Balada Pak Motivator

Gara-gara postingan @lambe_turah, saya jadi tau banyak gosip, terutama gosip yang lagi hits: anak bapak motivator beken, sebut saja Pak Mar. Saya bukan penggemar Pak Mar, apalagi haters. Lebih tepatnya, sebodo teuing lah ama dia. X)) Saya cenderung bukan orang yang percaya sama motivator karena saya nggak pernah termotivasi sama kata-kata motivator, sih. HAHAHA! Apalagi menurut saya Pak Mar ini kata-katanya cenderung njelimet, muter-muter, dan berbunga-bunga. Otak saya kurang mampu memahami omongan macam gini. Sempat juga beberapa kali mengernyit sama pernyataan Pak Mar yang judgemental, seperti misalnya laki-laki yang baik janganlah nikahin cewek yang suka pulang malam, minum bir, dsb, karena dianggap bukan baik-baik. Gini loh Pak, ada perempuan-perempuan di sana yang harus pulang malam karena kerjanya shift, seperti perawat, dokter, dll. Trus kenapaaa emangnya kalau minum bir, toh nggak mabuk, toh nggak menyakiti siapapun, toh nggak adiktif, toh bukan urusan kita menghakimi mereka. Iyaa, paham. Maksudnya cewek strereotipe ‘nakal’ yang begitu, kan? Tapi bukan berarti ketika mereka menikah, punya anak, nggak bisa berubah lah. Teman saya, perempuan, ada yang semasa remaja bandelnya parah minta ampun, kecanduan narkoba pula. Kurang baik-baik, ya. Tapi ketika menikah, dia stop semua kelakuan buruknya. Pas punya anak, wuidih jadi ibu rumah tangga yang baik banget, sampai kalau ke rumah, rumahnya kinclong bersih tak berdebu, anak-anaknya sopan, pintar, cerdas. Dedikasi banget lah sama rumah tangga dan keluarganya. Yang katanya perempuan baik-baik aja belum tentu bisa seperti dia. Nah, maka dari itu, jangan digeneralisir lah.

Ceritanya sekarang anak Pak Mar yang tidak diakuinya memunculkan diri ke muka umum. DUAR! Sebagai orang awam pecinta gosip *WAKAKAKA* penasaran banget kan sama reaksi Pak Mar yang dipercaya selama ini kelakuannya nggak pernah salah. Gimana nih doi menanggapi hal ini?

Kenyataannya, jauh dari apa yang sering dia ucapkan. Saya lihat klarifikasi dia di Kompas TV.

Pak Mar berusaha tenang, mengatur kata-katanya, tapi bisa dilihat dengan jelas, dia menahan emosi banget, sampai akhirnya kata-katanya jadi sarkas, misal dengan merendahkan Kis bahwa umurnya sekarang kok masil belum sukses kayak doi pas seumurnya udah jadi CEO *nyombong nih, ye?*, bilang Kis bekas anak, Kis cuma mau ngejar kepopuleran dan harta *macam sinetron banget ya*, lalu bilang Kis bapak-bapak yang nggak pantas jadi anak yang minta pengakuan bapaknya *mau umur berapa pun ya anak disebutnya anak, Pak. Bukan jadi bapak-bapak*. Terakhir dia bilang kalau mau cari dia, cari aja di Kompas TV, semua orang kenal dia, kok. Gini lho, kalau dia beneran bijaksana, seharusnya dia bisa datangi Kis secara personal dan menyelesaikan baik-baik. Lah, ini dia malah kesannya nggak mau berhubungan duluan, jadi lewat pihak ketiga, deh.

Saking marahnya karena dengan kemunculan Kis, yang saya anggap sih lebih cool, tenang, dan dewasa menghadapi ini, Pak Mar pun mensomasi semua orang yang bersebrangan dengan dia, seperti Master Deddy, adiknya sendiri, dan tentunya Kis. Paling aneh adalah, ngapain doi somasi Deddy, yang mana cuma pembawa acara. Dianggapnya kok sepihak sih, nggak ngundang doi juga. Padahal ternyata dia udah diundang, tapi nggak mau kasih jawaban. Tuh, kan?! Lalu, adiknya sendiri disomasi. INI APAAA? Kalau dia beneran bijaksana, ya kan tinggal telepon adiknya dan ngomong baik-baik. Lah, ini malah kayak ribet banget somasi. Berarti selama ini dia nggak sebijaksana itu, dong.

Sampai akhirnya dia koar-koar ke mana-mana kalau gara-gara kasus ini dia rugi 7 milyar. Mungkin image baiknya langsung melebur dan banyak pihak yang membatalkan pakai dia, ya. GONG-nya adalah Pak Mar berhenti (ehm, yang menurut kabar dalam, dia diberhentikan sepihak oleh stasiun TV) dari acara super terkenalnya. Alasannya sih karena dia udah tua dan mau pacaran lagi sama istrinya. Kikikiki, bisa aja sih, Pak!

Pak Mar adalah orang yang mengagung-agungkan hubungannya sama istrinya yang super mesra dan tidak pernah berpisah sehari pun selama 22 tahun pernikahannya. Lalu dia pun upload percakapan whatsapp dengan istrinya, yang beken dengan, “you are my dinner tonight” WAKAKAKAKA! *membayangkan adegan 17 tahun ke atas dengan Pak Mar tiduran di meja makan* Ah, sudahlah!

Intinya, dia semakin pengen bilang ke dunia, ini hubungan gue sama istri gue malah tambah hot, belum lagi anak-anak gue yang dua orang itu mirip gue dan cerdas-cerdas pula. Apalah itu Kis yang kurus kering nggak diurusin sama Ibu Ar, nggak mirip gue yang agak chubby ini. Gini loh ya Pak, anak saya hobi banget makan, tapi ya badan kurus-kurus aja. Saya pun juga gitu, banyak makan, tapi kurus-kurus aja. Jadi emang ada yang gennya kurus dari sananya, bukan karena nggak diurusin. Kok Bapak jahat, sih? *nangis di pelukan Ari Wibowo*

Sampai dia mengadakan konpers dengan pengacaranya dan diundang oleh Kompas Petang, jawabannya pun nggak pernah to the point, selalu muter sana sini, trus ngambang. Ini aja yang jadi pembawa acaranya mukanya sampai capek dengerin jawaban Pak Mar.

Jadi kalau analisa sok tau saya, secara saya cuma lihat dari media aja, kayaknya Pak Mar ini sakit hati karena dulu pas lagi hobi bertengkar sama mantan istrinya, mantan istrinya suka bilang Kis bukan anak dia. Kita semua tau, cewek kalau udah emosi, suka mengucapkan kata-kata nyelekit. Mungkin Pak Mar sakit hati yang teramat sangat sama si mantan, jadi dia pun ikut emosi dan mungkin bilang, “Okeh, kalau lo bilang dia bukan anak gue, gue nggak anggap lagi lah dia anak gue”. Kalau dilihat sepintas, Pak Mar ini adalah laki-laki yang mendewakan keromantisan, jadi dia sakit hati lah, laaah kalau ini bukan anak gue, berarti doi selingkuh. Padahal kan harusnya seratus persen milik gue. Kepemilikannya dinodai, keperkasaannya dilecehkan. Jadilah dia dendam, sakit hati, malu, dan lebih baik ditinggalkan lah masa lalunya.

Sampai sini apa yang dirasakan Pak Mar sih wajar aja. Namanya juga pernikahan. Yang bikin makin rumit, terdengar kabar bahwa ternyata Pak Mar menikah lagi saat masih belum cerai, yang mana kemudian dia jadi motivator beken yang mengagung-agungkan pernikahan suci. Bertolak belakang banget, kan. Masa lalunya terbongkar, dia tak sesempurna itu. Imagenya ternoda, karirnya nyungsep, dia pun banyak di-bully.

Sebenarnya sederhana aja sih, kalau Pak Mar menghadapi semuanya dengan lapang dada, nggak defensif, sarkas, sibuk somasi sana-sini, mungkin publik jadi lebih maklum, dan malah menjadikan Pak Mar sosok yang lebih bijaksana lagi. Masalahnya, Pak Mar malah sibuk membela diri dan menjelekkan lawan, padahal lawannya awalnya santai aja. Akhirnya semua borok dan imagenya pun hancur lebur. Dia pun sekarang kesulitan mengucapkan kata-kata bijaksana karena ya bakal ada yang nynyirin dan balikin. Ribet kan, Pak? Apa susahnya sih legowo aja? Toh, faktanya Kis adalah anak yang dihasilkan dalam pernikahan Ibu Ar dan Pak Mar secara sah sesuai akta kelahiran, yang mana tidak dibantah oleh Pak Mar. Berarti secara hukum, Kis adalah anak Pak Mar, suka atau tidak suka. Berhak untuk dinafkahi hidupnya dulu. Tapi toh, Pak Mar tidak menafkahi dan lari dari tanggung jawabnya. Itu aja udah blunder banget. Soal apakah Kis anak kandung atau nggak, ya urusan nanti lah kalau dilakukan tes DNA. Sekarang, mau nggak Pak Mar menunaikan tugasnya sebagai orang tua terhadap Kis?

Oleh karena itu, janganlah terlalu terbuai sama orang yang berkata-kata manis, belum tentu manis hatinya, apalagi rupanya. Hihihi. Nah, saya sih #teamKis. Kalau kamu?

 

 

Advertisements

8 thoughts on “Balada Pak Motivator

  1. Halo, baca lambe turah juga ya xixixi.. I don’t take side, cuma suka seru aja ngikutin cerita pak motivator dan cara menghadapi masalah. Soal bener anaknya atau bukan, sebenernya ga begitu peduli X)).

    • Hahaha iyaa bener. Sebodo amat anaknya atau bukan tp lihat cara Pak Mar ngadepin masalah kayak gini jd bisa tau sebenernya dia gimana. Hihi.

      • Jadi inget slogan ‘hidup tidak semudah kata2 Mar-Teg’ *hahaha* tapi emang agak cenderung nyinyir postingan dia sih. Skr udah ga pernah lihat lagi karena eneg setelah liat postingan WhatsApp dinner itu :p

  2. Kis ini ponakane best friend ku. Udah cukup lama tau ceritanya dan tetep syok juga waktu akhirnya Kis angkat bicara ke media. Btw arek Malang seangkatan MT yo banyak kok yg tau ttg masa lalu MT ini….

  3. Hehehe emang profesi kaya dia sekalinya kena skandal langsung hancur lebur ya reputasinya. Emang bener si, hrsnya dengan profesinya beliau bs lebih mikir panjang sebelom somasi sana sini sambil nyerang sana sini. Si anak mah kalo kalah jg paling ga lama org uda lupa sm dia. Lah kalo si bapak motivator mah orang bakal lebih lama lupanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s