Pengalaman Syuting Pertama Kaleb

Beberapa hari lalu Kaleb baru merasakan syuting pertamanya. Hah, syuting?

Oke, flashback dulu ke jaman hamil, ya *jauh ya bok*. Waktu tahu mengandung bayi laki-laki, saya nggak kepikiran buat menyertakan si bayi ke lomba atau kontes foto apa pun, kemudian heboh di medsos atau pun bombardir chat pribadi dengan bilang, “Tolong like Kaleb ya supaya menang bla bla bla”. No. Pertama, karena saya malas nge-like bayi orang *iyee, saya mah orangnya begitu* dan kedua, karena bayinya cowok kayaknya nggak cocok aja ikut kontes begituan. Kecuali, kalau bayi saya cewek, trus didandanin macam-macam dan ikut kontes kayaknya masih mungkin. Ini gender banget, sih. Hihihi.

Kenyataannya, pas lahir kayaknya emang udah nggak punya energi lagi buat foto-foto kece trus diikutin lomba. Saya nggak pernah langganan majalah parenting, jadi nggak tahu ada lomba bayi. Kemudian, di newsfeed Facebook saya juga jarang iklan lomba foto. Jadi sepertinya semesta mendukung niat saya untuk nggak menyertakan lomba apa pun.

Seminggu yang lalu, teman saya yang punya semacam agency hubungin saya nanya Kaleb boleh nggak dipake buat jadi talent sebuah perusahaan untuk video penyuluhan bidan. Hah, jadi model gitu? Dia nawarin Kaleb karena saya suka posting foto Kaleb di medsos. Saya nggak keberatan asal nggak sulit, waktunya nggak panjang, dan nggak bikin Kaleb cranky. Sejujurnya hidung kembang kempis bangga karena anaknya dibilang lucu jadi cucok jadi talent-nya. Hihihi.

Tibalah hari syuting. Dari pagi, Kaleb dibiarin tidur, yang mana anaknya susah tidur malah mau main doang. Untungnya selama perjalanan dia mau tidur (ibunya juga tidur, sih. Hihihi). Sampai di lokasi, giliran Kaleb masih lama. Kaleb talent paling kecil. Anak-anak lainnya usianya udah lebih dari setahun. Cuaca siang itu cukup terik, dan nggak ada tempat proper untuk istirahat. Memang ada tempat tidur di ruangan bidan, tapi karena banyak orang lalu lalang dan tempat itu udah dipake dari pagi jadi lumayan berdebu. Kasian kan ya kalau Kaleb tidur di situ.

Ajaibnya hari itu Kaleb punya energi banyak banget dan moodnya lagi bagus. Emang anaknya hobi banget kalau ketemu orang banyak dan digodain sama orang-orang. Yang ada dia selalu happy dan nggak nangis sama sekali. Beda banget kalau di rumah aja. Sampai para kru muji Kaleb sebagai anak yang kalem *really, kalem? Hahaha* dan manis. Awww so sweet, ibunya yang terbang.

Giliran Kaleb menjelang sore hari. Adegannya adalah mau diimunisasi dan ditimbang. Semua udah siap nih kalau Kaleb rewel. Kenyataannya anaknya happy dan ceria banget. Diajak adegan imunisasi, digendong orang nggak dikenal, ditaro di tempat tidur, dan timbangan malah semakin ketawa heboh. Adegan Kaleb cuma perlu one take saking gampangnya ngarahin dia. Kemudian, Kaleb istirahat untuk kemudian terakhir menggambil scene dia baru lahir. Selama nunggu, Kaleb anteng disusuin dan bobo dengan nyenyaknya di tengah orang lalu lalang. Adegan terakhir, dia buka baju dan dibedong kayak masih baru lahir, trus dipeluk pemeran ibu di tempat tidunya. Lagi-lagi dia kooperatif, nggak nangis, ngemut-ngemut jarinya kayak baru lahir, dan anteng banget. Ih, ibunya bangga banget, deh!

Selama di lokasi set ada satu pekerja di bidan yang ngefans banget sama Kaleb. Kaleb difotoin, digendong-gendong, dan diciumin. Agak risih ya kalau sampai diciumin, soalnya takutnya lagi sakit dan ketularan. Tapi dese nggak bilang-bilang mau cium jadi saya ngelus dada aja sambil berdoa nggak ada penyakit apapun. Pulangnya, dia minta instagram Kaleb. Ya kale anak bayi punya instagram. Akhirnya saya suruh follow instagram saya aja yang banyak foto-foto Kaleb. Lumayan nambah satu follower lagi, kakaaak!😄

Jadi, Kaleb bukan ikut syuting karena saya sibuk menyertakan dia casting. Secara emak rada males, ya. Hihihi. Kebetulan waktu itu ditawarin aja. Kalau ada yang tawarin lagi ya boleh aja asal waktunya singkat, nggak sulit, dan kalau orang tuanya lagi bisa nganterin. Kayaknya Kaleb emang happy banget ada di antara orang banyak. Kalau di rumah suka ngamuk soalnya yang dilihat orangnya itu-itu aja, bentuk rumahnya ya begitu juga. Tapi ya membayangkan nunggu di lokasi syuting yang lebih trauma ibunya sih daripada anaknya. Anaknya malah main-main senang. Ibunya lelaaaah. Hahaha.

Anteng digendong siapa aja

Anteng digendong siapa aja

Ditaro di timbangan malah main-main angkat kaki. Lumayan sekalian nimbang Kaleb yang bulan ini nggak ada jadwal ke dokter. Hihihi.

Ditaro di timbangan malah main-main angkat kaki. Lumayan sekalian nimbang Kaleb yang bulan ini nggak ada jadwal ke dokter. Hihihi.

Ceritanya adegan baru lahir

Ceritanya adegan baru lahir

4 thoughts on “Pengalaman Syuting Pertama Kaleb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s