Nggak Akur Sama Pesta Ultah Anak-Anak

img_20161106_123208

Salah satu kelemahan saya menghadiri pesta ulang tahun anak-anak. APAAA? Kok bisa?

Sebagai seorang introvert, energi saya bakal habis terkuras begitu di tengah-tengah keramaian dan harus berinteraksi dengan banyak orang. Pesta anak-anak ini menggabungkan semuanya. Paket combo. Hahaha.

Jadi, hari Minggu kemarin, dari pagi saya udah ribet karena Mbak lagi pulang, sehingga yang belanja ke pasar, masak, dan rapihin Kaleb harus saya sendiri. Rempong banget karena harus ngejar waktu juga buat ke gereja pagi. Ealah, pake ada kejadian suami salah beli tepung roti, yang mana ikan dory buat Kaleb jadi nggak enak, Kaleb nggak mau makan, dan nggak bisa kami makan juga. Huft! Akhirnya, gagal gereja, masak ulang, dan saya bete.

Mundurin jam gereja ke siang, yang mana tetap telat juga karena di saat mau berangkat, Kaleb malah pup beleberan *ya ampyun!*, trus pas di mobil mau sampe, Kaleb ketiduran karena kecapekan. Oh well, nggak tega banget deh banguninnya karena acara hari ini bakal padat, kalau sampai Kaleb cranky karena kurang tidur bisa gawat. Ya udah, jadi skip gereja.

Kita menuju ke mall baru di Jakarta Barat, Neo Soho. Penasaran sama mall yang lagi dihebohin ini. Karena baru buka, jadi parkirnya masih gratis. Lumayan banget, walau saya nggak suka sama bentuk parkirannya yang harus naik ke atas muter-muter dulu sampai pusing. Literally, pusing. Huek! Untung Kaleb tidur jadi nggak berasa deh dia.

Mallnya ternyata terkesan sempit, walau udah lumayan banyak yang buka. Nggak terlalu menarik untuk dijelajahi. Kita langsung ke jembatan penghubung Neo Soho dan Central Park (CP) yang terkenal itu. Untungnya pas kita datang masih sepi jadi bisa bebas foto-foto. Jembatannya bagus, tapi yah nggak gimana-gimana juga. Asik aja ada space terbuka di mall gini.

Begitu nyeberang ke CP, kita langsung mau cari makanan. Udah pada laper banget, bok! Tapi karena lewat taman di CP jadi sekalian liat-liat ikan dan kejar-kejaran dulu sama Kaleb. Senang banget dia kalau ruangan luas dan terbuka gini. Orang tuanya deh yang kehabisan energi dan makin laper. Haha.

Anak minta gendong, Mamak maksa buat foto dulu. Lagi matching bajunya nih.

Anak minta gendong, Mamak maksa buat foto dulu. Lagi matching bajunya nih.

Si jembatan beken penghubung dua mall

Si jembatan beken penghubung dua mall

img_20161106_122905_1478436537389

img_20161106_122955

img_20161106_124339

img_20161106_124538_1

Karena jam makan siang jadi semua resto penuh. Untungnya di Kafe Betawi masih sisa satu meja lagi di paling luar. Ya udah nggak papa, yang penting makan. Lagi-lagi Kaleb nggak makan banyak, aaak! Mamak stres pengen jambak-jambak rambut. Untungnya udah beberapa sendok yang masuk lah. Nanti ditambah sama roti, susu, dan apa aja yang bikin dia makan. Kaleb kalau lagi di luar dengan keadaan ramai, heboh, makin males makan dia karena maunya main terus.

Muter-muter sebentar dan Kaleb ketiduran lagi di stroller. Kayaknya dia capek karena tadi sempat keganggu tidurnya. Jadinya ya mendingan kita balik aja ke mobil, lanjut ke pesta ulang tahun sepupu Kaleb. Untungnya di mobil Kaleb tidur nyenyak banget.

Masalahnya karena hari itu jalanan lancar banget, walau kita dari Grogol ke Klender yang jaraknya jauh, nggak butuh waktu lama. Akhirnya Kaleb yang walau terbangun sendiri pas sampe, tapi sempat cranky nggak mau dipegang siapapun kecuali emaknya.

Mulailah rangkaian pesta anak kicik yang bikin saya lelah luar biasa. Acara ulang tahun ini diadakan di KFC, yang mana nggak ada ruangan khusus buat pesta ulang tahun anak-anak, jadi nyempil di tengah-tengah, digabung sama pengunjung biasa yang rame luar biasa. Ini kayak seluruh warga Klender makan di KFC hari itu. Musik dipasang dengan volume memekakkan telinga menyanyikan lagu anak-anak dan dicampur dengan entah lagu apa. Saya cukup kesulitan untuk duduk karena, ya digabung dengan pengunjung biasa itu tadi, jadi nggak ada tempat.

img_20161106_170259

img_20161106_174146

Belum lagi anak-anak teriak, manggil-manggil, dan sepupu-sepupu saya yang kebetulan waktu itu sekalian rapat buat Natal kalau ngomong harus teriak-teriak pula biar kedengeran. Karena lagu yang keras beberapa anak yang masih terlalu kecil, kayak Kaleb, nangis ketakutan. Saya harus mendiamkan, tapi yah mau ke mana, plus ruang gerak terbatas. Muka saya udah sepet banget lah. Mana pestanya mulai telat nunggu para tamu datang *gali tanah*.

Akhirnya dua jam kemudian, pestanya selesai. Tamu-tamu mulai pulang dan saya langsung minta speakernya tolong dikecilin. Pusing banget, kakaaak! Belum lagi laper. Karena sistemnya yang orang tua dikasih voucher, jadi tetap harus antri ke kasir. Dan butuh waktu 30 menit untuk berdiri antri (diantriin suami, sih) sebelum dapat makanannya. *kekep mulut sebelum meledak*

Sambil nunggu suami yang antri, saya kasih makan Kaleb. Tentunya sebagai mamak teladan yang berharap anaknya selalu makan makanan bergizi dan sehat, saya bawa makanan sendiri lah. Masa anak kicik makan junk food. No way jose! Ternyata takdir mengatakan hal yang berbeda, Kaleb ngemut makanannya. MASYA AMPUN!! Udah pagi susah makan, siang susah makan, masa malam susah makan juga. Mamak bisa gila ini! *tenggelam di kubangan*

Anaknya sih happy, ya. Mainin tumpahan coke di meja *nangis*, ikut minum Ovaltine punya sepupunya dan kegirangan karena baru pertama kali ngerasain cokelat *iya, Mamak belum kasih dia susu berbagai macam rasa, cuma full cream aja*, dan acak-acak goody bag. Udah riuh, gaduh, anak bertingkah, Mamak pusing dan lapar, akhirnya dengan segenap perasaan bersalah dan panik, saya pun mengijinkan Kaleb makan ayam KFC *tolong mamah dedeh, ampuni hambamu ini!*. Saya suapin dikit-dikit, dicampur dengan sayur brokolinya dan perkedel, puji Tuhan anaknya mau makan dan lahap. *sujud syukur nggak bangun-bangun*

Habis makan yang lebih tepatnya kayak habis perang karena baju kotor, walau anak tampak senang, akhirnya ya udah lah Kaleb ganti baju di tengah-tengah resto. Telanjang aja gitu. Pornografi ih anaknya!πŸ˜„ Dia malah senang lari sana-sini sama para sepupu. Mamak sudah tak sanggup. Alunan musik nggak jelas masih mengalun rese. Walau rapat natal masih berlangsung, saya dan suami pun memutuskan pulang. KU TAK SANGGUP DENGAN COBAAN INI! *kibar bendera putih*

Di mobil, saya dan suami berkali-kali bilang, “Kita nggak cocok banget deh datang ke pesta ultah anak. Capek banget. Untung Kaleb waktu ulang tahun nggak kita pestain”. FIUH!

Hari Seninnya, kebetulan saya libur, suami tetap berangkat kerja. Kita semua telat bangun, tapi syukurlah Mbak udah datang. Pas bangun tidur badan serasa digebukin pake tiang listrik. Capek capek capek! Mata aja masih berat. Dengan sigap Mbak yang handle Kaleb, sementara saya masih lieur banget ini. Jam 9, saya nenenin Kaleb supaya tidur. Ealah, Bapaknya tiba-tiba pulang dan bilang, “Badanku capek banget, nggak sanggup ke kantor”. Ya udah mari kita bobo bareng. Hari itu, saya dan suami tidur berkali-kali, bahkan malamnya langsung tidur cepat karena capeknya kok ya nggak kelar-kelar, ya.

Jangan ada pesta ultah anak dulu di antara kita lah ya. Hayati lelah, bang!

Bonus foto anak yang bentar lagi bawa pacarnya ke rumah. Kamu kok cepat amat besarnya, sih!

img_20161106_122331

Hore, selesai juga!

Hore, selesai juga!

4 thoughts on “Nggak Akur Sama Pesta Ultah Anak-Anak

  1. Hhahahaha sama dink naomi…gw ma suami jg kurang cocok pergi2 ke acara ultah anak
    lelah fisik dan mental hahhaha klo riuh gt anak rewel makan, kita makan ndk tenang duhh tambah bad mood dah mana keringetan smp kek tikus kecebut got lengkap dah ahhaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s