Review: Ugly Duckling – Perfect Match

Sebenarnya saya lumayan suka nonton serial Korea, walau nggak terlalu heboh banget dan nggak hapal nama-namanya. Tapi sejak melahirkan susah banget punya waktu buat nonton serial Korea. Terutama karena kalau nonton harus streaming di laptop, yang mana nggak bisa lama-lama buka laptop. Ke lapak DVD juga udah jarang jadi nggak tahu perkembangan serial Korea.

Supaya ringkas dan nggak ribet, saya lebih suka nonton serial yang udah diupload ke Youtube karena bisa saya tonton di iPad dan bisa dibawa ke mana-mana sambil ngerjain banyak hal sekaligus (kalau laptop kan susah ya, bok!). Entah saya yang gaptek atau kurang gaul, saya jarang nemuin serial Korea yang lagi hits di Youtube. Kalau mau nonton ya streaming di web-nya dan itu nggak nyala kalau pake iPad. Persoalan hidup banget lah.

Oleh karena itu, pasrah aja nonton serial yang ada di Youtube. Akhirnya suatu hari saya nemu serial Thailand yang judulnya Ugly Duckling – Perfect Match. Dari judulnya aja udah ketebak kan kira-kira ceritanya bagaimana. Paling lah seputar cewek jelek naksir cowok cakep. Serial ini juga cuma 9 episode aja. Pas lah ditonton sama yang cuma pengen hiburan tanpa mikir dan nggak perlu panjang-panjang. Sip!

Sinopsisnya kira-kira begini: Junior (Mook) adalah seorang gadis cantik dan kaya yang hidupnya sempurna banget, punya banyak teman, dan pacar ganteng. Suatu hari, dia memutuskan untuk melakukan operasi plastik karena dia nggak tahan teman-temannya bilang pipinya tembem. Dia nggak tahu kalau dia alergi pada kimia yang terdapat di operasi plastik sehingga wajahnya jadi penuh jerawat kayak bisul. Setelah kejadian itu, pacar dan teman-temannya menjauhi dia. Dia pun nggak tahan dengan tekanan sosial yang dihadapi sehingga membujuk ibunya agar memperbolehkannya kuliah di desa, sekaligus melakukan perawatan pada seorang dokter kulit di kampus tersebut. Di sana dia ketemua Seua (Push), seorang pria tampan. Kemudian ceritanya berlanjut dari sana.

Menurut saya, serial ini punya potensi untuk jadi bagus, tapi kurang dimaksimalkan. Untuk sampai pemeran utamanya jatuh cinta itu butuh waktu lama dan nggak perlu menurut saya. Karakter Suea juga agak pervert kali ya. Kayaknya dia demen banget kalau diajak satu kamar ama Joo. Hahaha! Tipe slengean gitu. Yang paling sayangnya adalah chemistry mereka berdua kurang dapet. Jadi kelihatan agak garing.

Tapi yang paling menarik adalah Push cakep banget deh! *mata berbinar-binar penuh cinta*. Tipe cowok yang dengan senyuman aja bikin cewek klepek-klepek. Plus, di serial ini dia pamer badannya yang six pack bikin air liur meleleh. Kayaknya kalau udah cakepnya kayak dia mah digodain macam apa aja juga aku rela. Hmm, setelah dipikir-pikir faktor terbesar saya bertahan nonton serial ini ya karena si Push cakep aja, sih. Kalau nggak, saya kayaknya udah kebosanan dan nggak melanjutkan. Hahaha!

Manis amat senyumannya, Mas!

Duh, lemes aku, bang!

Eh, tapi serial ini nggak sepenuhnya buruk, lho. Kalau cuma sekedar buat menghibur sih cukup menghibur banget, kok. Jadi masih layak ditonton.

Sekian review abal-abal dari saya.😄

3 thoughts on “Review: Ugly Duckling – Perfect Match

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s