Ketika Kaleb Sakit

Waktu itu hari Rabu, seminggu sebelum Lebaran. Semua berjalan lancar. Kaleb seharian sibuk main, makannya bagus, dan anaknya happy. Pulang kantor jemput Kaleb ke rumah Opungnya, dibawa pulang masih main heboh sebentar sebelum tidur malam. Setelah dia tidur, suami bikinin saya mie goreng. Everything went perfect as usual.

Sampai ketika saya sedang makan mie goreng disamping Kaleb yang udah tidur nyenyak, tiba-tiba dia bergerak gelisah, merengek, dan muntah. Saya langsung kaget. Saya pikir dia kesedak. Tapi muntahnya banyak banget di tempat tidur! Saya langsung angkat dia, mau beresin muntahannya. Tapi ketika saya gendong, dia muntah lagi, bercecerah di baju saya. Kemudian saya bantu dia duduk tegak dan dia muntah lagi. Shock!

Saya bangunkan mbak untuk bersihkan tempat tidur, sementara saya bersihkan badan Kaleb. Saya minta suami ambil air putih untuk diminumkan. Saya pikir dia masuk angin, jadi saya oleskan minyak telon yang banyak, kemudian saya kasih ASI.

Dia minum ASI saya, mulai mengantuk lagi, tapi kemudian dia muntah lagi. Kali ini karena sudah dimuntahin semua jadi muntahnya air saja. Duh, panik banget! Saya sibuk whatsapp Mama saya harus gimana, nih. Plus googling pertolongan pertama yang harus dilakukan.

Karena panik, Mama dan Bapa langsung ke rumah. Saya pikir Kaleb udah ketiduran nih, mungkin dia nggak bakal muntah lagi. Pas Opungnya datang, eh dia muntah lagi. Suami langsung saya suruh ke apotik beli oralit. Waktu itu jam 10 malam dan hujan deras.

Muka Kaleb udah pucat karena lumayan kehabisan cairan dan setiap dikasih minum selalu dimuntahin. Akhirnya diputuskan ini harus dibawah ke RS. Langsung menuju RS, di tengah jalan Kaleb mual lagi dan muntah sedikit.

Di ruangan UGD, tentu saja nggak ada dokter anak, Kaleb mual lagi. Dokter jaga menyuruh Kaleb untuk dirawat saja dan diinfus karena sudah kehabisan cairan. Hiks, sedihnya! Untungnya begitu infus masuk, perlahan-lahan anaknya mulai segar dan nggak pucat. Kaleb pun cuma nangis sebentar ketika dimasukkan infus, selebihnya dia santai dan sibuk bergumam.

IMG_20160630_000957

Sesaat setelah infus dipasang. Tough boy. Nangis cuma sebentar aja.

Dimulailah saya, suami, dan Kaleb, nginep di RS selama 4 hari 3 malam. Kaleb hanya muntah di hari pertama, tapi kemudian hari-hari berikutnya muncullah diare. Diarenya cair banget dan sehari bisa lebih dari 17 kali! Parah banget. Menurut dokter ini karena virus. Yah, namanya anak-anak kan suka masukin tangan ke mulut, jadi mungkin ada yang kurang bersih.

Walaupun diare cukup parah (dan sampe bikin kulit pantat iritasi merah kesakitan hiks), tapi Kaleb cukup kuat. Hanya di hari pertama dia malas makan, tapi nggak menolak makanan, cuma dikit aja. Lalu cairan yang diberikan juga mau dia minum. Dia juga sangat aktif, terlalu aktif malah. Di saat pasien anak lainnya terbaring lemas di tempat tidur, Kaleb malah hobinya jalan-jalan di sepanjang koridor sambil bawa infus. Jadi yang jagain mayan deh rempong banget. Nggak mau stay di tempat tidur anaknya. Jadwal tidurnya dia pun cukup teratur; tidur siang 2 kali dan tidur malam yang nyenyak. Jadi saya nggak terlalu khawatir sih, walau ternyata diare itu sembuhnya lama. Sampai Kaleb diijinkan pulang aja dia masih cukup cair pupnya, tapi frekuensinya sudah cukup menurun. Plus karena anaknya aktif dan mau makan jadi diinjinkan pulang. Hore!

IMG_20160630_065020

Pagi pertama di RS. Anaknya nggak betah di tempat tidur aja. Untungnya pemandangan jendela RS ke arah rawa-rawa yang banyak kambing, bebek, ayam, kura-kura, kucing, jadi anaknya happy lihatin.

IMG_20160701_085206

Opung kesayangan yang datang tiap hari. Lihat aja saking nggak sabarnya dia mau lompat dari tempat tidur. X))

IMG_20160701_062601

Tugas bapake tiap hari bawa anaknya jalan di koridor RS. Bosen di koridor RS, naik turun lift. Bosen di lift aja, ke lobi RS. Sampe satu RS hapal muka Kaleb.πŸ˜„

IMG_20160702_095942

Ga pernah anteng di tempat tidur. Sakit boleh, aktif mah jalan terus. :)))

Di rumah, dia malah makin sehat. Perubahan paling pesat yang terjadi setelah sakit adalah makannya malah jadi lahap banget. Ai laf banget lah. Dikit-dikit minta makan. Tapi sekarang jadi ekstra keras jaga kebersihannya, sedia tisu basah plus hand sterilizer. Dan emaknya tetep sih ngasih dia main di mana-mana cuma habis itu selalu cuci tangan aja.

Habis ini sehat, sehat, sehat semua ya!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s