Balada Baby Box

Setelah balada pencarian stroller yang membuat galau, barang besar selanjutnya yang akan dibeli adalah baby box. Seperti biasa, bingung dulu antara baby box atau baby crib seperti yang pernah diceritakan sebelumnya. Kalau soal kece tentunya baby crib berkayu putih idamanku. Tapi, harganya relatif lebih mahal, lebih besar sehingga makan tempat, dan susah mau dipindahinnya. Tanya ke mertua dan mama, jawabannya sama: paling nanti bayinya jarang tidur di box, lebih banyak di tempat tidur. Duh, eike jadi dilema. Kalau menurut pengalaman mereka begitu kan jadi agak sia-sia, ya.

Berbekal kemungkinan bayi nggak ditidurin di tempat tidurnya, tapi saya tetap berharap bayi bisa tidur di tempat tidurnya sendiri, terutama kalau siang hari, jadi diputuskanlah pake baby box yang jaring-jaring itu.Pertama, lebih fleksibel bisa dilipat dan diberdiriin lagi, kedua karena bentuknya jaring jadi nggak takut kepentok (walaupun di tempat tidur kayu ada bumper, tapi tetap aja takut bayinya udah banyak gerak trus kejedot kayu), ketiga suatu hari nanti kalau udah lebih besar matrasnya bisa diturunin dan dijadiin tempat mainnya dia.

Pemilihan baby box sih nggak sedrama stroller. Dari awal karena tahu bayi bisa aja nggak tidur di situ, budget nggak boleh mahal. Beli yang mahal kalau nggak kepake kan sakit hati, ya *nunjuk dompet*. Ukurannya nggak boleh terlalu kecil karena nanti kan ada bantal dan bantal guling juga ditaruh di sana. Kalau kekecilan, belum apa-apa udah sumpek sama perlengkapan tidurnya dia. Kaciyaaan! Oh, sama modelnya nggak boleh terlalu ribet. Harus ringkes, warna netral, nggak banyak gambar heboh. Ibunya pusing liatnya, kakak!

Mulailah cari di internet dulu berbagai model baby box. Pilihan jatuh ke baby box merk Does. Ini salah satu merk yang nggak mahal, warna kalem, spesifikasinya banyak, dan ukurannya lebih besar dari kebanyakan box-nya Cocolatte. Panduan belanja baby box yang paling sering saya lihat di yukibabyshop.com. Modelnya banyak dan ditulis spesifikasinya dengan lengkap, plus harganya paling murah. Tapi kan sebagai cewek rempong nggak puas kalau cuma lihat online, soalnya nggak bisa ngebayangin.

Eh, baru sadar ternyata adik ipar baby box-nya merk Does juga. Dulu udah pernah lihat. Cukup oke, sih. Trus suatu hari saya ke Carrefour dan lihat ada Does yang lagi dipajang. Dipegang-pegang dan dipandangi, kayaknya cukup bagus dan sesuai, tapi waktu itu di Carrefour bukan dipajang model yang diinginkan.

Nah, karena punya waktunya weekend kemarin, kita pun ke ITC Kuningan ke toko Fany Baby Shop yang jual baby box juga. Baby box-nya di situ nggak dipajang, tapi kalau mau lihat modelnya lihat dari tab-nya si koko. Sebagai anak yang nggak visual, saya jadi nggak bisa ngebayangin, deh. Jadi saya cuma bisa nanya-nanyain spesifikasinya dan ukurannya aja. Lalu kemudian bujuk-bujuk mas-nya supaya boleh lihat aslinya gimana dengan bukain kotaknya. Untungnya akhirnya masnya setuju.

Jadi syarat saya waktu itu cuma ukurannya harus 120×70. Mas-nya bilang yang ukuran segitu berarti yang tipe BravadaX, harganya Rp 950.000,-, tapi tipe ini nggak ada musiknya dan nggak ada tempat tisu-nya. Yang tipe di bawahnya ini *lupa tipe apa* harganya Rp 850.000,-, udah ada musik dan ada tempat tisu, tapi ukurannya lebih kecil. Yah yah yaaah…bingung, deh.

Akhirnya suami yang memutuskan, ambil yang lebih besar karena kasian kalau tempatnya kecil. Oh baiklah. Udah yakin beli yang besar, eh pas dibuka kotaknya motifnya nggak suka. Masalahnya, motifnya terlalu girly. Sedangkan yang kita mau, motif satunya lagi yang lebih netral. Tapi si mas nggak bisa mastiin motifnya. Kalaupun pesan, dia tetap nggak bisa mastiin. Aneh ya, bok! Ya udah akhirnya nggak jadi beli, deh. Nggak rela kalau box-nya terlalu girly. Hahaha.

Lalu kita muterin Ambas lagi untuk nyari tipe yang sama. Nihil. Iseng-iseng nanya juga merk yang lain, eh harganya lebih mahal daripada Fany Baby Shop, lho. Lebih mahalnya bisa sampai Rp 20.000-an. Lumayan buat beli 2 milk tea itu. Hahaha. Jadi, kalau mau beli udahlah ya ke Fany Baby Shop aja.

Si suami lalu ingetin kalau di Carrefour kemarin kan kita lihat Does. Beli di situ aja. Pas ke Carrefour, ternyata yang ada Does ukuran lebih kecil dengan harga yang lebih mahal jauh. Wuih, sebagai emak irit tentu saja saya nggak mau-lah. Inget ya ibuk-ibuk, barang-barang bayi di Carrefour relatif lebih mahal dibandingkan di online shop atau Ambas.

Kemudian saya inget dari kemarin kan browsingnya di Yuki Baby Shop. Kenapa nggak beli di situ aja, sih? Selain itu dia juga punya toko offline yang nggak terlalu jauh dari rumah. Akhirnya buka lagi web-nya dia dan JENG JENG JENG….harga si BravadaX yang tadi di Fany Baby Shop, di Yuki Baby Shop lebih murah Rp 925.000. Iya sih lebih murah Rp 25.000, tapi kan teteeeep namanya lebih murah. Hihihi. Eh, tapi bukan tipe itu sih yang mau saya beli. Setelah diubek-ubek lagi, ternyata di Yuki Baby Shop ada tipe Does yang ukuran 120×70 seperti BravadaX, tapi dengan harga yang lebih murah. Spesifikasinya sama persis. Harganya Rp 810.000, tipe EasyfoldXL. Kenapa lebih murah? Perkiraan mbaknya karena udah model lama, yang BravadaX model baru. Beda di motif aja. Zzzz! Karena menurut saya, tipe EasyfoldXL ini motifnya malah lebih kalem daripada si BravadaX itu. Emang ya, ada untungnya juga si Fany Baby Fox nggak punya stock yang saya mau, rejekinya emang yang lebih murah dan motifnya yang saya mau. Hihihi.

Karena hari Minggu itu, saya ada acara keluarga dan Jakarta diguyur hujan terus, jadi saya pikir udahlah beli online aja. Teman saya pernah beli langsung ke tokonya jadi bisa dipercaya, dan saya juga udah lihat aslinya baby box ini jadi nggak ragu lagi. Plus, nggak perlu ke daerah Tangerang sana yang walaupun nggak jauh dari rumah, tapi ya nggak dekat-dekat bangetlah. Kalau kata suami, ongkos bensin ke sana, ngemil-ngemil karena lapar, dan bayar parkir juga jadi sama aja dengan biaya kurirnya yang nggak mahal (toko lain dihitung per kg, untungnya di Yuki Baby Shop mereka punya kurir sendiri jadi ongkosnya nggak per kilo, murah).

Setelah order dengan Mbak Yuki yang ramah dan mau menjawab semua pertanyaan bawel saya (yes, saya bawel banget sampai untuk memastikan bahwa barangnya benar, saya kirimin foto berkali-kali, lho). Warna abu-abu yang saya pengenin lagi kosong, sih. Tapi ada satu warna coklat yang cukup netral yang ready stock. Ya udah lah ya, bungkus aja daripada nunggu kapan nggak jelas. Oh ya, sekalian beli matras di situ juga. Sebenarnya lebih murah beli matras di Fany Baby Shop, tapi harus pesan seminggu, plus beda harganya nggak jauh-jauh banget. Kalau kata suami, nggak worth it ngabisin tenaga dan waktu ke Ambas kalau bedanya cuma dikit. Ini udah tinggal ongkang-ongkang kaki di rumah udah sampe barangnya. Oke, bos!

Oh ya ini spesifikasi Does yang EasyfoldXL:

  • All around safe environment for your small one
  • Maximum air circulation & safe
  • Music box and vibrate –> canggih ya? Walaupun buat saya ada atau nggak ada, nggak terlalu penting, sih. Kalau nggak ada musik, tinggal emaknya aja yang nyanyi. *kayak suaranya bagus*
  • Free movable toys –> supaya si baby nggak bosen kali ya
  • 4pcs arm holder
  • Rocking –> bisa digoyang-goyang gitu maksudnya?
  • Adjustable heights beds ( 2 position ) –> penting nih. Kalau udah besar dan belajar berdiri posisinya bisa diturunin jadi si baby bisa berdiri.
  • Mosquito net with holder –> secara nyamuk Jakarta ganas.
  • Ultra compact for storage / movable –> penting banget bisa gampang dipindah-pindahin. Kalau ada tamu pengen lihat, box-nya bisa dipindahin, daripada masuk kamar kan males.
  • Size : 120x70cm –> Paling penting! Ukurannya besar.

Beres, deh! Nggak pake banyak drama, kan? Hihihi. Tinggal beli seprei dan siap ditidurin deh sama si baby.πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s