsto

HAPPY NEW YEAR 2017!

Telat banget, woy! Ini udah mau akhir bulan Januari 2017. Duh, begitu masuk tahun baru, kerjaan langsung bak bik buk banyak banget. Nggak sempat colong waktu buat blogging, sampai rumah pastinya tepar walau diusahakan mengejar drama Korea yang lagi diikutin (Mas Gong Yoo, aku padamu banget loh!), dan weekend….sibuk. Namanya orang Batak ya, tahun baru itu jadi ajang silaturahmi ke seluruh keluarga besar dari kenal dan nggak kenal tapi disinyalir masih saudara. Jadi kegiatan setiap weekend ya membelah diri untuk acara keluarga. Ke mall pun aku belum sempat. Tidaaaak!

Tapi akhirnya kemarin nemu satu hari kosong. Hore! Walaupun badan remuk redam karena Sabtunya ada workshop di kantor sampai sore, lalu lanjut ke rumah saudara di Bekasi (yang namanya acara Batak manalah bisa sebentar, plus sambil kejar-kejar bocah yang heboh banget ketemu sepupu-sepupunya *pengsan*). Pulang langsung tepar. Pagi bangun sebentar untuk kasih instruksi ke Mbak di rumah buat masak apa, trus maunya lanjut tidur, tapi malah tergoda lanjutin nonton Goblin sambil tiduran. Baru benar-benar bangun siangan (jam 07.30 saja. Bocah nggak bisa tidur lebih siang dari itu. Zzz!).

Niat hati pengen istirahat di rumah, tapi kasian bocah yang aktivitasnya kok di rumah aja. Yo weislah, saya pun googling aktivitas bukan mall buat anak-anak, tapi jangan jauh-jauh. Akhirnya menuju Playparq Bintaro lah kita.

Begitu sampai, tempatnya sepiiii banget. Cuma ada 2 anak yang lagi main. Berasanya jadi garing banget. Krik krik krik. Si bocah pun nggak terlalu tertarik main air mancur. Jadi kami pun mengubah tujuan. Tetap masih seputaran Bintaro.

Branchsto.

Branchsto ini sebenarnya restoran, tapi ada ranch kecil di mana anak-anak bisa menaiki kuda poni dan kuda besar, main kereta-keretaan, dan memanah.

Pada waktu kami datang, parkiran penuh banget sehingga parkir agak jauh dan harus jalan kaki. Begitu masuk, langsung ada loket tiket jadi harus langsung menentukan mau main apa. Kaleb sih tujuannya langsung naik kuda poni @Rp 25.000 untuk sekali naik. Nanti di dalam bisa beli seember wortel untuk kasih makan kuda poni seharaga Rp 10.000.

Kami masuk jam 11.30, langsung antri untuk naik kuda poni. Perlu diingat, arena permainan ini ada jam istirahatnya, yaitu jam 12.15-13.00. Kuda poninya asal New Zealand, terawat banget, nggak kurus, sekal dan gempal badannya. Bikin gemas banget, deh. Kaleb senang banget naik kuda dan berani tanpa dipegang.

Setelah naik kuda poni, kami membeli wortel untuk kasih makan kuda poni. Ada sekitar 5 kandang kuda poni yang semua kandangnya bersih, kudanya sehat, dan nggak kurus. Baik-baik banget kudanya.

Selesai kasih makan, kebetulan tepat arena permainan mau istirahat, jadi kami pun makan di restorannya. Sayangnya, walau pasti banyak yang datang anak-anak, mereka cuma punya baby chair 2! Harus ganti-gantian banget, nih. Sementara tempat duduknya sendiri kan dibikin ala ranch, jadi nggak ada senderannya. Untuk anak kayak Kaleb yang nggak bisa diam mah kelar banget kalau nggak ada baby chair. Akhirnya dia didudukin dulu di stroller, lalu nunggu baby chair kosong (ini juga harus inisiatif kita nyari, karena walau udah bilang petugasnya, mereka lupa. Suasana hari itu hectic banget).

Menu makanannya sih nggak terlalu mahal, range-nya Rp 30.000-50.0000, ada kids meal juga, tapi porsinya nggak besar, dan rasanya datar. Kaleb pesan kids meal french fries dan nugget. Nuggetnya keras banget kayak batu. Huhu, kasihan sih anak kecil kalau makan. Jadi ya, makanan di restonya kurang recommended. Kami makan di situ karena masih punya jatah satu tiket lagi, dan udah keburu kepotong jam istirahat. Saran saya, datang jauh sebelum jam istirahat, atau setelah jam istirahat. Trus makan di luar aja lah. Hihihi.

Habis makan, lanjut mau main kereta karena tiketnya sebenarnya main kereta gantung. Tapi karena keretanya kecil dan harus dikayuh di ketinggian, bapake nggak muat. Sementara mamak takut ketinggian. Hahaha. Untungnya tiketnya bisa dipake untuk naik kuda poni lagi. Kaleb mah malah suka banget!

Kelar naik kuda poni, kami ke kandang belakang untuk lihat kuda besarnya. Kudanya jauh lebih besar dari kuda lokal dan terawat semua. Senang banget lihat dijaga peliharaannya.

Selesai semuanya, sambil nunggu bapake ambil mobil, Kaleb main perosotan, jungkat-jungkit, dan kuda mainan di area depan. Pas pulang, berkali-kali Kaleb bilang dia senang.

Mamak juga senang banget! Tempat main yang affordable dan bukan mall. Pas di hati. Kapan-kapan balik lagi, deh!

img_20170122_114524

My brave little kid

img_20170122_114903

Family picture

img_20170122_115251

Kasih makan kuda poni

img_20170122_130223

Naik kereta gantung. Nggak jadi karena kaki bapake kepanjangan untuk ke kayuhnya hahaha

img_20170122_131712

Kuda putih paling besar, gagah, tinggi. Kuda ini sering ikut lomba dan juara, lho. Itu medalinya ada 3 dipajang

 

Tahun Baruan

Selamat tahun baru 2016! Hip hip huray!

Karena tahun baru kali ini dekat dengan weekend jadi ada libur long weekend plus jalanan Jakarta lancar jaya karena banyak liburan ke luar kota atau negeri. Saya sendiri libur dari tanggal 31 Desember jadi lumayan banget liburnya walau nggak ke mana-mana.

Acara tahun baru sendiri nggak ada yang spesial karena sebagai orang Batak yah udah pastilah kumpul keluarga karena pas jam pergantian tahun ada kebaktian. Seperti biasa tiap tahun pasti ada acara mandok hata setiap pergantian tahun alias setiap anggota keluarga mengutarakan suara hatinya atau minta maaf atau dinasehatin. Tapi karena Kaleb nggak bisa ditinggal kalau bobo dan nangis kalau bobo bukan di tempat tidur jadilah saya terselamatkan nggak mandok hata tahun ini. Yihaaa senangnya!

Tahun baru biasanya dihabiskan dengan berkumpul ke rumah keluarga yang tertua, sama seperti Lebaran bagi yang muslim. Jarang-jarang nih bisa kumpul lengkap banget karena momennya kan cuma setahun sekali. Kaleb juga jadi bisa ketemu dengan sepupu-sepupunya yang kebetulan lahirnya dekatan.

Setelah seharian dihabiskan dengan acara kumpul-kumpul, masih ada sisa libur 2 hari lagi. Jadi hari Sabtunya kami ke Seaworld. Kaleb suka banget sama ikan. Kalau di rumah Opungnya dia bisa nyebur ke kolam ikan. Hahaha! Jadilah kami bawa ke Seaworld.

Apakah Kaleb senang? TETOT! Tiba-tiba hari itu Kaleb bersin-bersin mulu dan pilek. Pas sampai di Seaworld jam 9.30 pagi, Seaworld udah penuh dengan manusia. Di dalam Seaworld AC jadi nggak berasa dingin, yang ada malah pengap banget. Sepertinya pihak Seaworld nggak memperhitungkan faktor kenyamanan. Kalau pengap dan banyak manusia, jadilah anak-anak cepat cranky. Bahkan mau masuk ke Aquarium bawah air aja penuh sesak sampai orangnya dibatasi. Anyway, kok di Aquarium bawah air udah nggak ada hiu ya? Dulu ada hiu lho. Terus ikan dugongnya cuma 1, padahal dulu ada 2. Di shark aquarium juga ikan hiunya yang kecil-kecil, bukan yang besar kayak dulu. Hmm, tampaknya ada penurunan kualitas, deh.

Dengan harga masuk di musim liburan yang Rp 100.000 per orang, kayaknya nggak sebanding banget, deh. Oh ya, buat anak kecil yang tingginya di bawah 80 cm masih free, ya. Jadi ukuran bayar atau nggak bayarnya di Seaworld itu berdasarkan tinggi badan, bukan umur. Di sana juga ada pengukur tinggi badan jadi bisa ukur badan anaknya. Soalnya KZL banget antrian jadi lama karena pengunjung suka nanya:

“Anak saya umur 2 tahun bayar nggak?”
“Anak di bawah 80 cm masih gratis, Pak. Di atas 80 cm baru bayar normal.”
“Iya, tapi anak saya umurnya udah 2 tahun masih digendong, kok.”
“Apakah tingginya sudah 80 cm, Pak?”
“Yah nggak tahu, ya, tapi masih kecil, kok. Masih digendong.”
“Bisa diukur dulu di sana, Pak.”
“Anak saya nggak tinggi, kok.”

KZL ZBL! Ya mbok diukur aja tinggi badan anaknya. Baca dulu toh aturan masuknya dan jangan ngeyel. Secara tanpa dia ngeyel pun antrian udah panjang banget, tambah ngeyel lagi tambah lama, deh. Tampang mbak kasirnya sih udah kesel tapi berusaha ditahan aja. Udah nggak ada senyuman sama sekali. Hahaha!

Dengan banyaknya manusia, di bagian touch pool pun untuk pegang penyu atau hiu kecil harus berebutan. Yang ada Kaleb bukan pegang penyu malah main air. Berlanjut ke bagian museum ikan yang diawetkan. Nah, karena ikannya udah mati, mungkin di sini kurang menarik perhatian jadi nggak terlalu banyak orang di sini. Yang ada AC-nya jadi dingin dan lumayan banget buat ngadem. Karena adem itulah Kaleb jadi ketiduran di sini sampai pulang. Sia-sia dong bayar mahal kalau ketiduran. Hahaha! Jadilah saya dan suami yang heboh lihat ikan. Untung kamu masih gratis, Nak! XD

Di sini udah mulai ngantuk dan bosen

Di sini udah mulai ngantuk dan bosen

Kaleb udah sukses tertidur, Mami liat-liat ikan.

Kaleb udah sukses tertidur, Mami liat-liat ikan.

Besokannya, kami sempat mampir ke Central Park mall. Nah, di taman Tribecca-nya ada kolam ikan besar dengan berbagai macam ikan yang ukurannya juga besar. Kaleb senang banget di sini lihatin ikan. Dia duduk di pinggir kolam renang sambil tepuk tangan heboh sambil sesekali berusaha menyentuh air dan ikannya. Lah, anaknya malah riang gembira lihat yang gratisan. Tau gitu kemarin nggak usah ke Seaworld aja, deh. Hihihi!

Selama liburan Kaleb nempel ke Maminya kayak perangko. Di mana ada mami, di situ Kaleb berada.

Selama liburan Kaleb nempel ke Maminya kayak perangko. Di mana ada mami, di situ Kaleb berada.

Kaleb senang banget bisa lihat ikan di mall. Saking senangnya dia tepuk tangan terus.

Kaleb senang banget bisa lihat ikan di mall. Saking senangnya dia tepuk tangan terus.

Lihat, ikannya besar-besar dan cantik semua, kan.

Lihat, ikannya besar-besar dan cantik semua, kan.

Anyway, we really had fun. Karena di awal tahun berasa senang, jadi semoga tahun ini juga merupakan tahun yang menyenangkan. Semua yang dikerjakan diberkati Tuhan. Amin! Have a good year people! :*

 

Weekend Well Spent

Another weekend well spent! weekend kemarin sempat ngerasain berduaan doang sama Kaleb di rumah. Yang lain pada pergi ke pesta, sementara saya mutusin nggak ikut karena cukup rempong bawa bayi ke pesta (apalagi pesta Batak, yes?). Hasilnya: luar biasa….capek. Si bocah kalau siang maunya dipeluk, digendong, bahkan kalau tidur. Positifnya, tiap dia tidur ya emaknya ikut tidur lah. Mau apalagi cobak! Begitu malam, mata terang benderang nggak bisa tidur karena siangnya kebanyakan tidur. Hihihi.

Things I love this weekend:

  • Kaleb perdana pake car seat. Sebenarnya Kaleb udah punya car seat dari umurnya 3 bulan, tapi nggak pernah dipake karena tiap di mobil disusuin terus, jadi pas sampe tujuan dia anteng. Tapi lama-lama, makin dia besar, makin bahaya kalau dia digendong mulu. Apalagi sekarang dia udah bisa akrobat, susah dipegang jadinya. Mana kalau duduk di pangkuan kan rendah, jadi dia nggak bisa lihat pemandangan makanya cepat bosan. Akhirnya kemarin diputuskan mulai sekarang Kaleb harus duduk di car seat. Kalau mau disusuin di mobil sih nggak papa, tapi habis selesai ya balik ke car seat. Percobaan pertama, cukup memuaskan. Mungkin karena berasanya sama aja kayak di stroller dan dia jadi lebih bisa lihat pemandangan di luar. Cuma biar dia nggak bosan, sering-sering aja diajak ngobrol *mamak tetap nggak bisa main HP. Hihihi*.
Perlu disogok banyak mainan supaya anteng di singgsananya.

Perlu disogok banyak mainan supaya anteng di singgsananya.

  • ย Setelah sekian lama bolos sekolah minggu -ehm (sibuk karyawisata, kakak)- Kaleb kemarin akhirnya sekolah minggu lagi. Sebelumnya kalau sekolah minggu, dia akhirnya di tengah-tengah ketiduran. Kemarin sampai akhir dia masih bangun. Tapi ya, begitu ketemu dan gantian dipegang banyak orang jadi ngamuk karena udah ngantuk.
Happy in Papa's arms

Happy in Papa’s arms

  • Makan siang sama Opung. Nah, drama terjadi pas mau makan siang di Kemangi. Kaleb yang ngantuk di gereja ngamuk di mobil pas dipegang Opungnya. Akhirnya dibalikin ke Mami dan setelah disusuin sukses bobo sepanjang acara makan. Pas mau pulang, baru deh dia bangun lagi. Aelaah, anak kicik mau menghindari acara keluarga, ya hahaha.
  • Karena anak kicik udah seger. Kita pun mampir ke Lippo Mall Puri, mau cari ban renang, sekaligus beli bubble tea. Awalnya Kaleb happy di strollernya, eh tiba-tiba dia nangis minta digendong dengan teriakan super kencang kayak disiksa. Jadi akhir-akhir ini Kaleb lagi di fase mau digendong terus, kalau nggak diturutin dia ngamuk heboh. Sementara saya dan suami maunya dia anteng di strollernya. Jadi yah, kuat-kuatan deh disiplinnya. Ehm, sama kuat-kuatan diliatin orang kalau Kaleb nangis kencang dan kita nggak gendong. Dipikir orang tua kejam, ya. Kita biasanya cukup ngomong ke Kaleb bahwa dia harus di tempatnya. Sejauh ini walau masih nangis, tapi tone-nya berkurang, jadi kayak ngedumel ย aja, bukan ngamuk lagi.
  • Keluarga Tulang datang ke rumah karena ada nantulang dari Medan mau bawa ikan arsik buat Kaleb. Jadi rumah super rame. Senang banget kan ya kedatangan tamu. Lagi-lagi karena Kaleb tidurnya kurang, terpaksa deh melipir sama Kaleb ke kamar buat tidur siang *lumayan Mami nggak usah ngobrol-ngobrol dan colongan tidur*
  • Habis bangun tidur sekitar jam 4 sore kita mau ajak Kaleb berenang. Percobaan pertama kan Kaleb tegang banget dan kayaknya nggak menikmati air dingin. Tapi anak kicik nggak boleh nyerah, dong. Kebetulan teman kuliah saya, Yenny, tinggal di komplek dekat rumah yang ada kolam renangnya. Plus, anaknya juga cowok yang umurnya masih 2 tahun. Cucok lah buat teman playdate Kaleb. Karena kolam renang di kompleknya khusus buat penghuni aja, jadi sepi banget. Nggak ada anak-anak gengges yang ngerubungin Kaleb dan bikin dia nggak nyaman. Jadilah Kaleb hari itu happy banget berenangnya dan banyak ketawa. Good boy!
Playdate

Playdate

Aku suka berenang!

Aku suka berenang!

  • Setelah puas berenang, kita pun masih sempat ke rumah Yenny buat ngobrol dan bilas Kaleb. Eh, pulang-pulang dipinjemin baby bather dan high chair. Lumayan banget kan jadi nggak perlu beli. Bisa lihat dulu Kaleb cocok atau nggak. Hore, aku senang!

It was a great day indeed!

Mari ke Ancol

Oh ini hari Senin, ya? Rasanya belum bisa move on dari weekend, deh. Weekend kemarin sangat menyenangkan jadi hatinya masih tertambat nggak mau bergerak ke hari Senin. Hihihi.

Hari Minggu pagi sekitar jam 6, saya dan Suami langsung siap-siap karena kita mau ke Ancol. Hore! Kaleb udah lulus jadi anak gaul mall, maka dari itu kami pengen memperkenalkan dia sama alam terbuka. Pilihan pertama adalah Ancol karena cita-citanya sih pengen mantai di Bali, tapi nggak papa deh pantai Ancol dulu lah yaw. Apalagi sekarang pantai di depan Mall Ancol bersih jadi cucok kalau mau bawa anak kicik.

Dari rumah ke Ancol pagi-pagi cuma perlu waktu 30 menit saja (I love you Jakarta kalau nggak macet). Senangnya di bawah jam 8 pagi tiket masuk ke Ancol diskon. Tadinya per orang bayar Rp 25.000 jadi cuma Rp 12.000 saja. Rejeki anak sholeh banget kan, ya.

Si bayi kicik sepanjang jalan excited lihat jalanan, sekalian disusuin juga biar nanti di pantai nggak rewel. Karena dari rumah buru-buru, kami jadi belum makan. Sampai Ancol langsung meluncur ke McD. Eh, ternyata sekarang pantai di Ancol bagus dan bersih, ya. Pasirnya putih dan lebih dirawat. Banyak banget yang lari pagi dan bawa anjingnya jalan-jalan. Bahkan tempat makan McD yang outdoor pun banyak yang anjingnya sambil istirahat. Aw, so sweet! Lain kali ke sini harus bawa Mika pokoknya.

Setelah kenyang, kami pun mendekat ke pasir, Kaleb untungnya udah punya kacamata hitam jadi lumayan kebantu supaya matanya nggak kena sinar matahari. Iya, gaya emang bayi jaman sekarang udah punya kacamata hitam. Bhihihik! Awalnya dia senang, tapi lama-lama cranky karena bosen ditaro di stroller. Ya udahlah terpaksa digendong. Lumayan, latihan otot tangan, kan. *lama-lama jadi Ade Rai*.

Setelah puas di pantai Ancol, kami pun beralih ke Ecopark. Kaleb cranky lagi, Jadi digendong terus. Ecopark ini menyenangkan sekali. Udah masuknya gratis, tamannya terawat, ada danau, jogging track, banyak makanan murah, dan tempat main anak-anak. Adem bangetlah perasaan kalau di sini. Tapi di sini nggak boleh bawa hewan peliharaan, ya.

Di sana kami cuma sampai jam 9 pagi aja. Nggak kuat deh bok di atas jam 9 mataharinya udah menyengat banget. Yah walaupun agak cranky, tapi jalan-jalan hari ini berhasil. Ehm, sebenarnya saya dan suami sih yang excited banget lihat Ancol sekarang jadi lebih bagus. Cita-cita selanjutnya bawa Kaleb ke Seaworld (eh, ini masih ada nggak, sih?) dan bawa Mika jalan-jalan di pantai. Wohoooo!

Happy day :)

Happy day ๐Ÿ™‚

Akhirnya Bisa Ngemall

Weekend kemarin sungguh menyenangkan sekali. Sibuk, tapi masih bisa santai. Dimulai hari Sabtu di mana habis kerja pulang cepat langsung ngemall di Lippo Mall Puri, mall baru di dekat rumah yang masih belum banyak aja isinya. Zzzz!

Niatnya ke sana karena mau beli sepatu. Ini kayaknya ukuran sepatu saya membesar deh soalnya ada beberapa sepatu lama yang mulai kesempitan. Udah muter keliling cari sepatu eh nggak dapet. Malah naksirnya sepatu high heels semua. Ya pengen sih, tapi kakinya bakal pegel banget kalau hamil pake sepatu tinggi. Pake flat shoes aja masih suka pegel, kok.

Setelah muter-muter nggak dapat sepatu dan suami mulai menguap kebosanan, akhirnya saya menyudahi saja cari sepatunya, eh tapi malah terdampar di bagian kosmetik dan ngendon di situ. Suami bisa ketiduran deh nungguin saya. Hahaha! Lagi-lagi karena nggak sengaja lihat konter Bourjois dan koleksinya lumayan banyak untuk lipstik Rouge Velvet-nya. Diawali dari coba-coba lipstiknya, eh malah keterusan beli. Suami geleng-geleng kepala karena nggak tahu bedanya sama yang saya beli beberapa minggu lalu. Hihihihi. Anyway, bulan ini aja saya udah beli 4 lipstik! Tiga dengan warna yang mirip, yaitu merah, dan satu warna pink. Ditambah lagi beli eyeliner dan eyeshadow. Ini ngidam kan, ya? Pasti ngidam, deh! *cari pembenaran* ๐Ÿ˜€

Setelah beli lipstik kece yang langsung dipake dan berkali-kali sengaja lewat kaca supaya bisa mengagumi warnanya *IYAAA, saya norak! Hahaha!*, perut pun keroncongan. Biasanya untuk ngemil saya suka makan Shihlin, tapi karena letaknya di lantai paling dasar dan saya ada di lantai paling atas ya malas lah turun. Jadi yang terdekat adalah Hot Star. Ngantrinya panjaaang banget, tapi saya keukeuh untuk makan itu. Hot Star ini lebih mahal 5 ribu daripada Shihlin, tapi menurut saya dagingnya lebih juicy, renyah, dan bumbunya lebih terasa. Sementara Shihlin lebih kering dan bumbunya terasa di permukaan aja. Kekurangan Hot Star adalah dia nggak mau potong dagingnya kecil-kecil kayak Shihlin, jadi kadang-kadang susah juga makannya kegedean. Kalau Shihlin kan lebih simple dipotong kecil-kecil jadi bisa dimakan kayak cemilan.

Kelar ngemil, langsung pulang karena malamnya mau ikut liturgi perayaan Natal Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak di gereja. Eh, kok bisa ikut, sih? Ya pastinya karena saya dan suami langsung ditodong aja untuk ikut. Ya karena tugasnya tinggal baca ayat doang di depan dan nggak susah, jadi nggak papa, deh. Saya udah ribet nanya dress code-nya apa. Soalnya tahun lalu saya ikut pasti ada dress code warnanya dan biasanya pake kebaya. Lah, lagi hamil gini mana ada kebaya yang muat. Untungnya dress code-nya warna kuning. Kebetulan banget pas awal bulan baru beli dress batik warna kuning gonjreng dan belum pernah dipake. Ih, kepikiran nggak sih kalau Tuhan udah menyediakan jauh sebelum kita tahu? Maklum ya, saya kan ribet banget dan takut kalau nggak sesuai dress code. Aneh gitu kan kalau beda sendiri. Hahaha, iyes, rempong banget emang. ๐Ÿ˜€

Sampai di gereja 15 menit sebelum mulai dan diatur tempat duduknya. Saya duduk sebarisan sama ibu-ibu entah siapa yang nggak saya kenal. Dia sibuk aja ngomongin orang lain. Bukan ngomong sama saya, sih, tapi karena letaknya sebelahan jadi kedengeran. Kira-kira 1,5 jam kemudian, saya baru maju liturgi. Lama yesss! Habis liturgi saya langsung pindah tempat duduk ke dekat teman saya.

Mulai deh saya grasak-grusuk bilang lapar ke suami. Itu jam 9 malam dan saya belum makan. Untungnya, kayaknya banyak yang senasib kelaperan sama kayak saya, jadi minta nasi kotak yang disediain boleh dibagiin. Hore! Nasi kotak to the rescue, deh. Walaupun dagingnya keras, sayurnya hambar, dan kerupuknya melempem, tapi kalau udah lapar mah semua disantap enak, ya. Hihihi. Habis makan masih masuk ke gereja bentar tapi cuma bertahan 30 menit karena acaranya panjang banget dan itu belum khotbah sama sekali. Akhirnya saya dan suami memutuskan pulang aja karena udah capek.

Hari minggu-nya bangun agak telat karena masih capek akibat acara semalam, suami pun juga telat bangunnya. Jam 7.30 baru bangun, suami langsung bawa Mika olahraga, sementara saya bikin sarapan banana chocolate pancake. Ih, kebule-bulean banget nggak sih sarapannya pancake. Hahaha!

Habis makan santai-santai bentar, akhirnya siap-siap mau ke gereja JPCC di Kota Kasablanka. Karena mau masuk jam 12.45, kita berangkat dari rumah jam 11.00. Udah siapin waktu sekitar 2 jam deh buat ke sana. Harusnya nggak telat, ya. Kenyataannya….. TELAT. Tol macet banget entah kenapa dan terutama puteran ke arah Kokas nggak bergerak. Ada kali muter doang butuh waktu sejam. Belum lagi cari parkirnya susah minta ampun dan butuh waktu lama. Sampai di gereja, si satpam bilang, “Maaf Ibu, kursinya udah full. Mungkin bisa ikut ibadah selanjutnya”. Masalahnya, nggak ada ibadah selanjutnya di Kokas. Ibadah selanjutnya ada di Upper Room, HI dan itu ibadah untuk pemuda. Ya kaleee, perut udah membuncit gini masih ngaku pemuda. -__________-”

Ya sudahlah, demi kesehatan jiwa dan meredakan emosi si suami yang ngomel-ngomel karena macet yang kebangetan, kita pun cari makan siang. Pilihannya Ikkudo Ichi. Kangeeeen banget makan ramen favorit saya ini. Seperti biasa saya selalu pesan menu yang sama. Kalau suami sih coba-coba menu lain, ramen kari. Eh, ternyata ramennya dia enak banget. Lain kali mau coba juga, ah.

Kenyang makan, kita pun menuju bioskop untuk nonton Pendekar Tongkat Emas. Dapatnya yang jam 16.55. Si suami udah senewen aja, ini 2 jam nunggu mau ngapain? Ish, 2 jam nunggu di mall bisa banyak yang dilakukan. Akhirnya muter-muter sampai bawah lagi dan mampir ke Cotton On yang lagi sale 50%. Udah dong ya saya sibuk liat-liat baju sale, sementara lupa sama suami yang ngekor kebosanan. Akhirnya daripada bosen, saya suruh dia ke lantai 2 untuk liat sale di bagian cowok. Saya udah dapet baju diskonan dan udah dicoba langsung telepon suami, tapi kok nggak diangkat. Saya ke lantai 2 dan nggak menemukan dia. Saya kira dia udah keluar karena bosen juga disuruh belanja. Eh, nggak beberapa lama kemudian, suami muncul. Dia baru keluar dari ruang ganti karena nyobain baju dan matanya berbinar-binar karena nemuin baju yang cocok. HAHAHAHA! Gila diskon juga dia! Bahkan di saat saya udah selesain, dia masih sibuk coba-coba baju dan pilih mau yang mana. Zzzz, dia lebih heboh! ๐Ÿ˜€

Pas lihat jam udah lewat 1 jam lebih cuma di tempat baju. Tuh kan waktu mah cepat berlalu kalau di mall. Karena udah haus akhirnya cari bubble tea biar segeran. Ngantri Chat Time aja udah lama banget. Kelar minum udah pas 2 jam terlewati, tinggal nonton, deh.

Habis nonton film yang bagus itu, mood langsung happy, ya. Saya dan suami pun sama-sama senang. Kalau dipikir-pikir udah lamaaaa banget nggak ngabisin waktu di mall, makan, nonton, dan belanja. Ini kayaknya karena sejak hamil saya ilfil banget sama mall. Pernah saya ke GI cuma bertahan 15 menit aja karena pas masuk ruame banget dan saya pusing. Akhirnya langsung keluar lagi. Sejak itu, nggak pernah deh lama-lama di mall. Biasanya kalau ke mall langsung menuju tempat yang mau dibeli dan langsung kelar. Paling sejam dua jam-lah. Nah, makanya kemarin kita jadi happy banget karena walaupun Kokas rame banget, tapi kita bisa bertahan dan have fun melakukan banyak hal di sana tanpa ilfil. Horeee!

Mood udah bagus, ditambah minggu ini mau Natal dan libur, jadi hari Senin nggak berasa berat, deh.

Selamat hari Senin semua! ๐Ÿ˜€

Review: Pendekar Tongkat Emas

*inioke.com*

Hari Minggu kemarin akhirnya bisa nonton di bioskop lagi. Maklum, akhir-akhir ini kalau duduk kelamaan punggung dan pinggangnya pegel banget jadi nonton di bioskop kurang nyaman. Padahal ada beberapa film yang pengen ditonton seperti Supernova dan Exodus, tapi begitu tahu durasinya lebih dari 2 jam, yuk dadah byebye. Apa kabar nasib pinggang eike? Selain lamanya durasi, yang bikin ragu-ragu nonton 2 film di atas adalah review orang-orang terbagi sama rata antara bagus dan nggak bagus. Jadi daripada gambling nonton film yang belum tentu bagus dan menyebabkan pinggang sakit, mendingan nggak usah dulu, deh.

Jadi film yang dipilih untuk ditonton adalah: Pendekar Tongkat Emas. Dipilih karena rata-rata reviewnya bagus, film buatan Mirles, Riri Riza mah udah pasti dipastikan bagus, durasinya kurang dari 2 jam.

Untuk sinopsisnya sendiri bisa dilihat di sini. Ceritanya sebenarnya sederhana aja tentang dunia persilatan yang memperebutkan tongkat emas dan kemudian muridnya balas dendam atas kematian gurunya. Udah sih sesederhana itu. Tapi justru karena jalan ceritanya nggak ribet jadi mudah dicerna dan dimengerti. Nggak jauh beda kalau kita menikmati cerita silat dari Cina sana. Maklum ya, eike pusing kalau nonton film terlalu berat macam Interstellar. Hihihi.

Sebagai orang yang nggak suka film action, Pendekar Tongkat Emas ini membuat saya tetap bertahan duduk di bioskop tanpa mainan HP. Sepanjang film disuguhi pemandangan Sumba yang luar biasa indahnya, koreografi silat yang pastinya setiap pemerannya mati-matian mempelajarinya karena hasilnya bagus sekali, jalan ceritanya, baju-bajunya yang pake tenun tenun Sumba. Suka sekali sama film yang dibuat dengan detil dan niat yang besar seperti ini. Yang paling saya suka adalah akting pemerannya nggak ada yang kaku atau lebay. Kalau soal Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Reza Rahardian mah udah nggak perlu diragukan lagi lah ya aktingnya. Bagus dan mengalir banget. Sempat skeptis sama aktingnya Eva Celia, tapi ternyata di sini aktingnya juga bagus dan nggak kaku. Oh, yang saya ingat lagi akting Tara Basro di sini ngeselin banget. Lihat mukanya aja udah bikin pengen dicocol pake sambel. Tapi kalau dia ngeselin berarti aktingnya berhasil, kan?

Salah satu akting yang mencuri perhatian saya adalah 2 orang pemeran anak kecil. Pertama, Angin, anak kecil botak adiknya Dara. Si Angin ini sepanjang film nggak ngomong, sekalinya ngomong cuma seiprit. Tapi nggak pake ngomong ekspresi dan bahasa tubuhnya aja bikin kita ngerti apa yang dia katakan. Keren! Selain itu, yang terakhir adalah anaknya Gerhana yang masih kecil. Muncul cuma di ujung film tapi pas ngelakuin adegan silat, lincah dan keren banget *tepuk tangan*. Dapat dari mana anak kecil kece gitu, sik? *masih kagum*

Pokoknya jangan lupa tonton di bioskop sebelum filmnya turun, ya. It worth every penny…….and of course my back pain. ๐Ÿ˜€

Weekend Padat Merayap

Weekend kemarin adalah salah satu weekend terpadat. Bikin badan encok, pegel, linu karena nggak ada istirahatnya sama sekali. Fuh fuh fuh!

Workshop
Setiap Sabtu di awal bulan pasti diadakan workshop untuk para pasien. Workshop kali ini flow-nya lebih enak, nggak harus naik turun tangga tapi diam di kelas jadi lebih santai-lah. Tapi, tetap aja karena badan udah gampang ngos-ngosan sekarang dan masih harus ngajar materi plus ngurusin printilan juga, jadi ya masih berasa capeknya.

Kontrol minggu ke-25
Workshop belum selesai, saya langsung ijin pergi kontrol bulanan ke obgyn. Untungnya rumah sakit saya dekat banget sama kantor dan si dokter prakteknya pas jam pulang kantor di hari Sabtu jadi waktunya masih masuk. Seharian itu, saya udah berusaha nggak ngemil sama sekali, supaya berat badan nggak melejit. Nggak ngaruh sih, karena minggu-minggu sebelumnya saya makan membabi buta. Mana janjimu bakal kontrol makan, Mi? Menguap ditelan napsu makan. Hahaha!

Seperti biasa sebelum ketemu Om Dokter harus ditimbang berat badan dan tensinya. Tensi sih nggak masalah. Pas berat badan… JENG JENG JENG naik TIGA KILO! *banting timbangan*. Bulan lalu naik 2,5 kg, bulan ini masa naik 3 kg. Mau jadi segede apa ini badan? *melirik gajah*

Mulai deh panik ngadu ke suami, “Ini bilang apa ke dokternya kalau naiknya drastis gini? Aduh!”. Trus tiap liat ada ibu hamil lain yang badannya kurus, cuma perutnya doang yang buncit mulai deh galau dan iri. Itu semua makannya lari ke manaaah? Si suami tentu menenangkan dengan bilang, “Nggak kok kamu nggak keliatan gemuk”. Cih, bohong! Timbangan berkata sejujurnya.

Pas dipanggil suster untuk masuk, ada 2 orang yang berdiri. Satu saya, satu lagi mbak hamil lainnya. Jadi dia pasien Om Dokter juga yang salah dengar namanya dipanggil. Kebetulan pas dipanggil dia lagi sambil teleponan sama suaminya. Maklum ya karena deketan, eike bisa nguping pembicaraan dia. Dia pun lagi panik, “Aduh, berat badanku naik banyak, nih. Dimarahin deh nanti”. Tos, mbaknyaaa! Hihihi!

Tentu saja Om Dokter nggak marah, cuma ketawa-ketawa aja lihat badan yang naik banyak. Tapi seperti biasa, dia bisa ngomong yang bikin jleb, “Hayoo, kita hitung-hitungan ya. Masih ada sekitar 4 bulan lagi, nih. Kalau sebulan nambah 3 kg berarti kan nanti bisa naik 12 kg. Bisa hampir 80 kg, lho!” sambil senyum. Mamaaaak, ngomong boleh halus tapi JLEB JLEB JLEB! Kayak ditusuk panah membayangkan berat badan sampai 80 kg. Emang deh, Om Dokter ini canggih banget bikin pasiennya merasa bersalah (dan karenanya aku cintaaaaa). :))))

Lupakah soal si mamak yang dikomplen mulu berat badannya sama Om Dokter, gimana kabar si Abang? Puji Tuhan, Abang sehat. Seperti biasa heboh nendang bolak-balik, tengkurap, telentang, sujud, sampai kakinya kelilit tali pusar. That’s my boy! Berat badan udah 800an gram dan detak jantung normal. Horeee, berarti berat badan Abang nggak kebesaran (emaknya aja yang kebesaran, deh). Oh ya, tiap di-USG, Abang selalu lihat ke kamera. Ih, sadar kamera banget ini anak. Pengen ketemu mama-papanya, ya Nak! Tunggu bulan Maret, ya. :*

Selama pemeriksaan, Om Dokter pasang lagu Natal dan banyak ketawa. Mirip Santa Claus banget deh! Udah gitu, dia ingetin jangan kalap kalau liat cemilan-cemilan pas Natal yang banyak, hati-hati gemuk. Siap bos! Habis itu sebelum pulang, dia salam dan bilang, “Merry christmas and happy new year! Sampai ketemu tahun baru nanti, ya!”. Ah, manisnyaaa! *Fans-nya Om Dokter. Hahaha*

Belanja Mingguan
Pulang dari kontrol bulanan, langsung cus belanja mingguan ke Superindo. Dengan tekad bulad, mau masak sup aja supaya nggak nggak gorengan dan bikin berat badan nambah. Mengantisipasi datangnya kue-kue Natal yang bakal bikin gemuk, jadi harus jaga makanan dari sekarang. Ketauan banget ya, masih pengen makan kue-kue Natal tapi nggak mau berat badan naik drastis. Hahaha!

Natal Opung Lebanus
Hari Minggu dimulai dengan bangun pagi karena hari ini akan dimulai dengan menuju ke angkasa alias Taman Galaxi di Bekasi. Hahaha. Acaranya jam 10 pagi, jadi harus berangkat jam 8 pagi. Untungnya perjalanan lancar jaya lewat tol dalam kota. Eh, tapi sesaat sebelum keluar tol Jatibening, saya kebelut pup. Mati nggak, tuh! Kesiksanya melebihi kebelit pipis. Sejak hamil, saya beneran nggak bisa nahan segala macam kebelet ini, deh. Langsung merongrong suami, “CEPAT CARI TOILET. AAAAAK!”

Keluar dari Tol Jatibening, persis di gerbang tol-nya ada WC umum. Biasanya WC umum kan jorok, ya. Tapi sepertinya restoran belum pada buka dan pom bensin nggak kelihatan. Ya udah, WC umum jadi lah. Langsung lari ke WC umum yang untungnya bersih. Fiuh! LEGAAAA! Ini cuma ke Bekasi aja rempong, apalagi kalau dibawa ke Bandung trus macet dan udah nggak ada rest area. YASALAM, ngebayanginnya aja serem. Hahaha!

Ok, kembali ke acara Natal. Tempatnya di RM Kenanga, di Komplek Jati Permai. Restorannya di dalam komplek perumahan dan nggak nyangka tempatnya bagus. Ada gedung utamanya dan ada bagian-bagian yang dipake buat lesehan. Lalu dikelilingi banyak tanaman dan bunga. Serasa bukan di Bekasi, deh. Makanannya pun cukup enak. Plus, gratis karaoke. Yuk yak yuk, berbinar-binar deh mata kita semua. Tentu saja selesai acara Natal dan ramah tamah, mik karaoke langsung diambil dan kita semua nyanyi dangdut dan joget-joged heboh. Seru!

Keluarga besar Op Lebanus di Jabodetabek (sisanya masih banyak banget yang tersebar di seluruh Indonesia)

Keluarga besar Op Lebanus di Jabodetabek (sisanya masih banyak banget yang tersebar di seluruh Indonesia)

Ada dekor di tamannya segala, lho!

Ada dekor di tamannya segala, lho!

Serasa di Jepang, yes? Ada tiruan bunga sakuranya.

Serasa di Jepang, yes? Ada tiruan bunga sakuranya.

Rumah mertua
Seperti biasalah, acara Batak mana bisa sih sebentar. Ini acaranya dari pagi sampai sore, bahkan kena charge tambahan karena kita nggak mau pulang-pulang. Hahaha! Habis dari Bekasi yang ternyata pas pulang lancar banget, malah macetnya di tol dalam kota pas udah di Jakarta, kita langsung mampir ke rumah mertua.

Emang rejeki orang hamil ya. Nyampe ke rumah mertua malah dikasih dress Marks & Spencer. Horeee, bumil nggak perlu beli baju Natal lagi. Maklum ya, tiap hari pusing mikirin mau pake baju apa karena semua udah kesempitan dan keukeuh nggak mau beli baju hamil karena pede banget nanti nggak bisa kepake lagi setelah melahirkan dan size-nya bakal kebesar. Tsaaah, yakin pede! Hahaha.

Setelah itu, mertua juga udah mendapatkan nama buat si Abang. Tadinya saya dan suami udah fix 3 suku kata aja. Tapiii… mertua pengen namanya dimasukin karena nanti panggilannya dia kan akan berubah sesuai dengan nama si bayi. Misal: Opung Budi. Jadi karena nama itu akan melekat di namanya seumur hidup, maka merasa perlu lah mertua menyumbangkan nama. Beklaaah, nama dari Opung kan doa, ya (walaupun nanti namanya bakal sepanjang kereta).

Ketar-ketir juga nih bakal dikasih nama apa. Ternyataaa nama yang dikasih ada 2 pilihan. Semua berbau bule, tapi untungnya nggak susah dibaca lidah Batak. Karena mertua adalah dosen dan suka banget baca buku, maka pilihan namanya adalah tokoh ekonom dan filsuf terkenal dari Barat sana. Yuk, papa mamanya yang utak-atik nama lagi supaya sesuai sama yang udah fix kemarin. Nggak papa lah ya, namanya panjang yang penting semua doanya masuk situ. ๐Ÿ˜‰

Sekian weekend yang padat merayap ini. Sekarang, tempat tidur mana tempat tidur? ๐Ÿ˜€

Non Stop

Minggu pagi diawali dengan mood yang kurang baik karena alarm tubuh tetap bangun jam 6 pagi padahal bisa bangun lebih siang (dasar pemalas! Hihihi!). Karena badan masih capek banget, jadilah bete. Maklum ya kalau bumil boleh moody sesukanya *dilempar bom*. Tapi walaupun mood kurang oke, pagi itu sekitar jam 8 saya udah siap untuk beraktivitas belanja mingguan. Eh, nggak juga sih. Sebenarnya lebih ke pengen beli bantal kecil buat teman tidur karena badan udah mulai susah cari posisi yang enak jadi harus diganjel pake bantal.

Jam 8 ditemani suami cus ke pasar komplek sebelah karena mau makan nasi kuning. Akhir-akhir ini tiap minggu selalu makan nasi kuning yang ternyata endeus banget. Ternyata sampai pasar buanyak banget jajanan enak yang semuanya bikin ngiler. Berkali-kali saya harus ingetin diri sendiri, “Nggak perlu, nanti dimarahin dokter.” Hahaha, Berakhir sukses cuma makan nasi kuning karena porsinya banyak.

Dari pasar langsung ke Carrefour. Niatnya emang pas buka udah nyampe karena biar nggak ngantri panjang banget pas bayar. Eh, baru sampe di parkiran Carrefour ada barang-barang yang diobral sampai 80%. Clearance sale. OMG! Mood yang tadinya bete langsung berubah bahagia. Sarung cushion cuma Rp 17.000 sajah, cushion ukuran 45×45 beserta sarungnya hanya Rp 30.000, floor mat berdesain pop art cuma Rp 19.000, dan sebagainya! Sudahlah ya, borong!

Kebetulan sebenarnya salah satu alasan ke Carrefour adalah mau beli mesin cuci. APAAAAH, 2,5 tahun menikah nggak punya mesin cuci?! Hihihi. Soalnya kan nggak ada pembantu jadi mikirnya biar ringkes dan nggak perlu gosok jadi ya masukin aja laundry kiloan. Cuma ya gitu deh, nggak semua dimasukin laundry kiloan. Misalnya, pakaian dalam ya cuci sendiri. Nah, lama-lama ribet juga karena kalau mau cuci kain yang kecil-kecil seperti lap atau taplak meja kecil kalau harus masukin laundry selesainya lama. Jadi mau nggak mau cuci manual. Capek banget, deh! Akhirnya kebutuhan beli mesin cuci makin mendesak karena nanti kalau punya anak baju-bajunya kan harus dicuci dulu. Nggak mungkin dong masukin laundry kiloan. Kalau harus cuci manual ya gempor juga! Oke deh, harus beli mesin cuci.

Pas melipir ke bagian elektronik yang diskonan, eh masa yang diskon mesin cuci harga Rp 5 juta. Ya dikira mau buka laundry kali kalau mesin cucinya 5 jeti! Udah kecewa karena nggak ada mesin cuci yang diskon, eh pas balik badan ada mesin cuci yang diskon sampe cuma 1,6 juta dari 2,5 juta! Jadi dulu pernah kepengen punya mesin cuci ini karena…..tutupnya pink *cetek*. Nggak pernah jadi beli karena masih setia nge-laundry. Eh, senang banget karena mesin cuci ini diskonnya lumayan! Cuma nanya-nanya dikit langsung bungkus! Hati senang, suami pun gembira karena nggak disuruh-suruh lagi bantuin cuci baju. Hihihi! *kenapa nggak dari dulu aja, sik!*

Tutupnya pink! :') (artikelmesin.blogspot.com)

Tutupnya pink! :’)
(artikelmesin.blogspot.com)

Setelah muter-muter di Carrefour sampe 3 jam dan bikin kaki kram, akhirnya pulang ke rumah. Namanya juga istri nggak sabaran jadi sampe rumah minta suami untuk pasangin mesin cuci baru, sementara saya sibuk bungkusin kado buat keponakan yang ulang tahun.

Nah, pas jam 2 siang udah diteleponin mertua ngingetin buat arisan. OMG, kebablasan beres-beres belanjaannya. Akhirnya buru-buru mandi dan langsung ke tempat arisan, kasih kado, dan ngobrol-ngobrol sebentar. Eh, masa arisannya tumben selesai cepat banget. Kebetulan mereka mau mengunjungi orang yang saudaranya meninggal. Kebetulan banget, saya dan suami langsung ke gereja.

Habis dari gereja, buru-buru mampir ke rumah untuk kasih makan Mika dan tanpa lama langsung ke Hay Thien untuk makan-makan dalam rangka ulang tahun mertua. Baru sampe rumah lagi jam 21.30!

Non stop hits banget dari pagi sampai malam! Oke, jadi mari menjalan Senin dengan badan capek dan ngantuk kakaaak!

ZZZZZZ!

Fun Walk, Fun Day

Beberapa hari lalu saya lihat di twitter ada acara pets fun walk di Taman Langsat dalam rangka World Rabies Day. Yang bikin menarik adalah acara ini bakal dihadiri oleh Bapak Wagub Jakarta, AHOK. Pertama, saya suka banget konsep jalan-jalan bareng hewan peliharaan di taman. Kedua, Taman Langsat adalah taman yang sering banget saya lewati karena dekat dengan kantor. Setelah direnovasi, taman ini jadi cantik dan banyak banget kegiatan yang sering dilakukan di taman ini. Ketiga, Ahok bakal ada di sana. Jadi, ada bawa anjing peliharaan, taman, dan Ahok. Sempurna banget acaranya! Maklum ya, bumil satu ini nggak ngidam makanan selama hamil, ngidamnya ketemu Ahok aja *mata menerawang* (saking obsesinya sama Ahok, saya suka sms beliau untuk sekedar kasih saran atau laporan. Selalu dibales dan hati selalu melonjak riang. Hahaha).

Masalahnya adalah Mika adalah anjing kuper yang pergaulannya seputar komplek aja. Tiap dia dibawa ikut dog gathering ada aja tingkahnya, ya pup di depan banyak orang saking stresnya (kudu banget siap-siap bawa plastik untuk bersihin pupnya) dan nggak mau gaul sama anjing lainnya, teruuus aja nempel sama saya atau suami. Beneran nggak bisa ditinggalin. Manja banget. Selain itu, dia suka gonggongin anjing lain karena insecure nggak pernah gaul. INI ANJING SIAPA SIK KUPER DAN MANJA AMAT! *pelototin*

Selain itu, kalau ikut acara itu harus bangun pagi, yang mana kesempatan satu-satunya untuk bangun siang ya cuma hari Minggu. Hari lain pasti bangun siang. Plus, tergantung kondisi badan hari itu apakah lagi segar atau nggak. Jadi, udah bilang ke suami mau ke acara itu tapi masih lihat situasi.

Namanya juga obsesi ya bok! Semalaman jadi nggak bisa tidur karena excited bakal ketemu Ahok besok. Untungnya pas bangun pagi, badan segar, nggak pusing, nggak eneg. Duh, Nak, kamu tahu aja mau dipertemukan sama sosok idola. :’) *elus-elus perut*.

Pagi itu tanpa mandi langsung siap-siap. Belum sarapan pula, tapi perut udah diganjal susu dan roti. Mika juga cuma minum air putih aja tanpa makan pagi. Biar nggak pup sembarangan dia. Siap-siap bawa air mineral di gelas in case Mika bakal kepanasan dan kecapekan. Mika yang hobi banget naik mobil dan dibawa jalan-jalan udah excited banget dari pagi. Saya apalagi! Hihihi.

Sampe di Taman Langsat jam 8 pagi. Dari tempat parkir udah kedengeran banyak suara anjing menggonggong. Mika udah blingsatan semangat. Begitu masuk ke area taman, Mika langsung gonggongin anjing lain. CAPE DEH, Mika! Saya urus registrasi yang mana gratis, malah dapat kaos buat dipake fun walk. Paling senang kalau ikut acara dog gathering gini, nggak ada yang anggep Mika aneh atau melipir pergi ketakutan. Semuanya ramah sama hewan dan sama pemiliknya. Jadi bisa saling ngobrol juga.

Pas lagi ngelonin Mika supaya nggak gonggong terus (yang mana anjing lain gonggong juga sih cuma karena ukurannya kecil jadi gonggongannya cuma kayak orang lagi cerewet aja. Lah, Mika badannya gede, gonggongannya menggelar bikin jantung mau copot!), tiba-tiba ada yang nanya, “Hey, anjingnya cakep, ya”. Pas saya balik badan………. ALBERTHIENE ENDAH aja dong yang ngajak ngomong! Mbak AE ini adalah seorang penulis beken yang karyanya udah buanyaaak banget plus pecinta anjing. Anjingnya ada 8. Dia juga aktif di kegiatan rescue anjing. Saya follow dia di twitter. Malah, pernah suatu hari Mika sakit nggak mau makan. Saya tanya ke Mbak AE makanan apa yang bikin nafsu makannya membaik. Dia bales dengan ramah dan saya terapkan sarannya. Besoknya Mika sembuh! :’) Nah, makanya pas dia ada di depan mata ngajak ngobrol tiba-tiba, sepersekian detik saya bengong *cubit saya toloooong!*. Sampe akhirnya kita bisa ngobrol singkat tentang Mika. Awwww, berkah banget sih ini!

Nggak lama kemudian, fun walk dimulai. Udah ada tracknya dan nggak jauh juga. Jadi sama-sama ngajak anjingnya jalan ngelilingin Taman Langsat. Oh ya, Taman Langsat itu cantik banget. Ada kolam teratai juga. Besok-besok mau bawa Mika ke sini ah supaya lebih gaul. Untungnya Mika udah lumayan capek karena kebanyakan gonggong, plus dia udah terbiasa jalan-jalan. Jadi pas harus jalan rame-rame (tadinya bikin khawatir Mika mogok jalan, nih), dia santai melenggang kangkung ngikutin tracknya. PROUD! Bahkan di saat anjing lain mogok jalan karena kecapekan, Mika cuma istirahat 2 kali dan menyelesaikan sampe garis finish. Anjing siapa sih ini pinter banget! :’) *cubit gemes*

Di garis finish, udah disediakan minum untuk anjing. Karena mencapai finish, kita dikasih goody bag. Isinya segala macam buku tentang rabies, syal buat dipake Mika sebagai tanda sudah mencapai garis finish, dan sekotak kue-kuean. Total lah ini pemrov DKI dalam bikin acara *prok prok*.

Pas suami dan Mika lagi istirahat di rerumputan, saya mau cari WC. Eh, bukan WC yang didapat tapi ternyata satpol PP lagi mempersiapkan jalan karena Ahok akan masuk Taman Langsat. YA AMPUN, kebetulan banget. Langsung keinginan untuk pipis hilang dan siap-siap kamera buat foto. I WAS SO CLOSE to Ahok. Walaupun dikelilingi banyak orang, tapi akses untuk salaman atau ngobrol sama dia nggak dibatasi. He was so humble! Yang paling penting, dia nggak takut anjing! Begitu masuk, dia malah ngelus-ngelus anjing besar trus dia bilang, “Sit.. sit!”. Dicuekin anjingnya! Hahahaha!

Setelah itu, beliau masuk ke ruang auditorium di mana akan ada acara mengenai hari rabies ini. Serunya, siapapun boleh masuk. Bahkan anjing-anjing sekalipun. Karena ruangannya AC jadi anjing-anjing pada gelosoran ngadem setelah panas-panasan olahraga. Nggak diusir, nggak dijijikin, nggak dibenci. Bahagia!

Ahok cerita keluarganya terbiasa sayang binatang. Neneknya pelihara banyak kucing, bapaknya pelihara belasan anjing. Jadi dia udah terbiasa dekat dengan hewan. Beliau sendiri pun sekarang punya anjing pom. Dia bilang anjing setia sekali. Kalau beliau pulang kantor dan nggak nyapa si pom. Pom-nya ngambek. Biar nggak ngambek diajak deh tidur bareng di kamar. SO SWEET! Selain itu, dia juga tahu banget permasalahan di dunia seputar hewan peliharaan, misalnya:

  • Makin banyak pencurian anjing terjadi. Lebaran kemarin, anjing husky-nya lepas. Baru aja lepas, di ujung jalan udah langsung ada orang yang ambil. Jadi pencurian anjing itu sudah mengkhawatirkan.
  • Beliau sangat concern dengan pet shop dan klinik hewan yang tujuannya sekedar komersil aja. Di mana hewan jadi menderita, bukan untuk menolong. Karena pernah kejadian waktu dia bawa pom-nya yang habis keserempet, disuruh macam-macam dikasih obat ini-itu, eh tapi ternyata cuma diakupuntur aja bisa sembuh.
  • Beliau ingin menjadikan Jakarta sebagai kota yang aman untuk hewan peliharaan. Selain itu, beliau mendukung hewan peliharaan untuk diajak jalan-jalan di taman-taman kota. Jadi, taman kota di Jakarta boleh banget untuk bawa anjing.
  • Menurut beliau, anak-anak patut diajarkan untuk dekat dengan hewan karena jika dekat dengan hewan, anak-anak belajar saling menyayangi, tidak kejam, bertanggung jawab, dan lebih baik (Sepakat banget, Pak!).
  • Beliau memerintahkan pihak-pihak terkait di pemrov DKI untuk memastikan hewan bebas rabies dan nyaman bagi berlangsungnya hewan peliharaan.

Kalau begini caranya gimana nggak makin cinta sama wagub yang satu ini. Udah ya, Nak, ngidamnya tercapai! *elus-elus perut*. Sayang sekali nggak sempat fotoan bareng Pak Ahok. Tapi nggak papa, mungkin pertama akan ada pertemuan selanjutnya? Aheeey!

Sampe rumah Mika tepar dan tidur seharian. Patut dikasih jempol karena walaupun masih kuper dan galak sama anjing lain, tapi Mika berhasil fun walk sampai selesai. Oh ada lagi. Mika berhasil memenangkan door prize hari itu. Beruntungnyaaaa! Saya bisa olahraga jalan sehat yang mana dokter udah perintahkan tapi nggak pernah kesampaian. Hihihi. Habis itu, semua tepar di tempat tidur. Malamnya, mulai deh masuk angin dan eneg lagi. Hahaha, kecapekan sodaraaah!ย It was a very nice day!

Peserta fun walk hari ini

Peserta fun walk hari ini

Satu.. dua.. tiga.. resmi dibuka acaranya (tapi balonnya nyangkut semua di pohon. Hahaha)

Satu.. dua.. tiga.. resmi dibuka acaranya (tapi balonnya nyangkut semua di pohon. Hahaha)

Menyemangati Mika yang baru sampe garis finish. Tepar doi!

Menyemangati Mika yang baru sampe garis finish. Tepar doi!

Bapak Ahok idolaku tercinta *air mata bahagia tak terkira* *elus-elus perut*

Bapak Ahok idolaku tercinta *air mata bahagia tak terkira* *elus-elus perut*

Balada Pengamen, Eh Penyanyi

Cerita ini masih berasa dari Bakmi Siantar Rawamangun. Biasanya di sana ada orang yang suka nyanyi. Paling banyak 3 orang, deh. Ada yang nyanyi, main gitar, atau kadang-kadang main alat musik yang lain. Biasanya mereka nyanyi lagu Batak, tapi nggak tertutup lagu bahasa lainnya, karena sebagian besar pengunjung orang Batak. Di depan mereka biasanya udah ada kotak untuk menaruh uang. Jadi kalau orang mau pulang bisa langsung kasih sumbangan ke kotak itu. Atau kadang-kadang setelah beberapa lagu selesai, mereka akan muterin seluruh meja sambil menyodorkan kotak tersebut. Semacam pengamen tapi lebih keren performanya aj.

Karena ruangan Bakmi Siantar Rawamangun ini nggak besar dan ber-AC jadi seringnya pintunya ditutup. Kalau mereka nyanyi suaranya menggema ke mana-mana dan kalau orang mau ngobrol ya harus teriak-teriak. Hari itu di restoran yang penuh sesak tumben banget nggak ada yang nyanyi. Saya pun tersenyum lega sambil bilang ke suami, “Senangnya hari ini nggak ada yang nyanyi. Kalau ngobrol bisa santai, deh”. Saya pikir karena rame banget jadi mereka nggak ada.

Jangan senang dulu. Nggak berapa lama kemudian ketika lagi makan, terdengarlah suara sang penyanyi. Datang juga mereka! Cuma kali ini biasa-biasa aja dengarnya. Selain karena lagu yang dibawakan bagus, kita berdua fokusnya ke makanan saking laparnya dan harus buru-buru karena banyak yang lagi antri juga untuk makan.

Eh, tiba-tiba si suami yang udah selesai makan grasak-grusuk ngeluarin dompetnya. Dia pun mencari uang kecil dan recehan.

“Kamu ngapain?” tanya saya.

“Ini mau kasih buat pengamen itu”. suami masih sibuk cari-cari uang.

“Kamu mau kasih recehan? Dia kan bukan pengamen.”

“Hah, emang dia apa?”

“Semacam home band gitu lah.”

“Yah, aku cuma ada recehan Rp 2.000”

“Yah, jangan kasih segitu. Nanti kita disinisin. Minimal tuh kasihnya Rp 5.000. Bahkan kalau kita request lagu bisa sampe Rp 20.000, lho.”

“Hah? Kamu punya uang Rp 5.000 nggak?”

“Nggak ada, nih.”

Akhirnya dia bingung sendiri gimana kasih uang ke abang penyanyi. Saya udah mau ngikik aja.

“Daripada kasih Rp 2.000 mendingan nggak usah kasih aja lah. Toh kan bukan pemaksaan. Iya sih, tapi nggak enak.”

Haduh, suami rempong banget! Akhirnya saya suruh dia bayar makanan ke kasir depan dan nanti kembaliannya kasih aja buat yang nyanyi. Karena kasir ada di luar ruangan tempat makan yang harus melalui si penyanyi jadi dia jalannya nggak enak gitu karena disangka nggak mau kasih. Hahaha! Untungnya setelah bayar dia kembali masuk dan memberi uang Rp 10.000 ke si penyanyi. Hore, nggak jadi disinisin, deh!

Jadi sodara-sodara, kalau lagi makan ke tempat Bakmi Siantar atau Lapo coba siapin uang kecil untuk kasih ke penyanyi, ya. Nggak wajib harus kasih, sih. Tapi kalau orangnya nggak enakan kayak suami saya, ya mendingan disiapin. Hihihi. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€