Kaleb dan Mainannya

Dari bayi, Kaleb bukan anak yang terlalu suka sama mainan. Sebagai ibuk-ibuk baru punya bayi, selain dapat dari hadiah, saya belikan beberapa mainan untuk Kaleb, seperti teether, kerincingan, dsb. Jarang sekali ada yang benar-benar dia suka dan dimainkan lama-lama. Berakhir mainannya teronggok begitu saja. Mainan yang benar-benar dia suka waktu itu adalah mainan lebah yang bisa mengeluarkan musik.

Saya tetap berusaha lah ya membelikan mainan, sampai akhirnya saya menyerah pada saat usia dia sekitar 6 bulan. Tampaknya bayi umur segini belum butuh mainan atau memang Kaleb yang lebih suka ekplor barang-barang di sekitarnya, misalnya remote tv, remote ac, sapu, hiasan rumah. Apapun itu, selain mainannya sendiri. Bye bye, toko mainan! *kekep uang buat online shopping*

Sampai usia 1 tahun pun, Kaleb nggak berminat sama mainan. Dibawa ke toko mainan, ya diam aja, nggak menampilkan ketertarikan. Yo weis, baguslah. Hihihi. Mainan dia adalah dunia luar. Kaleb suka sekali main di taman, pegang rumput, tanah, pasir, air. Saya biarkan saja karena itu melatih motorik kasarnya. Saya juga suka sebenarnya kalau Kaleb main di luar daripada terkungkung di rumah.

Suatu hari di gereja, Kaleb saya dekatkan sama alat musik drum, keyboard, gitar. Wah, dia senang sekali karena bisa mengeluarkan bunyi. Dari situ saya pikir, mungkin mainan yang dia sukai berhubungan dengan musik. Jadilah saya belikan dia drum mainan. Hasilnya, dia suka sekali. Tiap hari dia pukul drumnya. Ribut bener sih rumah bikin kepala pusing, tapi saya biarkan aja karena dia suka. Saya juga suka perlihatkan video orang menabuh drum dan dia bisa kagum liatnya.

Lama-kelamaan sekitar 2 bulan kemudian, fase drum ini mulai memudar, digantikan kesukaan Kaleb menghapal jenis mobil dan pemiliknya, serta suka banget berada di belakang setir. Setiap naik mobil langsung happy. Tapi Kaleb nggak suka main mobil-mobilan kecil. Hm, saya pikir mungkin dia akan suka mobil-mobilan yang bisa dinaiki. Saya sewalah mainan mobil aki untuk lihat reaksinya. Dia nggak terlalu tertarik karena mobil ini nggak bisa dikendarai, kecuali dia injak pedalnya, yang mana dia jadi kaget kalau mobilnya jalan sendiri. Akhirnya mobil ini pun dikembalikan.

Suatu hari kami ke toko mainan, Kaleb sudah mulai mengerti mainan. Yang pertama kali dia tuju adalah mainan mobil-mobilan yang bisa dinaiki, tapi dijalankan manual dengan kaki. Harganya pun murah banget, cuma Rp 160.000. Beda jauh amat sama mobil aki. Karena Kaleb suka banget, akhirnya kami belikan. Sampai sekarang Kaleb mainin mobil ini tiap hari, dari pagi sampai malam, dari dalam rumah sampai luar rumah. Yeay, nggak sia-sia!

Karena Kaleb bukan tipe yang suka gonta-ganti mainan, makanya kami nggak banyak beliin dia mainan (walaupun saya gemesss banget pengen beliin ini itu). Dia cuma punya jatah 1 bulan 1 kali beli mainan, itu pun kalau dirasa dia tertarik atau butuh. Kalau pas ke toko mainan dia cuek aja, yuk babay! *uang masuk saku Mami*.

Jadi kalau dibandingin anak-anak seusianya, Kaleb nggak terlalu punya banyak mainan (ya, walau kalau dikumpulin udah sekeranjang lebih juga sih wakakak) biar dia lebih banyak interaksi dengan orang-orang di sekitarnya dan main di luar. Saya pengen Kaleb main sama hewan, jalan-jalan di taman, ngobrol sama orang. Dan memang, itu hal yang dia sukai banget, dibandingkan main sendiri dan sibuk dengan mainannya.

Eh, ternyata setelah ditelisik, ada yang bilang kalau lebih sedikit mainan akan menguntungkan untuk perkembangan anak, seperti yang dibilang artikel ini.

Jadi kalau ada yang mau beliin Kaleb mainan, kasih aja uang mentah ke Mamaknya. #ujungujungnyamalak X)))

4 thoughts on “Kaleb dan Mainannya

  1. Thank you so much for this post Naomi! Just when I thought my boy doesnt have enough toy, wakakakak. Dan emg blm aku beliin sih. Biasanya dia mainan ya sama tisu & kemasan plastik (under emak supervision, ofkorz!). Atau mainan sama arlojiku (udah belepotan DNA nya dia deh, masuk mulut & kena iler).

    • Dulu aku juga mikir gitu Mbak, kasian ya anakku ga ada mainannya. Pas aku beliin, emang ga suka, lebih suka yang diliat sekitarnya. Yo weis, sampe setahunan ga punya mainan deh dia. Hemaaat! *emak langsung browsing ol shop* :))

  2. L punya satu mainan yg kek playgym gitu demen banget dimainin, tapi bbrp minggu lalu patah krn cara mainnya hardcore, gelantungan di bagian penyangganya..wkwkw.. Skrg sama kayak Kaleb, demennya mainan yg ngeluarin suara. Untungnya di daycare mainan banyak jadi bisa keliatan mna yg dia suka dan engga..haha.. Bagus Kaleb demen main diluaran, pengen ajarin L begitu juga.. Jadi kan para Mamak bisa berhemat ya *terus belanja keperluan sendiri*..muahahhaa,,

    • Hahahahaha, ini bener banget loh. Main di luar, hemat buat Mamak belanja. Tapi kayaknya mulai besaran, anaknya kalau lewat toko mainan bisa minta sendiri loh. Gawat nih hahaha. Tapi kalau di Kaleb sampai saat ini cuma si mobil-mobilan itu yang jadi kesukaannya mau ada segudang mainan lain. Mamak masih bisa napas lega. :))))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s