Jangan Kemakan Mitos

Waktu Mama hamil saya dulu, dia jadi orang yang pencemas. Maklum ya mungkin karena hamil anak pertama, plus jaman dulu nggak ada internet. Bawaannya semua mitos dipercaya mentah-mentah. Segala bawa gunting dan peniti tiap hari di tas untuk menjauhkan diri dari mahkluk halus *halah*. Belum lagi waktu itu beliau gampang stres. Alhasil, saya sekarang jadi orang yang gampang stres dan panik, walau nggak seheboh Mama ya.

Nah, pas hamil, saya janji ke diri saya sendiri untuk nggak jadi orang yang gampang panik, stres, dan berusaha untuk menikmati setiap momen kehamilan. Karena ini kehamilan pertama, jadi wajarlah awalnya ya panik, stres, dan takut juga (pernah diceritain di blog-blog sebelumnya). Pernah takut dandan karena khawatir pake make up ada zat-zat yang berbahaya, pernah mewek karena makan burger takut ada mayonaise, pernah takut tidur telentang nanti bayinya nggak bisa napas di dalam. Hayah, apaan, sik kok hamil jadi ribet banget!

Tapi itu nggak berlangsung lama, sih. Paling awal trimester pertama. Secara saya orangnya gampang khawatir, maka saya jadi hobi googling dan baca-baca artikel tentang kehamilan. Pilihannya ya artikel dari luar negeri yang ada penelitian dan sumber jelas jadi lebih ilmiah (kayaknya udah pernah diceritain juga, ya). Dari situ saya belajar bahwa…. sebagian besar mitos itu salah banget! Cuma bikin kita makin ketakutan dan nggak bisa bebas pas hamil.

Prinsipnya adalah hamil itu bukan berarti kita lagi sakit, jadi santai aja dan jangan memperlakukan diri kayak orang sakit. Karena kenyataannya kita emang sehat, tapi lagi hamil aja. Perlu lebih berhati-hati iya, tapi jangan sampai nggak bisa ngapa-ngapain. Selama hamil, saya masih naik bis sampai kandungan saya 38 minggu (dan harus stop karena udah disuruh cuti akibat zat besi drop), masih jalan-jalan, makan apa pun yang saya mau, makin suka dandan. Mood sungguh stabil, jarang banget nangis, jarang marah. Happy!

Saya berusaha untuk menerapkan kehamilan yang logis. Misal: emang ada beberapa zat di skin care yang berbahaya bagi ibu hamil. Tapi menurut penelitian, belum ada buktinya bahwa jika memakai zat itu akan cacat. Yang meningkatkan resiko adalah jika zat itu diminum (ya tentunya langsung masuk ke dalam tubuh, kan) atau dipakai dalam jumlah yang sangat banyak, misal penggunaan 30% dari seluruh tubuh. Yang paling penting lagi, kebanyakan zat yang dilarang itu adalah skin care dari dokter. Kalau skin care biasa yang dijual bebas biasanya aman. Ya masa, 9 bulan nggak cuci muka pake sabun muka, sih? Jorok dan kusam dong mukanya. Sama halnya dengan pake make up. Make up biasanya aman banget buat ibu hamil. Jadi puas-puasin deh dandan (ehm, saya pas hamil ngidamnya lisptik terus tuh. Hihihi). Pokoknya, intinya cek dulu kebenarannya. Cari artikel yang ada penelitiannya, bukan cuma yang nggak jelas sumbernya dari mana.

Kemarin saya ketemu saudara saya yang lagi hamil. Maklum hamil pertama dan nunggunya juga sekitar 3 tahunan. Wajarlah pasti berhati-hati banget, yang menjurus parnoan. Takut banget pake krim stretchmark karena katanya berbahaya (well, buanyak banget produk krim stretchmark yang bahannya aman buat ibu hamil), nggak dandan sama sekali karena takut nggak bagus kandungan di make up, dan segala ketakutan lainnya. Oh, sama nanya ke saya perlu nggak bawa peniti. Perlu, kalau bajunya ada yang robek.πŸ˜„

Emang sih mitos-mitos itu sulit dilawan karena kan udah ada sejak lama. Itu juga yang bikin saya dan Mama sering cek cok. Mama percayaan banget sama mitos versus saya yang maunya logis, ilmiah, dan realistis. Ngeyelan lah saya. Apalagi pas dibilang saya nggak boleh dekat sama anjing karena lagi hamil. Duileh, saya sampai marah waktu itu. Pertama, anjing bukan lah penyebab virus toksoplasma. Dua, tugas membersihkan Β kotoran anjing bukan saya, tapi suami jadi resiko penularan virus makin kecil. Tiga, udah tanya dokter langsung apakah berbahaya memelihara anjing. Dijawab nggak bahaya asal anjing udah divaksin dan bersih. Empat, orang bule banyak yang pelihara anjing dan baik-baik aja, deh. Lima, jauh sebelum hamil saya udah cek lab dan bebas virus-virus itu. Jadi selama hamil ya saya biasa-biasa aja sama Mika. Tetap peluk-pelukin, tetap main-main sayang-sayangan. Hasilnya, baik-baik aja, tuh. Coba kalau yang langsung telan mentah-mentah. Mungkin anjingnya udah dikasih orang. Oh ya, pelihara kucing juga nggak papa, kok, asal dirawat dengan bersih. Perlu dicatat bahwa penularan tokso bukan cuma dari hewan, tapi lebih banyak dari makanan. Kenapa? Misal ada kucing yang kena tokso, pipis di tanaman seperti sayur, trus kita cucinya nggak bersih. Ya kena juga. Itu yang lebih bahaya malahan.

Jadi buat ibu-ibu hamil yang kebetulan nyasar ke blog ini, please do your research. Jangan kemakan mitos dan jangan jadi parnoan. Kalau bisa pas hamil malah makin kece, dong. Kan kata orang-orang ibu hamil itu glowing. Tapi kalau butek dan nggak ngurus diri ya nggak bakal glowing lah. The most important thing is enjoy your pregnancy and be happy.πŸ™‚

6 thoughts on “Jangan Kemakan Mitos

  1. akuh setujuuuuuuu, intinya enjoy aja deh.. masa krn hamil malah jadi kucel2an gak cuci muka krn takut skincare bahaya buat kehamilan, gak dandan krn takut make up juga bahaya.. hahaha setuju lah aku lagi hamil malah mestinya jadi makin glowing dong ah hihihihiπŸ˜€

    • Aku suka gemessss yg hamil malah memposisikan dirinya kayak org sakit, kucel, ga bisa ngapa2in krn parnoan. Padahal mah hamil kan bisa ngapain aja asal hati2. :))

  2. Setuju banget naomi.. aku juga tipikal yang modern realitis. kadang jengah juga banyak org yang kasih mitos2 yang ngasal. huhuhu..πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s