Drama ASI Seret

Kalau soal per-ASI-an nggak ada drama nggak seru, ya. Dari masuk kerja, puji Tuhan, ASI saya lancar, pumping bisa teratur, hasilnya pun memenuhi target sehari. Shantay! Drama dimulai dari bulan ke-5 menjelang ke-6. Kadang-kadang nggak punya waktu pumping di kantor karena pekerjaan padat atau pas pumping pun terburu-buru, hasilnya ASI berkurang.

Sedih bener!

Padahal ASI ini soal mood dan psikologis yang happy, kan. Tapi gimana mau happy kalau hasilnya aja berkurang. Eike panik nik nik! Mulai deh ngadu dan manyun ke suami. Pokoknya nggak mau tahu gimana caranya ASI harus naik. Titik! Suami pun berburu daun katuk (sejak masuk kerja, makin jarang makan daun katuk karena lagi nggak ada pembantu jadi nggak ada yang beliin ke pasar dan masakin. Hiks!) dan saya langsung googling heboh cara meningkatkan supply ASI. Semua jawabannya rata-rata: pumping lebih sering. DUH! Bukan itu maksudnya! Ada pil canggih apa kek yang bisa nambah ASI dalam sekejap.

Akhirnya saya langsung ke apotik dan beli ASI booster Milmor yang dulu pas baru lahiran diresepin dokter ke saya. Cuma karena merasa nggak ada bedanya pake ASI booster dan nggak, maka saya stop. Nah, ini karena lagi seret jadi langsung beli lagi. Ajaib, nggak lama kemudian ASI saya deras lagi. Horeee!

Berhenti sampai situ? Nggak, dong, ya.

Yang seret kemarin itu masih cetek masalahnya karena cuma seret 3 hari doang. Kira-kira seminggu kemudian ASI saya seret lagi! OH MY! Ini apa lagi, sih? Iya, sih saya emang lagi hectic banget di kantor, plus stres, plus capek banget, jadi kemungkinan ASI bisa seret. Sebenarnya kalau mau gampang ya pake aja ASIP yang dulu udah dipompa susah payah pas lagi cuti melahirkan. Tapi eike anaknya visioner banget. Kalau menggampangkan pake ASIP, trus ASIPnya habis, padahal ASI kan masih dibutuhkan sampai nanti bagaimana?

Makin panik, makin kesal, makin sedih, makin drop ASI-nya. Muter-muter di situ aja, deh. Makin lama kan makin sedikit. Bayangin udah 1 jam perah, cuma dapat 60 ml, dua tetikadi. Streys! Padahal si bocil selama ditinggal ke kantor minumnya 600 ml. Jauh bener dari hasil pumping, kan.

Awalnya pikir karena udah nggak teratur lagi minum si Milmor. Akhirnya beli Milmor lagi, minum teratur. Trus googling makanan apa yang meningkatkan supply ASI. Langsung makan daun katuk segambreng, plus ngemil oatmeal karena disinyalir bisa menambahkan ASI. Oh, sama minum susu seliter tiap hari. Ditambah pumping dini hari sampai 2 kali, yang hasilnya 100 ml aja juga nggak. Mana katanya kalau pumping subuh bisa banyak? Cih! *ngambek* (anyway, saya emang nggak pernah pumping subuh sebelumnya karena udah terlalu capek, jadi ini demi meningkatkan ASIP pumpinglah subuh). Heboh lah ya ceritanya meningkatkan gizi supaya ASI-nya banyak.

Hasilnya? Tetap seret! *menangis semalam*

Saya tahu menyerah itu bukan pilihan. Mungkin saya yang harus menerima bahwa lama-kelamaan hasil pumping semakin menurun, seperti kata obgyn saya, karena kalau masuk kerja mulai stres, mulai nggak ada waktu pumping, jadi kemungkinan supply ASI menurun.

Sampai akhirnya suatu hari, saya menuruti apa kata semua artikel di Mbah Google: pumping lebih sering! Jadi, satu hari itu saya minta ijin ke rekan kantor bahwa hari itu saya akan sering menghilang untuk pumping. Untungnya mereka teman-teman yang manis, jadi tentu saja nggak ada halangan. Tiap 2 jam saya pumping. Hasilnya ya tentu saja tetap sedikit. Tapi saya terus pumping per 2 jam selama 1 jam dalam satu hari itu. Tapi lumayan lah, walau masih defisit, tapi ada yang dibawa pulang buat si bocah.

Surprisingly, besoknya ASI saya meningkat. Oke, belum kembali seperti semula, sih, tapi udah kelihatan lebih deras dan nggak sesedikit sebelumnya, serta waktu pumping pun nggak lama. Kayaknya ada hasilnya, nih. Maka hari itu pun saya tetap pumping 2 jam sekali, paling lama per 2,5 jam. Keesokan harinya… voila… ASI saya kembali seperti semula. It was even better, karena saya konsisten pumping 2 jam sekali, saya bahkan bisa menambah banyaknya botol pulang, plus waktu pumping jadi lebih singkat, jadi efisien, deh. Hati langsung senang!😀

Saya pun bilang ke suami, “Eh, ternyata google benar ya, kalau mau hasilnya banyak harus pumping lebih sering”.

HAHAHA! Siapalah aku ini meragukan kepintaran Google!

Semoga nggak ada kehebohan drama ASI seret lagi, ya.

 

2 thoughts on “Drama ASI Seret

  1. wah, syukurlah kalau sudah lancar lagi asi-nya kak.
    aku juga kadang suka begitu dikantor, semangat bgt pengen pumping tapi kondisi hati, pikiran dan jiwa sedang kurang baik yang mengakibatkan asi seret, udah 1/2 jam cuma dapat 40-60 ml *sedih*
    kalau sudah begini, aku biasanya nonton video anakku kak, trus aku ketawa-ketawa ngeliatin dia, buka-buka lagi galery fotonya…nanti tiba-tiba ‘tes….tes…tes…’, asi ngucur otomatis dari dua PD, langsung buru-buru pumping, nanti bisa dapat 170-an ml *ahhhhh aku happy* 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s