Bahasa Ibu

Waktu Kaleb belum lahir, Opungnya bercita-cita Kaleb bisa langsung cas-cis-cus berbahasa Inggris. Makanya Opung minta Mami dan Papanya ajak Kaleb ngomong bahasa Inggris. Sebenarnya lucu juga kalau anak kecil ngomong bahasa Inggris, ya. Kayak keponakan saya, dia bisa lancar berbahasa Inggris dari kecil karena orang tuanya tinggal di Singapore *yaeyalah*. Jadi walau dia udah tinggal di Indonesia, tetap aja ngomongnya bahasa Inggris. Kece berat gitu kalau di mall ngomongnya pake bahasa Inggris. Okeh, abaikan!πŸ˜„

Seiring dengan Kaleb lahir, rempong ya bok kalau ngomong pake bahasa Inggris. Selain rempong, ada alasan kenapa akhirnya saya milih Kaleb untuk mengenal bahasa ibunya dulu.

  1. Walaupun saya kagum banget sama anak-anak yang bisa ngomong bahasa Inggris sedini mungkin, sesungguhnya dalam hati kecil, saya kok agak miris anak-anak sekarang kurang bisa bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik lisan dan tulisan. Dulu salah satu pelajaran favorit saya adalah bahasa Indonesia, dan saya sempat kerja di sebuah majalah yang menekankan pada grammar bahasa Indonesia yang benar. Saya suka gatel dan gemes, pengen benerin orang-orang yang kurang mampu menempatkan imbuhan dengan benar, atau penulisan yang baik. Duh! Makanya saya berharap Kaleb mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
  2. Mengajari bayi untuk berbicara bi-language memperbesar kemungkinan anak mengalami speech delay. Walaupun pada akhirnya, nanti dia akan keren banget bisa ngerti 2 bahasa sekaligus. Karena tidak ada urgensi Kaleb bisa 2 bahasa sejak kecil, dan lingkungan tempat tinggalnya semua berbahasa Indonesia, jadi lebih baik Kaleb menguasai satu bahasa lokal terlebih dahulu supaya dia bisa berkomunikasi dengan lancar dengan orang-orang sekitarnya.
  3. Saya pengen Kaleb bisa nyanyi lagu-lagu anak Indonesia, seperti lagu ciptaan Pak Kasur, lagu-lagu yang Mami dan Papanya dengar dulu. Bukan apa-apa, kalau lagu bahasa Inggris, Mami dan Papa harus ngapalin dulu nih buat bisa ikutan nyanyi. Hahaha. Tapi bukan berarti Kaleb nggak diperdengarkan lagu bahasa Inggris, kok. Justru pada awalnya Kaleb lebih suka lagu bahasa Inggris, seperti nursery songs-nya Super Simple Songs yang jadi favoritnya sebelum usia 1 tahun. Kemudian lagu-lagu anak modern Bandanamu yang jadi favoritnya sejak umur 13-14 bulan. Nah, entah kenapa waktu itu Kaleb dengar lagu-lagu anak Indonesia, Mami dan Papa heboh ikutan nyanyi. Ealah, sekarang dia malah sukanya lagu Indonesia. Lagu favoritnya adalah Cicak-Cicak di Dinding. Tiap hari selalu minta dipasang lagu itu. Sekarang giliran Mami bosen dengerinnya. Mbok ya move on gitu ke lagu Potong Bebek Angsa, Balonku, Pelangi-Pelangi, atau apa gitu, Nak.
  4. Saya baru belajar bahasa Inggris kelas 4 SD. Itupun selama SD nilai saya buruk banget. Duh, benci bener deh sama bahasa Inggris. Pernah sekali waktu ulangan saya dapat 2. Glek! Sampai akhirnya Mama memanggil guru les privat ke rumah dan taraaaaaa… bahasa Inggris jadi favorit saya dan saya malah sering dapat nilai tertinggi di kelas pas SMP. Jadi intinya, santai aja nanti Kaleb juga bisa bahasa Inggris, kok. Apalagi dengan eksposure bahasa Inggris dari mana-mana, mungkin tanpa diajari dia juga pasti bisa.
  5. Sampai saat ini saya belum berencana memasukkan Kaleb ke sekolah yang bahasa utamanya bahasa Inggris. Ya alasannya mengacu ke nomor pertama tadi, saya mau Kaleb khatam bahasa ibunya dulu. Bahasa Indonesia lancar, Kaleb bisa belajar bahasa apapun, termasuk bahasa Batak. Hihihi.

Begitulah ceritanya kenapa sampai sekarang Kaleb cuma paham ‘fish’ sebagai bahasa Inggris. Ya karena nama hewan pun, saya memperkenalkan bahasa Indonesia. Biar nggak kayak Cincha Lawra yang ngomongnya campur aduk gitu, loh. Hahaha!

 

2 thoughts on “Bahasa Ibu

  1. Gedean dikit diajarin bahasa batak dulu Mi, biar seruu. Anak-anak gue gak ada yg gue ajarin bahasa inggris soalnya emaknya pemalas.
    Tapi gue mah pede aja palingan nanti juga bisa sendiri, apalagi anak Sekarang pelajarannya lebih maju.

    • Bahasa Batak harusnya bakal bisa ya soalnya Opung2nya ngomong bahasa Batak. Inggris mah cincay lah, apa-apa semua pake bahasa Inggris, nanti dia juga bisa sendiri. :)))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s