Si Tukang Parno

Sebagai orang yang baru pertama kali hamil, kehamilan itu membuat bingung dan mudah panik. Ada nggak sih yang ngerasa kayak saya gini? Secara akses informasi mudah banget didapat — tinggal buka google langsung semua misteri ilahi terjawab *lebay kakaaak* — jadi apa-apa cari di google. Masalahnya, saking banyaknya informasi yang didapat akhirnya malah jadi bingung. Apalagi kalau informasinya saling bertentangan dan malah bikin parno sendiri. Sampai akhirnya saya kapok buka terlalu banyak situs dan cuma berpedoman pada BabyCentre.Com dan whattoexpectwhenyoureexpecting.com. Cuma 2 itu yang akhirnya saya buka. Hati jadi adem banget. Asal sesuai dengan pedoman, nggak usah khawatir.

Tapi kan ya kadang-kadang kalau lagi bingung ya tetap aja membuka situs lainnya membabi buta. Satu hal yang saya pelajari, situs Indonesia lebih bikin saya panik daripada situs luar sana. Kalau situs luar biasanya dipaparin jelas serinci-rincinya sampe penelitiannya gimana. Kalau situs Indonesia artikelnya sering singkat-singkat dan bikin informasinya nggak jelas. Makin panik!

Saya termasuk orang yang gampang merasa bersalah. Kalau ada klien/pasien yang kayaknya progressnya nggak oke aja seringnya malah merasa apa sayanya kurang membantu? Padahal selalu ada faktor pasiennya yang nggak mau berubah. Nah, sama pas lagi hamil. Saya bisa susah tidur semalam atau nangis karena saya makan yang nggak benar buat si baby. Cuma karena saya nggak tahu dan nggak cek ke mbah google dulu! Do’oh! *jadi sebenarnya harus sering ngecek atau nggak sih ini?*

Kayak misalnya, kemarin saya makan burger. Di dalam burger ada mayonaise, dong. Ternyata berhari-hari kemudian, saya baru mendapati bahwa mayonaise itu nggak boleh untuk ibu hamil! Langsung deh muka saya bertekuk sepuluh karena sangat merasa bersalah, “KENAPAAA NGGAK GOOGLING? Kasihan baby-nya!” Hampir mau nangis! Untungnya si suami lihat saya yang merenung sendirian macam baru diputusin dan menenangkan dengan bilang nggak apa-apa kan cuma dikit mayonnaise yang dimakan. Baru kemudian setelah menyesal dan googling lagi situs berbahasa inggris, hati jadi lebih tenang. Mayonnaise boleh dimakan asal nggak mentah. Biasanya kalau homemade itu yang mentah, tapi kalau udah diproses nggak papa karena udah nggak mentah lagi (http://www.pregnancy.org/question/mayonnaise-safe-eat-during-pregnancy). Legaaa! Tapi ya habis itu saya nggak makan burger lagi walaupun pengen banget.

Kepanikan nggak berhenti sampai di situ aja. Bagaimana dengan ikan-ikanan? Secara ikan itu mengandung protein yang tinggi bagus untuk bayi, tapi kebanyakan ikan jaman sekarang udah mengandung merkuri. Dari awal sih dokter menyarankan ikan laut yang oke adalah salmon. Yang lainnya sebaiknya ikan tawar. Selain itu, no seafood mendingan. Aman! Saya nggak suka seafood.

Ya udah dengan santainya saya sering beli salmon. Tapi sejak hamil ini saya benci banget sama bau salmon. Ya tetap sih dipaksain makan walaupun eneg, tapi cepat-cepat aja deh makannya biar nggak berasa. Jadi saya cari ikan yang lain, dong. Favorit saya adalah gindara dan ikan dori. Setelah berkali-kali makan baru sadar, eh 2 ikan itu boleh nggak sih? Mulai menggalau, jangan-jangan nggak boleh. Trus saya udah bikin si baby keracunan *mewek*. Cek ricek googling lagi. Menurut situs ini, ikan salmon dan dori adalah ikan laut yang paling rendah tingkat merkurinya dan paling aman serta baik dikonsumsi ibu hamil. Semakin besar ikannya, semakin banyak mengandung merkuri, seperti ikan hiu –ya kaleee saya makan ikan hiu!

Masalah terpenting abad ini untuk ibu hamil adalah apakah MSG aman dikonsumsi? Kebanyakan sih pasti bilang nggak aman lah, ya. Tapi kalau makan di luar, kebanyakan ya pasti pake MSG. Sebisa mungkin sih kalau beli mie ayam saya bilang, jangan pake MSG. Ya tapi kalau di restoran gitu mana tau juga dia pake MSG atau nggak. Galau kan jadinya. Kemudian ngobrollah sama salah satu teman kantor yang udah punya 2 anak dan dia santai berat pas hamil. Dia bilang pas hamil anak pertama dia makan sushi mentah karena dulu kerjaannya meliput restoran baru dan harus coba makanannya. Hasilnya, aman aja tuh buat baby-nya. Mungkin karena sekali itu doang dia cobain. Pas anak kedua, dia makan seafood di pinggir jalan. Anaknya pun lahir sehat sentosa. Pas saya tanyain soal MSG, dia juga bilang nggak papa, toh banyak banget makanan ber-MSG yang nggak bisa dihindari dan tidak seberbahaya itu. Pernyataan ini di-amini oleh salah satu artikel di BabyCentre.Com ini. Ya bukan berarti habis itu makan bergelimpangan MSG, sih. Teteep dijaga supaya nggak makan, tapi kalau kemakan, ya udah lah nggak usah panik juga. Anyway, saking pengennya bakso tapi bakso favorit disinyalir (menurut pandangan suami) kuahnya langsung diceburin MSG satu bungkus besar (jadi nggak bisa minta jangan pake MSG, dong) akhirnya saya bikin bakso kuah sendiri. Banyakin aja di bumbunya biar kuahnya berasa enak kayak di abang-abang, plus no MSG, ya. Hasilnya suami bilang bakso bikinan saya mirip rasanya kayak bakso abang-abang. BANGGA! *standar abang tukang bakso jalanan adalah standar bakso enak*.

Selain itu soal susu hamil. Sebelum hamil saya udah sering baca kalau susu hamil itu nggak perlu. Yang penting gizinya semua terpenuhi. Jadi sekarang istilahnya bukan 4 sehat 5 sempurna dengan susu lagi. Sekarang susu cuma jadi tambahan. Kalaupun mau menambah gizi dengan susu akan lebih baik dengan susu UHT karena prosesnya nggak panjang dibandingkan susu bubuk yang udah panjang banget prosesnya sehingga gizinya udah kurang (ini menurut dokter kandungan bos saya dan beberapa artikel yang saya baca). Selain itu pastinya saya tanyain ke dokter kandungan saya sendiri yang nggak menyarankan susu hamil, tapi kalau mau minum susu ya nggak papa. Nah, sebagai orang yang nggak yakin gizi makanan saya terpenuhi semua, saya tetap pengen minum susu. Karena disarankan susunya UHT, saya bahagia banget. Nggak usah pas hamil, belum hamil aja saya minum UHT tiap hari. CINTA BANGET deh sama Ultra Milk plain. Kalau lagi minum saya bisa sampai bergumam, “Ya Tuhan, ini susu enak banget, sih!” berkali-kali sambil meresapi tiap tegukan! Suami aja sampe bingung lihatnya. Minum susu aja udah bahagia banget. Hahaha!

Masalahnya, orang-orang sekitar yang kadang-kadang rempong sama ketidakmauan saya minum susu hamil. Pernah saya lagi makan siang di kantor, teman saya nanya, “Minum susu hamilnya apa?”. Saya bilang nggak minum susu hamil. Dia langsung kaget dong. MASA IBU HAMIL NGGAK MINUM SUSU HAMIL?! Biasanya saya cuma bilang, dokter saya nggak nyuruh, tuh. Mereka biasanya akan diam dan kemudian, “Oh, tiap dokter beda-beda, ya”. Untungnya Mama yang dulu selalu minum susu hamil di setiap kehamilannya nggak cerewet nyuruh minum susu hamil. Asal saya minum susu dia udah tenang.

Selain soal makanan, yang bikin resah gelisah bin panik adalah kondisi tubuh. Nggak muntah aja saya paniknya minta ampun. KOK BISA? Lalu setelah itu Tuhan kasih saya minggu-minggu penuh eneg benci makanan plus kepala kayak ditusuk-tusuk. Pernah sekalinya dikasih mual teramat sangat dan saya jadi rewel banget mau nangis. Oh, pantes aja nggak dikasih muntah sama Tuhan. Sekalinya mual aja ngerepotin seluruh negara. Hahaha. Belum lagi tiap minggunya ada aja kondisi fisik yang baru, misalnya sakit pinggang (ini aja saya parno kenapa sakit pinggang), seperti mau mens (yang mana pas kontrol terakhir si dokter udah wanti-wanti, “Nanti kram perut masih akan terasa, ya” plus si BabyCentre udah bilang di minggu 14 akan mulai kram karena otot-ototnya merenggang) yang mana saya panik bin bingung bin takut. Udah diwanti-wanti aja tetap parno apalagi nggak, ya *elap ketek*.

It’s a whole new world for me. Makanya perasaannya campur aduk antara excited, bahagia, panik, dan takut juga. Kalian juga merasa begitu nggak?

PS: menemukan link ini mengenai kekhawatiran para bumil dan kenyataannya seperti. Membuat saya lebih waras jadinya. Hihihi. Glad I found the article.

17 thoughts on “Si Tukang Parno

  1. Hahahaha, kayaknya keparnoan kakak ini masih dalam batas ‘wajar’ sih menurutkuπŸ˜€
    Tapi benar kok kak, kemaren aja waktu sebelum keguguran, dokter nya bilang susu itu tambahan aja, dan gak harus susu hamil.
    Semangat kak naomiπŸ™‚

  2. Naomi dearest, wajar kalo suka panic di kehamilan pertama. Tapi dari pengalaman ku hamil dulu (11 thn lalu) aku baru sadar bahwa di jaman informasi serba cepat & mudah, kita harus lebih bijak dalam menyikapi keadaan dan menyaring informasi. Ada pepatah “too much love will kill you” … ini juga berlaku untuk informasi, semakin banyak info yg kita dapat, bukan tambah tenang, tapi tambah bingung dan panik. Sama spt yg kau lakukan, pilih satu dua sumber informasi yg menurut nalurimu paling lengkap dan tetapkan hatimu. Saranku, jangan pernah ikutan milis ibu hamil, ibu muda dsb… ini banyak membuat kita bingung dan parno. Sumber info yang paling akurat justru datang dari orangtua kita (mama & mama mertua), bagaimanapun mereka jauh lebih berpengalaman daripada ibu2 muda di milisπŸ™‚. Selama aku hamil aku cuma berpegangan pada 1 buku, 1 dokter dan mamaku, dan minta hikmat pada Bapa di Surga. Waktu aku hamil aku cukup sering makan duren yang menurut sebagian besar org, tidak boleh dimakan selama kita hamil. Tapi aku pakai hikmat dari Tuhan, aku pilih durian monthong yang tidak begitu matang karena hampir 0 kadar alkoholnya. Puji Tuhan kehamilanku aman2 saja & kelahirannya lancer.

    • Hai Mbak Retno. Makasiiih banget pencerahannya. Iyaa, kebanyakan baca malah bikin pusing dan panik. Akhirnya sekarang panduannya cuma babycentre sama whattoexpect aja. Dan beneer aku ga pernah ikut milis karena takut makin menjadi-jadi parnonya. Makasih banyak ya sarannya Mbak.πŸ™‚

  3. Hai ka naomi..Lama ga baca blog kk.. dan ternyata aku ketinggalan berita nih..Sebelumnya selamat yah kakak atas kehamilannya…Semoga kakak dan dede bayinya sehat2..aminnn….

    aku juga lagi progmil ka *baru 2 bulan nikah sih, cm ak sama suami jauh2n ka..1 1/2 bln baru ketemu* dokter kandunganku juga ga nyaranin utk minum susu progmil,katanya diluar negeri itu ga ad susu progmil *nah loh di sini malah banyak banget tuh* ak cm dkasih folic acid aj trus dsuruh banyak makan buah2an sama sayur2an ..kemarin sempat di usg gitu n puji tuhan ga ad kista dan semacamnya…

    klo boleh tau kk dokter obgyn nya yg biasa ato yg fetomaternal?klo aku dkasih saran sama teman kantorku utk langsung ke fetomaternal,^^…sekali lagi selamat yah ka…Aku setuju banget sma kk “Tuhan akan kasih semua itu pada waktu yang tepat” …

    Tuhan berkati kakakk

    • Haiii, Putri. Iya bener, paling disuruh minum folic acid aja. Eh tapi dulu aku juga bolong-bolong juga minumnya. Hihihi. Hm, dulu aku lupa deh dia obgyn biasa atau yang khusus buat program. Tapi dulu aku emang ke klinik fertilitas di Bunda sih, jadi mungkin dia juga biasa menangani yang program hamil. Dulu aku juga coba olahraga, makan sayur dan buah, tapi intinya kita harus happy dan nggak boleh stres, sih. Begitu santai aja, semua badan kita langsung lancar dan hamil, deh.

      Good luck ya program hamilnya.πŸ™‚

  4. Makasih kk, Puji TUhan ak ga pernah bolong2 minumnya,krn ak minum pas habis mandi plg kerja..Ak langsung dsaranin ke fetomaternal ka…Krn klo nnt kandungannya ada masalh langsung sm dokter itu ka, klo obgyn biasa dia ga bisa nanganin jadi harus di oper ke dokter fetomaternal nah klo udh ga ad mslh nnt dbalikin lagi ke obgyn biasa..Drpd bolak balik makanya ak lgsg ke dokter feto..

    Iya ka yg penting jgn stress dan jgn lupa bdoa,berserah kepada Tuhan….aminnnπŸ™‚ cm yg sdkit ad masalah adalah suami ku itu ngerokok kmrn seblum dia prg krj kkalimantan dia udh kena omelan ma dokternya…semoga aja dia segera sadar..hahahha..katanya sih dia skrg udh ga rokok 2 minggu paling pas nnt k jkt baru baakal ketauan pas dia bakal check sper*anya..hehehe…

    Semangat kk ^^

    • Haiii iya tuh rokok tuh nyebelin banget. Suamiku juga merokok. Bilangnya udah berhenti tapi nggak tahu yaaa. Tapi sebaiknya distop dulu sih sampai program hamilnya berhasil. Good luck ya.πŸ™‚

  5. Intinya mi, take everything in moderation. Segala sesuatu yg berlebihan atau kekurangan itu ga baik. Apalagi lagi hamil pilihan makanan sama rasa yg klop di lidah tu kayaknya terbatas banget. Asal gizinya berimbang harusnya ga masalah ya. Lancar jaya yaaa miii!!

    • Iyaaa… saking keseringannya makan sehat, aku rindu makanan kotor ber-MSG hahahaha. Masalahnya yang sehat kan masak sendiri dan rasa masakan gue yasalam hambar bener. Jadi ya sekarang nggak maksa harus makan makanan sendiri tapi di lidah rasanya amburadul bikin males makan. Makan di luar juga ayuuk. Hihihi.

      • Iyah mi dulu pas lagi morning sickness apalagi, lidah rasanya ada lapisan apanyaaaa gitu yah, makan apa juga gaenak rasanya, pusiiiinggg hahahahhaa…. Coba diganti2 menunya mi, yg penting mommy happy baby juga pasti happy! ^^

  6. Aku setuju dengan pernyataan karena kebanyakan informasi bikin kita (apalagi kondisi kamu lagi hamil) jadi makin parno. Ah tos dulu laah sesama miss parno haha.
    Saranku sih enjoy ur pregnancy (yea right kayak dulu ga tiap detik googling aja. Mau makan ini googling, mau melakukan itu googling haha -_-).. susah2 gampang emang. Tapi, apapun yang hati bilang “aman”, pasti aman kok. Makan yang memang kita yakin ga bakalan harm the baby. Tapi kalau makanan / minuman yg ga kita yakin, mending hindari (misal sashimi).
    Soal susu, aku dulu kalo minum susu hamil malah mual loh. Yang aman ya susu2 ultra gitu. Ur on the right trackπŸ™‚
    Ah jadi flashback ke jaman hamil. Kepengen lagiiiii huhuhuhu.

    Btw, salam kenal ya Naomi!

    • Haiii… Cicha. Senangnyaaa ada yang sesama Miss Parno. Hahahaha. Tapi sekarang udah janji ke diri sendiri nggak mau buka-buka internet keseringan. Dan ngobrolnya sama temen yang udah pernah hamil tapi santai aja, ngebantu banget deh itu. Yang parnoan akhirnya jadi tenang. Hihihi. Thank you ya.πŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s