Natalan di Bandung (1)

Natal kemarin, 24-25 Desember 2016, kami memutuskan untuk liburan. Biasanya di keluarga besar kami, pas Natal nggak ada yang terlalu spesial: pergi ke gereja, makan bareng, selesai. Makanya habis itu biasanya clueless dan ujung-ujungnya ke mall. Yang paling spesial dan kumpul bareng rame-rame justru pas tahun baru kalau di Batak.

Oleh karena itu, saya punya ide gimana kalau Natalan sekalian liburan. Mumpung saya dan suami bisa cuti jadi bisa ajak Kaleb liburan. Akhirnya terpilihlah yang dekat-dekat aja: Bandung.

Oh ya, sehari sebelum berangkat ada berita kalau jembatan Cisomang di tol Cipularang retak. Matek nggak? Mobil golongan 1 masih boleh lewat sih. Tapi secara saya penakut banget, saya wanti-wanti suami untuk lewat Purwakarta ajalah. Serem kan bok, ya!

Tapi pas di hari H, suami keukeuh tetap lewat Cipularang karena di google maps lancar jaya. Untungnya hari itu jalanan emang lancar. Polisi stand by sebelum jembatan untuk memisahkan kendaraan golongan 1 dan lainnya. Jadi yang benar-benar masuk yang golongan 1. Lalu pas di jembatannya, banyak banget polisi berjaga-jaga di jembatan, di bawah jembatan juga dibikin pos penjagaan 24 jam. Karena kendaraan besar nggak boleh lewat, jalanan malah makin sepi, deh.

Pas lewat jembatan Cisomang saya yang penakut udah ketar-ketir dan komat-kamit berdoa. Ealah, jembatannya cuma 200 m, dilewatin nggak sampai 2 menit. Hahahaha! Amaaan!

Berikut ini beberapa tempat yang saya datangin di Bandung. Fokusnya adalah ngajak jalan-jalan Kaleb jadi sekiranya yang bakal Kaleb sukai:

Rumah Stroberi
Tempatnya masih sama kayak dulu, ada halamannya luas dan ada playgroundnya. Kaleb senang banget bisa lari-larian dan main. Tapi kalau soal makanan, kurang enak. Porsinya kecil, banyak lalat, dan waitressnya kebanyakan agak lambat. Apa mungkin karena cukup rame? Misal, saya pesan tisu lamaaa banget dianterinnya, sampe saya harus minta kedua kalinya. Suami minta nasi gorengnya dibikinin telor dadar, eh lupa dibikinin. Minta sambal, tapi mereka nggak paham, sambal itu kayak apa. DOENG!

img_7830

Halaman luas, Kaleb bisa lari-lari. Nggak difoto playgroundnya karena mamak sibuk makan. Hahaha.

Rumah Guguk
Penasaran banget pengen ke Rumah Guguk dan udah lama banget follow IG mereka. Kayaknya ini salah satu petshop paling menyenangkan. Beruntungnya pas kami ke sana, lagi ada perluasan area dan soft opening area yang baru. Mereka bikin mini zoo.

Untuk masuk setiap orang dan anak di atas satu tahun beli voucer seharga @Rp 30.000. Voucher itu bisa dipake untuk masuk ke petshop di mana berisi anjing-anjing kecil/ ditukar dengan makanan/ mini zoo yang berisi anjing besar, domba, dan kelinci. Tentu saja kami pilih di mini zoo karena lebih beragam pilihannya.

Mini zoo ini dibuat cantik banget areanya. Ada kolam ikan, rumah-rumah kecil berwarna-warni, jembatan mini. Bisa juga kasih makan domba (dombanya gemuk banget, rambutnya kriwil-kriwil lucu) dan kelinci dengan wortel seikat Rp 10.000. Nanti anaknya dipinjemin celemek biar bajunya nggak kena bulu. Cuamat sih!

Selain bisa kasih makan domba dan kelinci, bisa main sama anjing-anjing besar seperti Alaskan Malamute, Poodle, Labrador, dll (saya lupa apa jenisnya). Anjingnya manis minta ampun, fotogenik, ramah sama orang-orang. Boleh nggak sih dibawa pulang ini semuaaa? Kandangnya semua bersih, nggak ada kotoran berserakan, nggak bau, dan di sekitar kandang disediakan hand sanitizer. Mas-mas yang jagain juga helpful banget, bantuin foto kita, ajak main sama anjingya. Trus di tiap-tiap rumah itu, desainnya beda-beda, ada yang kayak rumah Belanda dan ada kostum yang bisa dipake gratis buat foto.

Kaleb senang banget main di sini. Dia lari-lari dari satu tempat ke tempat lain, kasih makan domba dan kelinci, main sama anjing, peluk-peluk anjing, lihat ikan, burung, dsb. Tentunya habis itu dia ngambek disuruh pulang. Hahaha!

We love Rumah Guguk so much!

img_7836

Mamak juga baru pertama kali ketemu domba. Aslik cakep banget pengen dibawa pulang. Mamak norak!

img_7844

Kelincinya gendut-gendut

img_7858

Ku tak takut

img_7866

Bermaksud foto bertiga, tapi Kaleb kabooor. Ya udah, mayan ajrang-jarang foto berdua

img_7869

img_7853

Akhirnya foto bertiga juga (males crop mas-mas yang nongol sebelah)

Braga Permai
Saya dan keluarga pernah ke sini tahun lalu dan jatuh cinta banget sama kejadulannya. Tapi suami belum pernah. Oh, I had to show him my favorite restaurant.

Untuk makan malam di malam Natal, saya pilih Braga Permai. Tempatnya di jalan Braga yang terkenal karena vintage, tapi setelah direnovasi jadi vintage romantis, banyak lampu.

Tahun lalu pas makan malam harus waiting list karena banyak banget yang mau makan di sini. Tahun ini sengaja datang agak sorean, sekitar jam 6. Untungnya nggak waiting list walau meja-meja utama udah banyak banget direservasi untuk makan malam Natal orang lain.

Sama seperti tahun lalu, tempat ini masih mengutamakan interior vintage-nya (yang memang udah ada sejak tahun 1930-an). Ada pohon Natal di pojok ruangan, hiasan Natal yang digantung, serta mengalun lagu-lagu Natal klasik yang dinyanyiin Nat King Cole dan Michael Buble. Cocok banget menjadikan tempat makan ini jadi syahdu, romantis, dan menyenangkan.

Untuk menu makanannya sendiri, bervariasi banget. Dari makanan barat, timur, sampai makanan lokal. Semua ada dan bisa memenuhi berbagai selera. Suami pesan mie ayam jamur (yang katanya rasanya otentik dan lezat banget), saya pesan beef ravioli (pas dicobain ke Kaleb, dia bilang itu bubur karena creamy banget. Kalau saya bilang, gilingan ini endang bambang lezatos banget. Nagih lagi!), dan nasi goreng untuk Kaleb (dia suka banget, nggak terlalu manis, tapi pas banget rasanya, tipikal chinese food). Jadi kita beriga dengan selera yang berbeda terpuaskan.

Nggak perlu khawatir selama nunggu makanan, mereka menyediakan air putih yang bisa direfill sampe kembung, dan roti-roti kecil untuk kita nikmati. Jadi Kaleb yang udah kelaperan banget bisa ganjel pake roti. Mana rotinya enak pula.

Selain itu, kami pesan Thai milk tea. Pas datang kok kayak teh manis biasa ya penampakannya. Kayak nggak ada campuran susunya. Tapi pas diminum, rasanya beneran thai milk tea. Jadi susunya nggak pake putih seperti biasa, entah pake apa, tapi enak banget.

Jangan khawatir, porsinya gede banget. Dijamin kenyang. Untuk makan hura-hura itu, kami cuma menghabiskan Rp 160.ooo. #dompetsenang #perutkenyang

Kami selesai makan sekitar jam 8 malam. Pas banget, mau ada live band (dulu sih nyanyiin lagu-lagu jadul favorit ijk, tapi malam itu nyanyi lagu Natal) dan waiting list udah panjang. Oh ya, pas kita ke luar, di area outdoornya, ada yang lagi melamar pacarnya. Aih, romantis amat!

Jadi, tempat ini akan jadi tempat yang wajib saya kunjungi tiap ke Bandung. Sesuai lah sama jiwa toku ijk! Hahaha!

img_7881

Jadul bener kan

img_7885

Di depan restoran, kalau malam udah antri

img_7882

Jadul boleh, tapi ada baby chair dan waitressnya catat pesanan pake tablet. Keren!

Tempat lainnya dibahas di post selanjutnya, termasuk hotel yang kami tinggali, ya. See ya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s