Rayakan Demokrasi

Saya dulu buta politik. Ogah juga sih sebenarnya buat tahu politik. Bapa dan Mama saya selalu nonton TV bareng dan pastinya nontonnya berita, berakhir dengan diskusi politik. Saya, anaknya, pasti nggak bakal dengerin dan mending pindah ke kamar aja. Kalau beberapa bulan lalu ditanya, si A korupsi, kasusnya begini, si B ketangkap KPK karena bla bla bla, saya bakal beneran cuma bengong aja. Nggak mudeng, kakaak!

Sejak awal punya kesempatan buat ikut Pemilu, saya selalu golput. Alasannya karena nggak kenal sama calon presidennya, plus kayaknya golput itu keren, ya. #cetek. Pertama kali akhirnya tergerak untuk memakai hak pilih saya waktu Megawati-Prabowo vs SBY-JK (kalau nggak salah, ya). Di rumah saya udah pasti pasti pilihnya MegaPro karena cinta banget sama PDIP dan sosok Megawati. Saya yang tadinya nggak peduli, tapi berkat sosmed jadi tahu latar belakang calon presidennya pun akhirnya kasak-kusuk.

Waktu itu, Prabowo sempat datang ke gereja saya untuk kampanye (uwyeah!). Intinya, dia bilang: sekeliling gue orang Kristen semua, nih, jadi lo harus pilih gue. YAKALEEE, saya mau pilih dia cuma karena asistennya orang Kristen. Nggak mempan atuh, Pak! Plus, saya pun tahu kalau dia penjahat HAM (inget ya, dia dipecat lho dari TNI. Mau pecat dengan hormat atau nggak hormat, intinya dia DIPECAT. Kalau dipecat ya berarti dia bersalah). Ditambah lagi, peristiwa Mei 1998 memang meninggalkan trauma buat saya (lihat postingan beberapa waktu lalu). Jadi positiflah ya, nggak bakal milih MegaPro. Untuk mencegah dia memimpin, ya akhirnya saya pilih SBY-lah. Nggak kenal juga waktu itu SBY siapa dan kenapa, tapi pokoknya nggak mau Prabowo mimpin. Titik.

Eh, bertahun-tahun kemudian, Prabowo malah bisa mencalonkan diri jadi presiden. Ketakutan saya pun muncul lagi. Apalagi ditambah cawapresnya Hatta Rajasa. Pffft! Masih teringat jelas kasus anaknya yang menabrak orang sampai meninggal dan bahkan anaknya nggak masuk penjara. Dua orang yang meninggal dan hukumannya cuma MASA PERCOBAAN? Udahlah ya, mau dia koar-koar kayak apa juga bukti udah di depan mata: dia nggak bakal bisa menegakkan hukum dengan adil!

Udah pake duo maut, eh partai pendukungnya nggilani semua. Masa didukung FPI, PKS, dan Golkar. Udah cukup untuk membuat saya nggak bakal sedikit pun melirik. Belum lagi si Aburizal Bakrie dijanjikan Menteri Utama. MENTERI UTAMA ITU OPO TOH? Daripada ngarep jabatan mendingan Lapindo diberesin dulu aja, ya, Pak.

Kalau mau dijeberin satu per satu, ada banyak alasan kenapa saya nggak bakal pilih Prabowo. Belum lagi ditambah kelakuan busuk mereka dengan kampanye hitamnya. #gelenggelengkepala

Tapi kali ini saya bakal milih Jokowi, bukan karena saya nggak mau Prabowo maju. Saya kali ini serius milih Jokowi dari hati. Dua tahun dipimpin beliau di Jakarta, saya merasakan banyak perubahannya: taman-taman yang cantik (I LOVE IT SO MUCH!), Waduk Pluit yang bersih dan bagus banget (Saya beberapa kali ke sana dan sukaaa banget), bis tingkat untuk pariwisata, Tanah Abang yang jadi nggak macet (dulu saya pernah ngamuk pas lewat Tanah Abang karena udah sampe 1 jam nggak bisa lewat gara-gara pedagang di pinggir jalan, kemarin saya nggak macet sama sekali), dan masih banyak lagi. Saya mendapati diri saya nggak pernah mengeluh ke gubernur walau terjebak macet (bayangkan dulu pasti saya ngamuk ke Foke kalau kena macet) karena saya tahu Gubernurnya KERJA, bukan lagi ongkang-ongkang kaki terima uang, doang.

Saya jadi rajin cari tahu tentang visi misi Jokowi-JK. Betapa senangnya begitu mengetahui salah satu yang akan mereka tekankan adalah pendidikan dan kesehatan. Orang tua saya selalu bilang, “Kami nggak bisa ninggalin warisan harta yang melimpah. Cuma pendidikan yang bagus yang bisa kami kasih. Kamu mau sekolah sampai setinggi apa pun, ikut les seberapa banyak pun, akan kami penuhi. Karena cuma pendidikan yang bisa jadi modal kamu untuk masa depan yang lebih baik”. Itu diucapkan berulang-ulang oleh orang tua saya. Pendidikan itu penting dan saya menyetujuinya. Jadi ketika ada capres yang menekankan soal pendidikan, KELAR! Saya pasti pilih dia. :’)

Baru kali ini saya benar-benar mau terjun ke politik. Saya ikuti beberapa acara dari relawan Jokowi, ikut konser 2 jari-nya di GBK (terharu banget ribuan orang kumpul untuk mendukung Jokowi. Dan saya pun akhirnya ketemu Jokowi. Terharu!), ngobrol dengan mbak dan para supir taksi yang saya naiki untuk meyakinkan mereka memilih Jokowi. I have never been this excited for voting a president. Tapi ini dari hati banget. Saya nggak mau Indonesia dipimpin oleh orang yang punya masa lalu kelam, yang menggunakan cara-cara keji hanya untuk menang. Saya ingin Indonesia dipimpin oleh orang yang punya hati dan mendukung keberagaman di Indonesia. Dan untuk pertama kalinya saya punya harapan. Saya bukan memilih karena the lesser evil, tapi saya memilih karena saya tahu Indonesia akan lebih baik dipimpin beliau. Point penting lainnya adalah saya (warga Jakarta) dapat bonus Ahok sebagai gubernurnya. How cool is that?

Besok sudah tanggal 9 Juli, waktunya menentukan mau ke mana kita membawa Indonesia ini. Untuk teman-teman, tolong sebelum memilih, cari tahu latar belakang calon presiden dan wakilnya. Kalau kamu bisa baca blog ini, berarti kamu punya akses internet. Cek di google, baca situs berita yang meyakinkan, kroscek lagi sumbernya, diskusikan dengan Β orang-orang yang terpercaya. Please, you have all the access. Pergunakan dengan baik. Lalu kemudian pakai hati dan logika untuk memilih. This is for a better Indonesia.πŸ™‚

Ikut acara Gerak Cepat: Peduli Pemimpin

Ikut acara Gerak Cepat: Peduli Pemimpin

IMG-20140705-WA0013

IMG-20140705-WA0011

Nobar debat capres

Nobar debat capres

People Power! :')

People Power! :’) (this is not my picture)

Konser 2 jari di GBK

Konser 2 jari di GBK

Selamat memilih dan merayakan demokrasi di Indonesia, kawan!

 

One thought on “Rayakan Demokrasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s