Pilah-Pilih Hotel

Kalau lagi liburan, hal yang paling saya ribetin selain tiket murah adalah hotel. Saya paling susah tidur kalau bukan di tempat tidur sendiri, makanya sebisa mungkin hotelnya nyaman. Nyaman lho, bukan berarti harus mahal.

Dalam menentukan hotel ada beberapa hal yang saya perhatikan:
Tujuan: Liburannya mau jalan-jalan heboh, sehingga kamar hotel jadi tempat tidur doang, atau leyeh-leyeh di hotel dan nggak terlalu banyak keluar. Waktu dulu ke Singapore, nginepnya di hotel bintang 3 (atau bintang 2 saking kecilnya– yang mana dengan harga segitu di Indonesia pasti udah dapet yang bagus), kecil, dan di daerah Geylang, yang mirip daerah bronx. Saya nggak ngecek area sekitarnya jadi pas turun MRT ke arah Geylang, mayan ya shock juga itu daerah malam Singapore yang penuh diskotik ajeb-ajeb. Yah, kayak Mangga Besar gitu. Untungnya di sana aman-aman aja.

Karena bakal banyak di luar, nggak masalah buat saya nginep di hotel kecil. Tapi kalau tujuannya mau santai, bolehlah pilih hotel yang tingkat kenyamanannya lebih baik. Ini biasanya saya lakukan kalau libur ke Bandung. Secara kalau di Bandung udah cukup tau daerahnya, jadi pengennya yang enak hotelnya, biar bisa santai-santai dan kalau Bandung macet dan jadi males ke mana-mana, ya liburan di hotel aja.

Staycation gini juga pernah dilakukan di Jakarta waktu nginep di Mandarin Oriental Hotel. Seharian cuma ngabisin waktu di hotel, atau sekitarnya aja: berenang, nge-gym, makan malam di Sabang, nge-mall bentar di Grand Indonesia, mandi di bath tub berlama-lama, nonton dan tidur sepuasnya, nyobain semua makanan pas breakfast, ikutan car free day, berenang lagi. Yah, pokoknya hampir semua kegiatan dilakukan di hotel dan deketnya. Kelar staycation langsung segar lagi, deh.
Budget: Paling penting ya budget lah. Punya uang berapa, baru nanti disortir. Lebih murah bagus, lebih mahal dikit nggak papa. Kalau kemahalan…inget-inget nama hotelnya, masukin wishlist, dan berdoa semoga suatu saat nanti bisa nginep di hotel ini. Hahaha. Paling senang cari hotel di daerah Bandung, Bali, dan Bangkok (lho, kok semua huruf depannya B?) karena dengan budget yang nggak terlalu besar, bisa dapat hotel yang ciamik. Eike demen!

Kalau cari hotel, saya suka pake booking.com karena biasanya dicharge-nya nanti pas di hari H, bisa di-cancel (cek ketentuannya aja, beda-beda tiap hotel), dan nggak ada biaya tambahan alias sudah termasuk pajak. Kalau di Agoda masih ada tambahan pajak. Kan jadi nggak seperti yang tertera di web lagi.

Desain: Buat saya yang orangnya penakut, wajib banget desain hotel dan kamarnya minimalis, clean, bersih, rapi, penerangannya cukup. Walau rasanya menggiurkan pengen nginep di hotel dengan kamar yang sebagian besar transparan karena semuanya dari kaca sehingga terlihat pemandangan ke lembah, tapi serius deh kalau malam-malam kelihatan seram. Jadi no thank you.

Begitu pun kamar yang kayak mau balik ke jaman Majapahit di mana elemennya banyak dari bambu atau kayu. Aduh, nggak, deh. Saya pernah nginep di suatu hotel di Bali di mana lantai kamarnya terbuat dari kayu (hotelnya emang indah banget), dan papan tempat tidurnya juga dari kayu. Mungkin konsepnya back to nature. Ditambah lampu yang redup-redup, buat orang honeymoon kali ya. Yang ada tiap bergerak dikit di tempat tidur bunyinya, “krieeeet” .Ya kan kalau malam-malam serem dan jadi nggak bisa tidur.

22922557

Salah satu hotel favorit saya di Bali: Terrace Hotel at Kuta. Dari depan kelihatan kecil, tapi dalamnya cukup luas. Yang paling pentingnya kamarnya minimalis, clean, rapi. Laff!

826_420_neodipatiukur_overviewthumb

Hotel Neo di Dipatiukur Bandung. Walau di gambar didominasi warna abu-abu, hitam, dan putih tapi pas nginep di sana nggak kelihatan gelap sama sekali. Bersih dan terang.

slider_08

Oasis Lagoon Sanur. Mungkin memang konsepanya yang dekat ke alam sehingga didominasi kayu. Ta…tapi… tempat tidurnya berderit jadi bikin susah tidur, plus lampunya remang-remang jadi susah baca. Tapi hotel ini letak keindahannya akan saya ceritain nanti.

Fasilitas: Lagi-lagi tergantung tujuan liburan. Kalau di Bandung, saya nggak masalah kalau hotelnya nggak ada kolam renang karena tujuan saya biasanya wisata kuliner dan waktunya juga di weekend. Karena waktu yang singkat, biasanya nggak perlu berenang biar banyak tempat yang bisa dikunjungi. Tapi ketika liburan di Bali, saya merasa wajib memilih hotel yang ada kolam renangnya karena tujuannya biasanya leyeh-leyeh di air, termasuk salah satunya kolam renang hotel.

Salah satu fasilitas kolam renang yang saya suka banget adalah di Oasis Lagoon Hotel itu. Begitu buka pintu kamar, langsung bisa nyebur kolam renang berwarna toska. Jadi seluruh hotel itu dikelilingi kolam renang kayak di Venesia. Duh, senang banget nginep di sana *lupa tempat tidur berderit LOL*

the-oasis-lagoon-sanur

Pengen langsung nyebur kan?

24-the_oasis_lagoon_sanur-1

Semua dikelilingi kolam renang!

Sarapan: I’m a breakfast person makanya saya hampir selalu pilih hotel yang ada sarapannya. Saya nggak bisa skip makanan dan saya cinta makanan hotel. Saya biasanya nyoba banyak makanan dan saya akan nambah makan sereal dan susu berkali-kali. Tau kan kalau saya tergila-gila susu. Lagian saya pikir sarapan di hotel itu paling nyaman. Kalau yang lain masih tidur, saya bisa turun duluan untuk makan, masih dengan mata belekan, rambut kusut, piyama, dan belum mandi. Nggak ngerepotin orang lain. Atau kalau mau langsung pergi pun jadi nggak harus berhenti di jalan untuk cari sarapan lagi. Jadi, sarapan di hotel adalah pilihan terbaik buat saya.

Lokasi: Sebisa mungkin bukan di tempat-tempat yang terlalu sulit dijangkau baik oleh mobil pribadi atau transportasi umum. Nggak perlu yang langsung di pinggir jalan raya, tapi jangan sampai masuk ke gang terpencil dan malah nyusahin kalau mau pergi-pergi atau keluarin mobil.

Review: Setiap milih hotel saya pasti lihat reviewnya di Trip Advisor, buka foto-foto asli yang dikirim tamu hotel yang pernah menginap (kalau foto dari hotelnya kan udah dipastikan kece lah ya karena tujuannya menjual). Bahkan saya juga suka cek keberadaan hotel ini dengan Google View hahahaha. Ya kan, biar nggak membeli kucing dalam karung yaa alias nggak mau rugi.

Jadi begitulah beberapa pertimbangan saya sebelum memilih hotel. Saya biasanya suka cobain nginep di hotel yang baru berdiri, misalnya setahun atau beberapa bulan karena biasanya semua fasilitasnya masih baru dan kinclong dengan harga promo. Wohooo, untung banyak! Hahaha.

Eh, jadi kepengen liburan lagi, deh! *korek celengan*

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s