Review: Scientia Square Park

IMG_20170327_094515.jpg

Di harpitnas kemarin, kebetulan banget suami dan saya cuti. Ya biar ngerasa long weekend walau nggak ke mana-mana. Kami ngajak Kaleb ke Scientia Square Park (SQP) demi supaya Kaleb lebih banyak main di alam terbuka. Pikirnya sih lebih murah karena hitungannya weekdays ya, harusnya Rp 30.000. Ternyata sampai sana ada festival film anak, jadinya tiket dihitung weekend, yaitu Rp 50.000. Anak di atas 2 tahun sudah bayar. Ya udah nggak papa, nanti bisa ikutan nonton film, kan. Plus boleh keluar masuk taman, jadi mikirnya bisa lah sampai sore.

Kami sampai agak siangan, sekitar jam 10. Tentunya matahari lagi terik. Kalau ke sana mending siap-siap bawa topi, pake sunblock, dan kaca mata hitam. Di sana juga nggak dilarang bawa makanan dan minuman, jadi bisa banget kalau mau piknik.

Dengan harga tiket Rp 50,000, ekspektasinya SQP ini besar buanget, ya. Tapi ternyata ya nggak besar-besar banget juga. Juga karena lagi terik, jadi cukup sepi. Kalau di foto-foto kan ada ayunan berbentuk lingkaran itu, ya. Dikira itu ada banyak. Ternyata cuma satu aja, loh! Trus pas saya datang nggak ada bean bag di rumput yang banyak di foto-foto. Hiks, aku kuciwa.

Buat Kaleb SQP ini tetap menyenangkan, sih. Dia bisa lari-larian sepuasnya, main ayunan, lihat kelinci, naik kuda, dan naik kerbau. Ada beberapa point kesan saya tentang SQP:

  • Kupu-kupu di Butterfly Park nggak banyak. Jadi jangan ngarep bakal lihat berbagai macam kupu-kupu beterbangan. Iya, ada kupu-kupu, tapi dibandingin luas tempatnya jadi nggak sebanding dan nggak kelihatan. Warna kupu-kupunya pun kebanyakan hitam. Kaleb bahkan nggak sadar kami masuk ke Butterfly Park. Dia malah sibuk lari-lari keliling taman aja.
  • Corn field-nya ya udah begitu aja. Enak sih buat duduk-duduk di gubuk lihatin corn field. Tapi buat Kaleb, lihatin kebun jagung, bhay mendingan lari-lari aja.
  • Taman kelincinya menarik. Kelincinya dirawat dengan baik sehingga kelihatan gemuk semua. Boleh dipegang, dikasih makan (harusnya untuk makanan bayar lagi, tapi kemarin Kaleb dikasih gratis). Kaleb senang banget kejar-kejaran sama kelinci di sini.
  • Tiket masuk Rp 50.000 beneran cuma untuk tiket masuk. Karena di dalam, beberapa ya nambah lagi. Kayak naik kuda bayar Rp 20.000, sewa in line skate bayar, naik trampolin bayar, main remote control ya bawa sendiri. Intinya, sedia uang lebih dari tiket masuk aja.
  • Ada kerbau yang bisa dinaikin. Tapi nggak ada penjaganya aja gitu loh! Sampai bingung ini minta tolong ke siapa karena areanya terbuka dan luas, masa teriak-teriak. Akhirnya ada penjaga yang lewat, nanya boleh dinaikin nggak kerbaunya. Dia bilang boleh, terus ngeloyor pergi. Lah? Ini kerbau kalau ngamuk atau gimana-gimana? Ya sudahlah foto-foto bentar dekat kerbau aja.
  • Ada water play, di mana anak-anak bisa main basah-basahan dan ada air mancur. Tapi tempatnya kecil. Dan yang paling nyebelin, lantainya lumutan. Anak-anak harus banget ada yang pegangin karena orang dewasa aja sering kepeleset, apalagi anak kecil. Kaleb senang sih main di sini, tapi karena berlumut saya jadi geli.
  • Nah, karena udah basah-basahan di water play, plus lantainya lumutan, jadi harus bilas, dong. Di dekat water play ada toilet, dikira bisa untuk bilas. Karena, logika aja sih, kalau ada tempat main basah-basahan, harusnya bisa bilas mandi. Ternyata di toilet (btw, toiletnya bersih kok), nggak ada tempat untuk bilas. Zzz! Akhirnya nanya ke penjaga ini bilasnya di mana, disuruh ke luar dari area water play, di dekat parkiran. Mayan ya, jauh loh jalannya. Plus Kaleb karena udah basah banget seluruh badan, ya udah buka baju dan celana, trus digendong di bawah terik matahari. Karena nggak ada tulisan bilas atau ruko yang ditunjukin penjaga tadi, akhirnya malah nyasar ke Scientia Residence. Beberapa orang nggak helpful dan nggak tahu keberadaan tempat bilas ini, yang ternyata cukup jauh dari SQP. Aneh nggak sih, SQP di mana, tapi bilasnya dekat parkiran. Pas masuk ruko, entah ini kantor marketingnya atau apalah, kelihatannya masih setengah jadi atau renovasi. Bau cat dan berantakan. Karyawannya bingung kenapa kami masuk, kurang ramah waktu ditanya mana tempat bilas, dan kayak orang kumur-kumur ngomongnya. Anyway, tempat bilasnya bersih dan memang ada beberapa shower, shampo, dan sabun. Terawat dan bagus. Habis mandi dan mau keluar, ditagih bayar Rp 10.000 untuk bilas .APAAAAAA? Saya ngamuklah. Bukan soal duit Rp 10.000, tapi soal ditagih tapi nggak ada tertulis jelas aturannya (jadi diasumsikan dia bisa aja bohong atau ngarang-ngarang, dong), nggak masuk akal kalau harus bayar terutama karena tiket masuk sudah lumayan mahal, dan ada water play di situ, lalu jarak antara SQP dan tempat bilas jauh. Terutama karena menurut saya orang-orangnya nggak ramah.
  • Nggak ada playground untuk anak, kayak perosotan, jungkat-jungkit, panjat-panjatan untuk anak kecil sebesar balita (well, ada sih, nyempil kecil sampai pas ditanya ke petugasnya aja dia bilang nggak ada. Bok, dia aja nggak tahu keberadaan perosotan ini). Ini mungkin karena gedung sebelah ada playground berbayar jadi biar nggak saingan kali. Sayang sekali, karena saya berharap anak balita bisa main di semacam playground di taman.
  • Ada mall sebelah SQP yang dalamnya hampir nggak ada apa-apa, nggak menarik, tapi di luar banyak tempat makan outdoor, mayanlah buat yang kalau kelaparan. Bonus, banyak mahasiswa yang makan di situ. Kalau banyak mahasiswa berarti makanannya banyak yang murah-murah.
IMG_20170327_095338

Arena skate park

IMG_20170327_095551

Rice field

IMG_20170327_100008.jpg

Mengejar kelinci

IMG_20170327_100719.jpg

Butterfly park

IMG_20170327_103518

IMG_20170327_102234.jpg

Katanya jinak, tapi kan kalau nggak ada yang jagain serem juga

Kesimpulannya, walaupun Kaleb sangat menikmati acara bermainnya hari ini, tapi kami ngerasa nggak worth it, sih. Areanya cukup luas, tapi tidak seluas itu. Setidaknya kami hanya bertahan 2 jam dan sudah memainkan semuanya. Servisnya kurang, apa-apa harus bayar lagi. Mungkin karena bayar, ekspektasi saya tinggi. Jadi yah lumayan kecewa karena orangnya nggak ramah, jarang yang standby pula.

Lagipula, kami akhirnya nggak nonton filmnya karena Kaleb nggak mungkin bisa diam di dalam jadi dilewatkan begitu saya. Menurut saya festival film anak dan tiket SQP yang dijadikan satu itu bikin kecewa. Lebih baik, tiket festival sendiri, tiket SQP sendiri. Kalau nggak mau nonton film kan jadi nggak harus bayar lebih.

Mau lagi ke sana? Hm, sampai saat ini sih belum, ya. Hahaha, masih banyak taman lagi, atau RPTRA sekalian yang lebih worth it (RPTRA Kalijodo yang gratis aja playground untuk anak balitanya besar, lho).

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s