Tujuh Bulanan

Minggu lalu kami akhirnya melakukan acara nujuh bulanan alias pemberian ulos mula gabe kalau di Batak. Acaranya sebenarnya simple aja, kebaktian dan diberikan ulos oleh pihak hula-hula alias pihak perempuan (pihak keluarga saya), kemudian saya dan suami disuapi 3 kali ikan arsik, nasi, dan air putih.

Tapi apakah bisa sesederhana itu? Ya tentu tidak. Mempersiapkannya aja udah rempong banget. Acara diadakan hari Minggu. Sabtunya saya masuk kerja dan minta ijin sampai jam 12 saja karena harus beresin rumah dan atur ini itu, kan? Sementara suami malah bablas minta cuti. Nggak mungkinlah kita yang berdua ini masuk kerja, sementara rumah nggak beres. Sementara acaranya akan dilakukan pagi hari sebelum matahari tinggi jam 12 siang. Begitu sih aturannya.

Paginya suami mengantarkan saya workshop di Lotte Avenue Shopping Mall. Pulang dari workshop kami ke gereja untuk minjem kursi karena sofa dan kursi di rumah nggak cukup. Mertua mempersiapkan makan untuk 100 orang. Gilaaa, banyak banget, kan?

Dari gereja, langsung beres-beres di rumah dan mengatur tempat duduk karena aturannya pihak laki-laki dan pihak perempuan harus berhadap-hadapan. Pas disusun kursinya, baru sadar kayaknya kurang, deh. Akhirnya suami harus ke rumah orang tuanya untuk minjem kursi dan kipas. Di rumah ada 2 kipas tapi rasanya nggak cukup.

Baru selesai beres-beres jam 9 malam langsung tepar! Karena takut bangun telat, saya malah nggak nyenyak tidurnya.

Jam 6.30 pagi saya ke salon untuk make up dan hair do sama Mama. Suami nungguin aja. Sampai rumah sih cepat jam 9, tapi suami masih harus beli ini itu yang belum lengkap. Akhirnya jam 10 kurang beberapa tamu datang, suami masih mandi. Zzzz!

Untungnya ketika acara dimulai semua berjalan lancar. Tamu-tamu yang diundang datang dan mendoakan kami. Selain itu tentu saja mereka memberi wejangan satu per satu alias mandok hata.

Yang paling disyukuri adalah…. cuaca cerah. Sempat sih hujan sebentar tapi cuma 5 menit. Takut banget hujan karena catering ditaruh di depan rumah, sementara kalau hujan terasnya tampias. Duh, bisa-bisa orang kebasahan, deh. Tapi untungnya hujan cuma sebentar banget dan itu pun nggak deras. Hore banget, deh! Selain itu, kursinya cukup, semua orang bisa duduk, walaupun rumah kelihatan super penuh karena kebanyakan orang yang datang. Hahaha.

Senangnya semua berjalan lancar. Semoga kehamilan dan persalinannya juga lancar, ya. Dua bulan lagi! *deg-deg-deg*

Diberi ulos mula gabe sebagai lambang awal dari sebuah kehidupan yang baru.

Diberi ulos mula gabe sebagai lambang awal dari sebuah kehidupan yang baru.

2 thoughts on “Tujuh Bulanan

  1. sehat-sehat terus ya Mi, amazing banget liatnya sekarang dan asli ikutan seneng.
    jadi inget pertama kali nyasar ke sini karena nge-gugling kebaya ehh jadi keterusan ngikutin semua ceritanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s