#AbeBirthdayTrip

Ealah, udah hampir sebulan nggak update blog. Bukan sibuk, kok, cuma lagi males aja. Males kok ya dipelihara, sih. XD

Tepat tanggal 30 Mei kemarin Pak Suami ulang tahun. Setelah merasakan serunya #KalebBirthdayTrip kemarin, jadi pas Pak Suami ultah pun mendingan kita trip lagi aja. Karena nggak punya banyak cuti, jadi kita jalan-jalan yang dekat-dekat aja: Bogor.

Pagi-pagi rayain ulang tahun Pak Suami dulu. Udah bertahun-tahun nikah dan hampir selalu barengan, dia tetap nggak nyadar kapan saya beli kue ulang tahun. Hahaha!

IMG_6052

Bapak yang berbahagia dengan Kaleb yang sibuk liatin lilin

Yuk kita mulai #AbeBirthdayTrip ini. Sekitar jam 10 pagi kita berangkat ke Bogor. Tadinya mikir udah kesiangan, nih. Tapi ternyata berangkat jam 10 itu tepat banget karena udah nggak macet lagi akibat orang pergi ke kantor. Perjalanan ke Bogor pun lancar tanpa macet berarti.

Tujuan pertama kita adalah makan di restoran Lemongrass yang lagi hits. Restoran ini terletak di pinggir Jl Padjajaran. Sayangnya plang namanya ketutupan pohon jadi kurang jelas, akhirnya kita kelewatan dan harus muter balik. Untungnya pas kita sampai restorannya belum terlalu rame, karena ternyata nggak lama kemudian restorannya langsung penuh.

Kenapa sih resto ini hits banget? Interiornya instragamable, pelayannya ramah dan tanggap, bersih, makanannya afordable dan cukup enak. Jadi kita puassss banget makan di situ.

IMG_7385

Cakep banget kan interiornya. Banyak bunga-bungaaaa *tiduran di rumput ala Syahrince*

IMG_7382

Suami aja bilang ini enak banget

IMG_7402

Wajib foto di tempat yang ada tulisannya dong

IMG_7411

Jalan bak model majalah keluarga

Setelah kenyang dan puas, kita pun melanjutkan perjalanan ke Kebun Raya Bogor. Tempatnya pun nggak jauh, tinggal lurus aja dari Lemongrass. Bogor hari itu lagi mendung dan agak hujan rintik-rintik tapi nggak papalah ya, makin adem.

Tiket masuk ke KRB Rp 14.000 per orang (anak kecil seumuran Kaleb masih gratis) dan mobil Rp 30.000. Cukup murah untuk ukuran kebon berhektar-hektar gitu. Tadinya kita mau masuk ke Istana Bogor tapi sayangnya udah tutup kalau siang gitu. Jadi kita pun bersantai di tamannya aja.

Kaleb kayaknya senang banget liat yang taman yang besaaar dan hijau, plus adem. Dia duduk anteng di strollernya *ajaib* dan menikmati banget pemandangan. Sesekali dia kita biarin main di rumput. Happy banget dia.

KRB ini emang bagus banget, ya. Koleksi tanamannya banyak, tapi sayang ada beberapa pengunjung yang bandel buang sampah sembarangan. Pengen ditoyor banget nggak, sih!

IMG_7431

IMG_7440

Aku senang di siniiii!

IMG_7416

IMG_7459

Udah cucok belum jadi model majalah, nih?

IMG_7475

IMG_7464

Ciyeeeh!

IMG_7419

Si manis yang anteng duduk di stroller. Mamas & Papas terbukti handal di medan yang naik turun, berlubang, terjal. Kece!

IMG_7444

Hijau, adem, tenang

Setelah puas berjalan jauh, tapi nggak berasa karena cuaca adem. Kita pun nyantai dulu di Grand Garden Cafe yang dulu namanya Kafe Dedaunan. Udaranya kan sejuk jadi paling enak ngemil pisang goreng dan poffertjes, plus bandrek dan bajigur. Sebenarnya rasa makanannya biasa banget, nggak istimewa, plus porsi kecil. Tapi kongkow di cafe ini emang beneran enak karena pemandangannya yang ke KRB yang hijau tenang. Duh, suka banget deh berlama-lama di sini. Oh ya, saking sejuknya Kaleb sampe ketiduran cukup lama, lho selama kita nongkrong.

Sekitar jam 4 sore pun kita pulang biar nggak kena macet. Untungnya lawan arah kemacetan jadi pulangnya pun lancar jaya. Ah, senang banget hari ini bisa refreshing sejenak. Pak Suami yang ulang tahun pun happy banget. Ulang tahun lainnya kita adain trip lagi ya Pak Suami!

Happy birthday dear hubby. May God give you what you want and may you grow as the man of God. I love you most! :*

Review: DStudio

Kaleb baru aja selesai photoshoot seminggu lalu untuk koleksi pribadi. Ceritanya suatu hari iseng lihat Groupon dan banyak banget voucher photoshoot untuk baby. Karena Kaleb belum ada fotonya di dinding rumah, sementara foto narsis emak bapaknya tersebar di penjuru rumah, maka kayaknya ide bagus untuk bikin foto Kaleb yang bagus. Apalagi anaknya lagi ramah-ramahnya dan suka senyum (nggak memperkirakan bahwa perkembangan bayi itu cepat banget).

Akhirnya dari sekian banyak vendor, terpilihlah DStudio di daerah Tanjung Duren karena terbilang dekat dari rumah. Waktu untuk harga paketnya murah banget, dapat 2 kali background, 3 foto yang akan dicetak (1 8R dan 2 4R) dan 3 file yang dipilih untuk dicetak tadi.

Akhirnya setelah bikin appointment, kami pun datang tepat waktu, yaitu jam 10 pagi. Studio foto yang terletak di atas restoran itu masih sepi, belum ada persiapan apa-apa. Seorang Cici kemudian datang dan langsung tanya nama dan minta print vouchernya, sementara ada orang yang mempersiapkan propertinya.

Setelah itu ia bertanya, bayinya udah pake baju yang mau difoto? Oh, belum. Jadi di sofa tempat nunggu, sebelah si Cici berdiri. Biasa dong ya, ganti baju anak 7 bulan yang lagi aktif-aktifnya gerak sana gerak sini di sofa yang kecil nggak gampang. Bukain bajunya aja butuh waktu, belum lagi pakein baju, dan pasang sepatu. Alamak, udah kayak ngajak perang. Pas lagi heboh-hebohnya pakein baju, si Cici nanya pula, “Udah selesai belum pakein bajunya?”. Lah, dia liat kan belum selesai. Buru-buru amat deh, namanya juga urusannya sama bayi. At that time, I feel that she was not nice.

Setelah selesai pakein baju, kami pun langsung disuruh gendong Kaleb ke background Teddy Bear. Not once, I heard that their team tried to greet Kaleb. Bukan apa-apa, ya, tapi bayi butuh mood yang bagus dan tentu yang harus membangun moodnya ya orang-orang di sekitarnya. Kalau dibandingkan dengan tempat-tempat yang biasa nanganin bayi (seperti baby spa RH dan Kiddy Cuts), mereka ramah banget sama bayi. Terbiasa menyapa bayi yang datang, memperlakukan dengan gentle, berusaha becanda dengan bayi sehingga si bayi happy. Kalau kemarin untuk vendor yang menyediakan service untuk bayi, mereka terkesan dingin-dingin aja sama bayi.

Ketika Kaleb ditaruh di depan Teddy Bear, tentunya anaknya udah lasak, nggak mau pake topi, dan bingung kenapa ada lampu yang menyorot dia. Si Koko fotografer pun menyuruh saya untuk duduk di dekat dia. Saya jongkok dong, ya. Trus disuruh duduk di lantai aja, tapi dengan nada yang menurut saya memerintah. I was like, what? Belum lagi pas Papa saya mau foto Kaleb dengan HP-nya, tiba-tiba disamperin dan bilang, “Nggak boleh difoto pake HP” entahlah alasannya apa.

Untuk tim hore, mereka nyuruh saya yang harus heboh nyemangatin anaknya. Ya emang pasti defaultnya sebagai ibu tentu heboh bikin anaknya ketawa dong, ya. Tapi Koko dan Cici ini dikit banget bantuinnya. Kadang-kadang berusaha, tapi ya nggak maksimal juga. Lalu mereka bilang, “Ini mamanya kurang heboh ya bikin anaknya ketawa”. Ha! Nyalahin customer aja gitu! What a bad service!

Kemudian Kaleb ganti background. Di sini kayaknya Kaleb udah jengkel dan bingung. Disemangatin apapun oleh saya, anaknya udah cranky. Jadi sempat nangis juga. Saya yang udah keburu jengkel karena disalahin kurang heboh pun merasa nggak terbantu. Lalu sesi foto diakhiri cepat sekali, hanya 30 menit. Seperti mereka kurang peduli banyakan hasil yang kurang bagus. Terakhirnya, Koko bilang, “Anaknya moodnya lagi nggak bagus hari ini”. Errr, mood bayi mah memang begitu bukan? Naik dan turun? Makanya salah satu tugasnya ya membangun mood bayi dengan baik.

Setelah itu, diperlihatkan lah hasilnya. Bener kan, di background kedua di saat Kaleb udah cranky hasilnya ya banyakan dia yang nangis, kurang banyak ketawa. So it wasn’t a difficult decision for me to pick 3 photos. Di foto Teddy Bear pun foto ketawanya kurang banyak.

Kesimpulannya: servisnya kurang bagus untuk menangani bayi yang tentunya nggak semudah mengatur orang dewasa dalam berfoto. Beberapa kali terkesan kurang ramah dan menyalahkan customer karena mood bayi kurang baik.

Berkali-kali saya bilang dalam hati, “Mungkin karena ini belinya pake voucher jadi terkesan buru-buru dan kurang ramah”. But then again, setelah dipikir-pikir, kantor saya juga pernah kerja sama dengan Groupun dan nggak ada excuse untuk memperlakukan customer yang beli Groupun dengan servis yang jelek karena kan pengennya mereka balik lagi.

Seminggu kemudian hasil fotonya jadi. Buat saya ya no surprise aja karena memang 3 foto itu yang saya pilih. Kalau ada editan pun saya nggak tahu bedanya dengan nggak diedit. Hasilnya cukup oke (tapi kalau dibandingkan dengan banyaknya foto yang diambil dan ternyata cuma sedikit yang bagus menurut saya, ya jadi nggak sebanding, sih).

10x15 1

10x15 2

20x25

Tampaknya saya nggak akan balik, sih. Walaupun hasil akhirnya bagus, tapi dari segi servis kurang. πŸ™‚

29 Weeks (Self) Maternity Photoshoot

Kemarin habis pulang gereja baru sadar, “Eh, udah 3 minggu belum foto hamil lagi”. Selama ini foto perut buncit dilakukan sendiri dengan suami sebagai fotografernya dan kostum seadanya kalau lagi merasa kece aja. Foto hamil terakhir pas Natalan kemarin (bisa dilihat di Instagram). Kebetulan, kemarin lagi pulang cepat, muka lagi nggak kumal, dan ada properti balon bekas baby shower kemarin, jadi mari kita foto!

Tadinya pake dress habis ke gereja, tapi ternyata dress ini bikin gendut banget kalau dilihat dari samping. Ih, berasa nambah berat 100 kg saking nggak ada bentuknya. Pas difoto nggak kece! Akhirnya kepikiran gimana kalau pake kaos dan legging hitam dan dibikin hitam putih. Plus, karena selama ini selalu saya jadi obyek fotonya, kali ini suami akan diikutsertakan dengan tema baju yang sama juga. Untuk gayanya tinggal buka Pinterest dan nyontek dari situ. Make up kebetulan masih cukup kece-lah *ge-er jaya banget*, lagian bisa minta suami buat di-photoshop. Hahaha! Peralatan perang selanjutnya, tripod dan kamera yang sudah tersedia.

Hasilnya cukup memuaskan! Kali ini lebih terkonsep dan hasilnya lebih kece daripada bulan-bulan sebelumnya. Kalau kayak gini kan jadi nggak perlu bayar fotografer beneran. Hihihihi!

photo (6)

photo (9)

photo (8)

photo (7)

IMG_6682

IMG_6653

IMG_6711

Senang ya kalau ada temanya gini? Jadi foto selanjutnya bikin tema apa, ya? Ada ide? πŸ˜€

Natal Tahun Ini

Selamat Natal dan tahun baru 2015!

Karena akhir tahun selalu sibuk jadi belum sempat update blog, deh *kedip-kedip mata*. Jadi mari kita recap semuanya. Dimulai dari Natal, ya.

Natal tahun ini ngambil cuti tanggal 24 dan 26 Desember 2014. Tahun sebelumnya paling cuma ngambil cuti di tanggal 26 Desember. Tahun ini karena hamdun jadi sehari sebelumnya juga cuti karena takut kecapekan. Biasa deh kalau Natal kan banyak kegiatan jadi takutnya kalau dari kantor (yang mana nggak dipulangin setengah hari) dan langsung capcus ke gereja, plus ada acara setelahnya bisa tepar seketika. Kebetulan suami juga cuti. Horee!

Pagi-pagi masih santai banget, paling beresin rumah aja sama suami. Siangnya karena keukeh nggak mau ke salon buat ngeblow rambut (ehm, biasanya pas Natal saya selalu ngeblow ke salon biar tampak kece. Hahaha), jadi mau ke mall buat beli bulu mata palsu (ngeblow nggak perlu karena udah punya catokan handal yang bikin rambut serasa keluar dari salon).

Kalau dilihat-lihat, orang akan kelihatan jedar matanya kalau pake bulu mata palsu, ya (macam Syahrince gitu, deh. Hihihi) jadi siapa tahu mata saya jadi membesar dengan pake bulu mata palsu. Sebelumnya, saya udah nontonin Youtube cara pake bulu mata palsu itu gimana. Kayaknya nggak susah, deh. Sip, tinggal beli aja!

Di mall beli bulu mata yang harganya murah aja, Rp 30.000. Kalau gagal kan tinggal buang, nggak berasa nyesek. Trus masih belum berani beli yang lebat banget takut kayak KD kw 5. Jadi masih yang natural aja.

Niatnya sih beli bulu mata palsu doang trus langsung pulang ke rumah. Kenyataannya berbeza, pemirsa! Sale di mana-mana bikin saya sama suami belanja sampe kalap. Bahkan pas lihat jam, udah sore banget dan udah mepet banget mau ke gereja. OMG!

Akhirnya langsung pulang ke rumah, buru-buru mandi dan siap-siap. Saat itu juga praktek pake bulu mata palsu dan voilaaaaa….berhasil! Bangganya hatiku! *ngaca 1000x* Kalau dipikir-pikir bisa hemat nih nggak perlu dandan ke salon. Hihihi.

Lumayan ya buat pemula yang baru bisa pasang bulu mata palsu

Lumayan ya buat pemula yang baru bisa pasang bulu mata palsu

Sampai di gereja, walaupun nggak telat, tapi tempat duduk di dalam udah penuh. Tapi orang gereja kayaknya kasihan deh lihat bumil masa duduk di luar jadi ditambahin kursi lipat buat saya duduk di dalam. Asiiik! Selayaknya bumil lainnya, pegel juga duduk selama 2,5 jam lebih selama kebaktian. Encok punggungnya!

Selesai gereja jam 21.30 malam (beuh malamnya!), masih stay di gereja buat ngobrol-ngobrol dan foto-foto. Baru sekitar jam 10 malam saya dan keluarga suami ke restoran buat christmas eve dinner. Selalu di tempat yang sama, yaitu Hay Thien Puri Indah. Saya yang tadinya nggak suka rebus-rebusan akhirnya udah terbiasa dan bisa menikmati sekarang. Hihihi. Baru selesai makan malam sekitar jam 12 malam dan baru sampai rumah jam 00.30. RUAR BIASA capeknya!

Christmas eve dinner with the in laws

Christmas eve dinner with the in laws

Karena besoknya harus kebaktian Natal di pagi hari dan saking kecapekannya, saya jadi nggak bisa tidur nyenyak. Susah banget buat tidur karena takut telat. Jadi yah, lumayan deh cuma tidur 2 jam aja.

Pagi-pagi walau dengan sempoyongan ngantuk tapi tetap dong bulu mata harus ON. Hahaha! Sebagai pemula lumayanlah masangnya udah bisa 5 menit aja.

Di gereja nggak kebagian duduk di dalam, tapi nggak papa juga karena di luar ada Mama yang nemenin. Tapi karena cuaca yang luar biasa panas (disinyalir waktu itu suhunya sampai 42 derajat) rasanya jadi haus mulu. Belum lagi kebaktian yang lama banget karena ada perjamuan kudus di mana jemaat maju ke depan satu-satu. Bayangin udah panas, jemaat yang ratusan maju ke depan satu-satu. Alhasil kebaktian plus perjamuan kudus berlangsung selama 3 jam! *pingsan*

the girls

the girls

Karena nggak sempat makan, jadi habis kebaktian (dan lagi-lagi foto-foto) saya, suami, dan orang tua capcus ke resto terdekat. Nggak sempat makan pagi tadi, bok! Saya langsung buru-buru pesan air putih super dingin karena udah kayak kebakaran panasnya. Baru habis itu sesi makan tak henti-hentinya. Hahaha gembul, deh!

Selesai makan siang yang sampai sore itu, orang tua inspeksi ke rumah untuk bantuin bersih-bersih yang mana banyak kotornya. Hahaha! Jadi sampai malam bersih-bersih rumah dan tepar!

Nah, ini gunanya libur tanggal 26 Desembernya. Besokannya beneran seharian saya di kamar cuma buat tidur saking capeknya. Keluar buat cari makan, habis itu tidur lagi. Jompo banget badan ini ternyata. πŸ˜€

Ini cerita Natal saya. Kamu Natal ngapain aja?

Mimpi Kecil Yang Terkabul

Setelah Sabtu pulang malam lagi karena ada 2 pesta, maka Minggu pagi diisi dengan bersih-bersih rumah (ambisius banget anaknya). Untung ada si Mbak yang bantuin. Saya mah cuma ngelap-ngelap meja sama cuci piring aja. Habis itu nonton Full House Thai (LAGI! Please, jangan tanya kenapa. Emang kecanduan. Hihihi) sambil ngemil pie susu dari Tenyom. Pie susu-nya habis sendirian aja, lho. Suami sampe ngambek karena nggak kebagian. Emang ya, suami-istri prahara rumah tangganya cuma soal rebutan cemilan aja. Hahaha.

Jam 12 berangkat ke Belle’s Bakery di Tanjung Duren untuk ngambil cake dan cookies Mika (more about this on next posting). Karena cake-nya nggak boleh ada di tempat panas kelamaan dan lebih baik ditaro di kulkas, akhirnya setelah ngambil cake pulang lagi ke rumah. Untung jaraknya dekat, ya. Kalau nggak bisa diomelin si suami deh karena bolak-balik *sungkem*.

Perhentian selanjutnya adalah arisan Siahaan di Pos Pengumben yang mana nggak terlalu jauh dari rumah juga. Seperti biasa acaranya cuma ngobrol-ngobrol biasa dan saya pun bantuin bikin minuman dan mengedarkannya. Di sana cuma sekitar 2 jam aja karena ada acara penghiburan bagi orang meninggal di daerah Cileungsi jam 3 sore. Tapi karena selesai arisan udah jam 3 sore dan Cileungsi udah kayak berasa di luar kota (sementara badan mau remuk), kita pun batal ke sana dan mengganti tujuan ke Grand Indonesia. Pilihan jatuh ke GI karena sorenya mau gereja di JPCC di Hotel Pullman seberang Plaza Indonesia.

Di GI nggak ngapa-ngapain cuma muter-muterin satu mall, plus ngemil Shihlin (wajib banget mah ini). Sekitar jam 5 sore, kita memutuskan untuk jalan kaki dari GI ke Hotel Pullman. Pertimbangannya adalah jarak nggak jauh. Kalau naik mobil muternya jauh, macet, dan harus cari parkir lagi. Bisa telat deh ke gerejanya.

Ternyata keputusan jalan kaki adalah keputusan yang tepat karenaaaa… saya bisa foto di Bundaran HI. Hihihi. Well, jalan di trotoar yang cukup besar, gandengan tangan, becanda bikin mood jadi happy banget. Ditambah karena udah sore, cuacanya pun adem. Oh, Jakarta kenapa kamu nggak bikin trotoar yang nyaman? Soalnya setiap saya jalan kaki di trotoar yang nyaman sambil lihat pemandangan atau komentarin hal-hal di sekitar itu menyenangkan banget.

Pas lagi jalan di trotoar, saya nyeletuk ke suami, “Ih, aku pengen banget deh foto di Bundaran HI. Itu kan cita-citaku dari dulu”.

Suami yang tahu obsesi istrinya foto di Bundaran HI karena udah diceritain berjuta-juta kali (tapi nggak mau bangun pagi untuk CFD dan gampang untuk foto di Bundaran HI) ngajak si istri untuk foto saat itu juga. Tapi dasar saya labil macam anak ABG, saya malah ribet dengan, “Emang kita boleh nyeberang? Nanti nggak ditangkap polisi kalau foto di situ? Aaah, malu… tapi pengen”. LABIL!

Si suami pun gemes banget, dong. Dia nunjukin kalau di Bundaran HI ada orang yang lagi foto juga (walaupun itu cowok semua dan tampangnya abang-abang) dan polisi yang ada di dekat situ diam aja. Tentu saja istri masih ragu. Akhirnya suami langsung gandeng tangan saya dan kita pun nyeberang ke Bundaran HI.

Pas nginjekin kaki di Bundaran HI rasanya bahagiaaaaa banget! Ini macam cita-cita yang terkabul. Bisa lihat kolamnya dari dekat, tugunya kelihatan jelas. Ya ampun, ini boleh teriak bahagia nggak, sih? Langsung deh saya dan suami foto-foto di sana berbekal kamera handphone doang. Segala pose dilakukan, bahkan selfie berdua juga. Hihihi! Tentu saja jadi bahan tontonan abang-abang yang bengong lihatin kita berdua, plus mobil-mobil yang kebetulan lagi macet. Bahkan pas saya lagi foto, ada satu mobil yang buka kaca berisi bapak-bapak yang godain saya. Hih, KZL GMZ!

Sekarang saya punya foto di Bundaran HI, dong. IHIIIIY! *bangganya berkali-kali lipat*

Haloooo, patung selamat datang!

Haloooo, patung selamat datang!

Pose duduk santai. Padahal di depannya banyak abang-abang liatin. No problemo. Demi foto di Bundaran HI. :)))

Pose duduk santai. Padahal di depannya banyak abang-abang liatin. No problemo. Demi foto di Bundaran HI. :)))

Selfie berdua suami di Bundaran HI. Check!

Selfie berdua suami di Bundaran HI. Check!

Stalking Mike and Aom

Alert: Postingan ini macam ABG lagi ngomongin idolanya, ya. :))) Awalnya nggak mau posting tentang ini karena pasti ketauan obsesinya, kan. Tapiii… akhirnya runtuh deh pertahanan. They’re just adorable that I can’t resist to talk about them all the time. Jadi, siap-siap untuk baca tulisan panjang tentang adiksi saya ya. XD

Ehm, seperti yang udah disebutkan sebelumnya, kali ini saya (yang masih obsesi banget sama Full House Thai) akan ngomongin soal Mike Pirath Nitipaisankul a.k.a. Mike D. Angelo dan a little bit of Aom Sushar Manaying. Mereka berdua pemeran utama Full House Thai.

Soooo, I am crazy in love (or may I say obsessed) with them. They had good chemistry on and off screen. Saking belivable-nya mereka sebagai pasangan yang jatuh cinta sampai publik Thailand sendiri ngarep setengah mati kalau mereka jadian aja. I’ve seen most of their interviews (kemampuan stalking saya benar-benar diuji karena interview mereka pake bahasa Thai, jadi harus ngubek-ngubek Youtube cari yang ada subtitle Inggris –> NIAT. Hahaha!) and like on the tv, they just showed their cuteness when they were together.

Media Thai sendiri kalau lagi interview mereka, apapun acaranya (entah peluncuran album, fashion show, atau bahkan launching film mereka yang lain) selalu ada pertanyaan Mike suka Aom beneran nggak? Aom suka Mike nggak? Apa pendapatnya tentang satu sama lain? Kalian jadian di kehidupan nyata nggak, sih?Β Setelah melihat sekian banyak interview, pertanyaan selalu ada, selalu diulang-ulang (yang kalau di sini sih udah pasti dibilang wartawannya annoying banget). Tapi kayaknya Mike dan Aom ini tipe sabar (atau emang budayanya begitu) jawab pertanyaan-pertanyaan yang sama. Bahkan produser Full House, pemain lainnya, dan presenter selalu ngeledekin mereka kalau mereka saling suka dan mendingan jadian aja.

Biasanya kalau suka sama suatu pasangan di film atau serial, saya nggak akan terobsesi sebegitunya. Nggak cari tahu di kehidupan nyatanya jadian atau nggak. Misalnya, kayak Lee Min Ho dan Park Shin Hye di The Heirs. Mereka cocok di filmnya, tapi untuk jadian di kehidupan sebenarnya kayaknya nggak, deh. Nah, Mike dan Aom ini saking chemistry-nya dapet banget, orang selalu menyangka mereka nggak lagi akting tapi emang jatuh cinta beneran. Mereka sering berantem, ngambek, baikan, minta maaf pake bunga, saling kangen. Dan itu off screen.

Yang paling sering nunjukin sebenarnya Mike. Dia biasanya lebih sering blushing kalau dihadapkan dengan pertanyaan seputar Aom. Belum lagi tiba-tiba jadi gugup sehingga gelagapan dan salting. Selain itu, dia juga lebih obvious nunjukin perasaannya. Misalnya, Aom upload foto dia dengan Golf (kakak Mike) di instagram. Mike yang liat langsung comment sambil ngambek. Lucu banget. πŸ˜‰

Untung aja ada yang terjemahin, kalau nggak buta banget pas stalking. (photo credit: forums.soompi.com)

Untung aja ada yang terjemahin, kalau nggak buta banget pas stalking.
(photo credit: forums.soompi.com)

Atau pas Utt (pemeran Guy di Full House) posting foto dia lagi chat sama Aom. Lagi-lagi Mike kasih komen kenapa dia nggak diajak chat. Hihihi.

Contohnya interview ini:

Di bagian pas Mike ditanya apa benar dia suka Aom, dia mulai salting, garuk-garuk mata atau hidungnya (which a body sign for lying) dan mulai gugup. Obvious!

Sementara Aom sendiri lebih jaim. Dia nggak terlalu nunjukin jadi tampaknya publik Thai sendiri masih nggak yakin 100%. Tapi di banyak kesempatan, dia oke-oke aja kalau misalnya Mike nunjukin affection.

Selain itu, mereka bisa tiba-tiba kasih surprise. Misal waktu Mike launching mini albumnya, Aom tiba-tiba kasih surprise datang dengan bunga. Begitu juga sebaliknya, waktu Aom acara meet and greet dengan fans-nya, Mike tiba-tiba datang nyemangatin. Di lain hari waktu Mike syuting serial lain, Aom tiba-tiba dateng ke lokasi syuting untuk nyamperin. Sweet banget, kan!

Untuk Full House Thai sendiri sebenarnya di sana udah selesai masa tayangnya. Bulan April kemarin karena film ini sukses besar, jadi ada 4 episode khusus buat penggemarnya. Episode 1-3 tentang behind the scenes mereka. Episode 4 dibikin secara khusus. Mereka direkam seharian kegiatannya sebagai pasangan suami-istri seperti di filmnya (jadi seperti film Truman Show). Dari mulai bangun tidur, makan pagi, nyiram bunga, sampai nanti acara puncaknya. Acara seharian ini nggak ada skrip. Tampaknya mereka cuma dikasih garis besarnya aja, nanti mereka sendiri yang berkembang dari situ (yang mana jadi nggak bisa bedain ini akting atau beneran, sih?). Acara puncaknya mereka bakal ketemu fansnya langsung dan melakukan show case. Dan seharusnya itu adalah puncak segala macam promosi Full House. Setelah ini nggak ada lagi karena udah berakhir.

Nah, tapi Mike dan Aom ini masih sering komunikasi lewat sosmed pribadinya mereka. Misal, pas Aom sakit, Mike langsung kasih semangat lewat instagram, atau mereka bikin aplikasi lucu dan dibales sama yang lainnya. Enggak tahu ini mereka sengaja begitu karena tahu publik suka mereka atau mereka emang suka beneran.

So yes, I stalk their instagram and twitter. The craziest thing is I join a forum that discuss about them. Gila, yak! Hahahaha! Saya bahkan udah hapal di luar kepala isi wawancara mereka.

Oke, lanjut! Mike ini tampaknya cukup populer di Thai sana. Dia udah berkarir jadi penyanyi dari umur 11 tahun dan beberapa tahun belakangan dia bikin duo GolfMike sama kakaknya, Golf (ini namanya kurang kreatif, ya). GolfMike udah bubar dan mereka memutuskan untuk solo karir kira-kira 2 tahun belakangan ini.

Gara-gara solo karir ini, Mike yang tadinya bergantung banget sama kakaknya dan dia tinggal nyanyi doang, sekarang harus mulai dari nol. Di film Full House, dia minta ke produser supaya dia boleh pegang musik dan soundtrack-nya.

Jadi dia ciptain 3 lagu: Break You Off Tonight (liriknya full berbahasa Inggris), Oh Baby I (yang kedengeran sering banget di sepanjang serial ini), dan Let Me The One Who Loves You (yang dia buat khusus untuk Aom-Am). Selain ciptain lagu, dia juga bertanggung jawab untuk video klipnya. Video Oh Baby I dan Break You Off Tonight, dia sutradarai dan edit sendiri. Dia bahkan yang membuat spesial efek untuk klip itu. Sedangkan untuk lagu Let Me Be The One Who Loves You dia bikin sendiri setiap editannya untuk ditampilin di serial itu. Untuk lagu Break You Off Tonight, dia juga yang ciptain sendiri koreografinya. Canggih banget, deh. (Oh ya, cek juga pas dia cover lagu Almost Is Never Enough bareng pemenang The Voice Thailand – bagus!)

Untuk karir akting sendiri, sebenarnya produser Full House agak ragu pake dia tadinya karena dia baru aja jadi aktor. Biasanya kan nyanyi. Tapi ternyata keraguannya ditepis. Aktingnya oke dan meyakinkan. Ada satu adegan yang saya suka banget. Pas dia nangis sampe sesak. Itu nangisnya beneran sampe rasanya pengen dipeluk dan dihapus air matanya (itu maunyaaa!). Di Full House sendiri ada adegan ciumannya. Mike ini baru pertama kali ciuman di depan layar ya di film ini. Tiap dia nyeritain ini pasti mukanya langsung memerah malu.

Satu lagi kelebihannya: bahasa inggrisnya ciamik! Mungkin karena dia sekolahnya selalu di sekolah internasional jadi pronunciation dan grammarnya oke (ehm, aksennya juga seksi. Awww). Ditambah badannya six pack dan hobi shirtless (penting banget ini, kakaaak!).

e31160eajw1ee54kmr8kdj20c80ifwf6

*pingsan*

*pingsan*

Sementara Aom sendiri udah lebih lama jadi aktris. Sebelum Full House, dia sempat main di film Yes or No jadi seorang lesbian. Gara-gara film ini dia digosipin lesbi, yang mana udah dia tepis. Dia juga main di serial Autumn In My Heart, yang adaptasi dari serial Korea juga. Di serial Full Ho;use, dia juga ikutan nyanyi di lagu Oh Baby I walaupun cuma kedapetan sedikit bagian. Soalnya sebenarnya suaranya biasa aja, sih. Dia pun ngaku kalau dia nggak bisa nyanyi dan untuk nyanyi di soundtrack Full House dia perlu latihan keras.

Cute banget ya

Cute banget ya

9fcc2dac810bd8f7f855e0906f2345a8

So now, I’m back like a teenage girls stalking their idols news. Jadi kalau nanti saya tulis tentang mereka lagi jangan bosen, ya. Hahaha! πŸ˜€

PS: semua foto diambil dari google. Begitu pun dengan Youtube.

 

Menjelajah Pulau Pari

Hey, I’m back from a short vacation (again)! Jadi liburan singkat ini direncanakan juga dalam waktu yang singkat. Kebetulan Yuan, mantan teman sekantor saya, whatsapp ngajak liburan. Kemudian saya ajak teman-teman sedivisi, yaitu Citra, Edel, dan tambahannya Mia, beda divisi. Tadinya mau ke Bandung, tapi bosen. Eh, kepikiran gimana kalau ke Pulau Seribu aja. Dekat, nggak mahal, dan lautnya bagus. Sip, bungkus! Kurang dari sebulan cari travel agent, cari tanggal yang kebetulan ada long weekend di akhir bulan, bayar DP, dan….. berangkat. Cepat, ya. πŸ˜€

Drama dimulai di hari keberangkatan. Karena mikirnya Muara Angke, tempat janjian ngumpul, dekat dari rumah dan hari itu Minggu jadi santai aja. Janjian jam 6 di sana, berangkat dari rumah jam 5.30. Santai kayak di pantai, kan ada tol yang langsung keluar Pluit.

Awalnya sih semua sesuai rencana. Jakarta lancar banget. Eh, tapi justru mendekati Muara Angke macet masyaampun! Nggak bergerak. Ini ada apa, sih? Di situ ada kayaknya 30 menit. Mulailah di mobil saya senewen. Kapal kan berangkat jam 7. Bagaimana iniih? Suami nyuruh saya jalan kaki aja. Soalnya teman saya, Citra, udah nyerah ngantri, dia jalan kaki ke pom bensin Muara Angke, tempat kita ketemuan. Aduh, masalahnya saya nggak tahu di mana itu pom bensin. Mana udah gaya pake celana super pendek kan agak malu ya jalan kaki pinggir jalan. Hahaha!

Akhirnya karena udah nggak sanggup lagi sama macetnya, si suami putar balik parkir mobil dan nemenin saya jalan kaki. Bener aja, semua orang yang mau ke sana juga jalan kaki karena lalu lintas nggak bergerak. Yang paling yahud adalah jalanan becek jadi kaki saya penuh cipratan air. Belum lagi suasana pasar ikan yang asoy baunya. Pas udah kelihatan pom bensinnya, jalan ke sana banjir. Haduh, gimana ini? Tiba-tiba di depan mata ada becak motor yang lagi ngetem dan langsung naik aja. Nggak nanya dulu dia mau ke mana. Percaya aja, soalnya tampaknya yang lain juga naik itu. Di tengah bentor baru sibuk kasak-kusuk sama abangnya nanya ini ke pom bensin nggak. Udah gitu, kasak-kusuk ke penumpang lainnya ini bayar berapa. Belom lagi bawaan saya yang super rempong, satu tas backpack, satu tas jinjing, satu tripod, dan satu kamera. Ribet! πŸ˜›

Sampai di pom bensin udah penuh dengan lautan manusia. Beneran penuh banget sama manusia, karena ini long weekend, yang berdesak-desakan sampe jalan kaki aja bisa macet. Yasalam! Untuk nyari orang susahnya minta ampun.

Di pom bensin udah ketemu Edel yang sibuk koordinir sana-sini. Citra entah terdampar di mana, Yuan yang salah masuk tol, dan Mia yang belum bangun. Emang ya, nggak asik kalau nggak nggak ada dramanya. Sementara saya kebelet pipis, saya langsung ke wc yang antriannya udah kayak antrian waktu H&M buka di Jakarta. Panjang banget! Pilihannya sabar aja ngantri panjang banget atau nggak usah pipis tapi tahan 2 jam sampe ke Pulau Pari. Ih, daripada darah tinggi di kapal mending antri ke WC, deh. Pas udah mau dekat baru deh orang-orang yang antri di depan kasak-kusuk bilang aduh nggak ada air, bau banget. Mamak, cobaan apa lagi ini? Keukeuh tetap antri soalnya kebelet. Sebelum masuk, saya tutup hidung pake tisue dan masuk ke wc dengan tutup mata supaya nggak jijay. Pas tau nggak ada air, saya nggak cek lagi, deh. Cobaan berat banget ini. Begitu selesai, PLONG! Langsung menyingkir dari WC aja, deh. Hihihi.

Begitu semuanya ngumpul, kita diarahin sama tour guide ke kapal. Antriannya gilak banget dengan kondisi jalanan becek. Untung banget pake sendal jepit. Jorok juga gpp, deh. Udah antriannya panjang banget, udaranya panas, ditambah bau amis ikan-ikan. Komplit! Naik ke kapalnya pun susah karena harus manjat tembok dan lompatin satu kapal lain. Sampai di kapal pun modelnya macam kapal nelayan besar di mana kita duduk lesehan aja di bawah. Petualangan macam di film, deh. Tapi karena bareng orang-orang yang menyenangkan, berasanya jadi seru dan malah bikin happy. Semacam pengalaman baru. πŸ˜€

Di kapal langsung minum antimo biar bisa blas tidur dan nggak mabok laut. Bener aja begitu kapalnya berangkat, saya dan teman-teman udah kayak langsung dibius. Tidur nyenyak. Sekitar 1,5 jam kemudian kita sampe di Pulau Pari. Karena nyampenya pas jam 9.30-an, mataharinya lagi terik dan yang kita pengenin cuma AC. Anak kota banget, sih! :)))

Di Pulau Pari, kita akan ditemani oleh Mas Saman, tour guide kita yang baik dan tepat waktu banget. Dia nganterin kita ke tempat home stay di rumah penduduk. Well, home stay-nya bukan yang bagus banget tapi udah ber-AC dan kamar mandi bersih jadi yang cukuplah. Istirahat sebentar, dikasih makan siang, dan disuruh siap-siap karena mau snorkeling. Horeee!

Snorkeling dilakukan jam 2 siang tengah bolong. Ya habes, biar terumbu karang dan ikan-ikannya kelihatan jelas, kan. Tadinya sih kita ogah snorkeling siang karena takut kulitnya hitam, tapi Mas Saman bilang nanti nggak sempat ngapa-ngapain, lho. Oh, baiklah nurut aja.

Pas mau berangkat pake kapal nelayan yang kali ini hanya diisi kita berlima aja, kita nggak lihat di mana kapalnya. Ternyata ada di tengah laut aja, lho! Untuk ke tengah laut, kita harus jalan kaki melewati air yang lumayan jauh. Kenapa kapalnya nggak ke pinggir? Karena airnya cetek jadi takut kapalnya nyangkut. Yo weis, mari jalan lagi. Tapiii karena airnya bersiiih banget dan warnya toska jadi malah berasa seru. Bukannya cepat sampai, di tengah-tengah kita malah sibuk foto-foto. Maaf ya Mas Saman harus ngurusin perempuan-perempuan rempong banci foto. Hihihi!

IMG_5797

IMG_5806

Perjalanan dari Pulau Pari ke Bintang Rama Spot (tempat budidaya terumbu karang) nggak terlalu lama, paling 30 menit. Begitu sampai kita langsung terkagum-kagum karena terumbu karangnya cantik banget. Sebenarnya nggak perlu pake snorkel untuk lihat ke bawah air karena dari atas pun kelihatan jelas saking jernihnya lautnya. Belum lagi ikan-ikan kecil berwarna-warni yang sliweran bikin makin cantik.

Udah lah ya, kita langsung berenang aja. Yang tadinya pake pelampung dan kaki katak, lama-lama tambah berani pelampung dan kaki kataknya dilepas. Berenang kayak berenang di kolam renang aja. Seruuuu banget! Mana si Mas Saman bawa kamera underwater jadi dia foto-fotoin kita di laut. Yah nama pun, cewek banci foto, kita pun minta Mas Saman berulang-ulang fotoin kita sampe dapat foto yang kece. Hihihihi! Dari yang tadinya mau sebentar aja snorkelingnya karena takut hitam, malah jadi lamaaa banget sampe sore karena keasikan berenang. I would love to do diving someday. It would be awesome! :’)

DSCN1321

IMG_5850

Puas berenang kita pun ke Pulau Tikus. Pulau ini kalau dari atas bentuknya seperti tikus. Sebenarnya ini cuma pulau kecil yang nggak ada penghuninya tapi karena pantainya bersih dan pemandangannya bagus, kita pun minta mampir ke sana cuma untuk foto-foto bak model. Hihihi.

IMG_5865

IMG_5883

IMG_5872

Karena udah mau maghrib, kita pun terpaksa pulang. Di dalam kapal kita bisa melihat matahari terbenam. Cantiknya minta ampun. Kita sampe di Pulau Pari sekitar jam 6 sore. Langsung mandi karena badan udah lengket banget. Jam 7-an makan malam datang.

Setelah itu, saya dan Citra keliling pulau naik sepeda. Seru banget lihat kehidupan penduduk di sana yang sebagian besar penghasilannya dari menyewakan homestay, sepeda, dan alat snorkeling. Ada yang homestaynya bagus udah modern, ada yang masih sederhana. Yang lucunya, tempat tinggal penduduk di sana masih sederhana, nggak sebagus homestay yang mereka sewakan. It was always good to know about local culture.

Capek naik sepeda saya dan Citra balik ke homestay karena jam 9 kita akan barbeque di pantai. Jadi, di belakang Pulau Pari, ada namanya Pantai Pasir Perawan yang bagus banget. Nggak kelihatan sih kalau malam hari karena gelap. Kalau malam banyak digunakan untuk barbeque, main sepeda, dan main voli.

Kenyang makan ikan, kita pun buru-buru tidur karena besoknya akan bangun pagi buta untuk lihat sunrise. Benar aja, Mas Saman udah ngetok kamar kita jam 5.30. Nah, sebagai cewek rempong, kita nggak ada yang mandi, cuma cuci muka dan gosok gigi, tapiiiii…..udah ganti baju yang kece dan dandan karena tau habis ini foto-foto. Hahaha!

Sunrise-nya bagus banget. Karena baru pertama kali ngeliat sunrise, saya jadi bengong-bengong sendiri melihat matahari yang tadinya sembunyi, perlahan-lahan naik ke atas sampai kelihatan bulat banget. Dan semua itu terjadi hanya dalam waktu 30 menit. Keren!

IMG_5933

IMG_5936

Puas lihatin matahari, kita pun ke Pasir Pantai Perawan untuk naik sampan. Jadi baru pagi ini kita lihat bentuk Pasir Pantai Perawan yang mana kece banget dengan warna air toska. Pas kita naik ke sampan makin kelihatan deh cantiknya. Belum lagi di sekelilingnya banyak pohon mangrove. Makin kelihatan cantik ya ciptaan Tuhan ini. :’)

IMG_5981

IMG_5984

IMG_5994

IMG-20140331-WA0041

IMG_5996

Kelar naik sampan, kita pun naik sepeda ke ujung Pulau Pari ke LIPI di mana ada budi daya bintang laut. Jadi fokus LIPI saat ini adalah membudidayakan terumbu karang karena banyak yang udah rusak. Bintang laut ini juga salah satu yang dibudidayakan. Jadi di sana kita bisa pegang bintang lautnya tapi nggak boleh dibawa pulang (yaeyalaah).

IMG-20140331-WA0108

Setelah puas, kita pun balik ke homestay, siap-siap, dan meluncur ke kapal karena nggak mau nggak dapat duduk yang ada senderannya. Hihihi! Terima kasih Mas Saman yang udah mau nemenin para perempuan rempong ini. It was a great short vacation. Will looking for more trips with you, guys! πŸ˜€

 

Our Christmas

6a1cd85f606dec60c175ae2534056ef3

Merry Christmas! May your heart filled with joy and happiness. May this Christmas brings you closer to your family and friends. πŸ™‚

 

24 Desember 2013

Natal dimulai tanggal 24 Desember di mana saya masih kerja. Uyeah! Bukannya terlalu rajin, sih, tapi…. lagi ada pasien. Udah diniatin pasien cuma boleh sampe jam 3 aja biar bisa pulang lebih cepat. Jam 3 udah beres-beres siap untuk dijemput suami yang juga pulang cepat dari kantor. Pulang cepat dari kantor niatnya ke salon (yang pasti rame kalo malam Natal) lalu ke rumah untuk ganti baju dan cus ke gereja tanpa telat.

Itu rencananya lho, ya. Kenyataannya jalanan maceeet banget hari itu sampe suami telat jemput saya. Baru nongol di kantor jam 4 sore! Alamak, gimana pula nasib ke salon ini? Selama perjalanan pulang juga macet jadi baru sampe salon jam 5.

Untung banget salonnya sepi *FIUH*. Mungkin sih karena banyak gereja yang mulai masuk jam 5 sore jadi ramenya udah siang tadi. Jadi begitu masuk rambut saya langsung dikerjakan. Kenapa sih ngotot banget ke salon? Karena dari kecil nyokap udah ngebiasain untuk selalu tampil keceΒ rapi kalo pas Natal jadi sekarang kalo rambut kumel berantakan pas Natal langsung nggak pede.Β 

Selesai salon langsung ngibrit ke rumah karena udah jam 6 sore. Sementara gereja mulai jam 19.30, tapi harus udah sampe jam 19.00 karena kalo nggak duduk di luar. Males! Duduk di luar itu selain panas, nggak khusuk, dan nggak bisa ngeliat prosesi di dalam. Bawaannya jadi pengen tidur aja. Hihihi.

Sampe rumah bawelin suami untuk cepat-cepat mandi dan siap-siap, sementara saya nggak pake mandi, kakaak! *tutup idung* Soalnya kalo mandi lagi bisa makan waktu lama. Lagian badan saya kan nggak bau *yakeeen*. Semprotin parfum sebanyak-banyaknya dan pake deodoran. Udah deh tingkat wangi meningkat 100%. Dandan juga nggak pake lama karena harus udah berangkat jam 18.30. Walaupun gerejanya sebenarnya dekat tapi kalo malam natal bisa macet dan cari parkir susah. Harus sedia 30 menit untuk semua itu.

Puji Tuhan, sampe di gereja jam 19.00 dan bener aja gereja udah Β mulai penuh. Langsung mata harus jeli lihat peluang bangku mana yang kosong. Untungnya dapet bangku kosong yang letaknya lumayan depan. YES! Tahun ini nggak duduk di luar! (nasib tiap tahun seringnya duduk di luar. Hehehe).

Kebaktian yang panjaaang (karena banyak koor) akhirnya selesai jam 21.30, dilanjutkan dengan salam-salam jemaat, dan tak lupa foto-foto sama keluarga.Β 

Pose wajib: di depan pohon natal

Pose wajib: di depan pohon natal

Our big family (tentunya dengan latar belakang pohon natal)

Our big family (tentunya dengan latar belakang pohon natal)

Setelah selesai sesi foto di depan pohon natal (yang mana saking banyaknya yang mau foto di depan pohon natal jadi harus antri), lanjut christmas dinner dengan keluarga suami di Hay Tien. Kira-kira udah 3 tahun selalu makan di Hay Tien karena selain enak juga bukanya sampe malam banget. Waktu itu kita selesai jam 00.30 aja masih buka, lho.

We had good laugh!

25 Desember 2013

Saya cuma tidur 3 jam. Pulang ke rumah jam 01.00, lanjut ganti baju dan bersihin make up, tidur jam 2. Jam 5 pagi udah kebangunan karena perut lapar karena semakin malam saya makan, maka paginya semakin lapar. Habis itu nggak bisa tidur. Sepet!

Tapi hati gembira karena ini… NATAL! Horeee!

Bangun pagi masih bisa main-main sama Mika. Supaya dia ikut merayakan Natal saya pasangin dia bando rusa supaya pas difoto kece. Apa daya anjingnya sebel kalo ada sesuatu di kepalanya. Tiap dipasang, dilepas dan digigit-gigit sama dia. Begitu diam langsung mau difoto, eh dia malah gerak-gerak. Yasalam, capek amat fotonya! Berakhir dengan nggak dapat foto kece dari dia pake bando rusa. Trus setelah dipikir-pikir lagi kenapa harus foto pake bando rusa kalo di HP kan ada aplikasi yang bisa edit foto pake hiasan natal. Hadeuh, dari tadi kek otaknya jalan biar nggak bergulat dulu sama si Mika *toyor*.

Supaya matching sama suami, maka tema baju Natal tahun ini adalah biru. Kali ini lebih santai karena pikirnya nggak bakal telat. TETOOOT! Kita telat 10 menit dan semua bangku di dalam udah penuh, terpaksa duduk di luar. Tapi nggak nyesel juga karena hari itu cuaca adem dan berangin. Duduk di luar nggak gerah dan di dalam karena semua pintunya dibuka jadi gerah karena AC jadi nggak dingin. Hihihi!

Kemarin udah 2 jam di gereja, pagi ini 3 jam di gereja. Lama banget, ya. Dua jam pertama sih bisa konsen, pas 1 jam terakhir udah mulai gelisah karena perut udah bunyi kelaperan.Β 

Begitu kebaktian selesai langsung ngesot ke Papa Jack’s Kopitiam untuk makan siang dengan keluarga. Horeee, kali ini semua keluarganya lengkap! πŸ˜€

Biru!

Biru!

Nuansa biru, padahal nggak janjian

Nuansa biru, padahal nggak janjian

Pulang dari makan bersama tadinya mau ke mall bareng. Tapii kayaknya nggak sanggup ya ke mall pake high heels begini jadi diputuskan pulang dulu. Pas di rumah ganti baju lihat kasur dan AC, yukkk bobo dulu. Ngantuk banget tadi malam cuma tidur 3 jam. Sayangnya saya tetap nggak bisa tidur. Haduh!

Akhirnya setelah nunggu suami bangun dari tidur siang, kita pun berangkat ke mall terdekat. Tujuannya untuk beli kado orang kantor suami lalu muter-muter nggak jelas di mall. Yes, apalagi yang bisa dilakukan di mall bukan?

Di mall tetap wajib foto di depan hiasan natal

Di mall tetap wajib foto di depan hiasan natal

But we really enjoyed our time because this year we could spend it with our family. See you in christmas next year!

 

 

 

Album Foto Pernikahan

Setelah kurang lebih 3 bulan, akhirnya album foto dan video pernikahan saya jadi juga. *tebar confetti* PUAS banget sama hasil yang diberikan oleh Fish Photo. Editan fotonya ciamik, cover videonya oke, dan terutama custom album fotonya keren banget. Aku suka banget pokoknya! πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Daripada ngomong panjang lebar, lebih baik kita lihat hasilnya:

Prewedding

1 DVD pemberkatan nikah dan 2 DVD resepsi adat

Cover album foto dari bahan beludru merah favoritku. Keren!

Di dalam album foto

Vintage

Pacaran dulu yuk di taman!

Neng, naik bis bareng yuk!

Pernikahan

Foto-foto di bawah ini adalah foto-foto yang udah diedit dan dibikin kolase oleh Fish Photo untuk dimasukkan ke dalam album.

Mari ngelenong

Yuk cus! Bentar lagi mau dikawinin, nih.

Mejeng ala ratu sehari

Pose standar semua pengantin: pamerin cincin kawin πŸ˜€

Geng merah

Happy newlywed

Dikasih ulos

Gimana? Keren semua kan foto-fotonya! *kasih mic ke penonton* Nggak sia-sia harus bayar charge ke gedung karena keukeuh nggak pake fotografer rekanan. Hasilnya bagus dan sesuai dengan apa yang saya mau. Kasih 4 jempol, deh.

*Untuk yang mau pake Fish Photo, bisa hubungi ke sini.

Masakan Weekend

Eh eh, udah tahu belum sih kalau sekarang saya masak? Udah dong ya. *GR gila*. Sebenarnya dari awal nikah juga udah masak, sih. Cuma selalu lupa foto hasil masakanku.

Jadii.. ini masakanku selama weekend kemarin. Nyaam!

Nasi goreng babi sosis

Tumis buncis

Udah sik segitu aja. Intinya cuma mau pamer sekarang udah *lumayan* bisa masak. πŸ˜€ πŸ˜€