Mengejar Ahok

Udah tahulah ya, kalau saya suka, ngefans, mengidolakan Ahok. Levelnya udah sampai kebawa mimpi lah. Hahaha. Nah, ngefans bukan cuma baru-baru aja, tapi ya dari awal lihat sepak terjangnya yang luar biasa, bikin saya ngefans.

Dulu, saya pernah ketamu Ahok (ceritanya di sini) waktu dia masih jadi wakil gubernur. Crowdnya biasa aja, lowong, nggak sumpek, bisa lihat dari dekat, TAPI KOK NGGAK FOTO BARENG? *toyor kepala sendiri*. Sungguh menyesal. Waktu itu lebih ke masih terpana dan bengong lihatin beliau, trus dengan santai ngobrol-ngobrol. Tapi tetap, kan nggak ada fotonya! 😥

Makin ke sini makin ngefans dan makin pengen foto bareng. Tapi ya lagi-lagi belum kesampaian. Sampai waktu itu Mama saya ajak ke tempat kampanye Ahok karena kabarnya Ahok ada di sana. Okelah, saya ikut. Demi foto bareng. Sampai jam 11 malam Ahok nggak datang dan batal datang. TIDAAAAAAK! *nangis di tengah RPTRA* Belum jodoh.

Nah, Senin kemarin, habis jalan-jalan naik TJ, saya lalu kepikiran eh kenapa nggak nemuin Ahok ke Balai Kota aja. Kan doi suka menerima pengaduan langsung, harusnya bisa foto bareng juga kan, ya. #ambisius Langsung kasih tahu teman-teman senasib fans Ahok hahaha, geng Merlyns tercinta. Nggak pake babibu langsung yuk cuss berangkat!

Yenny kasih tahu kalau di grup-grup lainnya dia ada yang mau datang rame-rame hari Rabu, 26 April 2017 sambil kirim bunga. Setelah kami pikir-pikir, ih kalau rame-rame nanti nggak kebagian foto bareng Ahok, dong. NO WAY JOSE!

Pilihannya hari Selasa atau Kamis. Selasa, kami pikir Ahok bakal sidang jadi kayaknya nggak di Balai Kota. Jadi terpilihlah hari Kamis. Yang ternyata, lumayan salah karena akibat kehebohan ribuan orang yang datang hari Rabu, hari Kamisnya animo masyarakat jadi heboh dan pada banyak yang berdatangan. Selasa ternyata paginya Ahok ke Balai Kota dan orang nggak banyak yang datang, bisa leluasa foto sama beliau.

Oke, lanjut ke ceritanya lagi. Janjian jam 5 pagi untuk berangkat bareng (kerja aja saya nggak bangun jam 5 pagi, sih. Ini cuma mau ketemu Ahok bangun jam 04.30 pagi. HAHAHA!) Belum makan, cuma minum segelas air putih, tapi super excited!

Sampai Balai Kota jam 6 pagi. Masih lowong, walau udah ada yang datang. Bahkan, ada yang niat datang dari jam 4 pagi. TOTALITAS! :)))))

IMG_20170427_062225

Masih pagi, masih kece, orang masih belum banyak yang datang. 

IMG_20170427_062313

Bunga buat Pak Ahok dan Pak Djarot. Niatnya mau dikasih langsung, tapi nggak boleh dibawa ke dalam. Jadi ditaruh aja di teras Balai Kota

IMG-20170427-WA0004

Baru pertama kali ke Balai Kota dan ternyata bagus. Jadi norak foto-foto, deh. :)))

IMG_20170427_063246.jpg

Antrian ini masih belum panjang (belum panjang aja segini)

Di depan saya, ada Bapak dengan dua anaknya yang masih ABG ikut antri. Dia cerita udah 3 hari ke Balai Kota tapi belum kesampaian foto sama Ahok, cuma foto dari jauh aja. Bapak ini tinggal di Belanda udah 30 tahun. Datang ke Jakarta cuma demi nyoblos. Bahkan anaknya nggak bisa Bahasa Indonesia lagi, diajak terus ke Balai Kota buat ketemu Ahok. Dia tiap hari datang dengan impian foto sama Ahok karena hari Sabtu dia harus udah balik ke Belanda. Sampai tukeran no HP loh kita berdua. Hahaha. Bapak baik ini juga yang nolongin saya and the gank waktu didorong sesak napas di tengah kerumunan orang.

IMG-20170427-WA0034

Dengan Bapak dari Belanda yang baik hati

Jadi awalnya antrian tuh rapi banget. Memanjang dan orang-orang teratur. Sampai akhirnya ada petugas yang kasih pengumuman bilang kalau antriannya lurus panjang, nanti mobil nggak bisa lewat. Jadi jangan lurus panjang tapi belok ke kiri, biar mobil bisa lewat. Yang ada, orang-orang nggak paham dan menyerusuk ke depan sampai akhirnya nggak ada antrian lagi. Diaturin lagi lah ama si petugas. Awalnya mau, tapi begitu Ahok datang, sekitar jam 7 pagi, bubar jalan semua. Desak-desakan, dorong-dorongan, sampai sesak napas, kaki keinjak. Barbar banget lah orang-orang ini padahal petugas bilang semua pasti dapat bagian jadi santai aja. Tapi semua ketakutan nggak bisa foto sama Ahok. Kasihan sebelah saya ada nenek tua yang kedempet. Akhirnya saya teriak-teriak, “INI ADA IBU-IBU KASIHAN. JANGAN DORONG-DORONG!” Bapak depan saya akhirnya berusaha menghalau orang dan berusaha agar nenek ini masuk duluan. Saya dan teman-teman harus sambil gandengan supaya nggak kepisah karena beneran parah banget dorong-dorongannya.

IMG_20170427_074304.jpg

Ada Pak AHok. OMG OMG! *brb ambil oksigen sesak napas*

IMG_20170427_074319

Maap ya kami norak. Ada Pak Ahok di belakang jadi mau selfie-an. *trus takut dibentak petugas*

Karena animo masyarakat sangat besar, sekarang foto dengan Ahok nggak bisa sendiri-sendiri, tapi harus per-20 orang. Ya iyalah, kasihan kan ya Bapak juga mau kerja buat warganya, bukan cuma foto-foto doang. Nah, petugas yang di dalam bagus banget tegas dan galaknya. Hahaha. Ada ibu-ibu depan saya, berdua doang, yang keukeuh maunya foto personal sama Ahok. Langsung dimarahin lho, “Kalau ibu nggak mau ikut aturan, silahkan keluar antri lagi saja. Saya antarkan!” Ibu itu langsung jiper dong, takut nggak bisa foto bareng. Hahaha. Emang paling bener petugasnya harus galak biar antriannya teratur dan rapi. Nah, yang di luar itu harusnya segalak yang di dalam, sih.

Di dalam sudah disediakan bangku-bangku. Per batch fotonya. Pake 1 kamera aja, kamera punya warga sih. Warga yang lain disuruh sharing aja dikirim fotonya. Sebelum foto langsung ingetin ke teman dulu, “Eh, lipstick masih kelihatan kan, ya? Jangan sampe kelihatan pucat.” :))))) #perempuangbanget. Nah, kebetulan habis batch sebelumnya, bangku-bangku itu masih kosong. Orang-orang di belakang saya kayaknya belum nyadar itu bangku udah boleh didudukin, jadi saya dan teman saya langsung duduk. Bangku untuk Ahok lebih besar beda sendiri, jadi bisa diperkirakan Ahok duduk di mana.

OMG! SAYA DUDUK SEBELAH AHOK! *nangis pelangi*

IMG-20170427-WA0012

Ketahuan ya mupeng banget, duduknya mepet si Bapak. Gimana Bapak, saya mau selfie, Pak! *diusir* :))))

Gila ya, Ahok tepat sebelah saya jadi intuisi banget lah saya langsung mepet-mepet ke dia. MAAP MAMAK GENIT! HABIS NGEFANS SIH! :)))))))) Belum bisa foto wefie berdua jadi bolehlah ya foto mepet biar nanti foto grupnya bisa dicrop jadinya foto saya sama Ahok doang! HAHAHA!

IMG-20170427-WA0012_1493255379916

Di-CROP! HAHAHAHA! Biar dunia bisa lihat lebih jelas Naomi dan idolanya. :)))))

Fotonya 2 kali, lalu habis itu Ahok berdiri ke pintu dan salamin warganya satu per satu. Bok, satu per satu! Terharu nggak sih! :’) Udah nggak bisa ngobrol lagi karena terlalu banyak orang dan Ahok nggak punya banyak waktu. Tapi pas saya salam dia, saya langsung bilang, “Pak, habis ini jadi Presiden aja, ya.” Ahok kelihatan terkejut tapi habis itu ketawa-ketawa. :’))))

Selesai foto, saya dan teman-teman langsung kayak mau nangis bahagia. YEAY, KITA FOTO SAMA AHOK, DONG! #makinbaper #makinsusahmoveon #makinjatuhcinta

Absurd, berasa groupies, alay banget. Tapi sungguh, I am honored to be served by Ahok. Jadi sebelum Bapak turun, mau foto bareng. Sebenarnya mau ngucapin banyak hal, tapi ya nggak ada kesempatan. Jadi kapan nih bisa ngopi-ngopi sama Ahok sambil ngomongin negara? #tsaaaah

Kapan-kapan kita harus foto selfie bareng ya, Pak. Sama masih pengen foto sama Pak Djarot (yang entah tadi mungkin belum datang karena nggak kelihatan ada di sana) dan foto sama Ibu Vero. :’)

Bahagia minta ampun. Banget banget! :’)

Jadi gimana bisa move on nih, Pak Ahok?

 

 

Advertisements

7 thoughts on “Mengejar Ahok

  1. Ya ampun aku sampe mampir baca ini gara2 komenmu di blogku. Beruntungnya sudah bertemu beliau. Mamaku tadi baru dari sana mau ketemu pak Jarot saja dia sudah senang 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s