It Is Worth It

Hari ini saya baru ke dokter hewan mau bawa Mika buat vaksin. Ini vaksin Mika yang ketiga dan seharusnya jadi vaksin final untuk tahun ini. Seperti biasa saya bawa ke PDHB drh. Cucu di Green Garden. Begitu datang, daftar, Mika langsung ditimbang. Dan ternyata beratnya…. TUJUH BELAS KILO aja! Berarti dia nambah SEPULUH KILO dalam 2 bulan. Oh. My. God. Pantes aja kalau dulu gendong dia nggak pake usaha, sekarang berasa banget beratnya bok! Ngos-ngosan, belum lagi encok pegel linu *lebeeey!*. Makanya sekarang kalau mau minta Mika keluar rumah, kalau nggak buru-buru banget, mendingan diumpanin sesuatu, deh. Entah mainan, makanan, atau apa. Gendongnya itu PR banget! *kuras keringat*

Walaupun malam minggu, dokter hewannya rame. Bahkan ada anjing yang langsung masuk emergency karena mau melahirkan. Udah kayak manusia aja, ya *langsung berniat sterilisasi Mika*. Di sana pasti ketemu pemilik anjing lainnya dan itu sesuatu yang menyenangkan. Ehm, dan saya menyadari bahwa saya bukan satu-satunya orang yang lebay kalau soal hewan peliharan.

Memang sejak punya Mika saya agak lebay. Kalau Mika nggak nafsu makan dikit, langsung paniknya kayak besok kiamat. Belum lagi kalau dia kehebohan lompat trus kakinya agak sakit, saya langsung buka om Google cari tahu apa yang harus dilakukan. Nah, kemarin ini Mika sempat keserempet motor, langsung dibawa ke dokter hewan, yang mana ternyata sama dokter di PDHB malah dengan tenang bilang codetnya bakal ilang, kok. Oh, berarti saya yang kehebohan, ya.πŸ˜€πŸ˜€

Gara-gara tadi dokternya lagi operasi hewan selama 1,5 jam, saya dan pemilik hewan peliharan lainnya jadi sempat ngobrol. Ada seorang ibu yang punya 3 anjing yang bilang, “Kalau ada orang yang mau pelihara anjing, saya pasti saranin mending nggak aja, sih. Soalnya begitu pelihara, kita bakal sayang banget sama anjing ini dan dianggap anak sendiri. Dia sakit dikit aja kita bisa sedih banget. Kalau dia kenapa-kenapa kita khawatir. Tapi lihat dia setia dan sayang sama kita itu perasaan yang menyenangkan. Pelihara anjing itu nggak mudah, perasaan kita udah terlalu dekat sama dia. Jadi mending nggak usah, deh, daripada terlalu sayang kayak saya dan nggak bisa lepas dari anjing-anjing ini.” WOW!

Ibu yang satunya punya satu anjing pom bilang, “Ini tadinya anjing anak saya. Dianya nikah, eh saya dan suami kebagian ngurus. Lama-lama kita kan makin sayang. Kalau dia nguik-nguik sedih kita jadi ikutan sedih dan kepikiran. Udah nggak mikir lagi kalau kasih makanan dia yang terbaik. Bahkan saya khusus memperkerjakan satu orang untuk ngurus anjing saya. Biar deh bayarannya agak mahal. Punya satu anjing aja saya begini rasanya. makanya nggak mau punya anjing yang lain. Takut terlalu sayang.”

Duduk berseberangan dengan mereka, ada 2 orang perempuan yang disinyalir adalah asisten rumah tangga yang ditugasi untuk membawa ajing shih tzu berobat. Mereka bilang anjingnya baru saja dioperasi karena sakit maag (asli cengok karena baru tahu anjing bisa sakit maag). Majikannya lagi ada acara sehingga menugaskan mereka berdua membawa anjingnya berobat.

Di sebelah mereka ada seorang ibu paruh baya dengan anjing shih tzu juga. Tujuannya datang adalah untuk vaksin. Selama menunggu dia peluk dan cium anjingnya. Nggak beranjak. Karena udah menunggu 2 jam, dia sempat marah karena kok diselak mulu antriannya. Kebetulan emang ada anjing yang perlu tindakan emergency, kayak yang melahirkan itu dan satu lagi entah kenapa. Langsung deh dia ngomel karena merasa tindakan vaksin juga emergency. Err.. dia lebih lebay dari saya kayaknya. Sehabis melakukan tindakan, dia curcol deh ke para pemilik lainnya yang nunggu, “Kasian kan anjing saya 2 jam nggak minum dan makan.” Hah, segitunya?

Bahkan, pemilik anjing yang melahirkan tadi, membawa seluruh anggota keluarga untuk menunggui anjingnya melahirkan. Udah kayak orang beneran yang melahirkan. Karena melihat itu saya langsung bilang, okeh Mika disteril aja. Ku tak sanggup (dengan nada KD) memelihara lebih dari satu anjing lagi.

Setelah melihat pemilik yang lain yang lain akhirnya saya bisa bilang, I AM NOT ALONE. Saya suka dibilang suami terlalu berlebihan kalau soal Mika. Khawatirnya berlebihan banget. Sementara kayaknya Bapak saya yang punya Bebe santai kayak di pantai aja, tuh. Akhirnya saya jadi mikir, emang gue lebay banget kali ya. Eh, tapi setelah kejadian tadi jadi merasa normal kembali. Banyak yang lebih dari saya.

I and hubby fell in love with Mika since the first day she came into our life. It’s not all fun and happy. Most of the time it’s tiring. Apalagi pas masih awal, kita berdua beradaptasi, Mika pun beradaptasi. I can say that, seluruh kehidupan kita berubah. Kita jadi bangun lebih pagi untuk kasih makan dia. Waktu dia dalam fase bosan dengan makanannya, kita putar otak, baca sana-sini, dan tanya makanan apa yang bikin dia lahap lagi (buat Mika dia akan lahap makan dogfood kering+ati rebus+kuah kaldu ayam+nasi merah). Kita sering harus mengorbankan waktu senang-senang kita demi pulang nggak terlalu malam karena harus kasih makan Mika (karena kita masih nggak tega kasih jeda lebih dari 12 jam untuk makan). Belum lagi wallpaper rumah disobek ama dia. Saya yang memperlakukan semua barang dengan hati-hati dan baik ya darah tinggi juga. Mika saya marahin dan dihukum di luar. Tapi nggak sampe setengah jam cuma gara-gara lihat muka innocentnya, langsung luluh dan peluk-pelukin dia lagi.

Kata suami, sejak ada Mika saya jadi jauh lebih sabar dan bisa berkompromi. Wallpaper rusak? Ah, bisa beli wallsticker yang nutupin robekannya. Lantai rumah kotor? Ah, nanti bisa dipel, kok. Teras depan udah berserakan mainan Mika dan nggak enak dipandang? Bisa dirapihin. Mika gigitin sendal? Ah, bisa beli sendal yang baru. Percayalah, dulu kalau barang rusak dikit saya bisa murka, sekarang jadi jauh lebih santai dan bisa menerima. See how she changes me into a better person. :’)

Setiap pulang dari kantor, Mika akan langsung menyambut di pagar dengan senyum lebar sambil goyang-goyangin ekornya excited. This is the feeling knowing that she waits the whole day to meet me. Mengharukan!

Kalau ada yang bilang anjing itu setia dan rasa sayangnya tak berkesudahan, saya setuju banget. Suatu hari suami kesenggol tempat listrik, jadi dia kejatuhan kotaknya. Sama sekali nggak sakit karena kotaknya juga ringan. Yang paling bereaksi adalah Mika. Dia langsung menggonggong ke arah kotak itu, as if dia bilang jangan sakiti tuannya. Suami langsung terharu banget.

Bukan cuma itu aja. Sodara saya pernah pinjam sepeda saya. Begitu dia lihat sepedanya mau dibawa keluar, Mika langsung gonggong karena mengira siapa nih orang nggak dikenal bawa sepeda tuan gue. Lucu, ya?

Yang paling mengharukan adalah sehabis pulang dari dokter hewan, saya mau beli bubble tea di Carrefour. Saya mau turun sebentar aja dan suami cari parkiran. Setelah saya masuk mobil lagi, suami cerita, begitu saya turun dari mobil Mika langsung menggonggong. Gonggongannya kayak sedih gitu. Jadi dia pikir saya mau pergi dan ditinggalin. Pantes aja begitu saya masuk, dia langsung cium-cium saya. Ah, she loves me so much, doesn’t she? :’)

Jadi kalau ditanya apakah repot punya anjing? Repot banget! Tapi apakah worth it dengan apa yang kita dapatkan? Oh, it is so worth it. The feeling of loved by unconditional and endless love. Segala kerepotan, kelelahan, kekhawatiran, digantikan dengan rasa cinta yang luar biasa. Mika is not our pet. She is part of our life, our bestfriend, and family.

I love you, Mika. Grow healthy and happy, kicik!πŸ˜€

Udah nggak takut lagi waktu mau divaksin. Hebat!

Udah nggak takut lagi waktu mau divaksin. Hebat!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s