No Malls, No Die

Kemarin ada teman yang posting di path struck parkirnya di Plasa Senayan. Pas saya lihat, lho ternyata satu jam pertama Rp 5.000,-. Waiiit, LIMA RIBU RUPIAH? Mahal amat, ya.

Setelah diingat-ingat saya udah jarang ke mall ya sampai nggak tahu perkembangan terbaru tarif parkir di mall. Sementara dulu setiap minggu wajib ke mall buat jalan-jalan atau cuci mata, makan, dan berakhir dengan belanja hal yang nggak perlu. Boros cyiin!

Sejak tarif parkir jadi mahal dan pernah menghabiskan Rp 30.000 untuk bayar parkir doang, akhirnya mulai deh lebih bijaksana *tsaaah*. Selain karena bayar parkir mahal, bosen ke mall. Sampe kadang-kadang ke mall itu beneran cuma cuci mata trus bingung mau ngapain lagi. Ya kan selain nonton, makan, trus belanja, habis itu mau ngapain? Akhirnya saya dan suami menemukan titik jenuh untuk ke mall.

Ada kalanya masih kangen mall. Ya nama pun juga perempuan ya, cyiin. Mall adalah sahabat sejati, dong. Lihat-lihat pakaian cantik dan sepatu manis di display aja rasanya udah bahagia. Hihihi. Tapi sekarang mall yang buat saya menyenangkan adalah mall yang ada Ace Hardware, Informa, dan Carrefour (atau supermarket lainnya). Yasalam, resmi deh jiwa-jiwa ibunya keluar. Tempat semacam itu jadi semacam one stop shopping buat saya dan suami. Saya ke bagian perlengkapan rumah tangga dan suami ke bagian perlengkapan kendaraan. Langsung otomatis misah begitu masuk. Lalu mulai deh asyik sendiri-sendiri. Biasanya setelah itu, masing-masing udah megang barang yang dipengenin, padahal sebelumnya niatnya cuma lihat-lihat aja. Hihihi. Ya sama aja sik boros juga. Yang tadinya nggak perlu, eh dibuat-buat merasa butuh, ya.πŸ˜€πŸ˜€

Selain harus ada Ace Hardware atau semacamnya, saya sekarang lebih suka ke mall yang dekat rumah. Alasannya sederhana, males stuck di tengah kemacetan. Tiap hari udah capek ya macet-macetan mulu, jadi weekend nggak mau macet-macetan juga demi pergi ke mall. So, bye-bye mall tengah kota. Apa tuh Grand Indonesia? Gimana kabar Senayan City? Belum lagi PS, fX, dan berbagai mall lainnya. Auk ah! *angkat kaki ngemil keripik di depan tv*

Belum lagi akhir-akhir ini film di bioskop kurang ciamik. Biasanya saya rajin ke mall kalo musim diskon (yang mana lagi nggak ada diskon di mana-mana) dan kalau film bioskop lagi bagus. Nah, sekarang nggak ada yang kece gini filmnya. Makin berkurang deh niat ke mall (tapi niat beli DVD bajakan meningkat).

Nah, kalau udah jarang ke mall apa yang dilakukan? We go to any places but malls. Minggu lalu saya bahkan pergi ke dua ITC, yaitu ITC Kuningan dan ITC Mangga Dua. Ya tentunya beda hari, dong. Jakarta gituh mana mungkin dari ujung ke ujung seharian. Sebagai istri bijaksana (baca: irit) ITC adalah surganya belanja murah. Kebetulan si suami itu sukanya kaos-kaos bergambar band yang mana sulit didapatkan di mall. Jadilah melipir ke ITC Kuningan. Iyes, selera dia lebih cocok ke ITC Kuningan, bukan ITC lainnya. Di sana banyak barang kece yang bisa didapatkan seperti dasi kupu-kupu ciamik seharga Rp 35.000 saja. Ihiiiy, senang! Nah, beberapa hari kemudian saya pun pergi ke ITC Mangga Dua bersama emak di mana tujuan utama mau beli hiasan rambut buat kondean (yah, nama pun ibu-ibu Batak, ya). Akhirnya setelah keliling dan naksir beberapa hiasan, udah nawar dari harga Rp 300.000an, malah berakhir dengan beli hiasan rambut hanya seharga Rp 30.000 saja! Yah, mahalan bayar parkir, jajan, makanan, dan macetnya dong. Hihihi.

Kalau udah ke ITC harus diniatin emang mau belanja. Ke sananya aja kan pasti macet dan parkiran penuh. Males aja bolak-balik ke sana. Makanya kalau ke ITC kudu belanja. Kalau nggak ada barang yang srek, berakhir beli DVD aja, deh. Intinya harus beli sesuatu biar nggak ngerasa sia-sia bermacet-macetan dan berebutan parkirnya.

Saya dan suami juga sekarang suka nyari ruang terbuka macam taman. Selain untuk rekreasi, juga untuk bawa Mika jalan-jalan. Sayangnya taman di Jakarta kurang ramah sama hewan peliharaan, ye. Kalau ke tempat seperti ini biasanya saya bawa jalan-jalan Mika dan suami olahraga lari. Mika pun senang keliling tempat baru (yah, seringnya mah doi kecapekan). Tapi dia emang senang ada di dalam mobil dan ngeliat keluar jendela.

Nah, tempat yang jadi favorit sekarang ini adalah deretan tempat makan di Pantai Indah Kapuk. Kenapa saya suka? Pertama, bukan mall pastinya. Kedua, parkir gratis tis tis! (ingat prinsip mak irit). Ketiga, buanyak restoran yang pilihannya beragam dan terutama dalam satu tempat banyak ramen (ihiiiy!). Keempat, lots of bubble teas. Udah nggak perlu dijelaskan ya betapa saya lagi tergila-gila sama minuman jenis ini. Segala macam bubble tea di sana dicoba dari yang udah terkenal macam Chatime sampai yang nggak pernah dengar rasanya (dan ternyata nggak enak). Kelima, petshop bertebaran di sini. Semenjak punya Mika, saya jadi hobi keliling petshop dan di sekitaran Pluit banyak banget petshop. Bahkan saya pernah masuk ke petshop super besar berlantai 4. Gilakk, lengkapnya!

Keuntungan makin jarang ke mall adalah dompet rasanya nggak bocor-bocor amat, ya. Kalo akhir bulan bisalah bernapas lega dan berkata, ih bisa hemat juga, nih. Hihihi. Kemudian langsung bangga dan mikir eh nggak bikin mati juga kalo nggak ke mall ternyata. *yaeyalaah*.

Nah, ada ide tempat menarik lainnya yang bisa dikunjungi?

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s