Pregnancy: 34 Weeks

Bulan lalu kontrol ke dokter butuh ngantri 3,5 jam saking ramenya. Berbekal pengalaman itu, akhirnya bulan ini saya kontrol di hari biasa aja sama si Mama. Suami diistirahatkan dulu. Hihihi. Pegel mak nunggu lama gitu.

Bulan lalu minta ampun ramenya, pas kemarin kontrol saking sepinya nggak ada pasien sama sekali. Bedanya 180 derajat banget *tiduran di ruang tunggu*. Nggak butuh nunggu lama untuk ketemu dokter *ya iyalah*. Eh, sebelumnya ditimbang dulu, dong. Pas nimbang, lho kok cuma naik 1 kg aja? Masalahnya setelah bulan lalu kesenangan bisa kontrol makanan sehingga cuma naik 2 kg, bulan ini semua lepas kendali karena lapar tiap 2 jam. Laparnya beneran sampe perut bunyi. Bahkan sehari sebelumnya saya baru makan daging 0,5 kg sendirian, pie susu satu pak sendirian, coklat superman 1 pak sendirian. Pokoknya makan gila, deh! Eh, ternyata naiknya cuma 1 kg. HOREEE!

Nah, tapi kan khawatir juga ya kalau saya cuma naik 1 kg, apa kabar si baby? Jangan-jangan dia kekurusan lagi. Huhuhu! Eh, pas dicek sama dokter, si baby naik 900 gram! Jadi dia hanya menyisakan 100 gram buat emaknya. Anak pintar, semua nutrisi emaknya diambil dia *uwel-uwel*.

Keadaan si baby puji Tuhan baik. Dia sudah di posisi kepala di bawah dan di jalan lahir (oleh karena itu bagian vagina saya udah sakit dan ngilu banget), nggak ada lilitan tali pusat, aktif, dan heboh sendiri. :’) Mamanya makin susah tidur, kebangun tiap malam, pipis makin sering, dan ngantuk terus karena kurang tidur. Catatan dari dokter adalah saya kurang minum (masya ampun, padahal minum saya buanyak banget sampe capek ke WC), tapi disuruh tambahin jadi 3 liter per hari supaya ketubannya cukup (walaupun yang sekarang nggak kekurangan juga, sih. Cuma perlu lebih banyak aja). Oh ya, akibat posisi bayi udah di bawah, saya kan ngilu banget. Kalau tidur mau balik badan aja, rasanya selalu meringis, “Aduh duh.. sakit. Aduh, tolongin, dong”. Tiap ganti posisi atau bangun dari tempat tidur selalu begitu. Kalau bangun dari duduk pun saya otomatis langsung pegang bawah perut karena sakit banget, mak! Nggak papa deh ya, asal si baby posisinya normal biar nanti bisa lahir normal juga.

Selain rasa ngilu, rasa-rasanya saya masih cukup kuat untuk jalan lama dan energi masih bagus. Yah pegel-pegel punggung mah wajarlah, ya. Nggak sampe mengganggu yang gimana. Sejauh ini saya merasa bersyukur diberi kehamilan yang relatif lancar dan sehat sehingga bisa beraktivitas sepenuhnya. :’)

Bulan ini, sudah mulai ketemu baby 2 minggu sekali. Dua minggu lagi giliran ketemu baby sama bapaknya, ya. Sehat-sehat terus anak manis!πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s