Review: 1874

re_buku_picture_87853

Memenuhi janji sebelumnya kalau saya bakal review buku-buku yang saya beli kemarin. Yang pertama akan di-review adalah buku berjudul 1874 karya Tamara Geraldine. Yes, Tamara yang presenter itu. Yang kalau bawain acara suka kocak dan gemar jadi presenter bola. Saya baca buku ini sampai habis cuma dalam waktu 1 hari aja. Keajaiban banget ini karena biasanya kegiatan baca saya ketunda gara-gara sibuk browsing internet. Ehm, ini juga gara-gara kemarin internetnya mati sih jadi bisa lebih fokus bacanya. Hihihi.

Anyway, kalau pun internetnya nggak mati, buku ini bikin kita nggak bisa berhenti bacanya. It was such a page turner. Buku ini dibuat dalam rangkat merayakan ulang tahun Tamara yang ke-40. Di dalam bukunya dijelaskan sih kenapa judulnya 1874. Di dalamnya terdapat cerpen-cerpen lamanya dari buku pertamanya yang berjudul “Kamu Sadar Saya Punya Alasan Untuk Selingkuh Kan, Sayang?” ditambah 4 cerpen baru (dua diantaranya berkolaborasi dengan penulis lain).

Dulu banget waktu Tamara ngeluarin buku pertamanya, saya langsung beli dan suka. Sayang, buku itu dipinjam orang dan hilang entah ke mana. Hiks! Jadi sekarang dia keluarin buku baru yang di dalamnya ada kisah-kisah dari buku pertama, saya senang banget.

Sebagai orang yang kelihatannya kocak dan ceplas-ceplos, buku ini suatu karya yang berbeda dari Tamara sampai akhirnya bikin saya berpikir, “Eh, ini beneran Tamara yang nulis?”. Pemilihan kata dan kosa-kotanya luas dan baik sekali. Dia mengetahui cara menulis dan ejaan yang baik. Tahu kan kalau jaman sekarang semua orang bisa jadi penulis tapi cara menulisnya buruk sekali, misalnya nggak tahu kata sambung yang benar kayak apa, pemilihan tanda baca yang salah, dan lain sebagainya. Menurut saya itu krusial banget untuk seorang penulis dan Tamara mampu melakukannya dengan baik.

Yang paling bikin saya suka dengan buku ini adalah tema dan sudut yang dibawa seringkali tidak terduga dan ajaib. Ada salah satu chapter di mana ceritanya diambil dari sudut pandang punggung. Iya! Bagian tubuh kita yang di belakang: punggung. Ajaib, kan? Di beberapa cerita juga banyak yang menceritakan mengenai seks. Bukan seks yang erotis, tapi lebih ke tidak biasa tersebut. Secara keseluruhan, aura dari buku ini gelap, banyak menceritakan mengenai tragedi, dan hal-hal tabu yang mungkin penulis lain tidak berani menceritakannya. Tapi justru itu lah yang membuat buku ini jadi menarik banget dan nggak bisa berhenti baca.

Kalau saya harus memberikan angka untuk buku ini, maka saya kasih angka 4 dari 5. Hm, bahkan mungkin 4,5. Semoga setelah mengeluarkan buku 1874, Tamara nggak hiatus lama lagi untuk mengeluarkan buku selanjutnya, ya.πŸ™‚

 

2 thoughts on “Review: 1874

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s