Review: Fifty Shades Darker

fiftyshadesnew

Gambar dicomot semena-mena dari Google πŸ™‚

Pas jaman novel Fifty Shades of Grey dan bikin penasaran seluruh wanita di dunia, saya pun penasaran, dong. Bacalah sampai habis, lalu berakhir…… ADA BANGET YA CEWEK KAYAK ANA? Maksudnya, kok ya mau dikasarin sama Grey. Iya, Grey ganteng dan tajir… tapi kan dipukulin gitu sakit, kakaaak!

Tapi dasar perempuan, ada filmnya ya ditonton juga lah. Semacam Twilight yang walau suka sebel nontonnya, tapi semua seri pasti harus nonton di bioskop. *kezel apa napsu tuh?*

Begitupun pas Fifty Shades of Grey dijadikan film. Sehari sebelum melahirkan nonton itu. Sudah kuduga, bakal bosen, fast forward, dan misuh-misuh akhirnya. Nah, sekarang lanjutannya, Fifty Shades Darker keluar, ya tetap aja ditonton lagi. Gimana atuh sebel tapi ditonton? *fun fact: nontonnya 3 hari sebelum ultah Kaleb kedua — penting bener, yak! hahaha*

Adapun beginilah yang dirasakan setelah menonton *HATI-HATI PENUH SPOILER*:

  • Saya nggak paham apakah si penulis berniat bikin si Ana ini awalnya cewek kuat dan teguh, atau cewek plin plan dan lemah karena sok putus dan nggak mau sama Grey karena kelakuan Grey, tapi sekali ketemu, diajak ngobrol, dikasih Macbook dan iPhone terbaru aja kok ya langsung luluh mbaknyaaaa? Mana harga diri dan gengsimu? Susah dikit napa? *Oke baiklah, saya paham. Macbook dan iPhone juga bisa bikin saya lemah, sih. #samaaja #semuacewekmatre*
  • Ana ini sok mau take it slowly, menjalani hubungan kayak orang normal, nggak dikit-dikit ML, tapi begitu Grey santai normal, dianya yang mupeng dan godain. Yasalam, gengsi, Mbak! Gengsi!
  • Dari awal jelas, Ana putus sama Grey karena nggak mau berhubungan dengan kasar, apalagi pake alat-alat seks Grey yang aneh-aneh. Lalu dia masuk kamar Grey lihat alat-alat seks Grey dan…….mau Grey cobain ke Ana pakai alat gitu. Sungguh ku speechless dengan labilnya Ana ini.
  • Grey jatuh dari helikopter. Orang-orang udah cemas sambil nontonin TV lihat berita ke mana hilangnya Grey. Tiba-tiba Grey muncul di rumah……. NGGAK ADA LUKA. BRAVOOOOOO!! Ini Grey jelmaan superman atau malaikat jadi nggak bisa luka?
  • Paling nggak paham keberadaan Kim Basinger di film. Ya walau dia tokohnya penting dan jadi alasan kenapa Grey jadi punya gangguan psikologis, tapi scene dia antara ada dan tiada. Ngomongnya dikit, munculnya pun 2 kali doang, datar semua pulak! Ini semacam cameo doang atau apa? Kalau Meriam Bellina yang peranin kayaknya bakal lebih cihuy deh aktingnya *mata melotot, zoom in, zoom out, ngamuk-ngamuk*
  • Ana marah sama Grey, sok kabur lah. Grey sibuk cariin Ana, telepon orang-orang. Udah senang akhirnya mbake punya pendirian dan bisa keluar dari Grey. TETOT! Malamnya, doi balik ke rumah sendiri! Ciyaaan, udah betah tinggal di penthouse mewan kan you! Nggak cuma balik ke rumah aja, dikepret Grey pake kata-kata manis beberapa kalimat aja langsung luluh. Yuk, cipokan lagi! Zzz!

Inti dari film ini sederhana aja, satu cewek labil, pacaran sama cowok tajir bermasalah. Nggak mau dibawa ke psikolog atau psikiater aja tuh si Grey? Sekalian deh Ana juga.

Sumpah, bikin gregetan. Mungkin kalau saya jadi Nia Ramadhani and the gank yang udah capek-capek ke Singapore cuma demi nonton film ini di akhir film akan berteriak histeris, “BALIKIN UANG GUE PLIS!”

Sekian dan terima Macbook dan iPhone gratis.

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Review: Fifty Shades Darker

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s