Waktunya Makan

Udah beres ya beli alat-alat MPASI. Secara eike nggak terlalu suka masak jadi emang nggak terlalu tergiur beli macam-macam alat MPASI, sih. Wong yang simple aja nggak bikin nafsu masak apalagi yang ribet. Yuk mare!

Concern saya dari awal adalah soal menu MPASI. Sebagai mamak-mamak kurang berpengalaman di dapur dan susah makan pas masih kecil dulu soal MPASI ini bikin sutris! Saya berasa kayak mau ujian dan harus browsing sana-sini soal MPASI dan berbagai metodenya. Setelah membaca berbagai aliran MPASI, saya akhirnya memutuskan untuk mengikuti aliran WHO.

Kenapa WHO?
Karena ternyata pas bayi 6 bulan dia udah bisa menerima hampir semua jenis makanan dari karbo, buah, sayuran, protein, lemak. Komposisi ASI, walau di usia 6-7 bulan masih mendominasi sumber gizi bayi sekitar 70% dan makanan hanya 30% saja, tapi ada beberapa sumber gizinya yang kurang, seperti zat besi. Secara pas hamil dulu eike didiagnosa anemia zat besi, yang ternyata lazim juga dialami oleh bayi-bayi Asia, jadi sepertinya masuk akal bahwa bayi harus mendapat gizi penuh dari usia 6 bulan.

Untuk MPASI WHO ini saya banyak belajar dari situs ini.

Walau saya kurang bersahabat dengan dapur dan kurang napsu masak, tapi untuk makanan Kaleb sebisa mungkin harus home made *ejiyeeeh gaya*. Saya nggak anti makanan instan, sih. Snack buat gigit-gigit Kaleb aja beli instan. Kalau traveling mungkin saya juga lebih prefer makanan instan daripada harus bawa sekarung bahan makanan, plus alat masaknya. Ses, eike mau libur bukan mau masak-masak. Tapi kalau di rumah (dan bayi banyakan mah di rumah ya) maka Kaleb makan masakan saya.

Oleh karena itu, maka saya pun membuat jadwal menu MPASI Kaleb selama sebulan:

MPASI Kaleb 6 Bulan

Pada kenyataannya, nggak semua di jadwal bisa diturutin, sih. Hahaha! Ada saatnya tergantung apa yang ada di supermarket aja. Tapi sebisa mungkin sih ikut rencana. Fleksibel aja mah.

Pada saat hari H, saya khusus dong ambil cuti. Kan pengen bisa suapin makanan pertamanya. Pagi-pagi saya cicipin snack yang dia pegang sendiri. Kaleb tampak agak kaget tapi karena snacknya ringan dan langsung meleleh di mulut jadi dimakan habis. No drama.

First snack

First snack

Siangnya saya kasih dia pisang. Alasannya supaya nggak ribet aja, sih. Masih butuh waktu tambahan kalau buat masak-masak. Hihihi. Hasilnya drama banget! Nangis kencang dan berantakan di mana-mana. Ya udah lah ya, buat saya anak makan mah nggak papa berantakan, belum bisa rapi. It’s okay baby! Tapi habis itu tidurnya langsung 3 jam.

Makan pisang kayak dikasih makan racun toh, Nak?

Makan pisang kayak dikasih makan racun toh, Nak?

Empat hari ke depan masih makan pisang. Sebenarnya aturannya per 3 hari ganti makanan sih, tapi karena pas hari keempat, Kaleb dititipin ke mertua, daripada rempong ya udah pisang lagi aja, ya.

Hari selanjutnya Kaleb langsung dicobain makan karbo: kentang. Cukup lancar. Cuma karena belum pup udah 3 hari, maka buahnya diganti pepaya. Malamnya langsung pup buanyaaaak banget dan teksturnya udah nggak cair lagi kayak dulu pas masih ASI doang.

Oh ya, sejak hari ketiga, Kaleb udah makan buah 2x sehari: pagi dan sore. Pas udah makan karbo di hari kelima, frekuensi makannya karbo 2 kali dan buah 1 kali. Sekarang hari ketujuh, saya tambahin wortel biar ada sayurnya. Jadi menunya: kentang (karbo) + wortel (sayur) 2 kali sehari dan alpukat 1 kali. Minggu depan mau mulai memperkenalkan Kaleb dengan protein.

Apakah setelah makan ASIPnya berkurang? Cuma berkurang satu botol aja. Biasanya kalau ditinggalin kerja, Kaleb menghabiskan 6 botol x @100ml ASIP. Nah, pas udah makan, walau makannya udah 3 kali sehari, Kaleb tetap bisa menghabiskan 5 botol ASIP. Jadi cita-cita memompa lebih santai sih nggak bisa tercapai, ya. Saya masih harus mompa dengan frekuensi yang sama. Hihihi.

Sampai saat ini, 7 hari Kaleb MPASI, semua makanan masih homemade. Peralatan MPASI yang kepake baru pisau, talenan, kukusan, sama blender. Curiga baby home food maker bakal jarang kepake karena udah ada alatnya di rumah semua sebenarnya. Hihihi.

Jam bangun pagi saya jadi maju. Biasanya bangun jam 6 pagi, sekarang harus bangun jam 5 pagi buat masak. Karena belum merasa perlu pake slow cooker, jadi masaknya masih pagi hari. Setelah cemplungin bahan-bahan untuk dimasak, saya langsung mandi sembari nunggu makanan matang, setelah itu untuk pagi hari saya yang kasih Kaleb makan.

Kalau udah mulai dicampur makanannya, jadi ditaro di kulkas bagian bawa untuk makan siang dan sorenya. Sampai saat ini masih belum kesulitan, sih. Agak ngantuk sih iya banget. Soalnya Kaleb masih kebangun tengah malam buat nyusu. Tapi kemarin karena udah mulai kenyang kebangunnya udah nggak per 2 jam, kemarin udah mulai per 3-4 jam. Sip, mamak bisa bobo lebih panjang.πŸ˜„

Semoga ke depannya lebih lancar, nggak ada drama GTM *plis jangan*, nggak kayak mamaknya susah makan dulu. Semangat!

Berantakan? Anggap aja lagi Baby Led Weaning.

Berantakan? Anggap aja lagi Baby Led Weaning.

Kalau dikasih makan Opung lebih anteng, dikasih makan saya banyak dramanya *lelah*

Kalau dikasih makan Opung lebih anteng, dikasih makan saya banyak dramanya *lelah*

3 thoughts on “Waktunya Makan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s