Anak Gaul Komplek

Hidup di jaman kekinian *tsaelah* bikin saya punya kekhawatiran sendiri kalau Kaleb akan tumbuh jadi generasi TV dan gadget. Saya realistis aja sih kalau pada masanya mereka pasti akan mengenal gadget, video game, dan lain-lain, tapi nggak pengen Kaleb jadi susah bersosialisasi karena fokus sama gadgetnya. Ini kejadian di sepupu saya yang kalau kumpul keluarga, sibuk banget sama gadgetnya sampai kalau ditanya dia nggak bisa fokus jawab dan sibuk liat layar gadget, atau kalaupun jawab tapi sambil liat layar. Itu dari pagi sampai malam. Nggak pusing itu mata? DOH!

Saya masih ingat masa kecil saya dihabiskan dengan main dengan teman sekomplek, ke lapangan dekat rumah, lari-lari dan main sepeda bareng, memberdayagunakan bahan dan alat yang ada di sekitar kita untuk main. Senang banget rasanya. Bisa nggak ya Kaleb seperti itu? Masalahnya masyarakat sekarang lebih individualis, jarang hang out sama tetangga, dan anak-anak dikekep di rumah.

Tapi ternyata kekhawatiran saya untungnya nggak terbukti. Kaleb adalah anak yang paling nggak betah diam. Nonton TV atau lihat ipad pastinya harus duduk tenang diam. Beuh, mana tahan dia. Dulu waktu lebih kecil dia masih bisa terpana sama lagu anak-anak di ipad, tapi sekarang nggak terlalu lagi. Palingan satu lagi dia dengar, kemudian nggak bisa diam lagi. Dia pun belum menunjukkan kesukaan pada suatu acara tv atau kartun tertentu. Nonton TV nggak betah banget bro! Paling lama 5 menit lah dia liat tv, kemudian bosan karena harus diam.

Kaleb lebih suka explore apapun yang ada di sekitarnya. Apapun. Dia suka sekali jalan-jalan ke luar rumah. Wajib 2 kali sehari, pagi dan sore. Jadi ya walau lebih capek ngikutin kesukaannya bermain di luar dan explore semuanya, kami sebagai orang tua ya senang juga.

Untungnya taman dekat rumah dipercantik dan dibuat playground untuk anak-anak dan ada perpustakaan kecil untuk anak-anak baca buku. Selain itu ada lapangan basket dan lapangan bola juga, serta area bermain pasir. Gimana nggak makin cinta Pak Ahok!Β Taman ini jadi taman yang wajib didatangi Kaleb karena tiap pagi dan sore banyak anak-anak kecil main, Kaleb jadi bersosialisasi dengan anak-anak kecil seusianya, maupun yang lebih besar. Kemudian dia belajar untuk gantian pakai mainan ataupun share dan pinjam mainannya atau teman-temannya.

IMG_20160822_164423

Di taman, kenalan dengan teman baru dan langsung main bersama

IMG_20160822_163735

Taman kesayangan dekat rumah yang setelah direnovasi jadi jauh lebih bagus dan bersih. Kami senang!

Baru sadar juga karena di dekat rumah saya, banyak banget anak-anak yang kalau sore suka main di sepanjang gang sehingga jalanan harus diportal supaya mobil nggak bisa lewat. Ini saya taunya karena Kaleb juga. Kaleb pun sering main sepeda bareng, main lari-larian, dan bahkan Kaleb ajak temannya main ke rumah. Iyes, anak saya belum 1,5 tahun aja udah ngajak anak tetangga main ke rumah. Haha!

IMG_20160828_125513

IMG_20160822_171729

Ajak teman main ke rumah. Temannya orang bule, nggak bisa bahasa Indonesia. Ya sudah, beda bahasa tapi saling paham kan.

Waktu 17 Agustus kemarin, RT kami mengadakan lomba untuk anak-anak. Kaleb bahkan ikut lomba, walaupun dia pastinya nggak tau itu lomba, tapi dia paham instruksinya dan mengikuti instruksinya. Di lomba itu Kaleb jadi makin kenal teman-teman sebayanya dan saya pun yang terkenal nggak gaul di komplek *anak gue lebih gaul dong* akhirnya kenal para tetangga.

IMG_20160821_170700

Perdana ikut lomba 17 Agustusan di komplek

Selain main dengan anak-anak seusianya, saya juga mengajarkan Kaleb untuk sayang hewan. Dimulai dari Mika, si Golden Retriever kesayangan kami. Dari bayi Kaleb diperkenalkan dengan Mika. Nggak masalah kalau Mike menjilat-jilat Kaleb karena kami sudah memastikan Mika bersih dan Kaleb setelah itu pasti cuci tangan. Selain itu Kaleb diajak bertanggung jawab memelihara Mika dengan mengajak Kaleb memandikan Mika atau memberi makan Mika. Sampai sekarang Kaleb nggak pernah takut dengan hewan apapun dan menunjukkan rasa sayang dengan hewan. Good job, baby!

IMG_20160827_170932

Kaleb sayang Mika

Saya bahagia karena hal-hal yang saya alami waktu kecil, seperti main dengan tetangga, bisa dirasakan Kaleb juga. Mungkin Kaleb lebih mampu bersosialisasi dengan baik dibandingkan saya. I am truly happy for that. Semoga Kaleb menjadi anak yang mudah bersosialisasi, dekat dengan alam, dan sayang hewan. Amin!

*Mami rela nggak jadi anak mall, deh! XD*

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s