The Sweetest

My husband is probably the sweetest person.

Sejak hamil, tubuh rasanya berubah 180 derajat. Pegel, capek, pusing, eneg, lemah. Setiap pulang ke rumah, yang pengen dilakukan cuma rebahan di tempat tidur. Nggak kepikiran mau bersihin rumah atau pekerjaan rumah tangga lainnya. Hey, I’m focusing on this aching body. Tentunya suami adalah orang pertama yang jadi tempat sampah keluh kesah saya.

“Aku pegel. Badanku semua sakit. Capek banget.” kata-kata pertama yang dilontarkan ketika bertemu suami sehabis pulang kantor.

“Aduh, kamu lama banget sih datangnya. Aku udah mau pingsan nih saking pusingnya.” terucap ketika suami terlambat menjemput.

Dan sejuta keluhan lainnya lagi. Ada kalanya saking sakitnya nggak hilang-hilang dan nafsu makan berkurang karena eneg terus, saya mau nangis karena nggak tahu harus gimana.

But my husband is the sweetest person. Sejak pertama tahu saya hamil, dia mengambil seluruh tugas rumah tangga. Dia membiarkan saya langsung masuk kamar sejak pulang kantor untuk istirahat karena tahu saya pasti lagi kesakitan. Dia langsung menyiapkan makanan. Bukan cuma menyiapkan, tapi dia memasak. Pertama kalinya memasak, sedangkan saya cuma memberi instruksi saja. Ketika makanan siap, dia akan memanggil saya untuk makan. Kemudian, ia masih harus mencuci piring dan segala macam perabotan makan lainnya. Sementara tentu saja saya sudah balik lagi ke kamar. Tidak lupa, dia juga masih harus memberi makan anjing kami, si Mika.

Sebelum saya tidur, dia akan masuk kamar untuk memijit punggung saya yang pegal dan mengusapkan minyak kayu putih di punggung. Kadang-kadang dia tertidur ketika sedang memijit saya. Tapi biasanya ketika saya sudah mengeluh seharian badannya sakit, dia akan memastikan akan memijit sampai tuntas tanpa ketiduran. Pijitannya membuat saya tidur lebih nyenyak dan keesokan harinya bangun dengan lebih segar.

Sehabis memijit saya, dia masih harus membawa Mika jalan-jalan keliling komplek. Kalau rumah sudah kotor, dia akan lanjut menyapu dan mengepel. Kadang-kadang pekerjaannya baru selesai hampir tengah malam. Tiap malam dia juga tidak lupa merebus sari kacang hijau untuk saya minum. Untuk refreshing, dia tidak langsung tidur tapi lanjut main komputer dulu. Biasanya sekitar jam 01.00 saya terbangun dan melihat belum ada suami di samping saya. Ketika saya panggil baru dia masuk kamar untuk tidur.

Waktu baru awal kehamilan dan tiap pagi disertai rasa pegal tak tertahankan, suami yang membuatkan sarapan. Bukan cuma membuatkan sarapan, dia juga memasak lagi untuk bekal makan siang kami. Sampai kadang-kadang dia lupa untuk makan pagi karena saking sibuknya. Dia harus tergopoh-gopoh untuk mandi dan siap-siap ke kantor. Membereskan tempat tidur kami karena dia tahu saya nggak suka meninggalkan kamar dalam keadaan berantakan. Waktu itu saya sungguh malas sekali membereskan kamar. Tidak meminta suami juga untuk membereskan kamar, tapi dia melakukannya sendiri. :’)

Setelah membereskan kamar, dia akan memanaskan mobil, memberikan Mika makan, dan membuang pup Mika di halaman. Baru kemudian kami berangkat ke kantor bersama-sama. Pulangnya kami bertemu di tengah-tengah antara kantor kami untuk sama-sama pulang. Di tengah jalan ketika saya mengeluh, dia pun mengelus punggung saya dan selalu bilang, “Nanti aku pijitin sampai lama, ya.”

Semua rutinitas itu berulang setiap hari. Bayangkan betapa capeknya dia mengurusi saya. Sampai dia pernah sakit karena terlalu capek. He really takes good care of me. I can’t ask for a better husband because I already got the sweetest one. There is no doubt that he’s gonna be a good father too. I am forever lucky to have him. :’)

Stalking Mike and Aom

Alert: Postingan ini macam ABG lagi ngomongin idolanya, ya. :))) Awalnya nggak mau posting tentang ini karena pasti ketauan obsesinya, kan. Tapiii… akhirnya runtuh deh pertahanan. They’re just adorable that I can’t resist to talk about them all the time. Jadi, siap-siap untuk baca tulisan panjang tentang adiksi saya ya. XD

Ehm, seperti yang udah disebutkan sebelumnya, kali ini saya (yang masih obsesi banget sama Full House Thai) akan ngomongin soal Mike Pirath Nitipaisankul a.k.a. Mike D. Angelo dan a little bit of Aom Sushar Manaying. Mereka berdua pemeran utama Full House Thai.

Soooo, I am crazy in love (or may I say obsessed) with them. They had good chemistry on and off screen. Saking belivable-nya mereka sebagai pasangan yang jatuh cinta sampai publik Thailand sendiri ngarep setengah mati kalau mereka jadian aja. I’ve seen most of their interviews (kemampuan stalking saya benar-benar diuji karena interview mereka pake bahasa Thai, jadi harus ngubek-ngubek Youtube cari yang ada subtitle Inggris –> NIAT. Hahaha!) and like on the tv, they just showed their cuteness when they were together.

Media Thai sendiri kalau lagi interview mereka, apapun acaranya (entah peluncuran album, fashion show, atau bahkan launching film mereka yang lain) selalu ada pertanyaan Mike suka Aom beneran nggak? Aom suka Mike nggak? Apa pendapatnya tentang satu sama lain? Kalian jadian di kehidupan nyata nggak, sih?Β Setelah melihat sekian banyak interview, pertanyaan selalu ada, selalu diulang-ulang (yang kalau di sini sih udah pasti dibilang wartawannya annoying banget). Tapi kayaknya Mike dan Aom ini tipe sabar (atau emang budayanya begitu) jawab pertanyaan-pertanyaan yang sama. Bahkan produser Full House, pemain lainnya, dan presenter selalu ngeledekin mereka kalau mereka saling suka dan mendingan jadian aja.

Biasanya kalau suka sama suatu pasangan di film atau serial, saya nggak akan terobsesi sebegitunya. Nggak cari tahu di kehidupan nyatanya jadian atau nggak. Misalnya, kayak Lee Min Ho dan Park Shin Hye di The Heirs. Mereka cocok di filmnya, tapi untuk jadian di kehidupan sebenarnya kayaknya nggak, deh. Nah, Mike dan Aom ini saking chemistry-nya dapet banget, orang selalu menyangka mereka nggak lagi akting tapi emang jatuh cinta beneran. Mereka sering berantem, ngambek, baikan, minta maaf pake bunga, saling kangen. Dan itu off screen.

Yang paling sering nunjukin sebenarnya Mike. Dia biasanya lebih sering blushing kalau dihadapkan dengan pertanyaan seputar Aom. Belum lagi tiba-tiba jadi gugup sehingga gelagapan dan salting. Selain itu, dia juga lebih obvious nunjukin perasaannya. Misalnya, Aom upload foto dia dengan Golf (kakak Mike) di instagram. Mike yang liat langsung comment sambil ngambek. Lucu banget. πŸ˜‰

Untung aja ada yang terjemahin, kalau nggak buta banget pas stalking. (photo credit: forums.soompi.com)

Untung aja ada yang terjemahin, kalau nggak buta banget pas stalking.
(photo credit: forums.soompi.com)

Atau pas Utt (pemeran Guy di Full House) posting foto dia lagi chat sama Aom. Lagi-lagi Mike kasih komen kenapa dia nggak diajak chat. Hihihi.

Contohnya interview ini:

Di bagian pas Mike ditanya apa benar dia suka Aom, dia mulai salting, garuk-garuk mata atau hidungnya (which a body sign for lying) dan mulai gugup. Obvious!

Sementara Aom sendiri lebih jaim. Dia nggak terlalu nunjukin jadi tampaknya publik Thai sendiri masih nggak yakin 100%. Tapi di banyak kesempatan, dia oke-oke aja kalau misalnya Mike nunjukin affection.

Selain itu, mereka bisa tiba-tiba kasih surprise. Misal waktu Mike launching mini albumnya, Aom tiba-tiba kasih surprise datang dengan bunga. Begitu juga sebaliknya, waktu Aom acara meet and greet dengan fans-nya, Mike tiba-tiba datang nyemangatin. Di lain hari waktu Mike syuting serial lain, Aom tiba-tiba dateng ke lokasi syuting untuk nyamperin. Sweet banget, kan!

Untuk Full House Thai sendiri sebenarnya di sana udah selesai masa tayangnya. Bulan April kemarin karena film ini sukses besar, jadi ada 4 episode khusus buat penggemarnya. Episode 1-3 tentang behind the scenes mereka. Episode 4 dibikin secara khusus. Mereka direkam seharian kegiatannya sebagai pasangan suami-istri seperti di filmnya (jadi seperti film Truman Show). Dari mulai bangun tidur, makan pagi, nyiram bunga, sampai nanti acara puncaknya. Acara seharian ini nggak ada skrip. Tampaknya mereka cuma dikasih garis besarnya aja, nanti mereka sendiri yang berkembang dari situ (yang mana jadi nggak bisa bedain ini akting atau beneran, sih?). Acara puncaknya mereka bakal ketemu fansnya langsung dan melakukan show case. Dan seharusnya itu adalah puncak segala macam promosi Full House. Setelah ini nggak ada lagi karena udah berakhir.

Nah, tapi Mike dan Aom ini masih sering komunikasi lewat sosmed pribadinya mereka. Misal, pas Aom sakit, Mike langsung kasih semangat lewat instagram, atau mereka bikin aplikasi lucu dan dibales sama yang lainnya. Enggak tahu ini mereka sengaja begitu karena tahu publik suka mereka atau mereka emang suka beneran.

So yes, I stalk their instagram and twitter. The craziest thing is I join a forum that discuss about them. Gila, yak! Hahahaha! Saya bahkan udah hapal di luar kepala isi wawancara mereka.

Oke, lanjut! Mike ini tampaknya cukup populer di Thai sana. Dia udah berkarir jadi penyanyi dari umur 11 tahun dan beberapa tahun belakangan dia bikin duo GolfMike sama kakaknya, Golf (ini namanya kurang kreatif, ya). GolfMike udah bubar dan mereka memutuskan untuk solo karir kira-kira 2 tahun belakangan ini.

Gara-gara solo karir ini, Mike yang tadinya bergantung banget sama kakaknya dan dia tinggal nyanyi doang, sekarang harus mulai dari nol. Di film Full House, dia minta ke produser supaya dia boleh pegang musik dan soundtrack-nya.

Jadi dia ciptain 3 lagu: Break You Off Tonight (liriknya full berbahasa Inggris), Oh Baby I (yang kedengeran sering banget di sepanjang serial ini), dan Let Me The One Who Loves You (yang dia buat khusus untuk Aom-Am). Selain ciptain lagu, dia juga bertanggung jawab untuk video klipnya. Video Oh Baby I dan Break You Off Tonight, dia sutradarai dan edit sendiri. Dia bahkan yang membuat spesial efek untuk klip itu. Sedangkan untuk lagu Let Me Be The One Who Loves You dia bikin sendiri setiap editannya untuk ditampilin di serial itu. Untuk lagu Break You Off Tonight, dia juga yang ciptain sendiri koreografinya. Canggih banget, deh. (Oh ya, cek juga pas dia cover lagu Almost Is Never Enough bareng pemenang The Voice Thailand – bagus!)

Untuk karir akting sendiri, sebenarnya produser Full House agak ragu pake dia tadinya karena dia baru aja jadi aktor. Biasanya kan nyanyi. Tapi ternyata keraguannya ditepis. Aktingnya oke dan meyakinkan. Ada satu adegan yang saya suka banget. Pas dia nangis sampe sesak. Itu nangisnya beneran sampe rasanya pengen dipeluk dan dihapus air matanya (itu maunyaaa!). Di Full House sendiri ada adegan ciumannya. Mike ini baru pertama kali ciuman di depan layar ya di film ini. Tiap dia nyeritain ini pasti mukanya langsung memerah malu.

Satu lagi kelebihannya: bahasa inggrisnya ciamik! Mungkin karena dia sekolahnya selalu di sekolah internasional jadi pronunciation dan grammarnya oke (ehm, aksennya juga seksi. Awww). Ditambah badannya six pack dan hobi shirtless (penting banget ini, kakaaak!).

e31160eajw1ee54kmr8kdj20c80ifwf6

*pingsan*

*pingsan*

Sementara Aom sendiri udah lebih lama jadi aktris. Sebelum Full House, dia sempat main di film Yes or No jadi seorang lesbian. Gara-gara film ini dia digosipin lesbi, yang mana udah dia tepis. Dia juga main di serial Autumn In My Heart, yang adaptasi dari serial Korea juga. Di serial Full Ho;use, dia juga ikutan nyanyi di lagu Oh Baby I walaupun cuma kedapetan sedikit bagian. Soalnya sebenarnya suaranya biasa aja, sih. Dia pun ngaku kalau dia nggak bisa nyanyi dan untuk nyanyi di soundtrack Full House dia perlu latihan keras.

Cute banget ya

Cute banget ya

9fcc2dac810bd8f7f855e0906f2345a8

So now, I’m back like a teenage girls stalking their idols news. Jadi kalau nanti saya tulis tentang mereka lagi jangan bosen, ya. Hahaha! πŸ˜€

PS: semua foto diambil dari google. Begitu pun dengan Youtube.

 

Jumat Manis: Ingin Dicinta

Udah cukup norak belum judulnya? X))

Karena ini hari Jumat yang artinya weekend, jadi mari mengenang yang manis-manis. Video di atas ini keluarnya tahun 2009. Dinyanyiin Soul ID, judulnya Ingin Dicinta. Perasaan dulu lagi ini nggak booming-booming banget tapi ya sering kedengeran juga di radio *ini gimana sik maksudnya? Hihihi*.

Secara saya ini boyband mania jadi sebenarnya musik-musik macam Soul ID nggak pernah seliweran di telinga saya. Yang bikin saya jadi suka banget sama lagu ini karena ehm… ada kenangan manisnya. πŸ˜‰

Lima tahun yang lalu pas masih jadi anak kuliahan, saya ngekos di Depok. Baru putus cinta setelah pacaran 3 tahun dan naksir 4 tahun (total kebodohan: 7 tahun. Hahaha!). Udah pasti hati lagi rapuh-rapuhnya, dong *mengalun lagu Nia Daniaty*. Mana kuliah lagi gila-gilaan dan sendirian pula di kos. Perempuan galau ini butuh sering-sering dipuk-puk. X))

Tersebutlah seorang pria yang nggak masuk kriteria saya sama sekali yang deketin. Ahey, lagi galau trus dibanjiri perhatian ya mau aja dong. Terima teleponnya tiap hari, chatting sampai tengah malam, saling sms tiap pagi. Ish, manis! Nah, di saat itu di radio sering banget kedengeran lagu ini yang dibarengi lagi teleponan atau chatting sama doi. Macam soundtrack aja.

Teringatlah suatu malam waktu lagi ngerjain tugas seabrek, ditemani lagu ini juga, si pengagum telepon bilang habis nanti main basket dia mau main ke kos saya. Ih, teleponan boleh sering-sering tapi kan nggak mau diapelin, dong. Bukan pacar gitu! Jadi saya nolak dan nggak mau kasih tahu letak kos saya. Dia cuma tahu kos saya ada di Depok, dekat Margonda. Udah.

Sekitar jam 10 malam dia telepon saya nanya alamat kos di mana karena dia udah di Margonda. Ha, keras kepala! Dibales lagi dengan kekerasan kepala saya tetap nggak mau kasih tahu letak kos di mana, tapi suruh dia nunggu di warung dekat kos. Kejam. Hahaha!

Jadi ngobrollah kita di warung dan saya tetap nggak mau kasih tau di mana kos saya. Alasannya, “Nanti kamu sering datang samperin aku”. GR at its highest point. Hihihi. Dia bawain saya mie yamin favorit dan coklat. Sweet, ya.

Two years later, that man married me. πŸ˜‰ Dan dia tetap nggak tahu di mana letak kos saya sampai sekarang. Hihihi.

So, everytime I hear this song, I remember that one sweet night. πŸ™‚

Ngalor-Ngidul

Setelah dua minggu yang lalu sakit, akhirnyaaa bisa merasakan bangun tidur kepala enteng, badan segar, dan nggak pusing. Health is priceless! Padahal sakitnya nggak berat (yeah, sekarang sih bisa bilang gitu), cuma radang tenggorokan, tapi disertai demam (2 hari), batuk, dan flu berat (seminggu). Waktu belum sembuh benar harus masuk kantor karena pasiennya banyak banget dan udah nggak bisa di-handle sama teman juga. Belum lagi ada beberapa pasien ngomel karena jadwal mereka di-cancel. Hiks, maafkeun! Tiap malam minta si suami olesin minyak kayu putih dan kerokin. Ahahaha, baru tahu kalau kerokan ampuh banget, deh.

Sempat hari Minggu masih merasakan badan nggak enak banget, bangun tidur kepala rasanya berat. Jadi mutusin kembali minum obat dan tidur. Dasar nggak betah seharian di rumah, siangnya segaran dikit langsung merengek ke suami minta diajak jalan-jalan. Jadilah jalan ke Grand Indonesia. Aduh, happy banget. Cuma 2-3 jam di mall, kembali mendadak kepala pusing dan mual. Haduh! Langsung merengek lagi sama suami supaya pulang buru-buru. Di mobil udah nggak karuan rasanya. Sampe rumah minum tolak angin, dikerokin, langsung tidur. Ringkih!

Jadi begitu, badan sehat, nggak pusing, dan (paling penting, nih) nafsu makannya balik. Hore banget, deh! Bisa makan apa aja itu surga. Eh, tapi pas sakit kemarin kan nggak nafsu makan, bikin perut yang tadinya buncit jadi mengempes. Duh, berkah di saat sakit ini, mah. *elus-elus perut*

Selesai sakitnya, eh si anjing kesayangan malah lagi mens *glek*! Jadi usia Mika udah 8,5 bulan. Emang jadwalnya mens anjing kan dimulai dari 6-14 bulan. Untuk anjing tipe besar kayak Golden Retriever dia muncul di bulan ke 8-9. Pas banget, deh.

Tapi nggak kayak manusia, anjing ini nggak ada tanda-tandanya. Eh, ada deh. Jadi pas lagi sakit itu kan saya diem di rumah. Dari depan kedengeran kok kayak ada yang goyang-goyang pagar. Pas dilihat, eh ada anjing tetangga yang beda blok mampir ke rumah. Waktu itu liatnya, “Awww, manis sekali Mika disamperin temannya”. Nah, siangnya Mika nemenin saya di dalam rumah. Pas dia lagi duduk, tiba-tiba…..criiit…. kok keluar merah-merah gitu? Yes, darah dari mensnya Mika.

Langsung dong panik. Soalnya dari artikel-artikel yang dibaca, kalau udah mens itu bisa hamil (yang mana saya nggak mau dia hamil karena nggak bisa ngurusin anak-anaknya nanti) dan bakal banyak disamperin anjing jantan. OALAH, pantesan aja tadi dia disamperin.

Udah deh, si Mika langsung dapet perhatian ekstra. Mensnya sih nggak terlalu ngerepotin karena nggak kayak manusia yang deras banget keluarnya, kalau anjing cuma sedikit-sedikit dan nggak tiap saat. Tapiii…. langsung menarik perhatian anjing jantan ini lho yang bikin heboh. Tiap hari ada aja anjing tetangga yang samperin Mika. Malah puncaknya kemarin, ada 4 anjing tetangga entah siapa yang bergantian datang ke rumah. Begitu cek di Mbah Google, ternyata kalau anjing betina mens, baunya akan menarik perhatian anjing jantang sampai jarak 2 km! Bayangin 2 km itu jauh bangettt! Plislah, anjing jantannya dijaga baik-baik di rumah, jangan dibiarin keliaran di luar gini *kekep Mika*. Udah lah ya, habis mensnya selesai steril aja. Oh ya, ditambah lagi mens anjing itu durasinya 2-3 minggu! Lama banget, kan? Tapi emang sih cuma 2 kali setahun aja. Semoga mensnya cepat selesai, yaa. Udah masuk minggu ketiga sih ini. Chayoooo! *pasang gembok baja*

Oh ya, kemarin ke Ace Hardware. Niatnya sederhana, ada dispenser idaman di situ. Yang dimaksud idaman adalah, standing dispenser yang harganya kurang dari Rp 1 juta (biasanya kan harganya Rp 1 jutaan ke atas) dengan model dan warna yang bagus. Soalnya ada yang merk Miyako, harga sih murah ya cuma Rp 400 ribuan untuk standing dispenser, tapi warnanya itu lhooo… hijau terang bikin sakit mata. Hiks, ya mbok desainernya kasian gitu sama yang pengen beli tapi nggak jadi karena sebel liat warnanya (itu gueee).

Dulu saya pake dispenser yang kecil karena ya itu tadi… murah, bok. Saya dan suami bukan tipe yang suka air dingin jadi nggak perlu yang ada pendingin, yang penting ada air panas karena kita sukanya air hangat (dan malas masak air. Hihihi). Waktu itu beli merk Kirin dengan warna biru mencolok. Nggak tahu sih kenapa beli itu. Kemungkinan karena baru nikah jadi beli yang murah aja. Yang murah kan warnanya jelek. Jadilah si Kirin dibawa ke rumah. Hehehe!

Nah, pas pindah rumah, nggak ada meja untuk naro si dispenser ini. Satu-satunya tempat yang tersisa dan memungkinkan adalah persis sebelah KOMPOR. Uyeaah, pinter banget, ya. Si Mama dan mertua sih udah bilang ini nggak papa ditaro di sebelah kompor, nanti panas dan meledak, lho. Dengan pinternya, saya yakin nggak bakal meledak karena…. kalo masak nggak usah pake kompor yang pas sebelah dispenser tapi yang ujung satunya lagi. Jadilah selama setahunan ini, saya kalau masak cuma pake 1 kompor ganti-gantian. Ribet, cyiiin!

Udah masak pake 1 kompor, si dispenser tetap aja rusak. Suatu hari… dia mulai retak tapi semua masih berfungsi dengan baik. Cuek! Lama-lama, lho kok ada air menggenang dekat dispenser. Apakah rumah ini bocor? Tapi kalau diliat-liat sih nggak, ya. Ah, cuek lagi! Beberapa lama kemudian, menggenang lagi dan sekarang air panasnya nggak bisa nyala. Hiks! Jadilah beberapa minggu kalau mau air panas, harus masak.

Mau entar-entar aja belinya, tapi minggu depan ada kebaktian di rumah. Gimana nasib mau bikin kopi dan teh? Masa pas tamu-tamu datang harus masak air panas. Dih, ribet! Ya udah meluncur ke Carrefour, cari yang standing dispenser. Ada nih yang disuka, merek Denpoo. Harga di bawah Rp 1 juta, desain minimalis. Cocok! Pas diminta, eh produknya lagi kosong. Katanya entah kapan masuk. Yah! Karena keukeuh harus di bawah Rp 1 juta dan pilihannya cuma dikiiit banget jadi ya mau nggak mau nunggu sampe barangnya ada aja.

Kemudian jalan-jalan ke Ace Hardware, dispenser lagi dipamerin. Wuih, ada yang merk Krisbow harga di bawah Rp 1 juta, desain minimalis putih semua. Masyuuk, cyin! Tapi.. tapi… sayang ya beli dispenser mahal. Ya udah nggak jadi beli. Tapi tiap ke Ace Hardware cabang yang lain, tipe yang itu selalu habis. Haduh, hati kan ketar-ketir ya takut kehabisan. Emang rempong eike! Jadilah kemarin langsung meluncur ke Ace Hardware Puri dan kekepin itu dispenser yang ternyata sisa satu ajah! HORE!

Ceritanya kalau di Ace Hardware mata kan selalu gatel liat-liat, ya. Nyasar ke bagian perlengkapan makan seperti gelas. Eh, eh…. kok sekarang banyak desain pop art di Ace? Ada gelas, milk bottle, bahkan sampe jam dinding! Jam dindingnya keceee banget tapi harganya Rp 700.000! Mak, masa seharga dispenser? Hih! (tapi dalam hati mupeng). Udah sempat masukin milk bottle (yang sebenarnya sangat nggak butuh) dan gelas kopi pop art (juga belum butuh) ke keranjang. Harga keduanya masih masuk akal. Tapi karena takut shock sakit jantung di kasir pas bayar tiba-tiba jadi sejutaan, jadi ya dengan hati pedih balikin lagi pernak-pernik pop art itu ke tempatnya. Kemudian menatap suami dan bilang, “Kalo udah gajian tolong ingetin aku untuk beli gelas dan milk bottle tadi. Aku pengeeeen!”. Teteeeup, drama! πŸ˜€

Eh, ini ngomong apa sih dari tadi nggak ada topik utamanya. Oh, tentu nggak ada. Karena ini Senin, jadi harus melakukan sesuatu yang menyenangkan dulu sebelum kerja *kemudian liat jam udah jam makan siang*. Happy Monday, people! πŸ˜€

Selalu Ada Yang Pertama Untuk……Tampil di Infotainment

Masih inget saya cerita di siniΒ tentang kepengenan dari dulu untuk tampil di TV dan komentarin artis (I knoooow, I’m shallow!). Ini mengumbar aib sih ya tapi ya sudahlah. Hihihihi.

Sebelumnya saya tampil di TV kan serius yang topiknya tentang gangguan makan dan di acara Wide Shot yang serius pulak. Bukan infotainment. Jadi cita-cita masuk TV sih udah kesampaian, tapi cita-cita komentarin artisnya belum. Cita-cita kok ya cetek banget sih, Mak. Eh, tapi untuk mencapai cita-cita ini harus kuliah sampe S2 dulu. Berat yeee!

Nah, kemarin malam tiba-tiba ada SMS dari seorang wartawan TV yang termasuk dalam grup MNC (aaah, tapi malu kasih tau apa *bersemu*) yang meminta saya untuk jadi narasumber. Kebetulan dia dapat nomor saya karena di-refer teman kantor. Ih, nerima sms kayak gitu deg-degan, lho. Lebih deg-degan daripada nunggu ditembak gebetan. >.< Jadi saya tanya dulu dong, untuk topik apa, nih. Kemudian dia langsung menelepon saya dan memberitahu untuk topik yang berhubungan dengan artis dan ditanyangin di acara infotainment.

BOK, INI MAH DIDENGAR SEMESTA BANGET KAN! *menerawang*

Habis nerima telepon itu, saya langsung grogi setengah modar. Gila, ini kok ya kayak besok bakal ketemu presiden ya besoknya. Saya langsung sibuk nelepon teman saya yang psikolog juga untuk ngebahas jawaban apa yang harus saya tampilkan supaya kelihatan intelek di depan tv. ISH, serius amat, deh, Mak! Habis lama teleponan, saya langsung tidur supaya muka fresh besoknya.

Besoknya saya dandan lebih cakepan dikit untuk ke kantor, tapi sayangnya potongan rambut aneh ini nggak mau bersahabat! Benar-benar megar kayak singa. AAAAK, tidaaaak! Debutku untuk tampil di TV nasional ngomongin artis jadi nggak oke dong (Bok, penting beut!). Akhirnya pas sampai kantor, saya rapihin rambut dan cepol aja rambutnya. Yah, biar kelihatan kayak ibu pejabat yang elegan. #tsaaah #padahaljauuuh.

Dari pagi udah baca banyak artikel yang berhubungan dengan topik. Tampang boleh kece, tapi kalau bahasan nggak intelek kan ya jadi minus, ya. Jadi buka-buka lagi deh artikel dan buku tentang topik itu. Hati sih udah nggak usah ditanya lagi, mau lepas rasanya jantung ini. Maklum ya, pengalaman pertama. Yang paling penting, saya nggak tau pertanyaan-pertanyaan apa aja yang baka dikasih jadi berasa kayak mau ujian lisan di hadapan seluruh orang Indonesia. #drama

Begitu wartawannya datang, jantung udah turun sampai ke dasar kaki. Grogi berat, mak! Tapi harus keliatan pede dong, ya. Jadi muka disetel seluwes mungkin. Setelah basa-basi dikit, kamera dinyalain. Silaaau banget dan saya harus menatap kamera itu. Kayak harus lihatin blitz tapi dalam waktu yang lama. Mata jadi berkunang-kunang, deh. Tapi harus tetap senyum, dong. Saya nggak yakin sih hasilnya saya senyum atau malah mukanya kelihatan kencang banget. Udah mau pingsan itu rasanya!

Mengenai jawaban-jawaban saya…..udahlah ya itu kata-kata yang dilatih buyar semua! Berantakan abis! Padahal niat sih mau mengeluarkan istilah-istilah psikologis supaya kelihatan kece kan. Apalah daya, kegugupan bikin kacaaao, jenderal! Untung wawancaranya cuma 10 menit. Coba kalau lebih, saya bisa semaput di depan kamera dan dijadikan bahan berita nasional. #krik

Acaranya akan ditayangkan hari ini: Rabu, 3 Juli 2013 di sore hari. Di mana dan jam berapa…. RAHASIA, dong. Akyu malu, kakaaak! πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ Nanti kalau udah lancar dan nggak berantakan lagi (kalau si wartawan nggak kapok jadiin saya narasumber, sih) baru saya kasih tau, deh. Hihihi!

Kesimpulannya:

  1. Cita-cita cetek pun akan dikabulkan oleh semesta. Jadi bercita-citalah setinggi langit.
  2. Ngomentarin artis pas sehari-hari sih gampang beneeer, tapi begitu harus ngomentarin pake teori psikologi ya mikir juga kali. Susyeeeh!

*brb nyemplungin diri ke kali* πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

 

Kisah Mas Dosen Cakep

Kemarin saya pergi ke Kampus Depok dengan Mbak Psikolog untuk mencari bahan penelitan di perpustakaan. Karena Mbak Psikolog ini lumayan kenal dengan dosen-dosen di sana dan salah satu teman dekatnya adalah dosen di sana maka kita pun berkunjung ke ruang dosen. Surprisingly, ternyata saya masih diingat oleh para dosen. Mereka sangat ramah dan udah nganggep kita rekan sejawat. CIYEEH, bangga bener kan rasanya!

Setelah selesai ngobrol, Mbak Psikolog berkunjung ke dosen lainnya di ruangan yang berbeda. Saya dengan Mas Dosen, teman Mbak Psikolog, ini pun menunggu di luar. Mas Dosen ini dulu pas saya masih kuliah pernah jadi dosen pembimbing saya, lho. Eh, sekarang malah menggosip bersama. Lucu, ya.

Kami pun ngobrol-ngobrol mengenai tujuan saya datang ke sana. Ternyata Mas Dosen ini punya bahan penelitian yang saya inginkan. Dia pun mengajak saya kembali masuk ke ruangannya untuk mengambil bahan tersebut. Nggak berapa lama kemudian, masuklah Mas Dosen Cakep. DEG! Saya pun langsung terkesiap.

Ada apa dengan Mas Dosen Cakep?

Mas Dosen Cakep ini adalah salah satu kecengan saya pas masih kuliah dulu *gambar hati berterbangan di udara*. Secara fakultas ini sebagian besar berisi para perempuan, maka tampak gersanglah kehidupan di sini. Penyemangat belajar pun minim. Maka ketika ada dosen cowok putih, muda, kinclong, badan tinggi tegap, dan kelihatan smart maka bergejolaklah jiwa ini. Tampak seperti menemukan oase di padang gurun.

Setiap dia ngajar maka saya pun berpakaian bagus dan feminin *penting banget kayaknya* serta duduk paling depan dan fokus memperhatikan dia (bukan memperhatikan pelajarannya, lho. Hihihi). Udah segitu aja? Nggak, dong. Kebetulan beberapa teman juga menganggap dia cakep dan suka ngomongin dia. Maka dari itu mulailah kami menggali info sebanyak mungkin tentang dia. Saya sampai tau rumahnya di mana, gerejanya di mana, naik apa ke sini, saudaranya ada berapa, kegiatan di waktu luangnya apa. Bukan cuma itu aja, saya bahkan add akun dia di Facebook. Nggilani lagi, dia pun approve request saya. Huihihi, makin menjadi-jadi dong stalking-nya. Saya lihat album-album fotonya dan bagaimana interaksinya dengan teman-temannya. Stalker much, ya. Hihihi.

Begitu lulus, saya pun masih tetap mendapat info dari berbagai penjuru mengenai dia. Mengenai bahwa dia sekarang udah punya pacar (dulu jomblo, bok) dan bahkan sampai akhirnya menikah. Pertanyaan pentingnya adalah siapa sih ceweknya? Cakep, nggak? Lah, penting amat, ya. Emang saingannya situ? Hihihi.

Kembali ke ruangan dosen kemarin. Begitu Mas Dosen Cakep memasuki ruangan, tiba-tiba Mas Dosen yang tadi membantu saya mencarikan bahan penelitian bilang ke dia, “Eh, ada yang minta disapa, nih,” sambil melirik ke saya.

Seketika ruangan itu runtuh, terdengar petir bergemuruh, dan menyambar saya.

….. OKE, itu di pikiran saya aja, sih.

Mas Dosen Cakep hanya bengong kebingungan, sementara saya malu dan salah tingkah. Saya cuma bisa bilang, “Ih, apaan sih, Mas,” sambil ngeloyor keluar ruangan.

WAIT! Kok, Mas Dosen tau saya pernah naksir Mas Dosen Cakep? APA SELURUH DUNIA JUGA TAHU? *petir menggelegar* Mamaaaak, tenggelamkan aku saja di lautan dan dimakan hiu sampai lumat. Duileh, aib banget ini! Walaupun dalam kenyataannya tetap sok jaim dan cuek. Padahal sih pengen langsung mengubur diri sendiri aja.

Setelah itu saya lagi di koridor sendirian menunggu Mbak Psikolog. Tiba-tiba Mas Dosen Cakep juga lewat koridor itu. Duh, gawat, deh. Pura-pura lihat HP dan sibuk main. Tapi apalah daya, tetap aja saya dan dia berpapasan. Dia pun akhirnya menyapa saya, “Eh, nama kamu siapa? Angkatan berapa?”

Confirmed: dia nggak kenal, nggak ingat, dan nggak tahu saya. Mas, apa nggak ingat masa-masa saya duduk paling depan dengan pakaian paling bagus sambil memelintir rambut genit (that’s what I did exactly –> terdengar seruan GENIIIIT!). Apa gunanya kita berteman di Facebook, Mas? Tak ada artinya kah saya suka mencuri-curi pandang pada dirimu? …. Oke, hentikan sampai di sini. Saya mulai terlihat bak gadis centil yang desperate.

Maka dari itu saya sampai pada kesimpulan: kalau mau menarik perhatian dosen ya mbok jangan lewat penampilan fisik, tapi lewat pertanyaan-pertanyaan dan bahan diskusi jenius sehingga membuatmu terlihat smart dan bakal dilirik. GITU LOH, MI!

Maka dengan tidak dikenalnya saya, dengan resmi berakhirlah kisah kekaguman ini. Biarkanlah kami menjalani hidup masing-masing. *melambaikan sapu tangan berisikan ingus*.

BUBAR PESTANYAAAA! πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Di Bandung

Selamat ulang tahun kota kesayangku, Bandung.

Tempat yang penuh kenangan indah. Tempat yang selalu menarik saya untuk kembali. Tempat yang suatu hari nanti ingin saya tinggali dengan keluarga kecil saya.

Bandung adalah tempat di mana Bapa saya mengambil kuliah sarjana dan pascasarjananya. Kami sering diajaknya dulu ketika sekolah sedang libur. Menelusuri jalanan Bandung yang sejuk. Membayangkan betapa menyenangkannya kalau harus sekolah dengan berjalan kaki seperti ini.

Tibalah waktu ketika Bapa diwisuda. Adik terkecil pun memakai toga dan jubah wisuda Bapa. Si kecil yang bahkan belum masuk SD mengatakan bahwa suatu saat dia akan kuliah di tempat yang sama seperti Bapa. Keinginan yang dibawa si kecil sampai ia dewasa. Alam semesta pun mengabulkannya. Ia masuk ke universitas yang sama seperti Bapa.

Bandung, kamu pasti menarik kami untuk selalu kembali, kan?

Pekerjaan Bapa menuntutnya untuk tinggal di kota-kota yang berbeda. Tentu saja, kamu menarik kami kembali. Bapa ditempatkan di kota ini. Kota kesayangan kami.

Tidak pernah ada rasa bosan ketika menginjakkan kaki di Paris Van Java. Saya suka udara sejuk yang tercium ketika berada di sini. Saya suka bangungan-bangunan lama yang masih kokoh berdiri. Saya suka restoran-restoran kecil yang nyaman. Oh, tentu saja saya cinta makanannya. Menggendut adalah kata wajib setelah mengunjungimu.

Oh, kamu tentu belum lupa bagaimana kamu membuatku jatuh cinta di sini. Masih ingat ketika kami sedang liburan dengan teman-teman dan dia ada di sana. Waktu masih jaman PDKT tapi masih gengsi setengah mati untuk ketahuan orang lain. Jalan sama-sama tapi nggak ngobrol.

Kamu ingat kan malam itu ketika mau tidur, dia mengirim sms mengucapkan selamat tidur. Yang tentu saja saya balas dengan, “Ih, beraninya kalau di sms doang.” Akhirnya malam itu kami malah nggak jadi tidur, keluar dari kamar masing-masing, dan ngobrol sampai pagi.

Hati kami terlalu berdebar sampai akhirnya tidak bisa tidur. Pagi itu, dia mengajak saya mencari makan. Kami menulusuri jalanan Bandung dengan jalan kaki. Kalau dipikir-pikir, jalan kaki dari Setiabudi sampai Cihampelas itu jauh banget cuma untuk makan nasi kuning di pinggir jalan.

Hari itu saya jatuh cinta di kota kesayangan saya. Hari itu pula saya menemukan orang yang menjadi suami sekarang ini. Pasti itu karena campur tangan kamu, kan?

Selamat ulang tahun, Bandung. Tetaplah jadi kota di mana kebahagian selalu terjadi. πŸ™‚

To My Other Half

To my other half, this song is dedicated to you. :’)

Fish
(Clara C)

So this is it
My search is over
You’ve filled a void I wasn’t aware of

Every wrong door and its wrong exit
I’ll finally accept it
‘Cause it led me to you

Oh my heart’s home is you
The fiction I’ve dreamt of is finally reality
With you
And you make me so happy
That I’m scared to move
Honey I love, love you.

So this is love
I must not have known it
I don’t know what right I’ve done to deserve this
So let’s get married tomorrow
Cause I can’t stop trembling
I’ve done enough waiting
Wanna be there with you

Oh my heart’s home is you
The fiction I’ve dreamt of is finally reality with you
And you make me so happy
That I’m scared to move
Honey I love, love you

Mr and Mrs Siahaan

Ucapan Manis

Kemarin saya dan suami punya me-time. Dia pergi sama temannya, sementara saya gelosoran di rumah sambil DVD marathon (helooo Desperate Housewives dan How I Met Your Mother!).

Punya me-time itu menyenangkan sekali. Sendirian dan melakukan hal yang kita sukai. Bikin pikiran jadi fresh lagi. πŸ˜€

Jam 10 malam mulai deh mata mengantuk. Suami belum pulang. Ya sudah, langsung tidur aja. Demi tidur 8 jam. Zzzz!

Suami baru pulang jam 23.30. Sambil setengah teler saya bukain pintu. Nanya dikit sambil tetap jiwa ingin kembali ke tempat tidur. Habis itu dia ganti baju dan saya tentu saja langsung menjatuhkan diri di tempat tidur.

Habis itu suami nyusul ke tempat tidur dan ngajak ngomong bentar. Tapi kayaknya karena udah lihat saya teler, dia nggak lanjutin ngobrol lagi. Saya pun kembali tidur dan dia sibuk dengan HP-nya. Eh, tiba-tiba dia ndusel-ndusel ke saya, dan ngajak ngobrol (dengan saya yang udah teler tapi masih bisa dengar dia ngomong),

“Kamu suka kangen aku nggak kalo ditinggal lama? Aku kangen nih. Kayaknya sekarang nggak bisa lama-lama pisah, deh. Kayak hari ini. Makasih ya udah suport aku selama ini.”

Ih, suami manis amat, sik! Kan langsung melek matanya. *dasar perempuan* *melayang*

πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Another Surprise

Ini si suami kadang-kadang bisa bikin hati meleleh ya. Sehari setelah ulang tahun, pas saya lagi di kantor tiba-tiba dia datang dan bawa cake. Habis itu disuruh tiup lilin. Ihiiiy senang, kan ya!

Suami langsung mengeluarkan kado yang tertunda. Err, sebenarnya kadonya udah bertahap sih dari kemarin-kemarin. Ahahahaha, jadi saya dapat banyak kado. Senang!

Terima kasih, hubby! :*

Surprise surprise!

Making wishes

Oh ya, hari itu saya juga dapat boneka emoticon kiss dari teman kantor. Iiih, senangnyaaa!

smooch!

I am a happy (birthday) girl. πŸ˜€