Review: Astana Pengembak

Setelah beres cerita #KalebBirthdayTrip, sekarang mau review Hotel Astana Pengembak di Sanur yang jadi rumah kita selama 4 hari 3 malam di Bali. Awalnya pengen nginel di Kuta Terrace Hotel lagi seperti 2 tahun lalu karena puas banget dengan tempatnya. Tapi setelah dipikir-pikir karena bawa Kaleb kriteria kita untuk mencari hotel pun berbeza.

 

Ada beberapa kriteria hotel yang kita mau:
1. Ruangan yang cukup luas. Kaleb yang lagi heboh-hebohnya merangkak dan belajar jalan butuh ruangan yang lumayan luas supaya bebas bergerak dan nggak kepentok sana-sini.

2. Ada dapur. Β Tadinya nggak mau masak dan Kaleb akan makan apapun yang tersedia di restoran. Tapi setelah dipikir-pikir kok ya kasihan kalau dia nggak suka masakannya karena belum terbiasa. Jadi saya pun memutuskan untuk masak sewaktu liburan, tapi tentu masakan sederhana dan dibantu food prepackaged yang tinggal dipanasin.

3. Kolam renang. Kaleb suka banget berenang maka dari itu wajib ada kolam renang.

4. Daerah yang nggak terlalu ramai. Kuta dan Legian daerahnya hiruk pikuk dan bising, selain itu sering banget macet. Duh, kalau bawa bayi di daerah bising plus suka macet tambah stres ya bok. Jadi pilih Sanur yang lebih damai dan dekat tol.

Setelah browsing sana-sini plus galau antara hotel A dan B, akhirnya kita memilih Astana Pengembak di Sanur. Astana Pengembak ini memenuhi segala kriteria kita, plus kita minta kamar di bawah karena bawa bayi kan serem ya kalau kamarnya di atas, nanti kalau Kaleb main ke balkon duuh, dan dipenuhilah request kita. Jadi begitu buka pintu kamar…. taraaaa di depan mata langsung kolam renang berwarna toska. Adem!

996694_10154747552309298_1468137848111830974_n

Kamarnya luas banget. Supaya lebih luas lagi buat Kaleb bergerak, meja yang ada tatakannya itu, saya geser ke tembok jadi benar-benar plong. Btw, sofanya empuk banget sampe suami suka ketiduran di situ.

1936983_10154747552304298_7481787072954790622_n

Dapur kecil. Di dalam laci ada sendok, garpu, pisau, dan panci. Di dalam lemari ada kulkas dan microwave. Sudah disediakan sabun cuci piring juga. Semua peralatan masak berfungsi dengan baik.

12417867_10154747552314298_5650256211703601497_n

Kamar mandinya luas. Dibedakan antara kamar mandi basah dan kering. Ini yang difoto kamar mandi basah. Showenya ada kacanya, dipisahkan dengan toiletnya. Sementara kamar mandi kering adalah tempat lemari pakaian, wastafel, dan hair dryer.

12472453_10154747552384298_802555012094098924_n

Begitu buka pintu langsung kolam renang. Favorit saya banget ini. Kalau pagi-pagi jadi adem banget.

12321371_10154747552634298_3419950319376592691_n

Kolam renangnya nggak besar tapi nggak kecil juga. Di pinggir kolam renang ada pepohonan yang bikin nggak panas, air kolam renangnya hangat jadi mau berenang pagi hari juga nggak kedinginan. Kolam renangnya khusus dewasa karena cukup dalam.

Plus:

  • Keadaan di foto dan aslinya sama. Jadi nggak kuciwa.
  • Pihak hotel memastikan semua peralatan berfungsi dengan baik dan sudah siap dipakai.
  • Ada banyak sepeda gratis yang disediakan hotel dan bisa langsung dipake.
  • Lokasi nggak susah ditemukan, dan dekat banget ke ByPass.
  • Ruangannya luas.
  • Kolam renangnya hangat jadi jam berapa pun berenang tetap enak (terbukti ada yang berenang pagi banget, ada yang berenang malam banget)
  • Banyakan orang luar negeri yang tinggal di sini, kami satu-satunya orang lokal. Ini mungkin persepsi saya aja, tapi suasananya jadi tenang banget, nggak ada yang ribut. Padahal kalau ketemu pas sarapan, ternyata beberapa keluarga bawa anak yang masih kecil. Tapi nggak ada suara ribut-ribut, lho.
  • Sofa, tempat tidur, bantal empuk. Saya yang biasanya nggak bisa tidur nyenyak di hotel, ini bisa tidur bablas dengan nyenyak.
  • Lampu ruangannya terang. Ini bahagia banget lho saya dapat penerangan yang bagus. Di Bali kan banyakan hotel lampunya remang-remang ya. Di kamar hotel ini, ada banyak lampu jadi bisa milih mau remang-remang atau terang. Ya saya pilih nyalain semua lampu biar terang lah. Hahaha.
  • Pihak hotel memperhatikan permintaan kita dengan baik. Saya kirim e-mail mau early check in dan minta kamar di bawah biar berhadapan langsung dengan kolam renang, eh dikabulin lho. Senangnya!

Minus:

  • Hotel ini termasuk sudah lama beroperasi jadi ada beberapa bagian yang udah agak terkelupas, misal wallpaper di dinding ujungnya terlepas.
  • Kebersihan di bagian meja sofa agak kurang diperhatikan. Tapi setelah saya coba bersihkan sendiri juga nggak bisa. Jadi mungkin sudah waktunya kainnya diganti biar nggak kelihatan kotor/kumal.
  • Di hari pertama, air di kamar mandi tergenang karena ternyata banyak rambut yang menyumbat. Mungkin lupa dibersihkan.
  • Yang paling parah adalah sarapannya. Jadi sarapannya bukan model buffet yang kita ambil sesukanya dan sebanyak-banyaknya. Jadi model sarapannya ala carte, di mana kita dikasih menu dan memilih menu yang kita mau. Tetap sih ada appertizer, buah, main course, jus dalam satu paket, tapi kan aku ingin makan membabi buta pas sarapan *anaknya emang kalap kalau sarapan*. Hiks, nggak bisa nambah dan icip-icip, deh.

Tapi secara keseluruhan OK-lah hotelnya. Kita nyaman waktu ada di sana, nggak ada complain berarti, dan bisa tidur dengan nyenyak. Impresinya cukup baik. Tapi apakah mau balik ke sana? Hmm, kayaknya mau coba hotel lain lagi ah.πŸ˜€

 

 

8 thoughts on “Review: Astana Pengembak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s