Stalking Mike and Aom

Alert: Postingan ini macam ABG lagi ngomongin idolanya, ya. :))) Awalnya nggak mau posting tentang ini karena pasti ketauan obsesinya, kan. Tapiii… akhirnya runtuh deh pertahanan. They’re just adorable that I can’t resist to talk about them all the time. Jadi, siap-siap untuk baca tulisan panjang tentang adiksi saya ya. XD

Ehm, seperti yang udah disebutkan sebelumnya, kali ini saya (yang masih obsesi banget sama Full House Thai) akan ngomongin soal Mike Pirath Nitipaisankul a.k.a. Mike D. Angelo dan a little bit of Aom Sushar Manaying. Mereka berdua pemeran utama Full House Thai.

Soooo, I am crazy in love (or may I say obsessed) with them. They had good chemistry on and off screen. Saking belivable-nya mereka sebagai pasangan yang jatuh cinta sampai publik Thailand sendiri ngarep setengah mati kalau mereka jadian aja. I’ve seen most of their interviews (kemampuan stalking saya benar-benar diuji karena interview mereka pake bahasa Thai, jadi harus ngubek-ngubek Youtube cari yang ada subtitle Inggris –> NIAT. Hahaha!) and like on the tv, they just showed their cuteness when they were together.

Media Thai sendiri kalau lagi interview mereka, apapun acaranya (entah peluncuran album, fashion show, atau bahkan launching film mereka yang lain) selalu ada pertanyaan Mike suka Aom beneran nggak? Aom suka Mike nggak? Apa pendapatnya tentang satu sama lain? Kalian jadian di kehidupan nyata nggak, sih?ย Setelah melihat sekian banyak interview, pertanyaan selalu ada, selalu diulang-ulang (yang kalau di sini sih udah pasti dibilang wartawannya annoying banget). Tapi kayaknya Mike dan Aom ini tipe sabar (atau emang budayanya begitu) jawab pertanyaan-pertanyaan yang sama. Bahkan produser Full House, pemain lainnya, dan presenter selalu ngeledekin mereka kalau mereka saling suka dan mendingan jadian aja.

Biasanya kalau suka sama suatu pasangan di film atau serial, saya nggak akan terobsesi sebegitunya. Nggak cari tahu di kehidupan nyatanya jadian atau nggak. Misalnya, kayak Lee Min Ho dan Park Shin Hye di The Heirs. Mereka cocok di filmnya, tapi untuk jadian di kehidupan sebenarnya kayaknya nggak, deh. Nah, Mike dan Aom ini saking chemistry-nya dapet banget, orang selalu menyangka mereka nggak lagi akting tapi emang jatuh cinta beneran. Mereka sering berantem, ngambek, baikan, minta maaf pake bunga, saling kangen. Dan itu off screen.

Yang paling sering nunjukin sebenarnya Mike. Dia biasanya lebih sering blushing kalau dihadapkan dengan pertanyaan seputar Aom. Belum lagi tiba-tiba jadi gugup sehingga gelagapan dan salting. Selain itu, dia juga lebih obvious nunjukin perasaannya. Misalnya, Aom upload foto dia dengan Golf (kakak Mike) di instagram. Mike yang liat langsung comment sambil ngambek. Lucu banget. ๐Ÿ˜‰

Untung aja ada yang terjemahin, kalau nggak buta banget pas stalking. (photo credit: forums.soompi.com)

Untung aja ada yang terjemahin, kalau nggak buta banget pas stalking.
(photo credit: forums.soompi.com)

Atau pas Utt (pemeran Guy di Full House) posting foto dia lagi chat sama Aom. Lagi-lagi Mike kasih komen kenapa dia nggak diajak chat. Hihihi.

Contohnya interview ini:

Di bagian pas Mike ditanya apa benar dia suka Aom, dia mulai salting, garuk-garuk mata atau hidungnya (which a body sign for lying) dan mulai gugup. Obvious!

Sementara Aom sendiri lebih jaim. Dia nggak terlalu nunjukin jadi tampaknya publik Thai sendiri masih nggak yakin 100%. Tapi di banyak kesempatan, dia oke-oke aja kalau misalnya Mike nunjukin affection.

Selain itu, mereka bisa tiba-tiba kasih surprise. Misal waktu Mike launching mini albumnya, Aom tiba-tiba kasih surprise datang dengan bunga. Begitu juga sebaliknya, waktu Aom acara meet and greet dengan fans-nya, Mike tiba-tiba datang nyemangatin. Di lain hari waktu Mike syuting serial lain, Aom tiba-tiba dateng ke lokasi syuting untuk nyamperin. Sweet banget, kan!

Untuk Full House Thai sendiri sebenarnya di sana udah selesai masa tayangnya. Bulan April kemarin karena film ini sukses besar, jadi ada 4 episode khusus buat penggemarnya. Episode 1-3 tentang behind the scenes mereka. Episode 4 dibikin secara khusus. Mereka direkam seharian kegiatannya sebagai pasangan suami-istri seperti di filmnya (jadi seperti film Truman Show). Dari mulai bangun tidur, makan pagi, nyiram bunga, sampai nanti acara puncaknya. Acara seharian ini nggak ada skrip. Tampaknya mereka cuma dikasih garis besarnya aja, nanti mereka sendiri yang berkembang dari situ (yang mana jadi nggak bisa bedain ini akting atau beneran, sih?). Acara puncaknya mereka bakal ketemu fansnya langsung dan melakukan show case. Dan seharusnya itu adalah puncak segala macam promosi Full House. Setelah ini nggak ada lagi karena udah berakhir.

Nah, tapi Mike dan Aom ini masih sering komunikasi lewat sosmed pribadinya mereka. Misal, pas Aom sakit, Mike langsung kasih semangat lewat instagram, atau mereka bikin aplikasi lucu dan dibales sama yang lainnya. Enggak tahu ini mereka sengaja begitu karena tahu publik suka mereka atau mereka emang suka beneran.

So yes, I stalk their instagram and twitter. The craziest thing is I join a forum that discuss about them. Gila, yak! Hahahaha! Saya bahkan udah hapal di luar kepala isi wawancara mereka.

Oke, lanjut! Mike ini tampaknya cukup populer di Thai sana. Dia udah berkarir jadi penyanyi dari umur 11 tahun dan beberapa tahun belakangan dia bikin duo GolfMike sama kakaknya, Golf (ini namanya kurang kreatif, ya). GolfMike udah bubar dan mereka memutuskan untuk solo karir kira-kira 2 tahun belakangan ini.

Gara-gara solo karir ini, Mike yang tadinya bergantung banget sama kakaknya dan dia tinggal nyanyi doang, sekarang harus mulai dari nol. Di film Full House, dia minta ke produser supaya dia boleh pegang musik dan soundtrack-nya.

Jadi dia ciptain 3 lagu: Break You Off Tonight (liriknya full berbahasa Inggris), Oh Baby I (yang kedengeran sering banget di sepanjang serial ini), dan Let Me The One Who Loves You (yang dia buat khusus untuk Aom-Am). Selain ciptain lagu, dia juga bertanggung jawab untuk video klipnya. Video Oh Baby I dan Break You Off Tonight, dia sutradarai dan edit sendiri. Dia bahkan yang membuat spesial efek untuk klip itu. Sedangkan untuk lagu Let Me Be The One Who Loves You dia bikin sendiri setiap editannya untuk ditampilin di serial itu. Untuk lagu Break You Off Tonight, dia juga yang ciptain sendiri koreografinya. Canggih banget, deh. (Oh ya, cek juga pas dia cover lagu Almost Is Never Enough bareng pemenang The Voice Thailand – bagus!)

Untuk karir akting sendiri, sebenarnya produser Full House agak ragu pake dia tadinya karena dia baru aja jadi aktor. Biasanya kan nyanyi. Tapi ternyata keraguannya ditepis. Aktingnya oke dan meyakinkan. Ada satu adegan yang saya suka banget. Pas dia nangis sampe sesak. Itu nangisnya beneran sampe rasanya pengen dipeluk dan dihapus air matanya (itu maunyaaa!). Di Full House sendiri ada adegan ciumannya. Mike ini baru pertama kali ciuman di depan layar ya di film ini. Tiap dia nyeritain ini pasti mukanya langsung memerah malu.

Satu lagi kelebihannya: bahasa inggrisnya ciamik! Mungkin karena dia sekolahnya selalu di sekolah internasional jadi pronunciation dan grammarnya oke (ehm, aksennya juga seksi. Awww). Ditambah badannya six pack dan hobi shirtless (penting banget ini, kakaaak!).

e31160eajw1ee54kmr8kdj20c80ifwf6

*pingsan*

*pingsan*

Sementara Aom sendiri udah lebih lama jadi aktris. Sebelum Full House, dia sempat main di film Yes or No jadi seorang lesbian. Gara-gara film ini dia digosipin lesbi, yang mana udah dia tepis. Dia juga main di serial Autumn In My Heart, yang adaptasi dari serial Korea juga. Di serial Full Ho;use, dia juga ikutan nyanyi di lagu Oh Baby I walaupun cuma kedapetan sedikit bagian. Soalnya sebenarnya suaranya biasa aja, sih. Dia pun ngaku kalau dia nggak bisa nyanyi dan untuk nyanyi di soundtrack Full House dia perlu latihan keras.

Cute banget ya

Cute banget ya

9fcc2dac810bd8f7f855e0906f2345a8

So now, I’m back like a teenage girls stalking their idols news. Jadi kalau nanti saya tulis tentang mereka lagi jangan bosen, ya. Hahaha! ๐Ÿ˜€

PS: semua foto diambil dari google. Begitu pun dengan Youtube.

 

Hobi: Lidi Pedas

Ada yang tau jajanan ini nggak?

Yup, ini lidi pedes yang biasanya dijual di sekolah. Saya suka banget jajanan penuh MSG ini dari SD. Pertama kali nemuin jajanan ini di kantin sekolah, ya ampun kayak nemuin surga kali, ya. Tiap hari pasti harus selalu beli.

Pas SMA pindah sekolah, awalnya nggak ada tuh jajanan ini di sekolah. Ya nggak papa juga, sih. Kalau nggak ada, saya nggak nyariin. Tapi suatu hari, jajanan ini tiba-tiba muncul. Ya ampun, kayak orang sakaw, saya beli tiap hari. Naomi dan lidi pedas adalah satu item. :’) *bangga yang tidak perlu*

Berlanjut ke kuliah, lagi-lagi jajanan itu tetep ada. Oh Tuhan, beginikah rasanya orang yang ngedrugs mau berhenti tapi nggak bisa karena barangnya gampang didapat *asosiasi yang kejauhan*. Tentu saja saya tergila-gila sama jajanan ini.

Lebih parah lagi sebenarnya waktu S2. Begitu nemuin jajanan ini, bisa tiap hari beberapa bungkus saya makan. Gila! Apalagi kalau lagi nunggu bimbingan, lidi pedas sama coki-coki adalah cemilan paling asoy. Pernah suatu waktu dosen saya nemuin saya dengan antengnya nunggu bimbingan sambil ngemil lidi pedas.

Reaksinya langsung kaget dan panik, “Naomi, nanti kalau kamu makan itu terus jadi bodoh, lho!”

Saya cuma cengengesan aja. Dalam hati bilang, “Lah, saya ini jenius, Mas. Makanya perlu diturunin dikit kepintarannya.” *ditabok* ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Yang bikin saya ketagihan banget sama lidi pedas adalah sensasi kepedasannya itu: air mata mengalir, hidung berair, dan bibir panas. Buset, saya ini kayaknya emang hobi disiksa, ya. Hehehe.

Nah, kemarin ini teman kantor saya lagi makan lidi pedas, tapi tinggal sedikit. Dia kasih ke saya dan saya ambil beberapa biji. Makjang, itu kayak ditetesin air di tengah padang gurun. Rasanya nagih banget, tapi sayang udah habis. Jadi kentang banget kan! Sejak itu, saya langsung grasak-grusuk nyari lidi pedas di dekat rumah tapi nggak ada. Oh kenapa begituuu? *stres*

Oleh karena itu, bagi siapapun yang tau keberadaan lidi pedas ini, tolong beritahukan saya, ya. *sakaw tingkat dewa*

72 Hari Kemudian

It’s November. YEAY! *joged-joged*

Tapi ada 1 berita mengejutkan di awal November ini… *zoom in* *zoom out*

Kim Kardashian dan Kris Humphries berpisah setelah hanya 72 hari menikah!

*bumi gonjang-gajing* *petir menggelegar*

Kenapa saya begitu shock-nya? Karena kemarin saya excited banget nontonin kawinan dia yang digembor-gemborkan sebagai kawinan saingannya si Royal Wedding. Judul acara kawinan dia aja: Kim’s Fairy Tale Wedding. Biaya kawinan super megah dan heboh ini menghabiskan kira-kira 10-20 juta dollar. *ngitung duit* *ga kebayang*

Saking sukanya saya mantengin kawinan Kim ini, jadwal kencan bisa mundur. Begitu si pacar menjemput, malah saya suruh tunggu dan nyuruh dia ikut nonton kawinan Kim. Bok, eneg nggak sih pacar gue digituin? *ketawa busuk* ๐Ÿ˜€

Tiada hari tanpa ngomongin kawinan Kim. Pacar pun geli dan saya rasa bentar lagi mau muntah dengerin saya cerita. Betapa leganya dia pas saya udah selesai nontonin semua episode kawinan Kim. Setidaknya dunia lebih aman dari gangguan cerocosan saya. ๐Ÿ˜›

Nah, pas Kim cerai secepat ini kan saya jadi merasa tertampar bolak-balik, kiri-kanan. #lebay Why Kim? Why you ruin my fantasy of everlasting fairy tale wedding? *nangis di bawah selimut*

Oh well, kalo kata Mama, makanya jangan pake tema hitam kalo di kawinan. Pengaruh buruk, tuh! Yang mana sempat saya sangkal karena melihat kecantikan kawinan Kim ini. Eh, emang ya, pengalaman orang tua nggak boleh dibantah. Beneran si Mama ternyata. Hihihi. *sungkem*

Untuk menyegarkan kembali, mari kita lihat hebohnya kawinan dese:

The venue

Dekorasi yang serba hitam-putih

Dekorasi yang mewah

Undangan

The bride

3 wedding dresses and all those fancy jewelries

Meet Mr and Mrs Humphries

 

Hilanglah itu uang berjuta-juta dollar hanya untuk pernikahan 72 hari aja. Bye bye janji ’till death do us apart.

Dan saya kembali akan diledekin si pacar karena mengagumi idola yang salah. -____-”

 

*all pics were taken from google images

Saya dan Kim Kardashian

Pernah nonton film tertentu dan merasa… eh, kok itu gue banget, sih! Nah, akhir-akhir ini waktu nonton Keeping Up With The Kardashians, saya merasa Kim Kardashian itu saya banget! #hening #menunggureaksiorangorang

Bukan. Bukan tampangnya yang mirip, apalagi bentuk badannya yang aduhai. Itu -sayangnya- jauh banget (yeah, I still wish though. LOL!). Yang mirip itu sifatnya si Kim. Setelah nonton berkali-kali, ya kok suka merasa ini mah mirip amat, sih. Apalagi menjelang pernikahan si Kim, ya ampun, makin mirip aja. Pas nonton sih ketawa-ketawa, yang mungkin mentertawakan diri sendiri, sih. Tapi kalau pas ngalamin, itu sih mumet-semumetnya.

Beberapa sifat Kim yang saya banget adalah: control freak, perfeksionis, ribet, bawel, kaku, dan dreamer.

Yang lucu adalah ketika nonton iklan untuk tayangan persiapan pernikahan Kim. Kim ngomel-ngomel karena pengen pernikahannya jadi pernikahan paling sempurna. Dia sudah memimpikan pernikahan seperti apa yang dia inginkan sejak umur 10 tahun. Dia pengen semuanya serba sempurna dan berjalan seperti apa yang dia pengen. Waktu dia udah mulai stres tingkat dewa, dia mulai kebingungan dan ngomel-ngomel ke pacarnya, Kris. Dengan alasan, si Kris nggak banyak ngebantu dan nggak punya inisiatif untuk membantu dia.

Oh well, ITU GUE BANGET! #ketawamiris #ketawaindirisendiri

Nah ada lagi yang lainnya. Waktu Kim diundang naik ke atas panggung oleh Prince. Tentu saja dengan maksud ngajak Kim dance di panggung. Yang ada Kim bengong, nggak mau dance karena nggak pede, dan berakibat…. diusir dari panggung oleh Prince (kasian, yak!). Karena nggak pede itu, dia ikut kelas dance. Maksudnya sih supaya lain kali kalau diajak dance lagi, dia udah pede dan bisa dance. Yang terjadi adalah… dia makin minder sama teman-teman dance-nya dan memutuskan untuk keluar dari les dance.

ITU JUGA GUE BANGET!

Itu yah kalau karaoke sama teman-teman dan nyanyiin lagu beat dan asik buat ngedance. Saya cuma diem aja, loh. Pengen sih geal-geol kanan kiri, tapi rasanya badan ย ini kaku banget. Pernah teman-teman si pacar, narik saya untuk dance di depan, berakhir dengan saya keukeuh tetap di tempat duduk dan malah mutung. Ketidakpedean saya udah kronis banget. -____-”

Di salah satu episode, Kim juga ribet banget sama barang-barang di rumahnya. Karena dia baru pindah rumah, ibunya mau bikin housewarming dengan ngundang orang-orang pesta di rumahnya. Yang terjadi adalah Kim malah senewen karena orang-orang ngotorin rumahnya dan bikin barang-barangnya kotor. Dia sendiri nggak menikmati pesta di rumahnya sendiri.

TENTU SAJA ITU GUE BANGET!

Nggak tahu udah berapa kali, saya malah sibuk ngurusin barang-barang saya supaya nggak kotor dan nggak lecek, apalagi rusak. Akibatnya saya suka senewen dan cerewet banget sama barang-barang saya yang dipinjam orang lain. Orang-orang suka kesal sama saya jadinya. Habis kayaknya saya nggak bisa loose sedikit aja.

Nah, begitulah kawan-kawan. Nonton Keeping Up With The Kardashians dan memperhatikan Kim sungguh bikin saya sadar. Saya ini kok annoying, ya! Hahahaha!

#ditamparbolakbalik

Aku Normal :D

Ini status medis pengukuran berat badanku.

Berat badan: 55,1 kg

Body fat: 27,8%

Vfa: 2 (lemak dalam perut cuma 2! Sangat normal, bahkan cenderung nggak ada lemak. ๐Ÿ˜€ *jumawa*)

BMI: 19,1 (normal itu 18-23)

NAH, jadi aku boleh ngemil-ngemil lagi, kan? *cari pembenaran* ๐Ÿ˜€