No Struk = Gratis?

Kejadian ini sudah terjadi kira-kira 2 bulan lalu, tapi lupa saya tulis di sini. Jadi suatu hari saya mau beli bubble tea di Sh*re Tea (kita singkat saja ST) di Taman Anggrek. Waktu itu belum terlalu malam, mungkin jam 7-an. Saya pergi bertiga dengan suami dan Kaleb. Kaleb lagi bobo di strollernya.

Suami dan Kaleb saya minta tunggu dengan duduk di meja yang disediakan di ST, sementara saya mengantri. Eh, nggak mengantri juga sih, karena di meja kasir cuma ada saya sebagai pembeli. Sementara di ST ada 1 kasir, 1 supervisor, dan 1 pembuat bubble tea. Sang supervisor tampaknya lagi sibuk membenarkan komputer atau entah apa.

Kasir langsung nanya, “Mau pesan apa?”

“Classic Pearl Milk Tea, less sugar, less ice” ini default pesanan saya tiap beli bubble tea.

Sambil menunggu Mas Kasir memasukkan order, saya baca tulisan besar di depan komputer kasir, “JIKA TIDAK MENDAPATKAN STRUK, MAKA PEMBELIAN ANDA GRATIS. Untuk keluhan, hubungi xxx”. Tulisannya cukup besar dan ada di beberapa spot sehingga jelas terlihat. Trus saya mikir dalam hati, emang pernah ada kejadian struk nggak keluar?

Kemudian Mas Kasir menyebut jumlah harga yang harus dibayar untuk pesanan saya. Saya pun langsung memberikan uang sebesar Rp 50.000 dan dikembalikan Rp 25.000. Beres kan, ya. Tapi kok si Mas Kasir ini kayak gelisah, walau kemudian dia memerintahkan Mas Pembuat Bubble Tea untuk mengerjakan pesanan saya. Sip!

Setelah beberapa saat menunggu, tiba-tiba saya ingat, eh saya belum dikasih struk. Ini gara-gara baca tulisan di depan komputer kasir juga, sih.

“Mas, struknya mana?”

Mas Kasir terlihat gelisah dan panik, “Mbak, ini struknya nggak bisa keluar karena ada bla bla bla,” saya lupa dia ngomong apa. Intinya masalah teknis di komputer.

“Oh,” kemudian saya tunjuk tulisan besar di depan komputer kasir, “Berarti gratis dong .ya, Mas.”

“Ya, jangan, dong!” kata si Mas Kasir.

Oke, di sini saya yang tadinya santai dan cuma godain tulisan di kasir itu akhirnya malah jadi sedikit kesal. Pertama, nggak sopan kalau dia langsung bilang jangan, padahal terpampang nyata ada tulisan no struk = gratis. Kedua, nggak terlihat nada menyesal atau minta maaf. Sebenarnya dari awal dia tahu ada masalah dengan komputernya, dan artinya struk nggak bisa keluar. Dia bisa menolak order dulu, tapi toh dia tetap menerima order dengan harapan pembeli cincailah nggak bakal mempermasalahkan struk. Well, saya mempermasalahkan karena dia defensif. And anyway, ini hak saya, sih. Hihihi, siapa suruh ada tulisan begitu, kan?

“Tapi ini ada tulisannya, Mas. Kalau nggak ada struk berarti gratis.”

Kemudian supervisor-nya yang dari tadi utak-atik komputer angkat bicara, “Ini ada masalah di komputernya bla bla bla bla (menjelaskan permasalahan, saya nggak paham, deh), jadi kita harus nunggu struknya keluar.”

Saya manggut-manggut, “Oke, berapa lama saya tunggu, Mas?”

“10 menit.”

“Oke, 10 menit.”

Saya berdiri terus di depan meja kasir. Nungguin itu struk, terutama nungguin bubble tea saya yang lama banget nggak jadi. Padahal pembeli yang antri cuma saya. Kira-kira 5 menit kemudian pesanan saya selesai. Saya langsung minum sambil berdiri dan tetap nunggu di depan kasir. Saya sampai niat lho lihatin jam.

Lama-lama saya jadi kayak orang bego berdiri di depan kasir, mereka udah melampaui 10 menit juga, nggak ada niatan buat balikin uang saya, nggak ada permintaan maaf, nggak ada tanda-tanda komputernya benar juga, dan mereka melihat saya seakan-akan saya yang salah dan rese banget. Well hey, jangan tulis begitu kalau nggak mau ditagih, kan?

Saya kemudian menghampiri suami yang udah nunggu lama, menceritakan semuanya sambil menahan kesal, dan meminta suami yang ngurusin karena kayaknya kalau kelamaan ngadepin mereka saya bisa emosi. Waktu itu saya belum makan pulak!

Suami akhirnya menghampiri kasir, bilang sudah 10 menit dan meminta struk. Dicatat ya, kami fokus meminta struk, bukan uang kembali. Kalau struk nggak bisa mereka keluarkan, baru balikin uangnya, dong. Lagi-lagi si supervisor yang mengingkari janji tunggu 10 menitnya itu berkelit dengan alasan komputer bermasalah, minta tunggu lagi, atau mungkin minta direlain aja napa sih tuh uang. Suami pun menunjuk tulisan besar di depan meja kasir, “Ya kalau gitu nggak usah pasang tulisan ini, dong. Intinya nggak ada struk, gratis”.

Supervisor ini akhirnya nggak bisa berkata apa-apa dan pasrah bilang ke kasir untuk balikin Rp 25.000 saya. Yang luar biasanya, tidak ada permintaan maaf sama sekali karena sudah tidak mampu memberikan struk dan membuang-buang waktu pembeli untuk kesalahan yang mereka buat.

BAD, BAD SERVICE! Β Β 

Jadi buat ST di Taman Anggrek, kalau memang nggak sanggup mematuhi peraturan, ya jangan dibuatlah. Dan please, training pegawainya lebih sopan lagi.

Nope, I’m not coming back to that store. BHAY!

 

13 thoughts on “No Struk = Gratis?

  1. intinya sich berharap customer service yg baik yaaa mba, kalo ngga sesuai standar yaaa minta maaf dengan penjelasan yg baik dan pastinya sopan yaaa mbaπŸ™‚ aku pun pernah ngalamin waktu belanja di mini market… buat apa tulisan itu dibuat kalo ngga ada gunanyaπŸ™‚

    • Iya bener banget. Kalau dia minta maaf dan menyesal, kayaknya saya oke aja sih pergi tanpa struk. Tapi kalo ngeles kan jadi makin pengen mempertahankan hak kita.πŸ™‚

  2. gak ada SOP nya itu kayanya.. emg kalo urusan gertak2an, suami aja yg disuruh maju. biasanya manjur. kalo kita cewek, kadang masih suka gak enakan atau kasianπŸ˜€

  3. Aku juga pernah pengalaman di coco express (mirip2 Ind*maret gitu) kak. Kugodain aja, “mau gratisin belanjaan saya atau kasih struknya?” Sambil nunjuk tulisan mereka yg gede2 itu. Lgsg dikasih struknya tanpa ngomong apa2πŸ˜†

    • Mereka sebenernya takut kalo ga ada struk, soalnya harus gantiin uangnya ya. Makanya sebenernya sebelum beroperasi cek ricek lagi komputernya. Jangan mau terima order tapi belum siap.

      • Tapi kalo yang di Coco Express itu kadang masih suka ga dikasih kak, aku mah cuek aja kalo kebutuhan pribadi. Kalo kebutuhan kantor baru minta deh (dengan galak dan muka masam) hahaha. Urusan mereka deh mo jujur-gak-jujur kek, mo nyuri kek dengan cara ga keluarin struk, yang penting urusanku kelarπŸ˜†

  4. Kekny hampir semua begitu deh mbak naomi, pasang pengumuman gt cuma buat gaya2an doank bukan beneran deh biar keliatan profesional hahahha….tp pizza hut ak pernah delivery kan trus dia lwt dari waktu yg dijanjikan klo ndk salah 30menit kan? eeh orgny malah balik lg bawa pizza yg size small hahahha lumayan ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s