How To Raise A Dog(s)

Pagi ini, saya dan suami menemukan seekor anjing tzih tzu dalam perjalanan ke kantor. Dia ada di tengah jalan raya sambil berusaha ngambil bangkai tikus. Badannya penuh luka dan jamur. Kasian banget.😦 Karena takut dia ketabrak kendaraan, saya dan suami pun putar balik untuk memindahkan dia. Untungnya ada orang yang sudah memindahkan dia ke trotoar. Sayangnya, dia masih makan bangkai tikus. Dia kelaperan sekali. Saya pun kasih bekal makanan saya ke dia supaya setidaknya dia nggak terlalu lapar. Pengen banget nolong dia bawa ke dokter hewan, tapi sayangnya kita nggak bisa karena jalan ke kantor. Yang bisa saya lakukan selanjutnya adalah beritahu shelter yang biasa rescue hewan. Sampai saat saya nulis ini, mereka sedang menuju ke sana untuk menyelamatkan (bless them) dan semoga ketemu, ya. Will update you later about it.

Nah, berkaitan dengan itu saya pengen cerita soal pengalaman saya merawat anjing. Pengennya sih orang jadi sadar bahwa peliharaan itu bukan cuma soal dia lucu makanya dipelihara, tapi kalau udah tua dibuang sembarangan, bahkan dengan cara-cara yang keji. Masalahnya, hewan itu kalau udah dipelihara udah terkondisikan dengan situasi di mana dia dapat makan, tempat yang nyaman, jadi ketika dia dibuang ke luar bayangkan gimana sulitnya dia survive. Belum lagi dengan banyaknya kendaraan yang mungkin akan menabrak mereka.

Having a pet(s) is not easy, not cheap, but surely it’s rewarding. Butuh komitmen dan tanggung jawab besar untuk merawat anjing, sama kayak kita merawat anak. It’s like raising a family member.

Awalnya saya dan suami pun nggak mengetahui bahwa tanggung jawab dan repotnya sebesar itu. But we already fell in love with Mika. Jadi sempat shock dan stres juga karena nggak sekedar kasih makan dan main-main aja ternyata. We learn how to raise her.

Vaksin dan Klinik

Mika pernah sakit waktu baru dipelihara, muntah-muntah dan mencret. Dia sampai nggak bisa gonggong lagi dan lemas banget. Sebagai orang awam yang baru pelihara anjing, saya panik bukan main. Saya langsung cek ke google klinik hewan yang reputasinya bagus di dekat rumah dan apa yang harus dilakukan untuk pertolongan pertama.

Beruntungnya di dekat rumah memang ada klinik yang bagus. Mika pun diinfus, dikasih obat, dan nggak lama kemudian dia sembuh. But when we paid for the bill, it was expensive. It cost around Rp 400.000,-. Gila, ya! Berasa bayar manusia yang sakit *meringis*. Banyak sih dokter hewan yang lebih murah, tapi banyak kejadian juga hewannya malah mati karena salah penanganan. So, I made sure she got vet with good reputation. Ya, sama aja kalau ada anggota keluargamu yang sakit kan pastinya pengen yang terbaik untuk menyembuhkan dia, kan? Perasaannya sama persis.

Untuk anjing yang masih kategori puppy, dia harus divaksin 3 kali supaya daya tahan tubuhnya kebal. Kalau nggak dia akan dengan mudah kena penyakit mematikan (dan ini udah banyak kasusnya). Menurut dokter hewan, anjing ras lebih mudah sakit dibandingkan anjing lokal (anjing kampung dan anjing mix breed). Jadi benar-benar perhatikan jadwal kapan harus vaksin.

Kalau mau vaksin, pastikan anjingnya dalam keadaan sehat karena kalau dia lagi sakit, dia nggak bisa melawan vaksin yang dimasukkan dan membentuk antibodi. Yang ada nanti dia malah sakit. Dokter pun akan memeriksa dengan seksama. Biasanya akan diperiksa suhu tubuhnya, nafsu makannya, mata, telinga, mulut. Benar-benar harus sehat. Setelah divaksin, sekitar 2 minggu anjing tidak boleh dimandikan atau kena air hujan. Takutnya kondisi tubuhnya malah jadi lemah. Dia kan lagi proses membuat antibodi.

Bayangin, waktu itu pas jadwalnya dia vaksin lagi musim hujan. Kondisinya saya dan suami cuma berdua dan dia biasanya dibiarin main-main di halaman selama kita kerja. Mana Mika adalah tipe anjing yang kalau hujan berasa kayak orang India, langsung hujan-hujanan. Sempat bikin khawatir juga di mana harus menaruh dia?

Akhirnya sebelum jadwal vaksin, ada hari-hari di mana hujan, kita masukin dia ke kamar kosong, disediain air minum, dan mainan dia yang banyak. Kebetulan aliran udara juga lancar, jadi kamarnya nggak pengap. Kita pikir kalau dia mau pup di situ atau pipis di situ biarin aja, deh. Nanti kalau pulang kita bersihin. Yang penting dia nggak main hujan. Pas pulang ke rumah, semua bersih, Mika aman, nggak ada pipis dan pup. Begitu dikeluarin dia langsung pipis dan pup di tempat biasanya. Good dog! Berkali-kali dilatih seperti itu, dia pun ngerti. Di kamar nggak pipis dan pup, dia tidur. Hihihi. Jadi begitu divaksin pas musim hujan, dia masuk kamar. Yang artinya, kita mana boleh pulang lama-lama karena dia pasti pengen pipis atau pup, kan. Siapa yang bisa pulang ke rumah duluan, langsung pulang ke rumah. Repot? Iya. But we were willingly to do that.

Biaya vaksinnya sebenarnya tergantung di klinik mana. Karena saya udah percaya dengan klinik langganan saya di daerah Green Garden, saya pun selalu ke situ. Biasanya sekali vaksin Rp 200.000-an. Kalikan 3 kali aja jadi berapa. Bahkan kalau di kasus saya, dia vaksin 4 kali karena pas vaksin pertama dia terlalu muda jadi pas vaksin kedua harus diulang lagi vaksinnya dengan dosis yang direndahin supaya antibodinya terbentuk dengan baik.

Pernah suatu kali, Mika mengalami puber di saat harus vaksin. Kalau di rumah dia nggak seriang biasanya. Makan pun ogah-ogahan. Akhirnya kita bawa ke dokter mau cek sekaligus vaksin. Dokter bilang ini cuma perubahan fisiologis karena mau dewasa, nanti juga baik sendiri. Dokter kasih vitamin, tapi dia nggak boleh vaksin. Jadi yang tadinya biayanya untuk vaksin, jadi harus bayar buat vitamin-vitamin dan suntik yang mahal juga, sekitar Rp 200.000-an. *elus dada*

Kalau sudah lengkap 3 kali vaksin saat puppy, nanti selanjutnya tiap tahun harus ulang 1 kali vaksin. Kalau nggak diulang, dia bisa kena penyakit menular yang mematikan, seperti parvo. *ketok meja*

Udah cukup repot? Oh, ini sih masih awalnya aja.

Makanan, Minuman, dan Vitamin

Selain vaksin yang wajib banget itu, anjing juga harus dikasih makanan yang baik. Sebaiknya dogfood. Dogfood ini praktis karena sudah mengandung vitamin yang dibutuhkan oleh anjing. Tapiii… nggak semudah itu juga. Kualitas dogfood dibadi menjadi holistik (dibuat dari bahan organik), super premium, premium, dan yang biasa-biasa aja. Kalau yang dijual di supermarket, sejenis A*lpo atau P*digree, itu kualitasnya kurang baik karena dibuat dari bahan pengawet dan jeroan yang mana efeknya di jangka panjang akan menimbulkan kanker atau penyakit lainnya bagi anjing. Nah, lho! Tapi untuk dogfood yang holistik atau super premium, harganya bikin pengen nangis karena mahal banget. Ada dogfood yang bahkan per karungnya sampai sejutaan. *minum racun*

Pencarian dogfood juga nggak gampang buat saya. Pengennya kan kualitas bagus tapi harga manis di kantong, dong. Awalnya pas masih kecil banget, Mika saya kasih dogfood holistik. Untuk 5 kg aja harganya hampir Rp 500.000 *yasalam – kere*. Makin gede, dia makin butuh banyak makan, dong. Jadi browsing ke banyak situs dan forum mana makanan yang bagus tapi nggak mahal. Ya udah deh, nggak perlu sampai ambisius dogfood yang holistik, tapi super premium aja. Akhirnya setelah browsing sana-sini, dapetlah dogfood Nutris*urce yang harganya untuk dogfood chicken buat puppy Rp 350.000 per 13 kg. Mana yang jual dekat rumah tinggal jalan kaki aja. Asiik! Tapi, tiba-tiba si petshop ini nggak jual Nutris*urce lagi karena dia sekarang jualnya kualitas yang lebih rendah yang banyak diminati orang. Dia bujuk-bujuk saya untuk turunin grade-nya karena dari pengalaman doi anjingnya baik-baik aja, tuh. Ih, nehi, ya! Kembalilah saya sibuk browsing cari petshop yang jual dogfood itu di wilayah yang setidaknya bisa saya jangkau. Untungnya dapatlah petshop distributor Nutris*urce yang nggak jauh dari rumah dan bisa free delivery. Hore banget!

Emang cukup 13 kg untuk sebulan. Ih, nggak juga. Apalagi kalau makannya pure dogfood, kadang-kadang belum habis bulannya udah harus beli dogfood lagi. Mahal, kan? Kadang-kadang saya campur dogfoodnya dengan nasi merah dan rebus daging. Selain menghemat (dikiiiiiiit), juga bikin anjingnya lebih sehat. Jadi selain biaya beli dogfood, saya pun harus tiap minggu stok daging dada ayam atau ati di rumah. Di mana harus rajin masaknya. Plus, menurut vet, air yang diminum pun harus air matang. Yes, jadi minumannya dia pun harus saya masak.

Selain makanan yang baik, anjing pun perlu dikasih vitamin terutama untuk yang bulunya panjang kayak Mika. Untuk vitamin bulunya seharga Rp 40.000-an per bulan. Bukan cuma vitamin, supaya giginya nggak bau dan kropos, dia pun punya jatah cemilan buat gigi. Siapa tau bisa tembus jadi model pasta gigi. Hihihi.

Perlu diperhatikan makanan apa saja yang berbahaya buat anjing. Yang jadi racun buat tubuh anjing adalah coklat dan anggur. Ini big NO. Sementara garam akan membuat bulunya rontok.

Beres ya soal makanan dan minuman. Sekarang lanjut ke perawatan tubuh alias grooming.

Grooming

Manusia aja perlu mandi, maka hewan pun sama. Mika biasanya dapat grooming besar alias dimandiin ke petshop tiap bulan. Di petshop dia dimandiin anti kutu dan anti jamur, dipotong kukunya, dibersihin telinganya, dan gosok gigi. Biaya grooming tiap tempat bisa berbeda. Maka putar otak lagi di mana bisa grooming dengan harga yang nggak terlalu mahal tapi lengkap. Dapetlah di P*et Depo. Untuk grooming lengkap sekitar Rp 90.000. Itu udah murah, lho. Ada yang sampe Rp 150.000, terutama untuk anjing ras besar. Petshop ini nggak dekat rumah saya pula, tapi nggak jauh-jauh banget. Jadi harus niat. Kadang-kadang pas udah sampe antriannya sampe 20 anjing. Glek, selesai tengah malam (pernah kejadian, nih). Jadi kalau saya sih lebih baik telepon dulu, tanya antrian, dan booking. Nanti kalau udah mau dekat antriannya, dia akan sms kita. Memudahkan.

Kalau dimandiin sebulan sekali kan udah bau, ya. Jadi selain di petshop, tiap seminggu- 2 minggu sekali, saya mandiin Mika di rumah. Shamponya pun nggak murah, sekitar Rp 100.000-an, tapi ini udah berbulan-bulan belum habis, kok. Selain itu, telinga juga harus dibersihin tiap seminggu sekali, jadi saya pun beli obat bersihin kuping yang harganya Rp 40.000-an. Seminggu sekali harus bersihin kuping karena kalau kotor bisa menyebabkan kutu.

Cuma potong kukunya aja yang saya belum berani karena kalau salah potong terlalu dalam bisa menyebabkan kena pembuluh darah dan susah dihentikan darahnya. Jadi kalau udah panjang kukunya, ke petshop buat guntingin.

Olahraga dan Latihan

Anjing itu mahkluk sosial. Dia bakal stres kalau cuma sendirian aja (iya, anjing bisa stres juga). Jadi dia harus diajak jalan (diselingi dengan lari kecil) setiap hari. Nah, ini tugasnya suami. Secara tenaga Mika gede banget kalau saya yang bawa yang ada dia seret saya, bukan saya yang seret dia. Mika biasanya jalan-jalan sekitar 30-60 menit.

Pas jalan-jalan itu dia jadi nggak stres dan ketemu anjing-anjing lain yang dibawa jalan-jalan juga. Dia bisa kenalan dan bersosialisai. Selain itu, dibawa jalan juga supaya dia tahu areanya. In case suatu hari dia melesat lari keluar, dia udah tau jalan pulang. Mika yang udah sering banget dibawa jalan-jalan sekarang udah tau pulang. Kalau udah puas jalan di dekat rumah, dia dengan sendirinya pulang (tapi harus tetap diawasi, ya).

Anjing pun harus tau aturan dan disiplin. Mika dilatih untuk salaman, tau kata No, duduk, lompat, dan bark alias gonggong. Kalau mau makan, Mika harus duduk manis dan salam kita. Jadi sekarang udah kebiasaan kalau dia mau makan atau minta sesuatu, dia akan duduk dan salam kita. Cute, ya.

Sekali-kali anjing butuh rekreasi. Makanya saya pernah bawa dia ke petshop yang ada kolam renangnya untuk melatih kemampuan dia berenang. Yang mana anjing itu bisa berenang. Saya juga bawa dia ke taman di mana dia bisa bergerak bebas lari-lari. Perhatikan bahwa kita harus sedia plastik untuk pupnya dia. Jadi kalau dia pup ya kita bersihin dan buang, bukan dibiarin gitu aja dan mengganggu kebersihan.

Aksesoris

Anjing perlu leash alias tali. Untuk Mika saya kasih harnes, jadi talinya bukan dikalungin di leher, tapi di badan. Selain lebih gampang bawa dia dan nggak terlalu nyakitin lehernya. Harga leash beragam, sih. Untuk anjing besar kayak Mika sekitar Rp 60.000 ke atas. Makin kuat makin mahal. Udah berapa kali harus ganti tali karena… Mika gigitin. Jadi ya harus yang kuat banget biar nggak digigitin.

Pas mau numbuh gigi kan anjing suka gigit-gigit, ya. Kejadian di rumah saya sih wallpaper sampe rumah. Grr! Oleh karena itu, latih untuk nggak sembarangan gigit dan kasih dia mainan atau tulang-tulangan buat digigit. Anjing bakal suka banget nih kalau ada mainan atau tulang. Kalau dia bosan yang digigit ya mainan, bukan perabotan kita. Harga mainan berkisar antara Rp 20.000 ke atas (bisa ada yang ratusan ribu, sih). Karena bakal habis digigit jadi ya setiap berapa bulan harus beli baru. Triknya adalah di Ace Hardware untuk mainan hewan suka didiskon jadi murah banget. Hihihi.

Komitmen dan Tanggung Jawab

Ini sebenarnya yang paling berat, ya. Kita nggak bisa ninggalin rumah seharian karena nanti nggak ada yang kasih makan. Jadi ya kalau emang kepepet banget harus pergi seharian, porsi makannya ditambahin lebih banyak. Sebenarnya anjing nggak bakal mati juga sih kalau sehari sekali makan, tapi kan pasti kelaperan. Oh ya, pas masih puppy dia dikasih makan 3 kali sehari, pas udah 6 bulan ke atas bisa 2 kali sehari. Kalau pergi seharian pastikan minum tersedia penuh dan gampang dijangkau oleh hewannya.

Ini sih sebenarnya yang bikin kalau mau nginep atau liburan jadi agak susah. Mau dititipin di petshop tapi harus diperhatikan benar gimana petshop memperlakukan titipannya. Di P*et D*epo, mereka nggak ngijinin kita liat tempat penitipannya seperti apa. Ini yang bikin ragu nitipin karena nggak tahu kandangnya cukup besar nggak, pengap atau nggak, bersih nggak? Jadi cari petshop di mana kita bisa lihat tempat penitipannya dan gimana cara mereka memperlakukan anjing. Salah satu tempat yang bisa dijadikan tempat penitipan adalah Rumah T*eraria di Bogor. Mereka punya halaman yang luas banget, dibawa jalan-jalan 2 kali sehari, dan kandangnya juga luas. Oh, ada kolam renangnya juga. Harganya untuk anjing besar sekitar Rp 85.000/hari. Selain itu, mereka bisa antar jemput hewan peliharaan kita. Menurut teman saya yang pernah dititipin anjingnya di sana, anjingnya jadi lebih happy. Ada lho yang dititipin di petshop tapi malah mati karena nggak dikasih makan atau nggak dibersihin kandangnya (anjing itu nggak mau ngotorin kandangnya sendiri). Jadi kalau mau nitip anjing selidiki dulu dengan baik.

Untuk Mika sendiri, dia dibiarin lepas di halaman, sering juga masuk di rumah. Dia nggak diikat atau dimasukin kandang. Kenapa? Karena dia bisa stres nanti. Dia butuh ruang gerak yang luas, apalagi dia adalah anjing yang aktif dan riang. Kalau di kandang, ruang geraknya akan terbatas.

Pastikan, kita bersihkan halaman rumah dan buang pupnya tiap hari. Jangan sampai malah kotor dan bawa penyakit buat kita atau anjingnya.

Give them as much love as you can.πŸ™‚

Melihara anjing itu nggak murah banget, kan? Belum lagi perawatannya yang juga nggak gampang. Ditambah harus komitmen selama dia hidup. Tapi kalau kamu sayang sama anjing peliharaanmu, pasti semua itu jadi nggak terasa berat. Because you know that you’re her/his universe. Maka dari itu, kalau cuma buat lucu-lucuan aja, please jangan pelihara apapun. Jangan sampai kalau dia udah sakit-sakitan, tua, atau nggak lucu lagi kamu buang dan membuat dia menderita seperti kasus di atas tadi.

Semua mahkluk hidup, mau manusia, hewan, atau tumbuhan ya harus diperlalukan dengan baik. Kalau kita tebangin semua pohon dan bikin gedung, bisa jadi kebakaran atau banjir. Kalau kita perlakukan hewan dengan buruk pun pasti akan ada karmanya buat kita. So please, have a heart.

Semoga membantu (dan membuka mata yang mau pelihara anjing), ya.πŸ™‚

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s