Balada Zat Besi

Minggu lalu setelah senam hamil, saya cek lab darah rutin. Dokter minta hasilnya di hari Kamis. Setiap disuruh cek lab, selalu deh deg-degan. Kayak mau terima rapot aja, takut hasilnya penuh angka merah. Terakhir cek lab di trimester pertama hasilnya baik-baik aja, sih. Saya cuma takut aja gula darah naik karena akhir-akhir ini saya suka makan manis.

Hari Kamis, saya ketemu dokter. Dia udah menerima hasil lab saya. Baru aja saya duduk, dia langsung berkata dengan serius bahwa Hb saya cukup rendah; nilainya 8 dengan normalnya 12. Dokter curiga Hb yang rendah ini disebabkan zat besi yang rendah. Dengan Hb yang rendah, darah saya bisa jadi encer dan sulit untuk dihentikan nantinya. Sementara proses persalinan pasti akan berdarah, mau normal atau caesar. Takutnya saya pendarahan, susah distop, dan harus transfusi darah. Sampai sini, saya shock. OMG! Mungkin mata saya udah melotot macam di sinetron dan kamera zoom in dan zoom out mengarah ke muka saya. Jadi saya diminta untuk cek zat besi. Kalau memang rendah, saya harus transfusi zat besi supaya siap menghadapi persalinan karena udah nggak mungkin lagi kekejar dengan makanan. Oh, oke. Ngikut aja sih apa kata dokter.

Itu rasanya horor banget. Seumur-umur jarang bermasalah sama kesehatan, bahkan selama hamil ngerasanya sehat banget. Sampe 37 minggu masih gagah berani naik bis ke kantor, naik turun tangga, jalan-jalan ke mall berjam-jam, nggak pernah flu sedikit pun. Pokoknya berasa super sehat. Tapi hasil lab berkata lain. Karena dasarnya gampang panik, saya malah sibuk googling tentang zat besi dan Hb, hasilnya makin panik. Malah malamnya sampe mimpi buruk. Zzz!

Hari Sabtu, saya kontrol ke dokter lagi sekalian ambil hasil lab. Pas buka hasil lab-nya: zat besi saya 2 dengan angka normal 11. JENG JENG JENG!! Rendah banget. Shock tahap 2. Ini kenapa sama badan saya?

Begitu masuk ke ruang dokter, dokter pun terkejut dengan hasil yang rendah. Dia nanya, apakah selama ini saya merasa pusing, lemas, gampang capek? Yah, pusing sih tapi biasa aja. Bukan yang tiap saat pusing. Lalu dokter nanya, “Sering merasa lemot nggak?”. Gue, “Errr… iya, dok”. Dokter, “Nah, itu salah satu tandanya karena oksigen nggak masuk ke otak jadi lemot”. BHAY, malu amat dibilang lemot!

Zat besi yang jadi rendah itu biasanya emang dialami ibu hamil di trimester terakhir, makanya selama ini dokter kasih saya vitamin penambah zat besi tiap hari, tapi kurang mempang buat saya. Kemungkinan besar karena bayinya rakus banget jadi semua zat besi diambil si baby. Oh, dari dalam kandungan aja si baby udah bakat jadi Iron Man. Nanti kamu gantiin Robert Downey Jr ya, Nak. X)

Akhirnya saya diminta untuk transfusi zat besi 2 ampul saat itu juga. Nggak harus nginep sih, tapi prosesnya selama 5 jam dan habis itu masih harus CTG. Sementara saat itu udah mulai malam. Jadi kemungkinan kelar semua dilakukan jam 12 atau jam 1 malam. Busyet! Dokter menganjurkan untuk nginep aja biar nggak kemalaman. Tapi saya nggak mau soalnya takut. Hihihi. Oh, kemudian dokter pesan supaya jangan kecapekan dulu. Yang kemudian saya jawab, “Tapi besok saya banyak acara, dok. Ke ulang tahun keponakan dan ke mall”. Pasien suka ngeyel emang begini bikin dokternya pusing. Hahaha! Lalu yang paling utama yang saya tanyakan adalah, “Selama ditransfusi, saya bisa makan nggak sih, dok? Saya laperan.” Bwahahaha, ini penting banget.

Saya diminta mengisi informed consent, lalu di bawah ke ruang observasi. Disuruh ganti baju pake semacam baju kimono dari rumah sakit dan tiduran. Sebelum mulai prosesnya, udah telepon orang tua dan mertua buat ngabarin, yang disambut dengan kehebohan takut kenapa-kenapa. Yang mana saya malah sibuk minta dibawain cemilan. Hihihi. Mertua minta saya untuk nginep aja di rumah sakit daripada harus subuh pulang. Mendingan istirahat di RS dan dapat perhatian penuh.

Terakhir dirawat di RS adalah pas kelas 5 SD pas typhus. Nah, berpuluh tahun nggak pernah dirawat di RS, sekarang harus diinfus 2 ampul ya panik juga. Soalnya seingat saya diinfus rasanya nggak enak. Benar aja, pas dimasukin jarum ke tangan, jadi susah gerak sambil merasa sedikit nggak enak. Mana alat yang canggih banget bikin saya susah pipis ke toilet karena tiap ke toilet, alatnya berhenti saking sensitifnya dan ngeluarin bunyi alarm kencang banget. Zzz. Jadi males pipis.

Yang warnanya kayak darah itu zat besi. Prosesnya 5 jam karena harus 2 ampul

Yang warnanya kayak darah itu zat besi. Prosesnya 5 jam karena harus 2 ampul

Dini hari dicek CTG

Dini hari dicek CTG

Jadi gimana rasanya nginep di RS? Menderita, kakaaak! Saya tipe orang yang susah tidur di tempat lain kecuali di rumah. Di hotel yang bagus aja saya susah tidur, apalagi di rumah sakit. Kebayang deh, saya pasti nggak tidur. Apalagi suster bolak-balik ngecek infus, ngecek jantung baby, dan cek-cek lainnya. Makin nggak bisa istirahat, deh. Karena tangan kiri diinfus dengan selang yang nggak terlalu panjang, jadi tidur pun cuma bisa miring ke satu arah, ke kiri doang. Kebayang deh, sepanjang malam badan saya kaku dan pegel. Sementara suami yang nungguin pun nggak dapat posisi yang enak buat tidur jadi dia nggak bisa tidur nyenyak pula. Jadilah, jam 5 pagi kita malah kebangun dan makan ayam McD yang dibawain mertua. Hahaha!

Puji Tuhan, selain zat besi yang kurang (dan harus dicek lagi hari Kamis ke lab, dan kalau kurang transfusi lagi), hasil CTG masih baik: jantung dan pergerakan baby oke, belum ada kontraksi.

Karena khawatir dengan keadaan saya dan udah hamil tua banget, saya pun diminta cuti oleh Mama dan mertua. Sekarang pun udah ngungsi ke rumah Mama untuk perbaikan gizi dan kalau ada apa-apa lebih gampang monitornya. Doakan semua baik-baik saja, ya. Semoga dalam seminggu-dua minggu ini si baby udah lahir dengan sehat dan selamat.๐Ÿ™‚

2 thoughts on “Balada Zat Besi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s