Setelah Pemilu

Hai, kita ngomongin politik lagi, yuk. Tanggal 9 Juli 2014 kemarin akhirnya kita udah melaksanakan Pemilu. I was so excited for this election. Dari seminggu sebelumnya saya udah mikirin mau pake baju apa. Penting banget ini, kakaaak. Namanya juga cewek. Hahaha. Dulu mah saya gembel banget kalau mau nyoblos, pake baju lusuh dan celana pendek. Kalau sekarang setelah bimbang semalaman mau pake baju apa, akhirnya saya pake kaos putih dan rok kuning. Kuning itu menggambarkan keceriaan. Dan Pemilu ini adalah salah satu Pemilu yang paling menyenangkan buat saya. Semangat banget, deh! Seperti menyambut masa depan yang lebih baik. Uw yeah!

Saya nyoblos di TPS nggak pake ngantri dan berlangsung dengan cepat. Saya dan suami beda TPS dan kita berdua tidak ada yang disusahkan. Keren para panitia Pemilu-nya.πŸ™‚

Merlyns vote for better Indonesia

Merlyns vote for better Indonesia

I have voted

I have voted

No Golput on my family

No Golput on my family

Setelah selesai nyoblos, kami ke rumah orang tua untuk nontonin hasil quick count. Kamu tahu rasanya deg-degan mau ketemu gebetan? Atau mau sidang skripsi? Lewat semua! Ini deg-degannya parah banget. Sepanjang hari saya nongkrongin televisi untuk mastiin siapa sih yang unggul. Perhitungan dimulai dari Indonesia timur yang waktunya memang lebih cepat. Pasangan Jokowi-JK sempat memimpin, tapi kemudian disusul pasangan Prabowo-Hatta yang akhirnya membalikkan keadaan. Ealaaaah, sengit banget ini. Sampai akhirnya semakin sore keadaan makin stabil dengan keunggulan pasangan Jokowi-JK dengan sekitar 52% dan Prabowo-Hatta 48%.

Yang lucu adalah, hampir semua TV seperti Metro TV, Kompas TV, Net TV, Bloomberg Indonesia, Berita Satu, Indosiar, SCTV menampilkan quick count di mana Jokowi-JK unggul, tapiii…. TV One dan RCTI menampilkan kebalikannya. JENG JENG! Kok bisa?

Oke deh, TV One dan RCTI/MNC itu kepunyaan koalisi Prabowo-Hatta (TV One kepunyaan Bakrie dan RCTI/MNC kepunyaan Hary Tanoe) dan Metro TV kepunyaan koalisi Jokowi-JK (Surya Paloh). Jadi waktu itu saya pikir saya nggak mau nonton quick count dari TV para koalisi karena mungkin saja hasilnya akan memenangkan koalisinya masing-masing. Jadi saya nonton melalui Berita Satu, NET, dan Kompas TV. Hasilnya, 8 lembaga survey dari berbagai TV swasta dan TV pemerintah alias TVRI memberitakan hasil quick count bahwa Jokowi-JK unggul. Sementara hanya TV koalisi Prabowo-Hatta yang memberitakan sebaliknya.

Sampai sini, tentu saja ini janggal. Selanjutnya kita cek dong kredibilitas lembaga survey-nya. Gampang aja sih ceknya, googling aja. Semua berita mengenai lembaga survey akan keluar. Delapan lembaga survey bisa dipertanggung jawabkan latar belakangnya, sementara tiga lainnya: Puskaptis, IRC, JSI, dan LSN dari hasil googling sih banyak bermasalah, bahkan direktur Puskaptis pernah ditangkap polisi karena manipulasi data. Jadi, kredibilitas keempat lembaga survey ini sungguh dipertanyakan (oh ya, cek deh keempat lembaga survey ini kepunyaan siapa, you’ll be surprised).

Yang terakhir, gimana sih metode penelitian yang dipake oleh keempat lembaga survey ini sampai berbeda? Ini penting banget untuk ngecek salahnya di mana. Metode yang salah bisa mengakibatkan hasil yang salah. Setiap orang yang pernah kuliah pasti pernah dapat kuliah Statistik dan Metode Penelitian untuk nantinya bisa meneliti waktu nulis skripsi. Saya nggak jago-jago banget soal Statistik, tapi nilai Statistik dan Metode penelitian saya cukup bagus (Tsaaaah, sombong amat, sik! Hahaha). Jadi walaupun hasil quick count itu bukan hasil sebenarnya, tapi bisa dipastikan mendekati hasil sebenarnya. Jadi nggak perlu meragukan lagi.

Kenapa sih perlu ada quick count? Karena kalau nunggu perhitungan KPU pasti lama banget. Sementara kita tahu cara yang lebih mudah adalah dengan quick count. Misalnya gini, kita mau ngadain penelitian mengenai seberapa penting musik klasik berpengaruh pada perkembangan intelektual anak bayi. Apakah kita akan meneliti seluruh bayi di seluruh dunia? Bisa, sih. Tapi sampai kapan mau selesai ini penelitian? Jadi populasinya bisa dikecilkan lagi, misalnya penelitian ini hanya dilakukan di Indonesia. Samplenya adalah anak bayi umur sekian sampai sekian di 33 provinsi. Apakah semua anak bayi di seluruh provinsi akan diteliti? Ya kelamaan juga, deh. Jadi diambillah sample dari beberapa rumah sakit. Semakin banyak samplenya dan semakin random, maka semakin akurat. Batas kesalahannya juga nggak boleh terlalu besar. Dulu kalau lagi belajar statistik batas kesalahan cuma boleh 0,5% aja. Jadi sangat mendekati hasil nyata. Lalu setelah dapat hasilnya, maka hal tersebut digeneralisasikan ke seluruh populasi. Kalau semua hal harus diteliti ke semua populasi, bayangkan berapa banyak hal yang terhambat dan ilmu pengetahuan kita nggak berkembang. Itulah kenapa perlu statistik (yang akhirnya itu yang dilakukan pas skripsi juga, kan?).

Sementara kalau kemarin di Pemilu kelihatannya lebih besar tapi tidak melebihi 1%. Bahkan Litbang Kompas, margin of error-nya cuma 0,7%. Sementara Puskaptis berdasarkan wawancara dengan direkturnya di Berita Satu kemarin (saya nonton sendiri, nih), margin of error quick count mereka adalah 1,5-2%. Untuk ukuran populasi Indonesia yang rakyatnya sampai 250 juta, itu jumlah kesalahannya terlalu besar. Jadi kemungkinan hasil quick count mereka diragukan.

Yang paling lucu adalah kedua capres mengumumkan hasil kemenangan mereka. HAYO, LHO! Bingung nggak, sih? Secara personal saya lebih percaya kalau Jokowi-JK yang menang. Bukannya berpihak, tapi pake logika aja, sih. Semua lembaga survey yang kredibel menunjukkan mereka menang. Lagipula, dulu ketika pemilihan gubernur, Prabowo tidak menolak hasil quick count ketika koalisinya menang, pun ketika Pileg Gerindra ada di nomor 3, ia pun tidak menolak hasil quick count dengan lembaga survey yang rata-rata sama (belum ada Puskaptis dkk waktu itu, bok). Jadi kenapa ketika ia dinyatakan tidak menang oleh lembaga survey yang sama, ia jadi meragukannya? Plus, lembaga survey yang memenangkannya hanya ada di TV koalisinya. Pikir aja logikanya sendiri, deh. Belum lagi ketika malamnya Prabowo-Hatta dan koalisinya hadir di suatu acara di TV One, pidatonya sungguh emosional dan mengancam. Ehm, begini nih calon presiden kok bikin kita merasa mau perang, ya?

Jujur, saya udah mempersiapkan diri dan menerima siapa pun yang akan jadi presiden. Entah itu Jokowi atau Prabowo. Yang paling penting adalah kita sudah berpartisipasi dan bertanggung jawab dengan suara kita dan berusaha untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Tapiii…. dengan tiba-tiba Prabowo-Hatta dan kroninya mengumumkan kemenangan juga, well, he’s just not ready to lose. Dan dia membuat banyak orang bingung dan bisa saja terprovokasi. Pertanyaannya, apakah dia benar-benar memperhatikan kepentingan rakyat atau kepentingannya sendiri yang haus kekuasaan?

Semakin saya nonton TV, lihat berita yang beredar, semakin kepala pusing. Mikirin negara itu bikin pusing ternyata. Hahaha. Jadi sebenarnya salut sih sama yang mau mimpin negara dengan benar karena masalahnya ruwet banget.

Udah itu aja kebingungan dan kebimbangan saya. Harapan saya cuma sederhana, saya ingin Indonesia yang baik dan jujur. Dan kejujuran tampaknya sulit sekali didapati di sini. Jadi entah kamu pendukung Prabowo atau Jokowi, tugas kita sekarang adalah kawal KPU untuk hasil yang jujur dan tidak dimanipulasi. Dan yang paling penting banyak berdoa. Kita berhak mendapatkan pemimpin yang baik.πŸ™‚

PS: Eh, saya nulis gini kira-kira saya bakal diculik dan hilang kalau Prabowo yang menang nggak, ya? #seriusnanya

 

 

3 thoughts on “Setelah Pemilu

  1. aku juga sempat agak down waktu liat TVOneng yg menang Wowo, rasanya pengen nangis… sampe akhirnya ingat, oh iya ini punya ARB dan kemudian ganti channel ke TVRI, di sana ditunjukin yg menang Jokowi, rasanya legaaaaaaaaaaaaa pake bangetπŸ˜€

    Segitu dahsyatnya pemilu kali ini yaπŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s