Pregnancy: 29 Weeks

Sabtu kemarin kontrol lagi ke dokter. Si baby udah 29w+1d. Karena awal tahun sempat diselingi dengan libur tahun baru dan tampaknya para dokter liburan, jadi pas kontrol kemarin RAME-nya minta ampun. Saya dapat urutan nomor 11, sementara pas saya datang baru nomor 2. Dokter saya kan hobi banget ngobrol jadi kebayang dong pasti lama banget ngantrinya. Bener aja, saya daftar jam 15.30, baru masuk jam 18.30. Oh, pegelnya punggungku!

Tapi yang bikin happy adalah berat badan saya naiknya nggak sedrastis bulan lalu yang 3 kg. Kali ini naik 2 kg saja. Pas nimbang, si suster bilang, “Cukup naiknya”. HOREEEE! Nggak sia-sia beneran ganti nasi ke nasi merah dan ganti susu ke low fat, plus tahan diri nggak ke Pasar Santa selama sebulan. Hahaha! Rasa senangnya tuh kayak berhasil menang challenge dari Pak Dokter yang 2 bulan terakhir selalu complain dengan naik drastisnya berat badan saya. Dia juga udah wanti-wanti kalau Natal dan Tahun Baru banyak makanan manis.

Apakah saya jadi ketat banget jaga makanannya? Nggak juga, sih. Pas Natal dan Tahun Baru tetap kalap makan lontong sayur, kwetiaw goreng, ketupat, kue lapis, bolu, rendang, dan berbagai jenis makanan berkalori tinggi. Saya lebih jaga makan pas weekdays aja, sih. Soalnya weekdays lebih bisa dikontrol, sementara kalau weekend dan hari besar, yuk dadah byebye! Intinya, makanan sehat itu nggak bikin gemuk. Makanan nggak sehat itu pasti bikin gemuk, macam bakmie, pizza, minyak yang banyak, manis-manis, dsb. Semuanya enak, tapi nggak sehat sayangnya. T_T

Pas masuk ruang dokter, dokter happy dengan kenaikan berat saya yang normal (dan saya diam-diam penuh senyum kemenangan. Hahaha!). Tapi kayaknya dokternya nyadar saya senyum happy banget pas dia lihat berat badan saya dan akhirnya komentar, “Kamu berusaha jaga badan supaya nggak naik drastis, ya?”. HIHIHIHIHI, IYA DONG, DOK!

Kemudian dokter bilang, “Oke, tapi harus kita lihat ya berat badan bayinya juga nambah, nggak?”. Ih, jadi deg-deg-an.

Puji Tuhan, berat si baby tergolong di range yang normal: 1,3 kg. Nggak kebesaran dan nggak kekecilan. Horeee! Berarti apa yang saya makan dia serap dengan baik. Pertumbuhannya baik, gerak-gerak heboh mulu. Oh ya, dokter bilang, “Eh, ini mirip mamanya lho hidungnya”. Dan saya yang di trimester awal pernah mimpi buruk takut hidungnya kayak bapaknya (*sungkem dulu sama suami*) langsung berbunga-bunga. Si suami yang denger itu juga langsung bilang, “Wah, bagus dok biar dia nggak mimpi buruk lagi. Habis dia nggak suka hidung saya”. HAHAHAHA! Jangan curhat gitu dong, suami! :”>

So, we’re very happy for the result!

Setelah dipikir-pikir, saya dan suami sering banget bilang, “Si Abang baik banget, ya. Sejak awal kehamilan nggak pernah nyusahin mamanya dengan mual-mual atau sampai sakit. Papanya juga nggak pernah dipusingin dengan ngidam yang aneh-aneh dan harus diturutin. Sampai sekarang juga selalu manis. Sama sekali nggak nyusahin”. Terharu banget deh punya anak model begini. God’s been very good. :’)

Tadinya karena happy banget dengan hasil yang positif, saya udah mikirin mau makan pizza sebagai reward. Tapi kemudian, si baby lebih patut dapat reward, dong. Jadilah kami makan yang lebih sehat, di Mangia. Saya pesan nasi jeruk dori dan satu gelas wheatgrass (yang katanya setara dengan 1 kg sayur dan buah). Semoga si baby nerima semua makanan sehatnya, ya.πŸ˜€

Sehat-sehat selalu sampai Maret, Abang!πŸ™‚

4 thoughts on “Pregnancy: 29 Weeks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s