Si Anak Perasa

Kemarin sepanjang perjalanan dari kantor ke rumah, maag saya tiba-tiba kambuh setelah sekian lama nggak pernah kambuh. Kambuhnya sampai bikin susah berdiri. Sakiiit banget. Jadi pas sampai rumah, setelah minum obat, saya langsung nungging di tempat tidur nahan sakit.

Dari luar kamar, dengar suara Kaleb manggil, “Mami mami!”. Padahal dia lagi main sama Opungnya. Kangen kayaknya mana nih mamaknya kok nggak kelihatan. Akhirnya dibawa sama Papanya ke kamar.

Begitu Kaleb masuk kamar dan lihat saya nungging di tempat tidur, padahal saya nggak ngomong apa-apa, tiba-tiba dia nangis sedih. Dia langsung jalan ke arah saya, naik ke tempat tidur sendiri, masih sambil nangis, dia peluk dan cium saya. SO SWEET BANGET ANAKNYA! *lope lope bertebaran di udara*. Jadi Kaleb ini emang paling nggak bisa lihat saya sakit atau sedih. Kalau dia lihat saya sedih, dia langsung ikutan nangis. Perasa banget, ya.

Habis itu Papanya peluk saya sambil cium-cium karena saya sakit, kan. Lah, Kaleb malah nangis. Dia nggak suka kalau saya dipeluk orang lain. Posesif abis. Cuma boleh peluk dan dipeluk Kaleb. Hahaha!

Jadilah pas sakit kemarin, saya harus pura-pura nggak kelihatan sakit supaya Kaleb nggak sedih. Plus, masih tetap harus nenenin supaya dia cepat tidur dan saya bisa istirahat juga.

I am blessed to have such a sweet boy. Hopefully you grow well and your heart grow bigger. :*

Dan paling penting adalah: Mamak dilarang sakit, ya! :))

4 thoughts on “Si Anak Perasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s