Bali Trip (Part 2)

Hari kedua diawali dengan bangun pagi. Uyeah, body clock-nya udah terbiasa bangun pagi. Walaupun mata udah melek, tetep dong dipaksa-paksain buat tidur. Ehm, soalnya breakfast baru ada jam 7 pagi dan kita bangun jam 6. Zzz!

Hari ini jadwal pertama ke Ubud. Pengen makan Bebek Bengil yang mana si suami sebenarnya nggak mau karena nggak suka bebek. Yakale, bebek semua makanannya, suamiii! Dan niatnya adalah main sepeda di Bali. Udahlah ya, biar mirip si Elizabeth di Eat, Pray, Love. Ihiiy!

Apalah daya, matahari Bali itu teriiiik banget dan kita baru jalan jam 10 pagi. Di mobil, saya udah merengek kepanasan. Itu mobil sewaan kacanya bening banget, deh. Udah kayak pake mobil atapnya kebuka. Panasnya sampe masuk. Fiuh!

Oleh karena itu, sampai Ubud langsung pengen beli topi di Pasar Ubud. Glek, kenapa nggak kepikiran dari kemarin beli topi, deh. Di Ubud mah di mana-mana mahal, ye. Jadi kepikiran beli di pasar supaya lebih murah.

Waktu itu mendekati jam 12 siang, semua turis keluar untuk cari restoran dan parkiran penuh di mana-mana. Mau parkir di Pasar Ubud aja nggak dapet-dapet sampe 3 kali puteran. Akhirnya setelah puteran ke-4 dapet parkiran di dalam pasar. Langsung menuju toko pertama yang jualan topi, coba-coba bentar, nawar, langsung beli.

Niatnya mau langsung ke Bebek Bengil biar ademan. Eh, tapi di seberang jalan ada Gelato Secrets yang mana menggiurkan banget di tengah teriknya matahari. Langsung nyebrang dan beli 2 gelato yang enaknya pake banget. Ya mungkin karena kepanasan juga, sik.

Gelato Secrets

Gelato Secrets

IMG_5514

Kelar ngademin mulut, langsung meluncur ke Bebek Bengil. Pilih tempat yang lesehan. Tentunya karena kita berdua nggak suka bebek dan saya udah coba bebekya, kita pilih makanan lain. Suami pilih nasi campur yang ternyata enak. Saya pilih crispy chicken yang saya pikir bakal macam ayam KFC gitu, crispy. Kenyataannya pas datang….. ayam goreng biasa! *drop* Tapi emang porsinya gede banget, sih. Itu pun saya nggak habis. Oh ya, suami akhirnya menyetujui bahwa Β ke Bebek Bengil itu bukan soal makanannya tapi soal tempat dan viewnya yang menghadap sawah yang enak banget.

Kelar makan, perut kenyang dan ngantuk. Apalagi habis berpanas-panasan ria kan, ya. Anginnya pun sepoi-sepoi. Makin lama mata makin berat dan sukses ketiduran. Hihihi, lumayan buat ngecharge energi kan.

Habis ketiduran! Hihihi.

Habis ketiduran! Hihihi.

IMG_5539

Kelar makan (alias numpang tidur), kita pun melanjutkan perjalanan. Niat yang tadinya pengen naik sepeda jadi dibatalkan. Bok, bisa pingsan di tengah jalan kalau terikanya begitu amat (anak Jakarta banget, ya)!

Langsung menuju Pantai Pandawa di Pecatu, dekat Uluwatu. Perjalanannya sungguh jauh kalau dari Ubud. Hmm, kira-kira sejam, sih. Kan nggak pake macet, ya. Sampainya sore jam 4 sore. Pas nih buat nge-pantai.

Pantai Pandawa ini dikelilingi bukit kapur yang dibelah jalanan sampai masuk ke pantai. Untuk masuk ke sana dipungut biaya mobil Rp 4000,- dan per orang Rp 2.500,-. Murah, yaa! Pantainya cukup rame, mungkin karena lagi happening. Ada penyewaan kano juga karena airnya cukup tenang. Pasirnya putih dan banyak day bed. Oh ya untuk day bed dikenakan biaya Rp 50.000 er 2 bed. Nggak tau ya itu murah atau mahal, tapi saya langsung bayar aja soalnya udah panas. Hihihi.

Jalan ke Pandawa yang dikelilingi bukit kapur.

Jalan ke Pandawa yang dikelilingi bukit kapur.

IMG_5547

IMG_5561

IMG_5581

IMG_5577

IMG_5602

Karena cukup ramenya orang, saya dan suami jalan agak ke ujung biar sepi. Kan kalo sepi bisa foto-foto tanpa latar belakang orang-orang. Hahaha! Di sana saya cuma berjemur aja. Sempat masuk ke airnya buat berenang, tapi karena dasarnya karang jadi kaki agak sakit ya nginjek-nginjek karang dan kerang. Mending nyantai di bed aja sambil liat sunset.

Puas nikmati pantai, kita pun pulang ke hotel dan bilas. Secara di sana nggak bilas karena nggak yakin wc-nya oke. Daripada memori pantai yang bagus rusak karena wc jorok (ehm, inget pas di Maya Beach, Phuket) jadi mendingan bilas di hotel. Lagian karena nggak berenang jadi nggak terlalu basah.

Kelar beres-beres bingung juga mau makan di mana. Mau ke tempat yang lagi hip? Hm, badan kayaknya udah rontok ya karena hari ini cukup jauh jalannya. Jadi sebagai anak Jakarta yang kangen mall, kita pun ke Beachwalk, Kuta. Cukup yang dekat aja dari hotel.

Mall ini konsepnya open air jadi space terbuka. Ada taman di tengah-tengahnya dan kolam ikan. Jadi bikin segar. Ada banyak pilihan makan dengan resto-resto yang cukup beken. Jadi semua ada, deh.

Sebelum makan berat, saya lihat ada booth bentuk bajaj. Ih, apa sih itu penasaran, deh. Ternyata itu adalah Churros La Fonda. Seumur-umur kan nggak pernah cobain churros, ya. Jadi beli lah. Apalagi harganya murah: 10 churros cuma Rp 25.000,-, tampah sauce dip-nya cuma Rp 5.000,-. Saya pun beli churros dengan icing cinnamon sugar dan dulce dipping. Enak pake banget! Gilaaa, kalau ada di Jakarta pasti terus-terusan beli, deh (eh, ternyata emang ada di Jakarta, tepatnya di Kemang Village).

Padahal makan churros aja udah cukup ngenyangin, tapi kayaknya kalori yang keluar hari ini banyak banget jadi kita lanjut makan besar di Eat and Eat. Kenyang maksimal sampe nggak bisa habis. Hihihi!

Untuk mengakhiri hari ini, kita pun balik ke hotel buat istirahat. Sampai jumpa, besok!πŸ˜€

One thought on “Bali Trip (Part 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s