Selama Proses Perawatan

Baby K masih di ruang inkubator jadi malam ini, saya dan suami tidur tanpa dia. Sesuatu yang bagus juga karena saya masih dalam masa pemulihan. Saya masih harus ada di tempat tidur 24 jam setelah operasi.

Awalnya saya bisa tidur dengan nyenyak, tapi jam 3 dini hari saya kebangun karena luka bekas operasi mulai terasa perih. Sakitnya sih luar biasa, deh. Huhuhu. Saya juga basah karena keringetan padahal AC udah dipasang 16 derajat. Sementara suami saya udah menggigil. Katanya sih pasca melahirkan emang jadi gerah banget.

Pagi-pagi jam 5, saya udah dibangunkan untuk dilap badannya oleh 2 suster, plus diganti pembalutnya. Wuih, rasanya sih perih banget waktu harus angkat kaki lah, angkat pantat lah. Nyeri bok! Jam 6, saya udah bisa minum air putih hangat dan kemudian makan regal, baru nanti boleh makan bubur. Oh ya, di saat seperti ini kentut pertama sangat berharga lho karena dokter dan suster akan nanyain terus-menerus udah kentut belum. Setelah kentut, itu perut berasa kembung dan kentut berkali-kali.

Karena nggak bisa bangun dari tempat tidur, saya dipakaikan kateter, jadi pipis langsung nggak berasa. Saya malah kira saya nggak pipis seharian.

Nah, ini bagian paling menyakitkannya. Sekitar jam 7 malam, 24 jam setelah operasi, suster melatih saya untuk belajar duduk, kemudian jalan. Katanya kalau sering jalan, lukanya akan cepat sembuh. Percayalah, duduk dan berdiri nggak pernah sesakit ini. Sakit banget! Belum lagi pas dilepas kateter dan saya harus berlatih pipis sendiri, NYERI minta ampun! Kata suster hal ini akan berlangsung sehari, kemudian berangsur-angsur nggak perih. Huhuhu, menderita!

Sekitar tengah malam saya bangunin suami mau pipis aja sampai mau nangis karena gerak dikit sakit banget. Pas pipis pun suami sampai harus masuk ke WC untuk bukain celana dalam saya karena saya nggak bisa sama sekali. Tapi harus dipaksain bergerak biar cepat sembuh, kan.

Baby K baru dibawa siang hari keesokan harinya. Dia dinyatakan sehat dan bisa langsung minum ASI dari ibunya. Hore! Pas ditanya ASI-nya udah keluar atau belum, ya saya mana tahu-lah ya. Suster membantu memencet puting saya dan ajaib lho, keluar ASI-nya. Puji Tuhan! Baby K langsung bisa disusuin.

Hari-hari selanjutnya di RS, masih disertai rasa sakit, tapi harus bergerak dan latihan jalan terus, sambil belajar nyusuin. Tamu yang datang silih berganti juga membuat saya kurang bisa istirahat. Hiks! Ya kan bok, saya lightsleeper banget. Walau disuruh tidur aja, teteeep aja kalau banyak orang ngobrol ya gimana.

Akhirnya di hari ke-3, saya merengek ke dokter supaya boleh pulang karena saya nggak bisa tidur. Toh, infus saya udah dilepas jadi sebenarnya tinggal obat minum aja. Melihat saya yang keukeuh, dokter memperbolehkan saya pulang di hari ke-4. Hore! Bahkan, baby K udah boleh pulang di hari ke-3. Lebih cepat dari saya. Cakep!

Dengan pulangnya saya dari rumah sakit, dimulailah hari-hari begadang (dan nggak punya waktu sama sekali, bahkan untuk liat HP).

7 thoughts on “Selama Proses Perawatan

  1. Selamat kakak dan abang Kaleb…

    Lengkap sudah yah ka kebahagian kk..Btw aku bolak balik loh ngecek blog kk…Dan akhrnyaaaa Baby K nongol lahir jugaaa…Semoga kk cepat pulih yah dan baby k sehat2..

    GBU

  2. Slamat ya kak,skrg dah punya kaleb…
    tp baru tau jg ternyata melahirkan dengan cecar sakit jg….aku kira sakitnya cuman pas yg normalnya ….

    • Pas dikeluarinnya sih ga sakit, tapi pas disuntik2 sebelumnya dan efek sesudahnya sih dahsyat sakitnya. Hihihi. Jadi normal atau caesar sama2 sakit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s