Main Rumah-Rumahan di IKEA

Semenjak tahu IKEA mau buka di Indonesia, ehm, lebih tepatnya di Alam Sutera yang nggak terlalu jauh dari rumah, saya udah semangat banget. Kalau lagi liburan ke luar biasanya IKEA jadi salah satu daftar wajib untuk dikunjungi. Saya suka banget main rumah-rumahan di sana, liat-liatin barang-barangnya yang desainnya bagus, dan terutama kok bisa sih ruangan sempit dibikin jadi luas dan bagus. Sebelum ada IKEA aja, saya hobi banget ke Ace Hardware cuma untuk lihat barang-barangnya dan akhirnya berakhir beli barang-barang yang sebenarnya nggak penting. Hahaha!

Pas IKEA buka tanggal 15 Oktober 2014 lalu, tentu saja saya pengen datang, apalagi setelah dikirimin katalognya. Tapi ya tentu saja nggak mungkin bolos cuma untuk ke IKEA. Niat amat, Mbak! Weekend juga nggak mau pergi ke sana karena kabarnya untuk masuk aja antri banget. Weleh!

Akhirnya waktu tanggal 20 Oktober 2014 kemarin, tepat ketika Jokowi-JK dilantik sebagai presiden dan wapres, saya dan suami nggak masuk kerja karena jalanan ditutup. Males muter-muter, akhirnya kita balik arah dan pergi ke IKEA. Tentunya ide saya lah itu! Hihihi. Waktu itu berangkat dari rumah jam 10 pagi dan sudah sampai di IKEA Alam Sutera jam 10.17 lewat tol. Cepat banget! Sepagi itu aja, tempat parkir sudah banyak yang terisi, tapi masih cukup banyak juga yang kosong. Suka banget sama tempat parkirnya yang nggak luas dan penerangannya bagus jadi nggak terkesan sumpek dan gelap seperti tipikal tempat parkir mall di Jakarta.

IKEA di Alam Sutera luas banget — sama kayak IKEA di luar negeri juga, sih. Saya kira datang sepagi itu, dengan jam buka yang jam 10 pagi, IKEA belum rame. Salah, sodara-sodara! Di hari Senin pagi IKEA sudah rame banget! Nggak sampe sumpek dan berdesak-desakan, sih, tapi rame! Yang datang juga bukan perempuan atau ibu-ibu aja yang biasanya suka mendekor rumah, tapi juga bapak-bapak dan cowok-cowok. Jumlahnya cukup seimbang lah.

Seperti biasa, saya suka banget main rumah-rumahan di IKEA. Nyobain kursinya, tempat tidurnya, perhatiin penempatan barangnya, bahkan nyatet warna tembok supaya bikin ruangan kelihatan luas. Udah macam main rumah-rumahan Barbie, tapi saya Barbie-nya. Hahaha! *ditimpuk*

Udah berkeliling seluas itu (beneran luas karena mau ke toilet aja jalan jauuuh banget), saya nggak beli apa-apa. Ada sih barang-barang yang ditaksir, tapi belum butuh dan nggak tahu juga taro di mana di rumah. Plus, sejak hamil keinginan belanja menurun drastis *tepok tangan*. Yang ada setelah puas keliling, saya excited ke arah restorannya. Tapi oh tapi, antriannya puanjang banget kayak antri mau konser. Duh, males banget deh mau makan aja harus antri lama bener. Akhirnya memutuskan untuk pulang karena udah lapar banget. Untungnya di lantai bawah dekat kasir ada yang jual cemilan dan antriannya nggak panjang. Minta suami untuk antri dan beli spicy bread, hotdog, dan es krim. Spicy breadnya enak banget dan beneran pedas. Hotdognya saya nggak coba karena nggak suka sosis. Es krimnya juga enak, apalagi di saat capek.

Menghabiskan waktu 2 jam di sana dan rasanya senang banget. Tentu saja bakal balik lagi, dong (tapi nggak tahu kapan). Habis itu langsung pulang ke rumah dan si bumil yang makin menggendut seperti dugong ini tepar sambil pusing dan mual (langganan kalau lagi capek). Ciaobellaaa!

Maafkan penampakan bumil yang melebar macam dugong! :))))

Maafkan penampakan bumil yang melebar macam dugong! :))))

8 thoughts on “Main Rumah-Rumahan di IKEA

    • Iyaa.. sekarang tuh rame banget. Sampe mikir ini orang pagi-pagi udah nongkrong di IKEA aja, pada bolos, yaaa! *padahal sendirinya juga begitu hahaha*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s