Makan-Makan Enak

Long weekend kemarin, saya nggak ke mana-mana, tapi dalam 3 hari itu mencoba 3 restoran yang berbeda. Yuk lah dibahas aja. Tapi nggak ada fotonya karena…..orangnya laperan, tiap lihat makan langsung gragas, lupa foto. XD

1. Tako Suki

Habis ibadah  Jumat Agung dan lagi nunggu untuk perjamuan kudus yang masih 3 jam lagi, mertua ngajakin makan di Tako Suki. Tako Suki ini rebus-rebusan khas Jepang. Restorannya sendiri sudah ada sejak lama, sering banget saya lewatin, tapi nggak pernah mampir karena saya biasanya nggak suka rebus-rebusan. Dari depan nggak kelihatan besar, parkirannya pun terbatas. Jadi kalau lagi rame banget, parkirannya bisa sampai ke jalanan.

Karena keluarga suami suka banget rebus-rebusan, ya saya pasti ngikutlah. Udah siap-siap nggak bakal makan banyak karena biasanya menu rebus-rebusan itu seafood, yang mana saya nggak suka.

Begitu masuk, ternyata restorannya besar banget, areanya luas sampai ke belakang. Ada aquarium besar dengan ikan-ikan dan udang yang masih  hidup, jadi makanannya cukup segar. Ada panggung kecil, jika mau ada perayaan atau ulang tahun, ada pojokan untuk kids corner (nggak besar, cuma ada lego-legoan, tapi bikin anak cukup betah main-main di sini), baby chair yang banyak, dan toilet yang bersih. Secara keseluruhan, cukup nyaman dan menyenangkan.

Di tiap meja ada kompor untuk panci rebusan. Pancinya terbagi dua, untuk sup biasa dan tom yum. Untuk isi rebusannya, bisa diambil dan dipilih sendiri, nanti yang merebus waitressnya. Di buku menu, selain rebusan, ada banyak banget pilihan menu lainnya, seperti nasi goreng, ikan-ikanan, mie, dsb. Dessertnya pun macam-macam, seperti es cendol, ice milk tea, es podeng, dsb. Jadi apapun seleranya, walau berbeda-beda, Tako Suki ini aman karena pilihannya banyak.

Untuk rebusan sendiri, sebagai orang yang nggak suka makan rebus-rebusan, I can say that it was very good. Rasanya segar dan kuah tom yum-nya enak banget. Berasa pedas dan asamnya. Nasi goreng HongKongnya lezat, sampai Kaleb nambah mulu. Nggak terlalu asin, tapi nggak hambar juga.

Untuk pertama kalinya, saya bilang ke suami, “Yuk, kita balik lagi ke restoran ini.” It was that good. 🙂

Tako Suki

Jl. Pesanggrahan No. 78D, Puri Indah, Jakarta Barat

 

2. Happy Day Restaurant

Hari Sabtu kemarin, rencananya mau jalan-jalan ke Monas, tapi udah kesorean jadi udah tutup. HIKS! Plus, tiba-tiba hujan. Ya udah lah melipir ke restoran di dekat situ aja, pilihan jatuh ke Happy Day Restaurant. Sering banget lewat restoran ini tapi nggak pernah mampir. Padahal penasaran karena nama restorannya Happy Day, kayaknya menyenangkan #cetek. Akhirnya kesampaian deh nyobain juga.

Begitu masuk suka banget sama suasananya karena kayak lagi di pedesaan luar negeri sana. Interiornya dibuat kayak rumah kayu, pohon-pohonan, dan di atasnya kayak ada semacam kincir. Ih seru. Kaleb senang banget lihatin kincirnya. Kalau saya sih berasa pengen nyanyi The Sound of Music jadinya. Hahahaha!

Kami pesan nasi goreng buntut (suami dan Kaleb berebutan banget karena enak), cheese pizza (lagi-lagi Kaleb berebutan sama saya karena kejunya berasa banget), french fries (seporsi dapat banyak dan garing), es doger, dan es teh manis (ukuran gelas tehnya besar jadi puas).

Saya suka banget sama pilihan beragam dari menunya. Suami kebanyakan suka menu lokal, sementara saya tergila-gila pizza jadi semua terakomodir dengan damai. Suasananya juga menyenangkan, pelayannya ramah banget, dan yang paling penting nih, harganya affordable. Untuk semua makanan itu kayaknya cuma habis sekitar Rp 160.000. Dompet pun bahagia. 😀

Happy Day Restaurant

Jl. Ir. H. Juanda No 19, Gambir, Jakarta

 

3. Ton Thip

Hari Minggunya, sehabis gereja, seperti biasa dilanda kebingungan mau makan apa. Tiba-tiba ingat kalau di Lippo Mall Puri ada restoran Thai baru, namanya Ton Thip. Saya selalu suka sama masakan Thai, tapi nggak suka seafood. Banyakan resto Thai di Jakarta ya makanannya seafood. Hiks, ku sedih! Dulu pas ke Thailand, pernah coba noodle soup-nya yang rasanya endeus banget. Sayangnya, entah kenapa, menu ini jarang banget ada di resto Thai kebanyakan di Jakarta. Ada sih satu gerai makanan Thai di Urban Kitchen Senayan City yang nyediain noodle soup ini, tapi dagingnya terlalu keras jadi ya saya jarang balik ke situ lagi.

Sebelum sampai ke makanan apa saja yang saya pesan, ada satu kejadian di Ton Thip ini. Cara pemesanan di sini adalah pesan makanan dan langsung bayar makanan di kasir, lalu nunggu makanannya diantar. Pas mau bayar, kasir bilang kalau struknya nggak ada karena mesinnya rusak. Di depannya dia tertulis, “TANPA STRUK, FREE OF CHARGE.” Lalu ada nomor telepon dan email untuk feedback. Saya langsung tunjuk tulisan itu, tapi kasir langsung bilang nggak boleh, harus tetap bayar. LAH, GIMANA MBAKE? Karena saya malas ribut, saya bilang ya udah saya boleh laporin ya mbak ke nomor yang tertera. Mbaknya bilang, silahkan saja (aneh nggak, sih?). Saya tanya nama Mbak-nya, foto jumlah pembayaran saya, dan foto kertas feedback tersebut. Kemudian saya bayar dan tunggu makanannya. Sambil nunggu makanan, ya saya email pengaduan saya.

Pada saat saya lagi menikmati makanan, tiba-tiba ownernya datang menanyakan tentang keluhan saya. Saya ceritalah, ya. Dia minta maaf dan nanya seberapa total pembelian saya, dia akan kembalikan uangnya. Saya jelaskan ke dia, bukan soal harga makanannya dan saya nggak mau dikembalikan uangnya, kok. Cuma soal konsistensi dan servis aja. Harusnya kalau memang peraturan itu tidak bisa dijalankan atau pegawainya takut melakukan itu, sebaiknya ya tidak perlu ditulis. Buat apa ditulis, kalau memang tidak mampu dijalankan. Atau kalau ada kerusakan seperti itu, bisa pake bon manual saja. Beberapa kali, saya mendapati ada tulisan kalau nggak ada struk, maka gratis, tapi nggak pernah sekalipun mereka langsung legowo menjalankan aturan yang dibuat sendiri, yang ada customer tarik urat dulu untuk aturan yang mereka buat. Aneh, kan?

Anyway, manajemen cukup cepat dalam merespon keluhan saya baik secara langsung, maupun via email. So, I guess it’s a good thing. Tidak defensif, memberi penjelasan dengan baik, menawarkan penggantian, dan berjanji untuk memperbaiki hal tersebut. Buat saya cukup baik banget karena customer jadi nggak sebel. Oh ya, kemarin akhirnya mereka memberikan kami komplimen berupa 2 buah dessert. Good gesture banget, ya. 🙂

Oke, kembali lagi ke soal makanannya. Kami pesan beef noodle soup, tom yum, ice thai tea, plus bonus dessert mango sticky rice, dan singkong yang di atasnya ditaburi semacam fla (nggak nemu namanya di buku menu). ALL ARE DELICIOUS! Akhirnya saya nemuin makanan Thai yang sama rasanya seperti di Thai sana. AKU BAHAGIA! :’) Beef noodle soup-nya enak banget, rasa kuahnya gurih, dagingnya tebal tapi empuk dan gampang dipotong dan dimakan, Tom Yum-nya juga berasa banget asam dan gurihnya. Ada cabe potong khas Thai juga. Untuk mango sticky rice dan singkong itu juga enak banget. Mangganya manis, ketannya empuk. Ketannya ada 2 jenis, yang manis dan rasa pandan. Enak parah! Suami sampai bilang, “Aku pasti bakal balik lagi ke sini. Ini enak banget!” Couldn’t agree more. :’) Btw, setelah email-emailan, ternyata ownernya asli orang Thai jadi mungkin makanannya jadi berasa otentik, ya.

Oh ya, restoran ini belum ada baby chair, tapi kata manajemen mereka sudah berencana akan mengadakan baby chair. Maklum ya bok, untuk anak nggak bisa diam kayak Kaleb, no baby chair is disaster lah. Lagu-lagu yang dipasang pun lagu Thai. Senang banget karena jadi menambah experience berasa Thai-nya. Yang paling penting harganya affordable banget, nggak ada yang di atas Rp 50.000. Cobain, deh. 😉

Ton Thip

Lippo Mall Puri, Lantai Lower Ground 79, Jl. Puri Indah Boulevard Blok U No. 1, Puri Indah, Jakarta

 

Selamat mencoba! Perut dan dompetku bahagia karena 3 hari makan enak tapi harganya nggak bikin sakit hati. 😀

Advertisements

10 thoughts on “Makan-Makan Enak

    • Ga dibalikin karena aku ga mau dibalikin, kasian juga merekanya nanti rugi. Kalau rugi trus tutup restonya nanti ke mana lagi bisa makan makanan Thai enak? Hahahaha!

  1. Karena gada fotonya inisiatif googling sendiri kak walopun gada official website lumayan lah bisa menghibur 😆
    kangen makan mango sticky rice nih udah lamaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s