Musuhan Sama Stroller dan Car Seat

Masa kejayaan Kaleb di stroller mulai memudar. :(((

Sebulanan ini, bersamaan dengan dia mulai lebih kenal dengan orang-orang di sekitarnya dia, mulai bisa milih mau main dengan siapa, digendong dengan siapa, bisa menolak, dan separation anxiety, Kaleb mulai menolak duduk manis di car seat dan stroller. Menolaknya dengan drama bombastis: nangis kejer tiap didudukin di stroller atau car seat. OH NO!

Sebenarnya saya dan suami tipe bodo amat kalau dia mau nangis, nanti toh harapannya dia akan diam atau ngantuk. Tapi ternyata Kaleb adalah anak yang sangat keukeuh. Begitu dia nggak mau, maka dia akan bertahan nangis sampai dituruti kemauannya. Dia bahkan pernah nangis selama satu jam non-stop! Sebagai ibu, ya lama-lama kasihan juga lihat anaknya nangis sampai sesenggukan. Ya udah, akhirnya digendong lah. Trus biasanya Kaleb langsung ndusel dan nggak mau lepas dari saya. KAN AKU LULUH! *lemah*

Belum lagi kalau dibawa ke tempat ramai, seperti mall, Kaleb lagi nangis di stroller, orang-orang di sekitar akan memandangi kita dengan pandangan “KOK LO TEGA SIH?” atau langsung bilang, “Anaknya mau digendong kali, Bu!”. Iya, saya tahu, anak saya mau digendong. Saya lagi mau biasain aja dia di stroller. Awalnya sih saya berpegang teguh untuk nggak peduli. Tapi ya, lama-lama ada juga orang yang keganggu dengan tangisan menggelegar Kaleb, dan akhirnya hayati pun lelah, angkat deh. Alasan terakhir sih, dengan anak nangis non-stop tuh annoying banget emang. Darah tinggi dan emosi juga! Hahaha!

Jadi akhirnya tiap pergi selalu siap sedia cadangan baby carrier. TapiΒ kan tetap rempong ya. Lama-lama pun jadi berat. Sementara kalau dia di stroller kita bisa lebih bebas mengerjakan hal lainnya kalau bepergian dan nggak pegel.

Curiganya Kaleb ogah duduk di stroller dan car seat karena Opungnya tiap hari gendong bawa jalan-jalan. Plus, anaknya masih fase separation anxiety, makin menjadi deh kebencian dia pada stroller dan car seat. Padahal ketika di car seat dan stroller, saya udah siap sedia berbagai macam cemilan (yang mana dia suka segala macam cemilan) dan mainan. Tetap nggak mempan. Yah, saya sih maunya dia disiplin di stroller dan car seat, tapi Opungnya suka banget gendong. Namanya pun dititipin di Opung kalau lagi kerja, untuk hal-hal kayak gini, walau saya udah minta untuk nggak terlalu dimanjain, ya teteeep aja nggak bisa dikontrol. Zzz!

Hal lainnya adalah Kaleb suka banget bergerak. Sejak dia mulai merangkak, mobilitasnya tinggi banget. Dia bahkan udah bisa naik tangga sambil merangkak ke atas. WOW! Karena dia sangat suka bergerak, kalau digendong kelamaan pun dia nggak mau. Dia maunya ditaro di lantai dan bergerak bebas. Kalau di car seat dan stroller, dia merasa diikat dan geraknya jadi terbatas, makanya dia jadi ngamuk *elap keringet*.

Untuk car seat, tadinya posisi car seat ini menghadap ke belakang, karena dulu dia kan masih kecil. Sekarang setelah beratnya mencukupi untuk menghadap ke depan, akhirnya saya ubah posisi car seat ini. Siapa tahu dia bosen lihat ke belakang, sementara kita semua pada asyik mandang ke depan, kan. Setelah diubah ke depan, eh dia lumayan betah, lho! Dia asyik memandangi lewat kaca. Walau belum bertahan lama, tapi ini udah lumayan banget. Setidaknya setengah perjalanan dia mau duduk di car seat. Bahkan kemarin udah sampai ketiduran segala. Bahagia bener!

Nah, untuk stroller, Kaleb masih ilfil. Mau stroller dihadapin ke kita, atau sebaliknya; mau dikasih cemilan, dikasih mainan, teteep nangis. Sampai saya pikir jangan-jangan ada yang salah dengan strollernya. Akhirnya pas suatu hari ke baby shop dan ada berbagai macam stroller dipajang, saya cobain Kaleb duduk di stroller itu. Teteep nangis. Berarti apapun strollernya dia nggak suka. Bahkan yang tadinya dia mau aja kalau didudukin di trolly supermarket, sekarang juga emoh! Intinya, dia nggak suka didudukin di manapun, maunya digendong atau merangkak bebas.

Mak, aye pegel!

Oleh karena itu, untuk ibu-ibu yang baca blog ini, ada saran nggak gimana caranya supaya Kaleb mau duduk di stroller lagi?

 

6 thoughts on “Musuhan Sama Stroller dan Car Seat

  1. It’s just a phase mi, soalnya anak seumur kaleb lagi penasaran sama dunia sekitarnya. Dan kalok kasusnya kayak si lulu, fase begini tu sampe dia umur 2 tahun, liat ponakan gwe demen di stroller baru dia ngikut dan itupun pas dia dah ngerti kalok jalan itu capek. Mudah2an kaleb ga sampe selama itu yaaa

    • Yasalam 2 tahun lama amat! Hahahaha mayan yah berotot ini gendongnya. Moga2 kalo nanti kaleb udah bisa jalan dia ngerti kalo capek lbh enak di stroller. Tp anak2 lain bisa anteng bgt yak.

  2. Iyaaa dulu tu suka ngiriii sama anak lain yg anteng aja di stroller. Skrg sih kalok ditilik lg ya bersyukur juga berarti anak gwe tu dulu ya penasaran sama dunia sekitarnya karna tanpa gadget di stroller. plus feeling curious with his surrounding meaning that she/he is an alert baby because they are having good development. Tapi teteuuup yaahh tangan kita dah kayak hercules ajaaa mana seringnya gamauk sama bapakeee jadi ya tetep aja emaknya yang lengannya kayak weight lifter hahahahhaa… Tiap anak beda2 dah mi, kali aja kaleb bisa lebih pengertian sama lengan mamahnya… Fighting!!

  3. Hi Naomi.. lagi maen ke blog mu…
    Kalau anakku masih anteng di stroller kalo lagi jalan2. Malah tidur klo ke moll, mungkin emg krna udh jam nya dia tidur n hawa dem moll ya. Cuma anak emg beda2 sih. Ponakan ku pun sama dengan Kaleb, dia malah berdiri2 di strollernya *krna emg lagi belajar berdiri*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s