Saatnya Belanja!

Sebenarnya tujuh bulan alias 28 minggu jatuh di awal Januari. Udah boleh belanja, dong. Si emak udah heboh nanya kapan beli popok dan baju bayi. Lah, malah dese yang nggak sabar. Jangan-jangan sebenarnya selama ini mama udah ngebet pengen belanja. Masalahnya, habis liburan tahun baru itu kerjaan menampar bak badai di siang bolong. Banyaaaak banget sampai saya harus sering lembur. Boro-boro deh mikirin mau belanja keperluan bayi. Ditambah bulan-bulan sebelumnya udah terlalu nafsu liatin online shop dan daftar belanjaan sampai akhirnya bosen karena belum boleh beli juga. Berakhir sekarang malas. Hihihi. Alasan lainnya adalah mau beli barang-barangnya setelah acara nujuh bulanan aja, biar kelihatannya sah gitu *apaan sih, Mi!*.

Berhubung acara nujuh bulanan dilakukan di pertengahan Januari, jadi rencananya mau beli awal Februari aja. Mepet abis ya, Mak! Nggak papa, santai aja (padahal serem mau ngeluarin uang banyak buat perlengkapan bayi. Takut shock, bok! XD).

Sehari setelah acara nujuh bulanan, saya dan suami cuti. Nggak sanggup raga ini masuk kantor setelah dua hari heboh ngadain acara (hari pertama, beres-beres rumah seharian dan ke sana ke mari melengkapi keperluan acara; hari kedua, acara nujuh bulanan seharian *namanya pun Batak ya, kalau nggak seharian ngumpulnya kayaknya kurang afdol*). Bangun siang dengan nikmatnya karena hujan. Lalu males keramas padahal rambut udah kayak hantu karena penuh hair spray bekas kemarin nggak langsung dicuci. Langsung ajak suami buat creambath. Alasan utama sebenarnya pengen keramas aja, tapi bolehlah sekalian creambath (sejak hamil, pijit-memijit waktu creambath kurang bermanfaat karena habis dipijat, toh besok-besoknya tetap pegel, sakit pinggang, sakit punggung. Udahlah ya, suami to the rescue!). Nah, pas lagi dicreambath itu tiba-tiba kepikiran untuk….haloooo, yuk mumpung suami lagi cuti, ini weekedays jadi ITC nggak penuh, maka marilah membeli perlengkapan bayi. Langsung nanya suami, dia setuju aja, plus kabarin si Mama pun dia oke. Yuk, cus! Oh ya, ini mau beli perlengkapan bayi yang ikut segrambreng, lho: saya, suami, Mama, dan Bapa.

Sampai ITC, Bapa dan suami melipir ke tempat makan (heyalaaah, tujuannya beda ternyata); saya dan Mama langsung meluncur ke Fany Baby Shop. Nggak pake lihat sana-sini karena toh semua orang pada beli di sana, disinyalir lebih murah. Saya juga nggak bawa daftar belanjaan karena di toko udah disediakan, tinggal tanya Mama aja butuh berapa banyak.

TERNYATA BANYAK YA BARANG BAYI ITU! *shock*

Bedong lah, baju lengan panjang, popok, bla bla bla bla… *pingsan*. Mama sih yang kasih tahu butuh berapa banyaknya biar nggak berlebihan, toh bayi itu cepat besar jadi nanti pasti beli lagi *WEW, jadi nanti belanja lagi!*. Banyak juga barang-barang ajaib yang nggak kepikiran seperti penyedot ingus (oh, jadi kita yang nyedot ingusnya, toh), sikat botol yang berbagai macam bentuknya dan kegunaannya sampai kayaknya kecanggihan, botol yang beda-beda bentuknya dan dotnya, sisir bayi (nggak kepikiran bayi harus sisiran, soalnya rambutnya kan segitu aja, plus dikirain pake sisir emaknya aja bisa. Hahaha), detergen dan sabun cuci yang khusus bayi (ini harus dibeli tiap bulan, ya *lirik dompet*), segala macam perlengkapan mandi yang banyaknya minta ampun (lotion lah, cream lah. Hey, emaknya aja nggak punya lotion sebanyak itu), dan segudang benda-benda kecil lainnya yang lucu kalau dilihat, tapi miris kalau pas ngebayar. Hahaha! *ambil dompet bapaknya*. Itu aja yang dibeli bener-bener yang basic. Segala macam jumper atau baju lucu buat jalan-jalan nggak dibeli. Beneran baju untuk kehidupan dasarnya dia aja.

Yang saya beli:

  1. 1 perlak polos
  2. 1 kapas 1/2
  3. 1 dus botol ASIP BKA – isi 8 botol
  4. 1 tissue pure hand and mouth — ini lagi promo jadi beli 1 dapat 3 *horee*
  5. 1 alas ompol LQ — isi 3
  6. 3 celana tutup kaki
  7. 3 stel baju panjang motif Libby
  8. 3 stel baju pendek Miyo
  9. 3 stel kutung polos
  10. 3 pak popok Libby
  11. 2 pak popok LQ
  12. 3 singlet
  13. 2 handuk jepang
  14. 1 selimut topi carter
  15. 1 sapu tangan — isi kurang lebih ada 10
  16. 2 washlap Libby
  17. 6 gurita perekat
  18. 3 bedong Libby
  19. 3 bedong katun
  20. 1 termometer digital
  21. 1 kain kassa
  22. 1 soothing Pure
  23. 1 diaper cream Pure
  24. 1 botol Pigeon –> ini masih perlu nambah lagi
  25. 1 wash 2 in 1 (sabun dan shampo) Pure
  26. 1 minyak telon plus anti nyamuk
  27. 1 minyak telon Ny Menir
  28. 1 gunting kuku bayi
  29. 1 sikat lidah Pure
  30. 1 nursing cover (ah, senangnya menemukan nursing cover yang motifnya nggak kekanak-kanakan)
  31. 1 sikat botol Avent
  32. 1 korset
  33. 1 pembalut melahirkan
  34. 1 precious bebe untuk detergen
  35. 2 BH menyusui (ternyata ukuran BH saya membesar dari no 32 atau 34 *lupa* ke……..38!)
  36. 2 jumper Miyo (buat pas keluar dari RS)
  37. 1 liquid Pure untuk cuci perlengkapan botol — beli satu gratis dua
  38. 1 pak kaus kaki petit — isi 6

Total kerusakan hari itu sekitar 2,2 juta! *elus-elus dompet yang menipis*. Oh ya, ini nggak semua daftarnya saya beli, ya. Cuma yang dibutuhkan newborn aja.

Udah semua? BELUM. Yang mahal-mahal belum dibeli dan minta dihadiahin (semacam pompa ASI, sterilizer, car seat, dll). Tapi masih banyak juga yang harus dibeli. Misalnya baby box (udah lah ya nggak usah yang mahal-mahal soalnya belum tentu anaknya mau tidur di sana. Kalau nanti malah sukanya tidur bareng orang tuanya biar nggak sakit hati tempat tidurnya nggak kemahalan. Hohoho) dan bantal-bantalnya, cooler bag untuk nyimpen ASIP, botol kaca + kantong ASIP (doakan ASI-nya lancar, ya), stroller, bak mandi bayi (ini akhirnya beli di Mothercare karena lagi diskon dan jadi seharga bak mandi Puku yang tersohor itu, tapi dengan tampilan lebih kece). Udah sih yang kepikiran itu aja, mungkin nanti nambah lagi.

Tapi percayalah, sekali pecah telor beli perlengkapan bayi, hari-hari ke depannya kerjaannya adalah lihat online shop dan kemudian semangat pergi ke ITC dan baby shop bertambah tinggi. Selamat tinggal, beli baju untuk emak bapaknya! *dadah-dadah*

Perlengkapan mandi

Perlengkapan mandi

Baju-baju kicik

Baju-baju kicik

3 thoughts on “Saatnya Belanja!

  1. hahahaha….
    padahal itu masih”BASIC” ya kak, yang kalau kayak baju aku masih ngerasa “kok dikit banget ya belinya cuma segitu? gapapa tuh segitu? ” :p

    semangat belanjanya kak naomi :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s