Kawinan Si Sepupu

Long weekend kemarin, saya khusus ambil cuti. Buat liburan? Oh, kali ini bukan liburan. Tapi demi kawinan si sepupu. Udah pastilah ya kalau kawinan Batak, apalagi dari pihak saya (yang mana artinya jadi parhobas = yang sibuk kerja wara wiri sepanjang hari) bakal capek banget karena dimulai dari subuh sampai tengah malam. Jadi lebih baik besoknya cuti supaya nggak pingsan di kantor.

Kamis kemarin saya bangun jam 4 pagi, langsung mandi air dingin (untungnya udara Jakarta makin panas jadi walaupun mandi air dingin nggak berasa kedinginan tapi malah jadi segar), ngemil martabak 2 biji (berat ya bok!), dan nunggu dijemput Mama untuk ke salon karena janjian di salon jam 5 pagi. Pagi bener, cyin!

Salonnya di daerah Bendungan Hilir, namanya Java Salon. Ini salon langganan si Mama karena cucok sama dia dan harganya cukup terjangkau. Untuk hair do dan make up Rp 150.000. Kalau buat saya sih agak kurang memuaskan karena harus cerewet kasih tahu maunya kita apa dan berkali-kali diubah karena nggak sesuai. Jadi kalau mau ke sini harus bawel, ya (kalau kata si Mama ya kalau . harganya murah jangan minta macam-macam, toh. Hihihi).

Concern saya kan ke mata yang sipit ini, jadi wanti-wanti kalau mata saya harus dibuat besar. Dia bilang oke, tapi… kok jatuhnya biasa aja. Udah gitu, saya kasih tau warna kebayanya apa, trus dese malah nanya lagi mau warna apa buat eyeshadow-nya? LAH, kan udah dikasih tau warna kebayanya, tinggal dicocokin aja. Kalau saya ngerti soal make up ya saya dandan sendiri aja, deh. Saya bingung, dia bingung. Glek! Belum lagi soal rambut. Udah ditunjukin foto yang saya mau (dan itu nggak susah, lho), doi pun udah bilang oke. Pas jadi, nggak mirip *nangis*. Akhirnya minta ubah lagi sekaligus nunjukin fotonya lagi. Tetap nggak mirip, berakhir pasrah aja, deh.

Akhirnya setelah bolak-balik koreksi make up dan hair do, jadi juga mendekati yang saya mau.

Make up and hair do by Java Salon

Make up and hair do by Java Salon

Selesai dendong, pakailah kebaya dari QZM. Hasilnya gimana setelah diperbaiki? Cukup oke, cuma kurang di bagian panjang tangannya. Kenapa jadi ngantung gitu padahal pas terakhir kali fitting udah pas panjangnya. Terpaksa deh habis pesta harus dibalikin untuk diperbaiki lagi. Tapi cukup puas dengan hasilnya, kok.

Jam 7 langsung meluncur ke HKBP Jati Asih, yang mana jauh banget itu. Perut laper karena baru makan 2 martabak. Sempat mampir ke rumah saudara yang rumahnya deketan sama gereja, tapi dia pun karena buru-buru jadi nggak bikin makanan. Untungnya dia punya sisa satu roti yang direlakannya buat saya yang udah cranky berat karena lapar. Maklum, bisa tumbuh taring nanti kalau nggak dikasih makan. Hihihi.

Sebelum pemberkatan nikah dimulai, acara foto-foto keluarga dulu. Nama pun keluarga saya besaaar banget, jadi banyak banget yang minta foto (sedangkan keluarga perempuan lebih sedikit). Mungkin karena banyak banget yang harus foto sama pengantin, eh pengantin perempuannya ngambek. LAH?!

Di tengah-tengah foto bareng keluarga di altar, dia tiba-tiba turun dan duduk aja gitu, sambil ngomel, “Udah kamu aja yang foto! Aku capek! Kipasnya mana?” HAH? HAH? Baru kali ini liat ada pengantin yang capek difoto. -___________-*

Terlepas dari insiden si pengantin perempuan ngambek (yang mana pastinya akan jadi ingatan keluarga selamanya. Hohoho), acara pemberkatan berjalan lancar dan khidmat. Langsung dilanjutkan dengan acara adat di Gedung Sejahtera, Pondok Gede *jauh, mak!)

Karena pengalaman sebelumnya yang kalau nggak cepat-cepat makan di pesta Batak akan berakhir kelaparan, setelah menyambut karung beras tamu (adatnya kalau dari pihak perempuan bawa karung beras untuk simbol berkat, CMIIW), saya pun langsung ngibrit ke gedung nasional. Eh, ternyata acaranya belum mulai (yang mana makanan belum dibuka, dong) karena nunggu pengantin lagi retouch make up. Setelah pengantin datang dan kata sambutan sebentar, resmi acara nasional dimulai dan makanan dibuka (HOREEE!). Sementara tamu-tamu lain langsung mengerubungi pengantin karena mau foto (jangan ngambek lagi yey *BAHAS TERUSS!* hahaha) dan salaman, saya langsung mendekati meja prasmanan. Dengan bangga saya jadi orang pertama yang makan, lho! Hahaha! Masalahnya kalau nggak makan sekarang dengan cepat, sebentar lagi pasti udah dipanggil para tetua untuk ngerjain ini-itu dan nggak punya waktu makan lagi.

Benar aja, setelah makan langsung ngalor-ngidul kerjain banyak hal. Bagiin makanan ke seluruh tamu yang datang (dari air mineral, soft drink, bir, kopi, teh, lapet, ketupat, kacang, kembang loyang, ikan mas arsik, dan segudang pembagian lainnya yang kayaknya nggka habis-habis), dipanggil-panggil dan disuruh-suruh berbagai macam orang (yang kadang saya juga bengong jawabnya. Hahaha), lalu sampai lipetin ulos yang rasanya tak berujung. Semua dilakukan dengan high heels, kebaya super ketat, dan make up tebal (mau ngeluh apa lagi kamu wahai para pria *lirik sepatu pantofel, jas, dan no make up para cowok*).

Acara adat selesai jam 18.30. Apakah sudah selesai sebelumnya? Oh tentu tidak! Masih ada acara penyambutan pengantin baru di rumah nanti. Kalau yang ini biasanya hanya dihadiri keluarga dekat saja, plus pakaiannya santai. Oleh karena itu, pas di mobil saya dan Mama langsung ganti kebaya dan pake baju casual. LEGA BANGET! *lempar kebaya ke atap*.

Sampai di rumah sepupu sekitar jam 8 malam. Udah pada kelaperan banget, kan. Saya bahkan nggak ngapus make up (dan wajah udah berminyak) karena hanya fokus pada makanan di meja makan. Laper gila, mak! Tapi oh tapi, karena si pengantin lagi ganti baju dan acara makan baru boleh dimulai bareng si pengantin jadi kita harus menunggu lagi. Perut udah keroncongan, jadi akhirnya nyomot-nyomot babi panggang yang ada di meja. Hihihi.

Kenapa sih si pengantin lama amat? Karena oh karena, ketika semua orang udah nunggu kelaperan di bawah, dia pake mandi dulu. YASALAM! *pingsan* Akhirnya daripada semua cranky karena lapar, dimulailah doa makan tanpa si pengantin perempuan. Yang mana beberapa lama kemudian, dese turun tanpa basa-basi langsung makan dan saya pun menatap setajam silet. Ups!

Happy tummy, happy mood. Lanjut acara penyambutan pengantin. Acaranya cuma ngumpul sambil masing-masih orang kasih selamat dan nasehat. Yihaaa, kesempatan banget untuk negur soal kejadian ngambek foto tadi. Hihihi! Ya abesss, gregetan banget, bok!

Rangkaian acara ini selesai jam 10 malam (yang mana itu hitungannya cepat. Biasanya sampai jam 12 malam). Selamat menempuh hidup baru, Bang D dan Eda C *jangan ngambek lagi, ya *TETEEEEP*) ;P

Para sepupu perempuan

Para sepupu perempuan

The sisters (bukan nama grupnya Shireen Sungkar dan kakaknya itu loh)

The sisters (bukan nama grupnya Shireen Sungkar dan kakaknya itu loh)

Baru selesai nyalon

Baru selesai nyalon

The most handsome man (because he's the only man among his pretty sisters)

The most handsome man (because he’s the only man among his pretty sisters)

Para sepupu dengan pengantin (sebelum insiden itu. Hihihi)

Para sepupu dengan pengantin (sebelum insiden itu. Hihihi)

 

8 thoughts on “Kawinan Si Sepupu

  1. serius pengantinnya ngambek kak? ya ampunnnnnnnnnnnnnn…… segitunyaaa… ya namanya pun jadi ratu sehari ya kan, wkwkwk… *can’t stop laughing.

    anw, penasaran sama bagian belakang kebayanya kak, kok ga dipotoin? :p

    • Hahahaha ajaib kan yah pengantinnya. X))

      Iyaaa ga sempat foto belakangnya kemarin. Maklumlah udah ribet disuruh ke sana ke mari. Hihihi.

  2. haiii ka naomi..salam kenal hehe ^_^, seneng deh baca blog nya kk..
    tadinya aku googling “kebaya” ..eh, ternyata ada blog yang ng’recommend kebaya..udah gitu kebayanya bagus2 banget..
    Thank you for sharing yaa..
    Gbu *_*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s