Ada Waktunya

Menikah selama 2 tahun lebih di Indonesia pasti akan ditanyakan,

“KAPAN PUNYA ANAK?” #capslockjebol

Nggak perlu nunggu lama-lama, deh. Satu bulan setelah nikah juga orang udah mulai kepo nanyain. Dikarenakan pas awal-awal nikah, saya dan suami emang sengaja nunda, jadi saya masih cuek bebek kalau ditanya “udah isi?” (sederhana aja, menikah aja bikin saya butuh adaptasi besar, apalagi kalau langsung punya anak. Bahkan, di awal nikah saya pernah mimpi hamil dan saya bangun dengan ketakutan. Hihihihi, segitunya banget, ya).

Sampai pada akhirnya kira-kira hampir setahun pernikahan, kami merasa siap untuk punya anak. Masalahnya, tetap lho nggak dikaruniakan untuk hamil. Tadinya dikira hamil itu gampang. Hihihi. Di satu tahun pernikahan kami, kami cek ke lab yang paket pernikahan itu, lalu kami ke dokter kandungan juga (katanya sel telur saya kecil-kecil, bok). Dokternya sih optimis aja kasih obat hormon untuk merangsang sel telurnya supaya besar dan siap dibuahi. Hasilnya, sel telur saya membesar sesuai waktunya, tapi tetap tidak berhasil pas dibuahi. Malah karena dijadwalkan waktu berhubungannya sama dokter, ya makin stres kan akik. Berasa kayak mau ujian gitu. Pas akhirnya bulan depannya malah mens tepat pada waktunya, ya ada rasa kecewa dan drama nangis-nangis juga, sih. Tapi berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa emang belum waktunya.

Udah coba cek secara medis dan sebenarnya nggak ada masalah yang serius, saya dan suami coba untuk hidup lebih sehat, banyak makan jus buah dan sayur. Ditambah lagi sekarang coba ke pengobatan alternatif. Teman kantor saya yang udah 3 tahun belum hamil, begitu coba sinshe ini langsung hamil setelah 8 kali pengobatan sesuai paketnya. Oh baiklah, yuk mari!

Sinshe ini ada di daerah Bandengan. Terapinya adalah dengan pijit bagian yang dirasa perlu diperbaiki. Kalau untuk hamil dipijit di bagian mata kaki dan telapak kaki. Jangan kira enak kalau dipijit. SAKIT BANGET! Mau nangis ya malu, nggak nangis ya sakit banget. Yang ada gengsi mengalahkan segalanya, tahan tangisan, sok cool! Suami yang ikut dipijit juga malah mukanya sampe merah nahan sakit dan jerit. Emang deh kalau untuk tahan sakit cewek juaranya. Kalau suami mah cuma 3-4 kali pijit. Nah, kalau cewek kudu harus wajib minimal 8 kali. Ada masanya, kaki saya sampe nggak bisa diajak jalan karena saking sakitnya. Untungnya makin sering dipijit makin udah terbiasa walau ya sakitnya tetap ada. Delapan kali pijitan kelar, eh kok belum hamil juga. Sinshe-nya nambahin sampe 1 kali paket lagi. Dia YAKIN SEYAKIN-YAKINNYA saya bakal hamil. Sampe 2 paket selesai, saya nggak hamil. Ya udahlah ya, BHAY!

Habis itu istirahat dulu lah ya, program hamilnya. Capek fisik, capek mental. Ditambah lagi orang-orang sekitar pada hamil dengan gampangnya. Ada satu malam di mana saya benar-benar down dan nangis sekencang-kencangnya karena belum hamil. Sesak banget rasanya.

Di akhir Desember, saya dan suami memutuskan untuk terlalu melelahkan memikirkan soal kehamilan ini. Satu tahun berusaha nggak liburan cuma karena mikir, “Ntar kalau beli tiket tiba-tiba hamil gimana?”. Akhirnya nggak pernah jadi deh beli tiket. Kami pun mencanangkan tahun 2014 sebagai tahun jalan-jalan sepuasnya. Dimulai dari liburan ke Bali yang sungguh sangat menyenangkan. Saking menyenangkan, suami sampe bilang honeymoon dulu nggak ada apa-apanya dibandingkan liburan ini. It was a great vacation. Jalan nggak ngoyo, very good hotels, makan sepuasnya, santai-santai. Sempurna banget, deh.

Habis dari Bali, mertua udah mulai nanya lagi nggak mau coba buat program lagi. Males sih sebenarnya, tapi ya nggak enak juga. Apalagi adik ipar hamil karena pergi berobat ke salah satu sinshe di ITC Permata Hijau. Sinshe ini cukup tersohor dengan kemampuannya bikin orang hamil. Oke deh, cobain yuk.

Saya dan suami pergi ke sinshe. Sinshe cuma pegang nadi kita berdua dan langsung menjeberkan seluruh permasalahan kita. Katanya rahim saya dingin, perut suami dingin. Jangan minum es (bye-bye bubble tea kesukaan), jangan makan toge, jangan banyak makan buah-buahan. Hayo, lho! Pas bayar, biayanya Rp 4.000.000-an. SHOCK! Ke dokter aja nggak semahal itu. Mana harus cash pula kan, ya. Ya udahlah. Demi! Belum lagi setiap hari harus makan obat berbentuk pil dan godokan alias tumbuh-tumbuhan dari Cina yang direbus. Baunya minta ampun dan rasanya pahit banget. Siksa batin lah!

Satu bulan kemudian, saya mens dengan tepat waktunya. Saya dan suami cuma terkekeh aja, deh. Wes biasa! Harusnya kan saya balik lagi ke sinshe karena adik ipar aja butuh 2 kali balik baru berhasil. Bahkan katanya ada yang 3, 4, 8 kali balik. Ya mau aja sih balik, tapi saya nggak punya kepastian kapan itu berhasil. Udah mana sekali datang lebih mahal daripada ke dokter. Jadi diputuskan nggak balik lagi aja, deh. Hihihi.

Bulan berikutnya sih masih nurutin apa kata sinshe: nggak minum yang dingin dan hindari toge. Suami pun disuruh tidur cepat seperti kata sinshe. Ya tapi gimana dong, lama-lama kan bosen juga, ya. Jadi akhirnya bubar jalan aja, deh aturannya. Saya mulai ngemil bubble tea lagi (oh, nikmatnya!). Suami pun begadang mulu karena kan lagi Piala Dunia. Saya pun sibuk pesan tiket ke Malang dan nyusun itinerary.

Suatu hari di tengah malam buta habis dia nonton bola dan tim kesayangannya menang, suami ngomong ke saya, “Bulan ini Jokowi jadi presiden, Jerman menang, dan kamu hamil,” dengan wajah sumringah. Saya yang masih setengah tidur cuma angguk-angguk dan tidur lagi. Kalau sebelumnya doanya suka ngotot minta dikasih secepatnya, akhir-akhir ini doa saya udah berubah. Saya berdoa kalau emang saya sudah siap, tolong dikasih. Kalau emang harus melalui dokter atau sinshe dan membutuhkan biaya banyak, tolong kasih rejeki. Tapi kalo nggak, tolong dikasih hamil yang normal. Udah segitu aja doanya. Nggak maksa, kan?πŸ˜‰

Eh, nggak disangka semua ucapan suami terkabul: Jokowi jadi presiden, Jerman menang Piala Dunia, dan saya hamil! Saya pun tahunya hamil 2 hari setelah ulang tahun. Jadi ceritanya ini hadiah yang besaaaar banget! Lucu ya Tuhan itu kasih hadiah ulang tahun nggak tanggung-tanggung. :’)

Jadi kalau ditanya gimana caranya hamil, saya beneran nggak tahu. Yang ada di kepala saya cuma jawaban ini, “Kalau udah waktunya Tuhan ya pasti bakal dikasih”. Segala macam ucapan si sinshe yang bilang perut saya dingin (dan saya langgar aja dengan minum air dingin) dan nggak boleh tidur malam dilanggar dan ajaib banget Tuhan tetap kasih hamil. Jadi ya memang sudah maunya Tuhan.πŸ™‚

 

6 thoughts on “Ada Waktunya

  1. wahhh… akhirnyaa,, Puji Tuhan bgt,.
    ga ada yang mustahil bagi Tuhan. .
    aku seneng baca blog km..dari dulu baca blognya,tp baru kali ini jadi terharu baca blognya T_T,.
    selamat yaaa say,,
    smoga sehat-sehat dan lancar sm lahir nanti, jaga kesehatan ya…
    aku juga lg hamil udh 24week, semoga kita sehat ya sampai saat lahiran nanti..
    God bless you,,

    TirsaπŸ™‚

  2. Slamat ya kak atas kehamilannya,..
    aku doain semoga semuanya lancar,trus anaknya kakak jd anak yg berkenan dihadapan Tuhan(amin)

    aku dapat metik(buah kali dipetik)pelajaran dr pengalamannya kakak,..
    “Tuhan bisa aja langsung kasih apa yg kita minta.,
    tp Tuhan ingin kita belajar untuk bersabar dan berserah padaNya, menunggu waktuNya yg tepat . . . . “

    • Hi! Yang sabar ya. Kalau belum dikasih berarti memang disuruh pacaran dan senang-senang dulu. Enjoy your time. Akan ada waktunya.πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s