Wajib Dibawa

Untuk liburan kemarin barang yang wajib penting ada adalah: kamera. Untungnya kita udah punya kamera kesayangan yang mumpuni: Canon SX40. Kamera ini jenis prosumer, yaitu punya fitur yang cukup canggih dibanding pocket camera, tapi masih gampang digunakan dibandingkan DSLR dan SLR.

Dulu beli si Canon ini karena alasan yang cetek, Β s ih: filternya banyak banget di camera dan zoom-nya bisa sampe 36x. Selain itu, kalau kamera SLR gitu kan tergantung lensanya juga, yang mana mahal ya, bok. Ih, sini kan maunya yang simple, murah, tapi hasilnya ciamik, jadi kamera prosumer jawabannya. Eh, tapi ini bukan posting iklan, lho. Hihihi.

Permasalahannya adalah karena liburan berdua doang, siapa yang bakal fotoin nanti? Minta orang terus fotoin kita berdua? Ya nggak enak juga, soalnya kan kita banci foto. Nanti minta terus-terusan, dong. Hahaha! Lalu saya mengusulkan memakai tongsis yang lagi happening itu. Tapi tongsis nggak bisa dipake buat kamera prosumer kita, lagian kata suami kalau pake tongsis yang keliatan muka semua terus, backgroundnya suka nggak keambil dengan bagus, plus kalau pake kamera HP hasilnya nggak terlalu oke. Ribet ya, mak!

Untungnya kita punya tripod. Sebenarnya agak malas bawa tripod soalnya nanti ribet lagi buka tutupnya, tapi suami meyakinkan dia yang handle semuanya. Oh, baiklah. Istri mah tinggal pose difoto aja, ya. ;p

Turned out it was the best decision. Ketika orang lagi ribet buka tongsisnya, kita yang udah setel tripod di posisi yang bener, tinggal berdiriin dan foto-foto kece dengan background yang keambil semua. Fotonya pun bisa sambil berbagai macam gaya, termasuk gaya lompat-lompatan itu dan background bagusnya tetap dapet. Yang paling penting, kita jadi punya banyak foto berdua, bukan cuma muka aja ya. Berpose pun nggak pake malu-malu karena nggak harus minta tolong orang. Hore!

IMG_5564

IMG_5561

Selain kamera dan tripod, yang udah dipersiapkan jauh-jauh hari adalah: power bank. Sebelumnya saya keukeuh nggak mau pake power bank karena udah bawa charger ke mana-mana, kok. Makanya saya fakir colokan banget, deh. Hahaha!

Masalahnya, nanti di sana kita bakal nyetir sendiri. Nggak pake driver yang tahu jalan ke mana-mana. Nggak mau pake driver karena jadi nggak bebas nentuin waktu sendiri (sewa driver kan terbatas jam-nya ya) dan cost-nya jadi lebih mahal, sementara suami bisa nyetir. Jadi pergunakan dong keahliannya *istri oportunis*. Lalu.. lalu kita kan nggak tahu jalan di sana. Jangan takut, kan ada GPS di HP. Baiklah, bungkus!

Semua pasti tahu kalau smartphone itu batrenya payah banget. Apalagi kalo dipake buat GPS segala. Belum sampe tempat tujuan, udah low bat deh pasti. Maka dari itu solusi yang benar adalah beli power bank. Yang ternyata power bank Β ini berguna banget, ya. Nggak bikin fakir colokan lagi. Kenapa nggak kepikiran dari dulu aja, sik! *gemes*.

Maka dari itu perjalanan selama di Bali aman tenteram karena ada power bank dan aplikasi GPS yang dipake adalah Waze. Seperti yang udah diceritakan sebelumnya, Waze ini aplikasi gratis di android/ios yang berguna banget. Selama di Bali semua tujuan yang ingin dicapai dia tahu, bahkan sampe ke jalan-jalan kecil. Udah gitu kalau lagi macet bisa ngobrol sama pengguna Waze lainnya untuk nanya-nanya macetnya karena apa. Ih, seru banget, deh.

Nah, itu barang-barang yang menjadikan liburan ini jadi lebih ciamik. Kalau kamu liburan, barang wajib apa yang harus dibawa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s